Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 108


__ADS_3

Senjata yang digunakan oleh Yin Shen adalah pedang berbentuk


ular, panjangnya selipat lebih panjang dari pisau, dan juga lebih berat, mudah sekali menggunakan pedang berbentuk ular menangkis pisau


itu, pisau pasti sulit menembus pertahanan pedang.


Dengan teriakan dingin, Yin Shen berjongkok mengayunkan


pedangnya. Traang.... satu getaran keras terasa, terlihat percikan bunga


api. Pedang berbentuk ular ternyata tidak bisa menangkis pisau yang


meluncur, pedang malah mental keluar, seperti guntur mendadak


menyambar, pelangi pisau menerjang masuk melalui celah.


Yin Shen ketakutan sekali, dia melangkah mundur,


mengayunkan kembali pedangnya menangkis pisau.


Tapi sesaat itu sudah terlambat, sinar pisau berkelebat


menekan, terdengar suara aneh memecahkan tenaga dalam


Xian-yin-mo-gang, seperti balon udara meletus.


Lengan kanan yang memegang pedang tiba-tiba terputus dari


pergelangannya, sinar pisau seperti kilat, miring memotong perutnya Yin Shen, hingga Yin Shen tanpa mengeluarkan suara, langsung roboh ke tanah, jeroannya bertumpahan keluar.


Dalam satu teriakan dalam, pisau penyiksa Fu Ke-wei muncul di


bawah dada kanannya seorang setengah baya yang berada tidak jauh


di sebelah kanan, tertembus pinggangnya, akhirnya pisau tertahan di dalam tubuh orang itu.


Ternyata Fu Ke-wei melemparkan pisaunya, pisau hanya berputar


sekali, langsung masuk kedalam pinggang orang itu. Orang itu tadinya secara diam-diam akan membokong Niesha-yin-hoa dari belakang,


sama sekali tidak tahu sinar pisau telah membelah angin dalam sekejap sudah sampai.


Nie-sha-yin-hoa yang tepat menengok ke belakang,


memukul jatuh dua orang yang menggunakan golok.


"Terima kasih! Tuan." Teriak Nie-sha-yin-hoa dengan


gembira. Dua tiga kali serangan, telah menjadikan lapangan itu tempat


penyembelihan daging dan darah.


Tadinya sepuluh lawan empat, tapi di tengah jalan Hoa-feihoa dan


Zhi Nu-xing ikut membantu. Dua wanita pembunuh ini tidak punya


senjata yang pas, semua senjata gelapnya juga telah dirampas oleh


ketua benteng Xi. Sekarang yang digunakan adalah senjata yang


diambil dari kamar tahanan, tapi tetap saja senjatanya bisa digunakan dengan hebat, serangannya tidak tertahankan.


Sebuah golok Xie-shen telah melontarkan golok seorang


lawannya, dari samping masuk Zhi Nu-xing yang penuh dendam,


sinar pedang seperti kilat menerjang punggung


orang itu. "Wanita genit, orang itu punyaku......"


Xie-shen berteriak keras, goloknya menyabet paha kiri orang

__ADS_1


itu. Zhi Nu-xing tidak perdulikan teriakan Xie-shen, pedangnya


menusuk tembus punggung kanan orang itu, sambil tertawa ringan,


seperti asap dia lalu meluncur pergi.


"Tidak tahu aturan!"


Xie-shen memaki-maki, segera lari pada kedua orang yang


sedang bertarung dengan Hoa-fei-hoa.


"Jangan merebut!" Hoa-fei-hoa juga berteriak keras,


"semua milikku......"


Begitu tertawa, golok Xie-shen dan orangnya sudah tiba


bersamaan. Ouw Yu-zhen yang selalu mengikuti dari belakang Fu Kewei,


melihat hingga menggeleng-gelengkan kepala.


Fu Ke-wei meloncat-loncat diatas tumpukan mayat, potongan


kaki tangan dan mayat tergeletak di mana-mana, bau amis


membuat orang ingin muntah, dia tidak tega melihatnya.


"Di mana tawanan hidup yang kukatakan?" Fu Ke-wei


meloncat berteriak, "ka.. .kalian..."


"Aku kira tuan telah menyisakan tawanan hidup!" Xie-shen berpura-pura dengan wajah pahit, "julukanku adalah Xie-shen,


bagaimana pun kau tidak minta aku meninggalkan yang hidup kan" Apa lagi Zhi Nu-xing wanita genit ini telah merebut satu lawanku, padahal tadinya aku berniat menangkap orang ini hidup-hidup."


"Kau yang pantas mati, bisa saja menimpakan kesalahan pada


orang lain." Zhi Nu-xing mencuri-curi tertawa, sambil mundur


jangan pura-pura!" "Lawanku terlalu kuat, dengan susah payah aku


menggunakan jurus berbahaya baru bisa membunuh dia, mana


bisa aku menahan diri?" Nie-sha-yin-hoa dengan wajah tidak


merasa bersalah, membuat orang bersimpatik pada dia.


