Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 128


__ADS_3

"Kau tidak mengikuti dia?"


"Apa mengikuti dia akan mengganggu" Jika sudah tahu arah


perginya, buat apa terburu-buru" Dia mengerjakan sesuatu selalu tidak tergesa-gesa, tunggu sampai dia selesai mengaturnya, baru mengikutinya, juga tidak terlambat."


"Dia ingin mengerjakan apa?"


"Tidak tahu, aku sedang menunggu kesempatan membantunya, tapi melihat keadaannya, sepertinya aku tidak perlu mengayunkan golok." Xie-shen mengeliatkan tubuhnya, terhadap tidak perlu


menggunakan golok, dia merasa tidak


bersemangat. "Maksud kau......"


"Dia berdandan seperti seorang pelajar, nama yang didaftar di penginapan adalah He Xian-wei, murid dari Guo Zi-jian di ibu kota, penampilannya intelektual romantis, jelas tidak perlu menggunakan senjata, makanya aku tidak diperlukan."


"Belum tentu! Kita pergi sama-sama baik tidak?"


"Bagus juga, kita berangkat besok hari." Xie-shen dengan gembira menyetujui.


"Sayang!" "Sayang apa?" "Sayang terpaksa sementara aku melepaskan kesempatan


menguntit Yu-shu-xiu-shi, aku dengan adik Zhen telah mengikutinya


dari Zhen Jiang hingga Nan-jing, mengikutinya sampai disini, kami


berharap dari dia bisa mendapatkan tempat persembunyiannya ketua


benteng Xi dan anaknya."


"Aku lihat bajingan itu membawa anak buahnya, menginap di


penginapan Yue-bin." Xie-shen tertawa, "ternyata kalian sedang menguntit dia, jangan menghabiskan waktu padanya, Xiao Ji."


"Kenapa?" "Kau dengar, disaat benteng Zhang-feng terjadi kekacauan besar, bajingan itu tidak perdulikan rasa setia kawan, sebelumnya sudah


melarikan diri melalui belakang benteng. Temannya si anjing tua Xi di Zhong-yuan, membencinya sampai ke tulang sumsum, dan sedang


menunggu kesempatan membunuhnya! Kalian ingin dari dia


mendapatkan tempat persembunyian si anjing tua Xi, bukankah akan


sia-sia saja?" "Jadi menurutmu, kita telah menyia-nyiakan tidak sedikit


waktu?" dia menyesal sekali, "Kelihatannya, harus mencari jalan lainnya. Haruskah menyembelih dulu bajingan ini?"

__ADS_1


"Buat apa" Bagaimana pun peristiwa Lin-jia-gou tidak ada


hubungannya dengan dia, dia bertamu ke benteng Zhangfeng,


bukan salahnya." "Ih.! Paman Tu, hatimu sudah lembek?"


Ouw Yu-zhen tidak berani percaya telinga sendiri, mengira dia


salah dengar. "Tidak bisa dikatakan hatiku jadi lembek, Xiao Zhen." Xieshen tertawa pahit, "manusia bagaimana pun bisa berubah, sedikit merobah sikap memandang dunia, hari selanjutnya akan sedikit lebih mudah dilewati.


Disaat mengikuti saudara kecil Fu, bukan saja aku tidak menggunakan golok, kesabaran dan pengetahuanku juga telah mendapat hasil yang


tidak sedikit. Sial! Sebutan aku Xie-shen ini mungkin akan terkikis."


"Mari jalan! Kita keluar cari tempat untuk mengisi perut, kita adalah hartawan besar, jangan menyiksa diri sendiri." Kata


Hoa-fei-hoa tertawa. Zui-xian-lou adalah gedung pesta yang paling mewah di tempat ini,


tamunya rata-rata adalah orang kaya pedagang besar yang punya


kedudukan tinggi, juga sering muncul anggota keluarga wanita,


lentera merah, arak hijau, wangi parfum, situasinya memabukan


digerakan, bisa menyekat ruangan yang dibutuhkan, dua-tiga meja di kelompokkan menjadi satu, dapat menampung banyak sekali tamu.


Kadang juga bisa diatur sesuai permintaan tamu, supaya tamu wanita bisa bertindak bebas, maka jadilah ruangan kecil yang berhubungan, sangat mudah sekali.


Xie-shen bertiga, duduk dimeja vip disisi jendela, karena


Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen menyamar sebagai laki-laki, maka


tempatnya tidak minta dipisahkan.


