Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 114


__ADS_3

Setelah berlari lima-enam puluh langkah. Enam tukang pukul


yang paling cepat sudah mendekat, mereka bersemangat sekali,


masing-masing mempercepat langkah, ingin menangkap dua


wanita itu hidup-hidup. Dari kedua sisi jalan keluar dua orang manusia, Xie-shen


dengan golok besarnya pertama-tama memotong, begitu golok


lewat darah memancar laksana memotong buah mengiris sayur


sedikit pun tidak ada yang terhalang.


Enam orang yang ingin menangkap dengan tangan kosong, sedikit


pun tidak ada kesempatan mencabut senjata menangkisnya, melihat


sinar golok yang menyilaukan mata, goloknya sudah masuk ke dalam


tubuhnya, kepala segera terpisah, kaki dan tangan putus


beterbangan. Pedang Nie-sha-yin-hoa menyerang orang-orang itu dari


belakang, sinar kilat menerjang, datang satu bunuh satu,


menerjang seperti gila pada orang-orang yang datang mengejar,


pedang sampai orangnya roboh, tidak pernah gagal.


Fu Ke-wei muncul di ujung jembatan, menghadang orang yang


mengejar berikutnya, pisau tajamnya seperti geledek menerjang,


datang satu sabet satu, hanya dalam sekejap, pintu gerbang yang


terbuka lebar sudah tidak ada orang yang menerjang keluar, di ujung jembatan tergeletak mayat-mayat yang putus kepala atau kaki


tangannya. Di belakang dia, Hoa-fei-hoa dan Pedang Kuasa beberapa orang,


dari dua arah menyerang dua belas pengawal benteng, juga seperti


macan masuk ke gerombolan kambing, mengerikan, betul-betul


mengerikan. Pengawal yang keluar benteng jumlahnya sekitar enam puluh


orang lebih, semua dipotong jadi tiga bagian masingmasing dibabat


dibunuh, diantaranya tidak sedikit pesilat tinggi, tapi Fu Ke-wei dan kawan-kawan seperti gurunya pesilat tinggi, jadi akibatnya bisa


dibayangkan. Pintu gerbang benteng telah ditutup kembali, ketua benteng Xi dan


anaknya, di atas benteng menyaksikan dengan bengong


orang-orangnya dibunuh, melihat mayat yang bertebaran, hatinya


gemetaran. Sepasang Cantik Jiang-nan kembali muncul diujung jembatan,


sambil menghitung mengumpat, frekwensi suara wanita lebih


tinggi dari pada suara laki-laki, suara makian mereka sampai satu

__ADS_1


li jauhnya masih bisa terdengar.


Hanya Fu Ke-wei seorang diri yang tinggal di tempatnya, berdiri di samping sedang mengibas-ibaskan pisaunya dengan perlahan,


menendang potongan kaki tangan dan kepala ditumpuk di ujung


jembatan, jelas penampilannya untuk melindungi Sepasang Cantik


Jiang-nan. "Marga Xi, kalian ayah dan anak jika tidak keluar menyelesaikannya dengan aku, marga Fu akan datang malam ini, menerjang masuk ke dalam benteng, begitu melihat orang aku akan membunuhnya." Dia berdiri diatas jembatan, pada orang-orang diatas loteng yang ketakutan dia berteriak,


"paling baik kalian segera keluar, di atas jembatan bertarung hidup atau mati. Kami adalah penagih hutang yang sangat setia, kau harus berani keluar membayar hutangmu, benteng Zhang-feng mu yang kecil ini, tidak akan bisa menghalangi aku masuk dan keluar, bentengmu tidak akan bisa melindungi mu."


Apa ketua benteng Xi berani keluar"


Di luar sudah ada enam puluh lebih mayat, sudah membuat


orang-orang di dalam benteng ketakutan setengah mati. Ketua


benteng Xi tahu bagaimana kemampuan dirinya, apa dia bisa lolos


dari pisaunya Fu Ke-wei"


Tadi Fu Ke-wei sekaligus telah membunuh delapan belas orang,


dengan sebilah pisau, tidak satu orang pun bisa menahannya.


Julukan ketua benteng Xi adalah Satu Pedang Dunia, salah satu


dari sembilan jago pedang terbesar, tapi menggunakan pedang ingin


membunuh delapan belas orang seperti yang dilakukan Fu Ke-wei,


Ketua benteng Xi dan anaknya sudah tidak berada diatas loteng,


pintu gerbang benteng tertutup rapat, tidak ada orang yang keluar


menjawab. Makian Sepasang Cantik Jiang-nan, telah mendapatkan hasil


yang sudah diduga sebelumnya.