"Kalian ini sungguh bodoh sekali." Fu Ke-wei terpaksa tidak mempersoalkan, "coba pikir, menangkap seorang yang masih hidup, tidak saja bisa mendapatkan berita yang kita inginkan, membiarkan


dia kembali dengan mengatakan anu anu, bukankah pekerjaan kita


akan lebih mudah" Sekarang, berita yang aku ingin kan telah buyar!"


Yang dia maksudkan adalah masalah ketua benteng Naga Langit,


Pedang Naga Langit Lu-zhao dan Sepasang Cantik Jiang-nan, apakah


benar minta perlindungan benteng Zhangfeng.


"Tuan, mereka benar-benar tidak tahu tujuan sebenarnya tuan


datang ke benteng Zhang-feng, jadi tidak bisa salahkan mereka."


Ouw Yu-zhen membela Xie-shen dan kawankawannya.


"Tentu saja! Kami ini siapa yang seperti kau banyak akalnya, bisa menyamar jadi babi makan macan!" kata Hoafei-hoa melihat dia


dengan mata putih, kata-katanya mengandung arti terselubung,


"Jika aku punya akal, apa bisa ditipu kau masuk ke dalam hutan dan dipermainkan seenaknya olehmu?"

__ADS_1


"Wanita cerewet!"


Fu Ke-wei menahan tawa, terpikir peristiwa dia mempermainkan


Hoa Bu Hoa, dia merasa geli dan menyesal.


Dia berjalan menuju mayat yang ditinggalkan orang-orang


benteng Zhang-feng. Yang dilihat pertama adalah Tian-yakoay dan


Shi-tu Yu-yao yang hanya bisa melihat, tidak bisa bergerak.


"Kok ini kalian?" dia segera melepaskan ikatan mereka, "kalian ini yang menyebut diri pendekar, selalu tidak memperhatikan nasihat


baik, aku kira kalian sudah menuju ke selatan, sudah melewati Feng Ling-du! Dimana yang lainnya?"


Setelah membuka titik saluran bisunya dua orang, dan juga


membenarkan mulutnya, dua orang itu sudah bisa bicara lagi.


"Saudara kecil, aku juga pernah memberi nasihat pada mereka! Tapi Sepasang Pedang Langit Selatan yang ingin menegakan kebenaran,


mana bisa lepas tangan tidak mengurusnya" Mereka sedang membagi


tugas mengumpulkan temanteman, aku terpaksa membawa bocah Shi-tu


datang dulu kemari menyelidik." kata Tian-ya-koay tertawa pahit.


"Aku......aku sungguh tidak boleh terlalu merasa diri


benar......terburu-buru datang ke benteng Zhang-feng


menyelidik......" Shi-tu Yu-yao dengan lesu, wajahnya pucat.


"Sudah sudah, anak perempuan siapa yang tidak merasa dirinya


paling benar" Tapi melakukan perbuatan harus bisa mengukur diri


dulu! Mmm! Kelihatannya wajahmu tidak baik."


Aku terkena sebuah pukulan Telapak Tai-yin dari Dewa


Dingin, bagaimana warna wajahku bisa baik" Aku merasa


sepertinya semua alat di dalam tubuhku telah berubah tempat."


"Wah...! Telapak Tai-yin sangat beracun, lukamu tidak boleh


ditunda terlalu lama, yang dipelajari Xie-shen adalah tenaga dalam Shao-yang (positif.), kusuruh dia cari tempat buat memeriksamu,


mengobati kau harus dengan menggunakan tenaga dalam, setelah


itu kau harus cepatcepat pulang."


Fu Ke-wei memanggil Xie-shen, setelah di sisi telinganya dia


memberi pesan, lalu pergi mendatangi Sepasang Cantik Jiang-nan.


Fu Ke-wei melepaskan ikatan tali mereka lalu


membebaskan totokan jalan darahnya.


"Terima kasih, tuan muda telah menolong! Kami kakak beradik


sangat berterima kasih." Kakak tertua Sepasang Cantik Sinar Bulan dengan lesu mengucapkan terima kasih.


"Tidak perlu sungkan, aku hanya tidak sengaja menolong


kalian." Fu Ke-wei tidak kenal dua wanita cantik di hadapannya, yang menjadi buruan yang dipesan oleh organisasi pemburu


bayaran dunia persilatan, "apakah jalan darah di tubuh nona, telah dikunci orang?"

__ADS_1


"Benar, kami kakak beradik salah masuk ke sarang perampok,


saluran kami telah dikunci oleh si anjing tua Xi Zhang-feng......"


__ADS_2