
Wanita cantik baju hijau dengan tersenyum menyatakan maksud kedatangannya, "aku marga Jin, bersama dengan adikku tinggal sebentar di kota kabupaten Wu-chang, tanpa alasan ada berandalan yang mengganggu, jika kalian bertiga tidak cepat memberi peringatan, mungkin sudah mengalami hal yang tidak diinginkan."
"Orang persilatan kadang timbul semangat mengurus hal kecil, itu hal yang biasa.
" Xie-shen tidak menyembunyikan dirinya adalah seorang persilatan, dengan ramah berkata, "nona Jin silahkan duduk, kami juga sedang bertamu tidak bisa dengan pantas menyambut tamu, harap maklum."
"Terima kasih."
Nona Jin mengucapkan terima kasih dan duduk, tuan rumah
tahu diri buru-buru pamit kembali ke ruang dalam.
"Sebenarnya, aku dan kawan-kawan dengan wakil ketua
perkumpulan Cun-qiu, Yu-shu-xiu-shi, dulu pernah terjadi
perselisihan kecil, hanya saja tidak enak memperhitungkannya.
Memberi ingat pada kalian berdua, bukan di sengaja, makanya jangan ditaruh dihati."
"Orang persilatan harus bisa membedakan dendam dan budi
dengan jelas, aku dari Jin-she-dong di Chuan Xi, juga bisa dikatakan setengah orang persilatan, sehingga tetap merasa sangat berterima kasih.
Boleh tahu nama dan marga kalian bertiga, dan sebutannya?"
Di dunia persilatan, julukan lebih penting dari pada nama, ada beberapa orang julukannya diketahui semua orang, tapi tidak tahu siapa namanya, apa marganya"
Larangan di dunia persilatan banyak sekali, wanita cantik baju hijau menanyakan nama dan sebutan, sesungguhnya berniat baik, tapi Xie-shen bertiga merasa kesulitan.
"Maaf sekali." Xie-shen menolak dengan sopan, di saat ini di tempat ini, bagaimana dia bisa membuka dirinya" Di dunia persilatan banyak orang yang serakah sedang mencari mereka!
"Malah aku yang kurang sopan." Wanita cantik baju hijau minta maaf, dia sendiri juga hanya memberi tahu marga tidak menyebut nama, "jika dugaan aku tidak salah, dua orang tuan ini juga wanita yang menyamar jadi laki-laki."
Dia mengangkat tangan tersenyum menatap pada Hoa-feihoa dan Ouw Yu-zhen, nadanya pasti penuh percaya diri.
"Nona Jin sungguh hebat." Hoa-fei-hoa diam-diam terkejut, "kami kakak beradik sangat percaya akan teknik penyamaran, tapi tetap tidak lolos dari matamu."
"Teknik penyamaran nona memang hebat sekali, tapi suara kalian saat memperingatkan, membuat aku jadi berani menduganya.
Tolong tanya apakah kalian bertiga datang kesini juga demi Yu-shu-xiu-shi?"
"Bukan khusus demi orang ini, hanya sekalian saja." Xieshen berkata,
__ADS_1
"jika maksud membalas dendam, dia sulit bisa meninggalkan kota kabupaten Wu-chang hidup-hidup. Setelah membongkar siasat keji dia, kami sudah tidak perhatikan dia lagi, mungkin dia akan menyelidik orang yang membongkar siasatnya, sehingga kami bersembunyi di penginapan tiga hari, tidak pernah melangkah keluar. Sekarang ini, seharusnya dia sudah menuju ke utara ke Xiang-yang!"
"Dia telah sampai ke tempat ini."
"Apa?" Xie-shen terkejut, "apa dia datang mengikuti jejak kami?"
"Saat kalian bertiga pergi setelah memperingati, kalian sudah di bawah pengawasan anak buahku. Makanya kami tahu gerakan kalian.
Si bangsat itu tiba disini lebih lambat setengah hari, dia datang bertiga, sama sekali tidak tahu tentang kalian bertiga."
Kemudian nona Jin pamit, membawa anak buahnya pergi.
"Tidak disangka dua wanita ini, diam-diam ada orang yang melindung boleh dikata kita telah dikalahkan!" kata Ouw Yuzhen khawatir, "Paman Du, apakah sebaiknya kita pindah?"
"Tampaknya harus begitu." Kata Xie-shen juga sedikit ngeri, sejak awal hingga akhir kita dalam pengawasannya, aku merasa ngeri. Tapi kita tidak perlu terburu-buru, malam hari nanti kita baru pindah. Mari kita pergi ke penginapan diamdiam melihat siapa sebenarnya pelayan wanita yang kecil itu.
