Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 56


__ADS_3

Tang-nan mengeluarkan teriakan seperti binatang marah, dengan


jurus Naga Awan Menampakan Cakar dia menyerang.


"Paak paak paak......"


Kipas tilap malah menerjang seperti kilat, Tang-nan terkena lagi


enam kali pukulan. Buum... terdengar satu suara keras, untuk kedua kalinya dia roboh lagi, Fu Ke-wei dengan santai menyelipkan kipas


lipat ke pinggangnya. "Aku ingin mencabut satu persatu dua ratus lebih tulang di


seluruh tubuhmu, karena kau tidak tahu diri." Fu Ke-wei dengan nada dalam berkata, "berdiri, kali aku akan menghancurkan


tulangmu." "Tuan awas......" Ouw Yu-zhen yang di samping


mengawasi, berteriak cepat.


Sebuah bayangan hitam seperti kilat datang mendekat, dalam


sekejap sudah mendekat kurang dari satu zhang, seperti


bayangan setan saja, kehebatan ilmu meringankan tubuhnya


sangat menakutkan, angin yang membawa bau harum menerpa


hidung. Kedua belah pihak tanpa pikir saling menyerang,


mendekatnya sangat cepat. "Buug paak paak......"


Suara beradu pukulan terdengar, kedua belah pihak


masing-masing menyerang, setelah lewat lima-enam jurus, hanya


terlihat berseliweran kepalan dan telapak, suara suitan angin


kencang terdengar bertubi-tubi, tubuh dengan cepat berputar,


berpindah tempat, membuat pertarungan berjalan seimbang.


Terdengar satu teriakan dingin, Fu Ke-wei sudah tidak sabar, dia


menambah tenaganya, sebelah telapaknya mengenai bawah iga


lawannya, bayangan kedua orang itu pun segera berpisah.


Bayangan hitam melayang satu zhang lebih, sepasang kaki


menyentuh tanah lalu mundur lagi tiga langkah baru bisa berdiri


tetap. "Iii! Hebat sekali jurus telapakmu." Kata lawannya, nadanya terasa tidak mantap, tapi sangat merdu, "kau ini......"


Ternyata yang berkata adalah seorang gadis muda berbaju


ringkas, tangan kanannya tadi menekan iga kanannya, dengan pelan


mengurutnya, pukulan tadi mungkin tidak ringan.


"Ih...! Kau bukan Yun-sang-nie (Wanita Baju Awan), kau terlalu muda." Fu Ke-wei juga merasa terkejut, "kaulah orang pertama yang bisa memukulku satu kali, dalam delapan belas jurus Telapak Hujan


Memukul Teratai, yang bisa selamat mengundurkan diri."


"Kau juga bukan penjahat yang melarikan diri itu." Kata gadis itu dengan menatap tidak mengerti.

__ADS_1


"Penjahat apa" Aku adalah tamu yang menginap disini."


"Tapi, penjahat itu benar melarikan diri kesini lalu menghilang, aku telah melihat dengan jelas wajahnya. Tapi, kenapa kau


menyerang begitu cepat?"


"Ooo! Nona, bukankah kau yang lebih dulu menyerang" Aku


sudah berkelana di dunia persilatan bertahun-tahun, baru pertama


kali bertemu dengan nona yang punya ilmu meringankan tubuh yang


begitu hebat. Kelihatannya, kita telah salah paham, maaf!"


Si nona yang dipuji, wajahnya menjadi merah, dia menunjuk


pada Tang-nan yang sedang susah berdiri, "Dua orang ini


kenapa" Apa kalian sedang bertarung?"


"Mereka dua orang perampok dari gunung Tai Thang-shan, aku


sedang menghukum mereka."


Tang-nan berdiri sambil bergoyang-goyang, ingin maju


menyerang lagi. "Saudara ini namanya Tang-nan, julukannya Tie-fo. ilmu baju besinya dinamakan Tie-fo (Budha Besi), dia mengira telah berhasil melatih Budha Besi pelindung badan, makanya aku akan menghancurkan ilmunya, jika beberapa kali lagi dipukul tentu ilmunya akan pecah." Fu ke-wei sambil bicara, sambil mendesak kearah Tany, nun


"Antar saja mereka ke kantor polisi." Kata si nona, "berani sekali mereka membuat onar di perumahan pemerintah, jangan


dibiarkan." Tang-nan gemetar tidak kedinginan, tidak sadar dia


melangkah mundur. "Aku tidak......tidak mau urus lagi masalah kau dengan


"Bagus sekali. Tolong bawa pergi juga Hou yen, beritahu dia, di kemudian hari jangan mendekati aku, supaya tidak merepotkanku


mematahkan lengan besinya."


Tang-nan tidak berani banyak bicara lagi, dia


menggendong Hou-yen, lari terbirit-birit.


