
Terbayang jika orang-orangnya Jin-she-dong tidak benarbenar terlumpuhkan, wakil ketua perkumpulan ini hanya merasakan aliran dingin timbul dari bokong menerjang keatas sampai keatas kepala, dalam sekejap seluruh tubuhnya jadi dingin.
Fu Ke-wei dan Nie-sha-yin-hoa menjaga pintu masuk jalan bawah tanah, mereka menunggu orang, tapi malah situasinya tenang, seluruh gedung seperti tidak ada orang.
Karena tidak ada orang datang mereka lalu naik keatas loteng, mereka baru mengetahui tidak ada seorang pun manusia tampak, dua puluh orang perkumpulan Cun-qiu dan keluarga Du, ternyata sudah dari tadi meninggalkan gedung.
Sore telah tiba, penginapan tua Jiang-han ramai seperti pasar.
Para tamu berdatangan menginap, didepan pintu hilir mudik
kereta kuda. Dikamar atas, Fu Ke-wei tetap menyamar sebagai putra terhormat He Xian-wei, Nie-sha-yin-hoa tetap sebagai pelayannya.
Para pelayan walau merasakan ada sesuatu yang tidak biasa, tapi juga tidak berani menanyakan, karena semua para pelayan penginapan tahu mereka berdua adalah tamu agungnya keluarga Du dan Guan.
Keluarga Du sedang bersiap menghadapi bahaya yang akan menimpa dirinya, tidak mengurusi urusan luar.
Keluarga Guan juga sedang bersiap siaga penuh, menutup pintu tidak berani keluar, hatinya tidak tenang.
Makan malam Fu Ke-wei berdua diantar kedalam
kamarnya, dua orang ini sambil makan malam sambil
merundingkan rencana. "Gara-gara kau!" kata Fu Ke-wei sedikit menyesal, "karena menolong orang-orang Jin-she-dong, membuat Yu-shu-xiu-shi jadi waspada dan melarikan diri, sungguh sayang."
"Benarkah?" Nie-sha-yin-hoa tertawa balik bertanya, "tuan, membunuh sampai keatas loteng, itu bukankah sama dengan perampok" Aku ini tidak mau membunuh siapa itu Du Lan-yin, apa kau bisa?"
"Jangan membantah."
Fu Ke-wei juga tidak tahan tertawa, mana bisa dia
membunuh Du Lan-yin"
__ADS_1
"Apalagi, sasaran tuan bukan pada Yu-shu-xiu-shi," Niesha-yin-hoa mengerti tujuan isi hatinya, "aku selalu merasakan orang-orang Jin-she-dong walau tidak menyenangkan orang, tapi bagaimana pun dengan adanya angkatan muda dari para perguruan ternama ini, jadi sedikit bisa menekan keganasannya para penjahat. Jujur saja, aku merasa kakak beradik Jin sangat feminim, bagaimana menurutmu?"
"Putri perguruan ternama yang hidupnya dimanja, aku tidak berani menghadapinya, apalagi .Jin Ying-ying yang sombong dan selalu ingin menang sendiri......"
"Tapi kau telah membuat kerepotan, nanti jika kau ingin
menyangkal juga tidak bisa," Nie-sha-yin-hoa tertawa berkata.
"Kerepotan apa?"
"Apa kau sudah lupa tentang Jin Wen-wen yang rela ikut
padamu?" "Kau jangan sembarang omong?" Wajah Fu Ke-wei jadi tegas, "Itu hanya untuk mendukung aku memaksa Mi-hun-taisui mengeluarkan obat penawar, hanya sandiwara bohongan, bagaimana bisa dianggap serius?" "Sandiwara bohongan kadang juga bisa jadi benaran." Niesha-yin-hoa berkata, "aku sendiri seorang wanita bisa melihat dia, perasaanku sembilan puluh persen lebih benar, didalam hati kau harus ada persiapan dulu, supaya pada saatnya tiba tidak sampai tidak bisa diselesaikan, dan menjadi kacau."
Fu Ke-wei jadi tertegun, Nie-sha-yin-hoa tidak seperti sedang
berkelakar. "Tidak mungkin terjadi hal seperti itu?" dia berguman sendiri, juga seperti sedang bertanya pada Nie-sha-yin-hoa.
