Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 129


__ADS_3

Dua wanita sambil minum-minum, sambil menikmati


pemandangan sungai. "Kak, besok tengah hari kita baru pulang ke kota baik tidak?"


suara manja wanita baju putih di dalam meja vip sangat memikat,


"pagi-pagi kita pergi dulu ke gerbang Han Yang, melancong Huang He Lou, kan hanya memakan waktu setengah hari sudah bisa


sampai ke kota, mendengar cerita......"


"Tidak bisa, itu akan menghabiskan waktu setengah hari lebih, saat itu paman Ming akan mengomel," Kata wanita baju hijau tertawa,


"juga jalan itu jalannya tidak bagus, banyak berlubang, tidak cocok untuk kereta kecil kita."


Di depan meja vip, muncul Yu-shu-xiu-shi yang tampan sambil


pelan mengipas kipas tilap, memakai baju panjang hitam hijau.


"Perusahaan angkutan kereta keledai yang ada diluar kota bisa mencarikan kuda bagus, berjalan menunggang kuda akan lebih enak


di banding naik kereta." Kata Yu-shu-xiu-shi sambil tersenyum, dia menampilkan tingkah yang paling sopan sedikit membungkuk, "aku sangat hafal akan keadaan sekitar sini, bisa jadi pemandu dua nona ini."


Dua wanita itu sama-sama menatap dia, tapi wajahnya tidak ada


perasaan, dengan sorot mata tenang menatap dia, tidak


menjawab, juga tidak ada niat mempersilahkan dia duduk,


sepertinya dia pajangan tidak bernyawa yang hanya untuk dilihat


orang. Jika ingin menyapa wanita, kulit muka harus tebal, berani, tidak


takut ditolak, menggunakan ilmu menempel terus pasti akan


menimbulkan perhatian lawannya.


Buat diri Yu-shu-xiu-shi yang pandai, dia sangat percaya diri,


wanita yang cantik muda sulit menolak rayuannya, dia percaya


akan daya tarik dirinya, bisa mendapatkan hati wanita.


Tapi keadaan hari ini tampaknya berbeda, dia tidak enak dengan


keadaan ini, selain tidak ada sambutan, juga wajahnya tidak berubah, menyatakan dia tidak sopan, mereka dengan tawar memandang dia,

__ADS_1


seperti sedang berkata: Aku mau lihat kau mau main sandiwara apa.


Tidak ada hasil seperti yang diharapkan, dia sedikit merasa ragu,


dia lalu melapangkan dada, melipat kipas lipat, sambil tersenyum


melangkah mendekat. "Aku marga Gao, nama Yun-fei, julukan Yu-shu-xiu-shi, disini


sedang bertamu." wajahnya tersenyum yang bisa membuat lawan


jenis terpikat, dengan penuh percaya diri memperkenalkan diri,


"dua orang nona pasti datang dari Jinshe-dong di Chuan-xi......"


Wanita baju putih tidak sabaran, dia menjulurkan telunjuknya


menunjuk keluar, lalu digerakan dua-tiga kali, maksudnya


mengusir, dia tidak bicara, wajahnya juga tidak terlihat marah.


"Nona asing disini, aku bermaksud baik hati......" dia tidak putus asa, senyumnya lebih tebal berjuang ingin merubah keadaan.


Satu tangan lainnya wanita baju putih tiba-tiba dilayangkan, gelas arak berkelebat, arak menjelma jadi hujan deras, sebuah gelas arak menyembur diwajarinya, jari tangan untuk kedua kalinya


menyatakan ingin dia segera keluar.


masakan oleh Fu Ke-wei, kali ini wajahnya disembur arak oleh wanita baju putih, dua-duanya dia ingin menghindar tapi tidak mampu,


karena terlalu cepat. "Nona jangan marah." Dengan sopan sambil tetap tersenyum, malah senyumnya lebih lebar, "harap jangan salah paham, aku


sungguh berniat baik......"


"Niatnya buatmu sendiri saja! Wakil ketua Gao." Wanita baju hijau akhirnya bicara, nadanya sedikit dingin.


Jelas, dua wanita tahu asal-usul dia, malah mungkin tahu tujuan


dia datang ke Hu-guang. Gao Yun-fei tertegun sebentar, saat akan bicara, tangannya wanita


baju putih memegang piring masakan.


