
Satu malam berlalu, tidak ada cerita lagi.
Setelah sarapan pagi, Hong-gang sendiri membawa orang
mengantar mereka keluar gunung, mengantar sampai keluar dari
bukit Tie Han, setelah menunjukan jalannya dengan jelas baru
berpamitan. Mereka berjalan menuju barat, empat puluh li di sebelah barat
itulah Fu Kou-guan. Dia menghentikan langkah di pertigaan, di sisi jalan ada satu
panah jenderal, satu yang mengarah ke timur laut terukir: menuju
Hong Di-guan sembilan puluh li.
"Aku merubah perjalanan jadi melalui Hong Di-guan." Dia berkata pada nona Peng, "tidak mengantar kau lagi, nona hati hati."
"Saudara Fu." Kata nona Peng ragu, "Apakah kalian benarbenar tidak perlu bantuan" Hanya berdua pergi melabrak perumahan
Qing-yun?" "Benar." "Tambahkan satu pedangku, bagaimana" Aku bersungguhsungguh!" "Nona, suami bibi anda Tian-wai-liu-xing pendekar besar Jie,
jika tidak mengeluarkan kartu undangan pendekar mencari aku,
itu baru hal aneh." "Sembarangan omong......"
"Kenyataannya begitu." Dia memutus pembicaraan nona, "jika nona mau membantu, ceritakanlan apa yang terjadi disini pada suami bibi anda, menghindarkan suami bibi anda mempercayai cerita
sepihak ketua perumahan Chen, dan membela perumahan Qing-yun."
"Pasti aku lakukan." Nona berkata, "aku sekarang segera pulang."
"Kalau begitu terima kasih! Hati-hati dan sampai jumpa."
Nona Peng dengan perasaan tidak ingin berpisah melihat Fu
Ke-wei dengan Ouw Yu-zhen yang menjauh, baru berguman sendiri,
"aku percaya dia pasti ada alasan yang benar mencari Yun-sang-nie, aku harus menasihati suami bibi untuk tidak melibatkan diri di dalam perselisihan antara dia dengan perumahan Qing-yun."
Disini adalah kota kecil An-ping di kabupaten Yang-gu, orang
setempat menyebutnya kota kecil Zhang-qiu, dari selatan jalan
seratus li lebih, adalah rawa yang telah kering, sarangnya para
perampok. Perumahan Qing-yun berada lima enam li sebelah barat kota.
Tian-ya-koay tiba di kota kabupaten Yang-gu sekitar tengah hari.
Dia tidak mencari penginapan, begitu keluar dari gerbang
Chao-yang, menelusuri jalan raya, dia pergi menuju perumahan
Qing-yun, sejauh lima li lebih, sudah dapat melihat bangunan gerbang besarnya perumahan.
Jalan lurus yang besar sepanjang setengah li bersambungan
dengan jalan raya, lebih lebar dari padajalan raya.
Keluarga Chen adalah tuan tanah besar setempat, seratus tahun
yang lalu sudah merupakan keluarga kaya setempat, di dalam
__ADS_1
perumahan ada bangunan sekitar lima enam puluhan rumah.
Berjarak dari belokan jalan masih satu li lebih, sudah terlihat
tiga orang polisi membelok ke jalan raya, memecut kuda lari ke kota An-ping. "Celaka! Lang-ye sudah lebih dulu tiba dari padaku." Dengan gelisah dia berkata sendiri, "jika saudara Chen mengandalkan
kepolisian, maka, peristiwa dia menerima kedatangan
Yun-sang-nie menjadi benar, harus bagaimana aku" Jika dia
mau mempersilahkan wanita iblis itu pergi, dia tidak akan
meminta bantuan kepolisian. Tampaknya, mungkin aku tidak
bisa menasihati dia, apakah dia malah mau berhubungan
dengan Lang-ye, seorang penjahat dunia persilatan yang
bodoh?" Perumahan Qing-yun sangat besar sekali!
Jalan dari gerbang perumahan sampai bangunan utama, ada satu li
panjangnya, lapangan untuk latihan silat tersedia bermacam-macam
senjata, dari batu rancatan batu kunci hingga lapangan tonggak bunga Mei yang luas, semuanya tersedia.
Sejak kemarin perumahan Qing-yun tiba-tiba mengeluarkan perintah
larangan keluar, alasan dikeluarkannya perintah adalah akan ada pesilat tinggi yang tidak jelas asal-usulnya datang membalas dendam, seluruh murid jika tidak perlu, dilarang keluar, diatas bangunan bedug dikibarkan bendera lima warna, siang hari adalah bendera, malam hari adalah
lentera, dibantu dengan terompet tanduk sapi, musuh tidak perduli
datangnya dari arah mana, semua bisa dihadang melalui aba-aba yang dikeluarkan oleh bangunan bedug.
perumahan, sudah diketahui oleh penjaga di atas bangunan bedug,
tiga orang setengah baya segera melewati jembatan gantung, di
ujung jembatan menyambut tamu yang datang.
