Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 151


__ADS_3

"Di perkumpulan Cun-qiu orang yang bergerak diam-diam banyak sekali, kecuali bisa menggunakan tindakan geledek mendesak mereka keluar, diam-diam mencari kabar tidak akan ada hasilnya, bagaimana pun kami akan memperhatikan untukmu."


Hoa-fei-hoa juga sedikit khawatir, "Teman kami mungkin juga ada kesulitan."


Tiga orang itu sambil mengeluh lalu pergi, sungguh mereka ingin membantu tapi tidak bisa.


Gedung Wang-yue adalah milik keluarga Du, orang-orang


Cun-qiu tidak mungkin hafal, sehingga, Du Lan-yin dengan sepuluh lebih pengawal penjaga taman, tinggal ditaman melayani mereka.


Anak buah perkumpulan Cun-qiu dengan pengawalnya


keluarga Du, baru hari ini bertemu, mereka saling tidak mengenal, tahunya hanya dibedakan oleh pakaian mereka"


Pintu rahasia ruang bawah tanah adalah satu ruangan kecil


didalam, kamar dikedua sisi ruangan sementara dihuni oleh


orang-orang perkumpulan Cun-qiu.


Pengawal keluarga Du tinggal disatu kamar diluar ruangan,


mereka sering mengantarkan makanan dan minuman kepada dua orang penjaga dari perkumpulan Cun-qiu yang ada didalam ruangan.


Dua orang penjaga duduk disisi meja bundar yang ada ditengah ruangan, sambil minum teh sambil mengawasi dinding diruang tengah.


Itu adalah pintu masuknya jalan bawah tanah, pengendali jebakan berada disisi yang ada diruangan itu, jika tidak mendekati maka tidak bisa membuka pintu rahasia jalan bawah tanah.


Seorang pengawal masuk mengantarkan sepiring cemilan.


Xie-shen, Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen, semua bukan orang


yang taat, menyuruh mereka bekerja dengan aturan, sama juga dengan memukul bebek naik ke tangga.


"Terima kasih! Siapa nama saudara?" kata salah satu


penjaga. "Aku marga Cui, dipanggil Cui-ming."


Kata pengawal yang mengantar cemilan, "cemilan ini adalah nona sendiri sengaja menyuruh dapur membikinnya, harap kalian menyukainya."


"Ooo! Nona Du memang orang yang ramah." Penjaga

__ADS_1


pertama tertawa, "setelah saudara Cui kembali, tolong


sampaikan terima kasih kami."


"Saudara jangan terlalu sungkan! Tuan besarku segera akan menjadi anggota perkumpulan anda, dikemudian hari kita akan jadi orang sendiri, tidak perlu berterima kasih!" Cuiming mencari pembicaraan lain, "oh...


betul, kalian mengurung orang diruang bawah tanah, tidak mengikatnya juga tidak menotok jalan darahnya, apakah tidak takut mereka


berontak?" "Berontak" Itu lelucon." Kata penjaga pertama dengan bangga,


"mereka sudah dilumpuhkan oleh puder Xiao-yao nya tuan Huang, dewa pun tidak bisa melarikan diri, jika tidak ada obat penawar khusus dari tuan Huang, mereka seumur hidup sudah habis."


"Ooo...! Jadi hanya tuan Huang yang punya obat


penawarnya?" "Benar, obat penawar satu-satunya, walau mendatangkan Guru Obat Yue-tong yang ternama, juga hanya bisa melotot saja. Apakah kau pernah melihat wajah sialnya Tian-xie-jian Leng-gang" Nama Tian-xie-jian sangat ternama! Tadi dia mencoba menggunakan tenaga dalam berniat melawan, malah jadi segumpal daging mati, bagaimana bisa berontak?" "Tidak diduga orang-orangnya Jin-she-dong, sampai sebuah pukulan juga tidak bisa menahannya."


"Kau jangan salah," Kata penjaga pertama dingin, "jika perhitungan tuan Huang tidak hebat, yang tidak tahan sebuah pukulan adalah kita-kita ini, ooo...! Kau sudah berapa lama berada di keluarga Du?"


"Dua tahun lebih."


"Kulihat kau orangnya tenang, diantara teman-teman kalian,


pertama, "ingin tidak kau pergi dengan kami?"


"Aku kan orang yang dipekerjakan oleh keluarga Du!"


"Orang berjalan menuju ketempat tinggi, kau saudara tua bukan orang bawahan, buat apa bekerja di keluarga Du" Asalkan ada satu


kata dari tuan Huang, keluarga Du pasti akan melepaskan orang."