"Jika kau masih tidak mau pergi, maka dirimu akan sangat tidak enak dipandang." Wanita baju hijau buru-buru mengulur tangan, menekan lengannya wanita baju putih berkata, "bagus atau jelek kau adalah orang nomor empat di perkumpulan Cun-qiu, kau bertingkah seperti seorang berandalan, apa kau tidak takut di tertawakan bawahanmu dan tamu


restoran!" "Aku......" "Kau tidak perlu berkata lagi." Kata wanita baju hijau dingin,


"aku dengan adikku sudah melanglang ke setengah negara, telah bertemu dengan laki-laki yang bermacammacam rupanya, situasi besar apa yang tidak pernah aku alami" Aku sudah banyak melihat wajah para laki-laki yang merasa dirinya romantis tapi sebenarnya hina, mengira dirinya adalah kekasih banyak orang tapi sebenarnya bodoh tidak tahu diri, kau pergilah!"

__ADS_1


Jika Yu-shu-xiu-shi bodoh juga sudah harus mengerti, dua wanita cantik ini sama sekali tidak memandang dia, merasa tidak ada wanita yang bisa menolaknya, semua dugaan dan harapannya telah gagal, jika meneruskan lagi dengan menebalkan muka, maka masakan dipiring itu


sangat mungkin akan tumpah diwajahnya! Penghinaan yang


berturut-turut mana bisa dia menahannya"


Maka dengan pintar tanpa berkata apa-apa dia


mengundurkan diri. Cinta dan benci diantara laki-laki dan perempuan, adalah satu


mata uang dua muka, jika tidak mendapatkan cinta, kebalikannya akan menjadi benci, hal yang aneh-aneh bisa saja terjadi.


Sambil menggigit gigi dia kembali ketempat duduknya,


memberi isyarat tangan pada temannya, kakinya segera


melangkah turun dari loteng, pergi.


"Malam ini si berandalan telah kena batunya, wajahnya yang


terhina itu, memang membuat orang merasa simpati." Xie-shen menggelengkan kepala pada bayangan belakang Yushu-xiu-shi yang pergi membawa marahnya. "Dia seperti menelan satu gentong mesiu, sudah hampir


meledak." Hoa-fei-hoa gembira melihat orang terkena musibah.


"Dia bukanlah orang yang bisa menahan kemarahannya, dua


nona dari Jin-she-dong mungkin akan mendapat kerepotan." Kata Ouw Yu-zhen tertawa.


Yu-shu-xiu-shi dengan Liu Fei-yan, sudah menjadi kekasih secara


terbuka. Mereka berdua sudah lama berpasangan keluar masuk, semua orang tahu mereka adalah sepasang suami istri yang belum menikah. Di dalam pandangan orang-orang persilatan, itu bukanlah hal yang amat berdosa, di dalam pandangan orang yang memegang adat istiadat, malah suami istri gelap yang tidak bisa dimaafkan. Begitu masuk kamar, situasinya sangat tidak biasa.


"Kau harus bantu aku gunakan pisau terbang membunuh


mereka." Yu-shu-xiu-shi bukan saja marah, malunya tidak mereda, malah juga, "Du-xin-lang-jun (Hati laki laki beracun) Ji Xing-zhu, telah menaruh tabung beracun di kamar mereka. Kau tunggu di luar kamar, membantu Ji Xing-zhu."


"Yun-fei, lima racunnya Ji Xing-zhu sangat ampuh, dia seorang diri sudah cukup, tidak perlu kau turun tangan lagi! Apakah kau tidak percaya pada dia?"


"Aku menjaga jika terjadi hal yang diluar dugaan, maka kau perlu membantunya." Yu-shu-xiu-shi dingin berkata, "orangorang Jin-she-dong (goa ular emas), semua berlatih ilmu gaib, kemampuan mereka mencegah racun lebih hebat dari pada orang biasa.


Jika mereka menyadari ada yang mencurigakan, dan racunnya tidak berfungsi, mereka akan melabrak keluar kamar, maka saat itu harus mengandalkan Hui-feng-liu-yuedao mu."


"Aku tidak mau pergi, Yun-fei, jangan paksa aku


sembarangan membunuh orang"

__ADS_1


Rupanya jiwa Liu Fei-yan masih belum terlalu rusak, hingga dia menolak menggunakan pisau terbang membunuh orang.


__ADS_2