"Pasti mungkin." Nie-sha-yin-hoa dengan nada sangat pasti,
Wanita yang mempunyai syarat demikian, pasti seorang yang sangat tenang, bisa mengendalikan diri dan percaya diri, walau bersandiwara, pasti bisa mengendalikan diri dengan semestinya, tapi dihadapan adiknya dan seniornya dia malah mengatakan kata-kata demikian, apakah kau tidak merasa heran" Dia tidak sadar menyatakan, sesungguhnya adalah keluar dari pikiran dalam dirinya. Maka-nya, kau harus hati hati menghadapinya, supaya kedua belah pihak tidak terluka."
"Sungguh hal yang tidak diduga, baik hati menolong orang malah mendapatkan kerepotan, sungguh sial!" kata Fu Ke-wei menaruh mangkuk dan sumpit, mengeluh.
"Tuan merasa repot, aku malah merasa ini hal yang bagus."
Kata Nie-sha-yin-hoa dengan serius.
"Bagus" Ini bisa dianggap bagus?"
"Asal kau menerima dia, bukankah bagus?" Nie-sha-yin-hoa berkata, "dari silsilah keluarga, wajah dan kepintaran dia, seharusnya pantas untukmu. Kecuali dihatiku ada ganjalan, tidak mau menerima dia."
__ADS_1
"Mungkin masalahnya tidak seperti dugaanmu, mungkin ini hanyalah pandangan sepihakmu saja." Kata Fu Ke-wei tertawa pahit.
"Aku harap perkataanmu benar, jika benar timbul masalahnya, harap tuan bisa dengan sadar menghadapinya."
Pintu kamar tiba-tiba terdengar tiga kali ketukan pelan, Niesha-yin-hoa menanyakan dengan sorot mata.
Fu Ke-wei mengangguk menyatakan boleh membuka pintu, sambil memberi isyarat tangan supaya hati hati.
Nie-sha-yin-hoa pelan-pelan membuka palang pintu, lalu
mendadak membuka pintu kamar.
Seorang setengah baya yang seperti orang mabuk, saat masuk langsung jatuh kelantai " merintih, meronta dua kali lalu diam tidak bergerak lag.
Diikuti Xie-shen yang menyamar sebagai orang tua, Hoafei-hoa dan Ouw Yu-zhen, mereka melangkah masuk kedalam kamar.
"Ih...! Dimana orangnya?" Xie-shen heran berteriak
perlahan. Api lampu bergoyang-goyang, Fu Ke-wei dan Nie-sha-yinhoa mendadak muncul, berkelebat keluar dari kamar dalam, karena terlalu cepat seperti roh yang mendadak muncul.
"Ternyata kalian," Kata Fu Ke-wei tertawa, "Kenapa kalian bisa bersama-sama?"
"Kami seperti merpati dilepas, untung masih ada kaki, makanya tanpa janji dulu bersama sama datang kekota Wuchang." Kata Hoa-fei-hoa sedikit marah.
"Kapan kalian tiba, kenapa tidak segera memakai wajah asli?"
Nie-sha-yin-hoa buru-buru memotong, sambil mempersilahkan Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen duduk.
"Tuanmu tidak suka bersama dengan kami, makanya kami tidakenak menampakan diri!" Hoa-fei-hoa melihat Fu Ke-wei dengan mata putih, "apa lagi dia sedang memikat wanita baikbaik, makanya......"
"Kau ampunilah aku!" kata Fu Ke-wei sambil menarik Xieshen duduk,
__ADS_1
"kalian bertiga datang mengikuti Yu-shu-xiu-shi" Hari ini aku dengan Xiao Ling pergi ke taman Qing-feng, sayang hanya menghabiskan waktu saja, Yu-shu-xiu-shi si penakut itu sudah melarikan diri."
"Dia diam-diam melarikan diri dengan naik perahu. Orang ini adalah mata-mata yang di tempatkan perkumpulan Cunqiu, kita telahmenangkapnya, harus menanyakan dia kemana arah perginya si brengsek itu, orang ini tulangnya keras sekali, mati pun tidak mau mengatakan, memang orang yang teguh."