"Mana bisa dia membawa seorang pelayan wanita
disampingnya" Benar..benar !"Hoa-fei-hoa dengan
memonyongkan mulut kecilnya berguman, Sangat tidak
leluasa, kecuali dia...."
belakang, kau jangan berpikir mereka berdua tidur bersama! Jangan berpikir yang tidak-tidak."
"Sialan kau, kau ingin dipukul yaa?"
Hoa-fei-hoa seperti seekor kucing yang terinjak ekornya,
meloncat marah-marah. "He he he......" Xie-shen hanya tertawa aneh sebagai jawaban,
"anggap saja mereka... itu juga bukan urusan kau..., kau......"
"Kau ingin mati......"
"Kalian jangan berkelakar lagi, aku sedang berpikir......" kata Ouw Yu-zhen sambil berpikir.
"Sedang memikirkan apa?" tanya Hoa-fei-hoa.
"Pelayan tuan itu, sangat mungkin penyamaran dari kakak Chao."
Kata-kata Ouw Yu-zhen mengejutkan orang.
__ADS_1
"Tidak mungkin!" Xie-shen tertegun, "dia meninggalkan kita bertiga, budi dan dendam, kebenaran dan kejahatan, terpisah dengan jelas, mana bisa dia membawa nona besar itu disampingnya?"
"Sifat tuan memang begitu, tapi kalian lupa satu hal." Kata Ouw Yu-zhen tertawa.
"Hal apa?" Hoa-fei-hoa berebut.
"Kakak Chao tahu beberapa teman yang berhubungan secara rahasia dengan ketua benteng Xi dan anaknya, dia bisa membantu mengejar dan memberitahukan jejak ketua benteng Xi, tuan pasti membawa dia
disampingnya, makanya aku menduga pelayan kecil itu mungkin kakak Chao yang menyamar......"
"Dugaan adik Zhen tidak salah." Hoa-fei-hoa menyela, "pelayan itu memakai nama Yung-ling, bukankah bunyi katanya sama dengan nama aslinya" Pasti itu dia, lebih baik kita mencari dia ke penginapan."
"Jika benar dia, kita jangan gegabah mencarinya." Kata Xieshen serius.
"Kenapa?" tanya Hoa-fei-hoa.
"Tuan kali ini tampil sebagai pelajar dari ibu kota, pasti ada tujuannya.
Aku percaya gerakan dan tempat tinggalnya, diamdiam ada orang yang mengawasi, jika kita gegabah pergi menemuinya, akan menimbulkan kecurigaan orang yang mengawasinya, bukankah malah akan merusak rencananya tuan?" Xie-shen menganalisa, "makanya, kita hanya bisa diamdiam menyelidik, melihat perkembangannya baru membantu tuan,
itu baru cara yang terbaik."
"Benar kata-kata paman Tu, kita harus bergerak dari
kegelapan, baru cara yang terbaik." Ouw Yu-zhen berkata.
"Baiklah!" Hoa-fei-hoa terpaksa setuju.
Tubuh langsing yang basah kuyup merangsang orang
melihatnya, tubuh itu dilemparkan ke atas jembatan.
Fu Ke-wei yang sedang marah sampai amarahnya akan
meledak, mendadak wajahnya jadi merah, buru-buru
membalikan tubuh, api amarahnya pun mereda.
Baju sutra putih yang dipakai si wanita, bagaimana tidak basah di"terendam air"
Seperti bunga teratai muncul dari dalam air, wanita itu hampir tampil seperti bentuk asalnya, bentuk tubuhnya yang terpeta bisa mengembangkan urat nadi para lelaki, tubuhnya penuh dengan daya tarik, kalau sudah begini hal apa pun bisa terjadi, seperti ada tenaga setan yang siap meledak.
Wanita baju putih itu tentu saja tahu keadaan dirinya, dia sudah ketakutan tidak tahu harus berbuat apa, apa lagi dia tadi melihat keadaan Fu Ke-wei dengan Guan Mei-yun sedang bermain cinta, sekarang dia harus menghadapi seorang lakilaki yang menakutkan, di sekelilingnya sepi tidak ada orang, ingin minta tolong tidak ada orang, setelah dipikir-pikir dia jadi ketakutan sampai seluruh tubuhnya gemetar, dia sudah tidak mampu menghadapi nafsu sek yang seperti srigala atau macan ini.
__ADS_1