"Saudara sangat berbesar hati." Si gadis tersenyum pada Fu Ke-wei, di pipi kirinya tampak satu legok tawa yang dalam, "aku dengar para perampok gunung Tai-hang galak-galak, Tang-nan


berani mengaku kalah, jarang bisa terjadi ini!"


"Dia cukup pintar." Katanya, "bila benar-benar dia diantarkan kekantor polisi dia akan dihukum penggal, bagaimana pun itu


bukanlah hal yang menggembirakan. Nona masalah kau mengejar


orang bagaimana kejadiannya?"


"Biarlah, hanya seorang perampok. Aku lewat di Ze-zhou ketika bertemu dengan seorang perampok sedang merampok kereta, dan


membunuh dua orang, dia sudah dua hari dikejar olehku. Malam ini aku pastikan dia akan lari masuk kekota dan bersembunyi, aku menunggu di atas benteng gerbang selatan, benar saja dapat melihat dia, sayang jaraknya ada sejauh seratus langkah lebih, sehingga dia bisa lari sampai kemari dan lolos."


"Siapa orang itu?"


"Tidak tahu, mana dia berani memberi tahu namanya!"


"Ilmu meringankan tubuh nona sangat hebat, dia masih bisa


meloloskan diri, orang ini pasti bukan orang yang tidak punya

__ADS_1


nama. Nona menginap dimana?"


"Penginapan Zhang-zhi di gerbang selatan."


"Siapa nama nona" Aku marga Fu."


"Margaku Peng. Saudara Fu dengan temanmu apa bukan orang


sini?" Si gadis sambil bicara sambil melirik pada Ouw Yu-zhen.


"Bukan, aku dengan temanku pengelana, orang yang


menganggap dunia adalah rumah. Ooo! Nona tadi terbang meloncat


tembok pekarangan dan kaki tidak menyentuh tembok, setelah


sebelah kaki menyentuh tanah segera meloncat ke atas, tubuhnya


mengecil mengurangi tekanan angin, satu loncatan bisa sejauh tiga


zhang lebih, gerakan ini aku sangat hafal......"


Kata Ouw Yu-zhen: "Tuan, itulah gerakan Meteor Meluncur di Langit, nona ini


mungkin ada hubungan dengan keluarga Jie di Zhong-zhou,


Tian-wai-liu-xing (Meteor Luar Angkasa) pendekar besar Jie."


"Tian-wai-liu-xing adalah suami bibiku, kakak ini sungguh tajam matanya, tolong tanya..."


"Aku juga marga Fu, pelayannya." Kata Ouw Yu-zhen


tertawa. "Betul, ilmu meringankan tubuh nona begitu hebat, ternyata ada hubungannya dengan pendekar besar Jie......" kata Fu Ke-wei


tertawa. "Saudara Fu kenal dengan suami bibiku?"


"Aku sudah lama mengaguminya, sayang belum pernah bertemu."


Kata Fu Ke-wei, "jujur saja, antara aku dengan suami bibimu ada perbedaan pendapat, tapi aku menghormati dia."


"Beda pendapat, kenapa?"


"Pendekar besar Jie orangnya polos, kecuali terpaksa, tidak mau terlibat dalam masalah, setelah usianya setengah baya, dia jarang keluar rumah, dan menempuh hidup tenang. Di daerahnya menjadi seorang yang baik, hanya mendamaikan masalah yang kecil-kecil saja." Wajah Fu Ke-wei tampak sedikit tenang, "dan aku yang muda, bersifat bebas tidak terkendali, tidak memperdulikan masalah kecil, arak, wanita, harta, tidak merusak


kehormatan, berkelana di dunia persilatan demi masyarakat, mencegah orang melanggar aturan dunia persilatan, selama banyak tahun lebih banyak merusak dari pada mengharumkan nama, sampai aku sendiri juga tidak tahu apa. yang telah kulakukan, entah benar menurut hukum alam, hukum


negara, hubungan manusia. Makanya... menurut pendapat, pendekar besar Jie tidak akan suka pada orang sepertiku."


"Aduh! Kalau begitu aku sudah tahu siapa kau ini." Nona Peng teriak gembira, "kau adalah orang yang di dunia persilatan paling misterius..."


"Aku apa pun bukan, aku adalah Fu Shan, hanyalah seorang


pengangguran pengelana Dunia persilatan." Fu Kewei memotong


pembicaraan dia, "Nona Peng, kau datang dari


Zhong-zhou" Apa datang seorang diri?"


"Ini......" "Mmm! Diam-diam keluar rumah, berkelana di dunia persilatan,


betulkan" Ha ha! Hati-hati suami bibimu memukul patah kakimu."


"Sembarangan ngomong!" kata nona Peng genit, dia melihat sekali dengan mata putihnya, tingkahnya sangat menarik hati,

__ADS_1


"aku sedang mengejar kakak Pei, dia dengan pendeta wanita Fou Yun berkunjung ke gunung Wu Tai."


__ADS_2