Sekelompok besar pesilat tinggi telah menjaga ketat


bangunan tamu, melarang tamu yang minta perlindungan keluar.


Tamu di dalam bangunan tamu menjadi ribut, bersama


berjalannya waktu, situasinya bertambah tidak tenang, dari tidak


tenang menjadi tegang, begitu tegang maka muncul keadaan


yang bertentangan. Di ruang tamu agung kelompok Yu-shu-xiu-shi, pertama yang


dimusuhi oleh kelompok para tamu di bangunan tamu.


Sepertinya semua orang di dalam benteng sedang menunggu


hari gelap, keadaan hati setiap orang berbedabeda, tapi sikap


ketakutannya semua sama. Di ruang tamu ketua benteng Xi menemui Yu-shu-xiu-shi dan


Seruling Damai. Di antara tamu dan tuan rumah, telah nampak ada

__ADS_1


perselisihan. "Ketua benteng, bagaimana Sepasang Cantik Jiang-nan bisa tahu perjanjian kita?" tanya Yu-shu-xiu-shi, "aku duga ini pasti dibocorkan oleh orang-orangmu."


"Aku pun telah berpikir keras tapi tetap tidak mengerti, yang tahu akan hal ini hanya tiga empat orang, aku berani jamin mereka


tidak akan membocorkannya."


"Pengakuan Sepasang Cantik Jiang-nan, apa ketua benteng telah mendengar semuanya?"


Wajah Yu-shu-xiu-shi yang tidak senang tampak jelas.


"Belum." Ketua benteng Xi merasa seluruh tubuhnya tidak enak,


"aku telah mengunci jalan darah mereka, tapi juga tidak mendapatkan jawabannya, mereka hanya menyatakan uangnya diserahkan pada


Yun-sang-nie. Dia mengatakan sama seperti tidak mengatakannya,


menurut kabar Yun-sangnie telah menghilang dari dunia persilatan


selama satu tahun, siapa yang tahu dia sembunyi dimana?"


"Perkumpulan kami sama sekali belum menerima orangnya, tapi


orangnya melarikan diri dari bentengmu." Kata Yu-shuxiu-shi sambil tertawa dingin, "penjagaan benteng mu sangat ketat, dua orang yang jalan darahnya dikunci, malah bisa melarikan diri keluar dari benteng, masalah begini jika dikatakan" Siapa pun tidak akan percaya, ketua benteng Xi, coba kau pikir, apakah aku bisa percaya begitu saja?"


"Kata-katamu terarah, kenapa tidak mengatakan langsung saja!"


kata ketua benteng Xi menekan wajahnya.


"Artinya, semua orang sudah mengerti dan tahu, tidak perlu


dijelaskan lagi, karena tidak akan ada artinya lagi." Yushu-xiu-shi tertawa dingin, "di depan benteng begitu Sepasang Cantik Jiang-nan mengumumkan masalahnya, perkumpulan kami jadi mendapatkan


getahnya, beberapa orang persilatan yang serakah, pasti mengira


perkumpulan kami mengetahui juga tempat persembunyiannya harta


rampokan itu, mereka akan seperti belatung tulang mengawasi


perkumpulan kami, karena ingin mendapatkan harta jarahan itu.


Daging kambing belum dimakan, malah seluruh tubuh menjadi bau


amis, perkumpulan kami sungguh sial sekali."


"Wakil ketua Gao, kau tidak pantas mengatakan ini." Ketua benteng Xi menekan wajahnya, "syarat perjanjian kedua belah pihak, adalah atas dasar keinginan masing-masing, jika terjadinya


perubahan, itu bukan salahku, jelas dikatakan, yang paling dirugikan adalah aku, karena nama baik benteng Zhang-feng telah jadi rusak."


"Tentu, aku tidak salahkan ketua benteng."


Yu-shu-xiu-shi mengerti dirinya dalam hal aturan tidak bisa berdiri tegak, dan juga masalahnya sudah terjadi, saat ini menyalahkan orang sudah tidak


ada artinya lagi, terpaksa dia merubah sikap, "ketua benteng, bagaimana akan menghadapinya?"


"Sebenarnya datang dari mana Fu-jiu" Anggota perkumpulan


anda ada diseluruh dunia persilatan, beritanya bisa didapatkan


dimana-mana, orangnya banyak yang mampu, seharusnya kalian


tahu sedikit akan dia?" tanya ketua benteng Xi tidak menjawab malah balik bertanya.

__ADS_1


__ADS_2