Pengemis tua ini adalah orang ternama di dunia persilatan, dari
jarak satu li dia sudah dikenali oleh orang perumahan.
Dia mendapat sambutan yang meriah, beberapa teman lama
mempersilahkan dia hingga kebangunan utama, tuan rumahnya
juga sudah lebih dulu turun dari tangga menyambut, setelah
basa-basi, tuan rumah serta tamu dengan gembira masuk
kedalam ruangan. Ketua perumahan, Satu Pedang Utara Chen Ruo-yi, usianya sekitar
lima puluh lebih, wajahnya pesegi dan merah bersinar, memelihara
kumis dan janggut, berhidung singa mulutnya besar, sepasang
matanya bersinar-sinar, dalam keanggunannya tampak ramah, tidak
salah disebut orang berpengaruh di dunia persilatan.
Kedua belah pihak duduk di tempat duduk tuan rumah dan tamu,
__ADS_1
pelayan menyuguhkan teh. Bungkusan bajunya pengemis tua tidak diijinkan diambil oleh
pelayan, bungkusan itu di taruh di bawah kakinya, jelas maksudnya
setiap saat bisa pamit. "Wajah kakak penuh debu, sepertinya telah berjalan jauh." Kata ketua perumahan Chen dengan gembira, "tiga tahun tidak bertemu, semangat kakak tampak lebih bagus lagi. Aku dengar akhir-akhir ini kakak berada di He-nan, apakah pernah berbincang dengan
Tian-wai-liu-xing saudara Jie?"
"Aku memang telah lari ke beberapa tempat," Tian-ya-koay tertawa, "kau tahu, saudara Jie sangat beruntung, di rumahnya dia hidup senang tidak mau mengurusi lagi masalah diluar, tapi aku
pengemis tua paling suka melibatkan diri meskipun masalah kecil,
seorang yang tidak disukai, mana berani aku pergi bertamu" Malah di Shan-xi aku bertemu dengan murid kesayangannya, putri keluarga
Peng. Orangnya baik, ilmu silatnya juga cukup bagus, anak muda itu selalu melibatkan diri dalam masalah. Dia mengejar Lang-ye yang
membunuh, merampok orang di He-nan, melarikan diri ke Shan-xi tapi di sepanjang perjalanan masih tetap melakukan kejahatan, dia telah banyak membantuku, sayang penjahat itu tetap saja bisa meloloskan
diri." Dia sambil bicara, sambil memperhatikan perubahan wajah ketua
perumahan Chen, saat menceritakan Lang-ye Hong-hao, wajah ketua
perumahan Chen tidak ada perubahan.
"Lang-ye Hong-hao" Orang ini puluhan tahun pernah melakukan
beberapa kejahatan di Shan-dong, dikejar-kejar oleh Tiga Kawanan
Tai-shan, yang menghancurkan sarang rahasianya dan mengambil
seluruh kekayaannya, hasil rampokannya ternyata ada puluhan ribu
liang, selanjutnya Lang-ye menghilang, menurut kabar dia telah mati karena terluka parah, kenapa bisa ada kabar dia melakukan kejahatan di He-nan dan Shan-xi?" kata ketua perumahan Chen dengan tenang,
"mungkin bukan dia" Apakah kakak telah melihat dia dengan jelas?"
"Tidak, aku mengejar sampai ke Shan-xi, dari mulut temannya,
memang nyata dia orangnya. Adik, apa kau tidak kenal orang ini?"
"Aku belum pernah bertemu dengannya, aku dengar penjahat ini
tidak pernah bertemu orang di siang hari, menurut kata-kata Tiga
Kawanan Tai-shan, penjahat ini wajahnya tampan, tapi mempunyai
gigi taringyang panjang dan tajam, setiap merampok pasti melukai
orang, sangat serakah dan kejam."
"Mungkin dia sudah melarikan diri ke daerahmu."
"Apa betul" semoga dia tidak melakukan kejahatan di
daerahku." "Belum tentu." Kata Tian-ya-koay, "apa saudara pernah dengar Sepasang Cantik dari Jiang-nan?"
"Pernah, tapi beberapa tahun ini, sudah tidak ada orang yang
bercerita tentang mereka!"
"Kalau Yun-sang-nie, Bai Ru-lian?" Tian-ya-koay langsung menanyakan maksudnya.
"Aku pernah dengar, tapi belum pernah bertemu. Di dunia pelacuran Jiang-nan, ada beberapa pelacur ternama yang bisa menyanyi menari, menulis, dan menggambar, hingga harga dirinya tinggi. Menurut yang aku tahu, wanita ini memang tidak pernah terjun di dunia pelacuran, dia tadinya seorang penyanyi di satu keluarga bangsawan, orangnya cantik.
__ADS_1