Mereka memesan makanan yang enak-enak, ditambah seteko


arak tawar Nu-er-hong berwarna keemasan, sambil minum sambil


menikmati pemandangan sungai.


Diatas sungai perahu berlalu lalang tidak hentinya, lampulampu


ditiang perahu bersinar gemerlapan tidak jauh disisi pelabuhan,


lampunya terang-benderang, suara orang samarsamar terdengar,

__ADS_1


saat masuk malam tetap saja ramai.


Tangga loteng terdengar derap kaki, naik empat orang tamu


"Itu bajingan marga Gao!" kata Hoa-fei-hoayang duduk


menghadap ke tangga, dia memberi isyarat mata pada Xieshen


dan Ouw Yu-zhen. Dibawah layanan pelayan, empat orang duduk di meja


bersebelahan dengan Hoa-fei-hoa.


Walau Yu-shu-xiu-shi saat akan duduk, telah melihat pada tamu


disekelilingnya, tapi mimpi pun tidak terpikir tiga pedagang kecil yang duduk di sebelah adalah musuhnya.


Pedagang kecil seperti ini, ada dimana-mana didunia ini, tidak


perlu diwaspadai. "Besok pagi, ketua cabang Xiao akan membawa orang-orang pergi ke utara dulu, setelah tiba di Xiang-yang, segera minta Pedang Pemutus Arwah Li Yung-tai mengerahkan para tikus setempat menyelidiki." Kata Yu-shu-xiu-shi dengan tertawa misterius, "wakil ketua cabang Qiu dan kepala bagian Ji sementara tinggal, membantu aku menyelidiki apa


tujuannya orang-orang Jin-she-dong (goa ular emas) datang ke


Hu-guang, setelah selesai, kita secepatnya akan pergi berkumpul ke Xiang-yang."


"Apa tujuan sebenarnya wakil ketua perkumpulan tinggal disini adalah demi dua orang cantik di Jin-she-dong!" Seruling Damai tertawa penuh arti, "kau harus hati hati nona Liu bisa cemburu!"


"Kau jangan sembarangan bicara, aku memikirkan ini demi


perkumpulan. Jika bisa menjadikan orang-orang Jin-she-dong sebagai teman, kekuatan perkumpulan kita segera akan mengembang sampai


daerah Chua-xi," Kata Yu-shu-xiu-shi tidak perduli tersenyum, "mengenai Liu Fei-yan, dia tidak akan cemburu, aku sudah bisa sepenuhnya mengendalikan dia." "Sungguh?" "Tentu saja sungguh, wanita yang muda cantik sombong merasa diri paling benar, asalkan pernah satu kali naik ranjang, seterusnya kau ingin dia mati dia dengan suka rela meloncat kesungai."


"Tidak diduga Liu Fei-yan yang namanya sangat tenar, yang


berwajah cantik, berhati dingin seperti salju, menjadi wanita yang mau merendahkan dirinya, kau sungguh beruntung, bisa bertemu dengan wanita yang sangat penurut." Seruling Damai menggeleng gelengkan kepala.


"Ha ha ha! seharusnya kau berkata, aku punya kemampuan tinggi membuat wanita rela menuruti kehendakku." Yu-shuxiu-shi dengan bangga tertawa keras, "makanya, dua wanita cantik dari Jin-she-dong, pasti bisa kudapat-kan......yaa! Itu dua wanita cantik telah datang!"


Di tangga loteng muncul dua wanita, bau wangi segera menerjang hidung, dua orang wanita ini memang cantik mendebarkan hati, pakaiannya berani, membuat orang bengong melihatnya. Pakaiannya tipis dengan lengan baju yang ketat, membuat buah dadanya tinggi, lebih sexy lagi, berjalan menggoyang pinggang kecilnya, sungguh memancing orang berbuat dosa. Pipinya merah, sepasang matanya genit, sungguh mampu menggaet roh orang.


Mulut Yu-shu-xiu-shi menganga tidak bisa bicara, dia jadi


bengong, nafsu dari dalam hatinya mendadak timbul, aliran darah bertambah cepat, denyut nadinya bertambah satu kali lipat.


Dua orang wanita cantik itu memesan satu meja vip, dipisahkan dengan dinding pemisah bergambar, dipisahkan dengan meja sebelah supaya tidak terganggu.

__ADS_1


__ADS_2