"Mungkin suatu hari, aku akan meninggalkan, apa tuan Huang kalian akan menyetujuinya?"


"Aku kira dia akan menganggukan kepala, nanti saat dia datang, aku akan bantu kau mengatakan yang baik-baik pada dia."


"Dia akan datang?"


"Pasti." Penjaga pertama menunjuk pintu rahasia jalan bawah tanah, "dua wanita cantik itu di bawah."


"Apa hubungannya dengan wanita cantik?"


"Tuan Huang pasti akan datang, dia sangat hobbi wanita.

__ADS_1


Tunggu sampai dia selesai, aku akan bantu kau mengatakan yang baik-baik pada dia."


"Terima kasih banyak saudara......"


Derap kaki terdengar, Mi-hun-tai-sui dengan angkuh masuk


kedalam ruangan kecil. "Tetua baik," kata Cui-ming menghormat menyambut.


"Tuan baik," Dua penjaga buru-buru bangkit berdiri


menyambut. "Aku akan menginterogasi tawanan," kata Mi-hun-tai-sui dengan bangga, "buka pintunya." "Yaa." Penjaga menurut. Dua penjaga itu berjalan menuju ruangan, memegang sanderan tangan kursi, pelan-pelan menggerakannya keluar.


Gambar yang digantung diruangan, pelan pelan menggulung


keatas, lalu dinding tengah tampak retak, dinding yang tingginya enam che lebar tiga che pelan-pelan bergerak kedalam, bergerak sekitar satu che berbelok ke kanan meluncur masuk kedalam dinding lapis.


"Tutup pintu ruangan, siapa pun tidak boleh masuk, juga tidak boleh mengganggu aku, terutama wakil ketua Gao, dia tidak boleh masuk."


Mi-hun-tai-sui memerintahkan.


"Turut perintah." Dua penjaga bersama sama membungkuk


menjawab. Mi-hun-tai-sui masuk kedalam pintu rahasia, penjaga segera menutup pintu rahasia, tanpa disadari dewa kematian telah berada dibelakangnya, tanpa suara tanpa gejala.


Sepasang tangan besarnya Cui-ming telah menekan kepalanya dua penjaga, batok kepala itu langsung pecah, dua orang itu tanpa bersuara roboh kebawah.


Cui-ming merampas sebilah pedang, lalu berjalan menuju kamar sebelah kiri mendorong pintu masuk kedalam, sekejap keluar lagi dari kamar itu, lalu dengan cepat berjalan menuju pintu ruangan, setelah menutup pintu, dia kembali lagi ke ruangan, menggerakan lagi sanderan tangan kursi. Pintu rahasia kembali terbuka, didalam terlihat ada sinar lampu keluar.


Dia mematahkan sanderan tangan kursi, ditancapkan ke celah pintu, hingga pintunya tidak bisa bergerak lagi karena dijepit mati didalam dinding membuat hilang kegunaannya.


Dia segera melepaskan obat yang menempel di wajahnya, dan menampilkan wajah aslinya, sedikit menggerakan wajahnya yang telah berubah, kembali lagi ke bentuk tuan muda He, hanya pakaian saja yang tetap seperti semula, pedangnya disembunyikan dibelakang tubuh diam-diam masuk ke jalan bawah tanah.


Gedung Wang-yue besar dan tinggi, ruang bawah tanah juga luas sekali, ruang utama dibagi tiga kamar, kamar ditengah diatas rak panjang ada dua buah tempat lilin setiap tempat ada lima lilin, bisa dibawa berjalan, sepuluh lilin besar menerangi ruangan seperti siang hari. Di dinding juga digantung empat lentera besar.


Tiga kamar bawah tanah pintu nya terbuka lebar, didalamnya


juga ada sinar lampu, setiap kamar dihias dengan mewah, ranjang dari tulang dan selimutnya mewah semua, dibandingkan kamar pejabat tingkat atas, atau kamar wanitanya hartawan besar, sepertinya ini lebih mewah.


Tuan besar Du menggunakan taman Qing-feng sebagai tempat cocok untuk melayani keluarga wanita, juga bermaksud tertentu, para tamu wanita yang pernah dihina, setelah meninggalkan tempat itu, mana berani membong-kar perbuatan dosa nya"


Tian-xie-jian Leng-gang berempat, dikurung didalam kamar kecil kamar pertama. 

__ADS_1


__ADS_2