
Reaksi Zhou Xing-jian ternyata cepat sekali, dia melangkah satu
langkah kekiri, tangannya membalik langsung membalas
menyerang. Pedangnya lebih cepat dan hebat, pedangnya sudah tidak terlihat
bentuknya, menjelma menjadi sinar, begitu muncul sinarnya sudah
sampai di pinggang kanannya Xie-shen.
Tenaga Xie-shen belum pulih seluruhnya, dia sama sekali tidak
bisa menghindar serangan pedangyang sangat cepat ini.
Tiba-tiba di sampingnya muncul satu bayangan orang.
Orang yang menonton disamping melihat jelas, delapan orang
laki-laki dan perempuan lainnya berteriak terkejut!
Hawa pedang itu menusuk tubuh, hati Xie-shen sudah jatuh ke bawah, mimpi pun tidak menyangka begitu gagal menyerang, malah sebaliknya pedang lawan dari arah yang tidak mungkin balas menyerang ke
tubuhnya, tenaga dalamnya tidak mungkin dapat menahan serangan
yang amat dahsyat ini, maka begitu menyadari, dia tidak bisa lolos dari kematian, reaksi apa pun dia tidak mampu melakukan, dia hanya tinggal menunggu pedang menusuk ke dalam tubuhnya!
Mendadak Zhou Xing-jian melihat sebuah bayangan orang, dia juga
tidak keburu bereaksi, hanya merasakan sebuah tangan besar
mengenai sikutnya, tangan yang memegang pedang terangkat keatas
oleh satu tenaga aneh yang tidak dapat ditahan, bersamaan itu dada kiri bawahnya bergetar, dipukul oleh tangan besar lainnya, dalam
putarannya di udara, dia sudah dipukul mundur satu zhang lebih.
Ternyata orang yang menolong adalah Fu Ke-wei, kecepatannya
sungguh diluar dugaan orang, dari diam hingga mendadak muncul,
dia sudah bergerak dalam jarak lima zhang lebih, delapan orang
laki-laki dan perempuan yang menonton, buat Ouw Yu-zhen serta
Chao Yung-ling, juga saat dia mendadak muncul disamping Zhou
Xing-jian, baru melihat yang bergerak itu adalah Fu Ke-wei, semua
jadi terkejut! Wanita baju ringkas berwarna biru bereaksi cepat, begitu Zhou
Xing-jian dipukul mundur, dia segera meloncat maju, pedangnya laksana sinar kilat membelah langit, menyerang ke arah Fu Ke-wei, suara siulan pedang samar-samar seperti suara geledek.
Fu Ke-wei menangkap tangan kiri Xie-shen, lalu meloncat menghindar sejauh tiga zhang lebih, merebut pedang di tangannya
dan mendorong dia ke pinggir.
Dengan satu siulan panjang! Fu Ke-wei menyambut sinar pedang
yang terus datang mengikutinya, pedang panjangnya mengeluarkan
suara aneh, di ujung pedangnya muncul samarsamar hawa putih.
"Keponakan hati-hati!"
Terdengar teriakan keras!
Tiga suara siulan wanita bersamaan waktu terdengar jelas!
__ADS_1
Tiga wanita berbaju ringkas lainnya, satu dari kiri dua dari kanan, bersamaan bergerak, bersamaan tiba, mengimbangi pedang wanita
berbaju biru, empat pedang menjadi satu, hawa pedang seperti
ombak mengamuk, melakukan satu serangan dahsyat yang
mematikan. Hawa pedang yang putih bertemu dengan empat sinar kuat.
Hawa kuat itu meledak, titik-titik api seperti kembang api
memenuhi langit, kali ini terdengar suara sentuhan logam, siutan
suara senjata tajam membelah udara, membuat hati orang menjadi
dingin ketakutan. Angin ribut menerbangkan pasir batu, rumput gugur, seperti asap
hijau kuning, mengaburkan pandangan orang yang menyaksikan di
pinggir, termasuk orang yang terlibat di depan rumput dan batu
berterbangan. Empat wanita itu mundur satu zhang lebih, mundur ketiga arah,
sinar pedang di tangannya berkilat-kilat, tapi tangan yang
mengangkat pedang tampak tidak mantap, kudakudanya pun
mengambang. Angin kencang mereda, pasir dan rumput sudah turun
kebawah. Ditengah lapangan tertinggal satu pegangan pedang.
Badan pedang telah hancur berkeping-keping, mengikuti angin
menyebar keluar lima enam zhang, memukul pada badan pohon
dan tembok kuil, mengeluarkan suara yang mengerikan!
disamping Chao Yung-ling.
"Oh langit!" Wajah Xie-shen pucat, tubuhnya gemetar,
dengan pelan berguman, "Ini......ini adalah ilmu pedang Langit Semesta dari Setan
Terbang Langit Semesta, tiga puluh tahun lalu aku pernah
melihatnya sekali. Dia......dia ini bukan orang gampangan,
aku......aku punya mata tapi tidak......tidak mengenal orang hebat."
Fu Ke-wei mengambil pedang ditangan Zhou Xing-jian,
melangkah kembali ke tengah lapang.
"Aku salah perhitungan, sehingga pedangnya hancur." katanya dingin, "sungguh sulit menemukan pesilat tinggi, aku memberi kalian satu kesempatan lagi, silahkan empat pedang kalian maju bersamaan, lihat siapa yang akan berlumuran darah di lapangan!"
"Kalian tunggu dulu!" teriak orang setengah baya berbaju ringkas dari sebelah kiri, mencegah empat wanita yang akan maju menyerang
kembali, "sahabat muda ini punya ilmu hebat dengan tenaga dalam mengendalikan pedang, dia bukan lawan kalian, biar kami yang
menghadapinya." "Kalian Sepasang Pedang Langit Selatan termasuk dalam sembilan jago pedang terbesar, seharusnya banyak pengalamannya, apakah
juga sama dengan Sastrawan Baju Putih itu, tidak menanyakan dulu
duduk perkaranya, secara membabi buta ingin melakukan darma
pendekar?" Xie-shen berteriak diluar lingkaran.
"Kejadiannya sudah sampai disini, kau masih ingin katakan apa lagi?" kata orang setengah baya berbaju ringkas dingin.
__ADS_1
"Orang yang melakukan kejahatan dan menangkap orang-orang
ini adalah tuan muda benteng Zhang-feng Xi Wen-xin dengan anak
buahnya, aku dengan Nie-sha-yin-hoa adalah korbannya. Dan
saudara kecil Fu ini dengan temannya kebetulan saja lewat dan
menolong kami......"
"Kau ingin aku percaya kata-katamu?" Orang setengah baya berbaju ringkas menyela kata-katanya.
"Kau tidak percaya?"
"Tentu saja tidak percaya!" orang setengah baya berbaju
ringkas tertawa dingin, "pelaku kejahatan di seluruh dunia, tidak akan mengakui kejahatannya sendiri."
Dia memberi aba-aba tangan, orang setengah baya berbaju
ringkas yang satunya lagi dengan dua orang pelayan setengah baya,
segera mencabut pedang melangkah maju.
"Kentut anjing ibumu!" Xie-shen memaki, "walau perbuatanku kejam, membunuh orang seperti menyembelih anjing, tapi tidak
pernah bohong, kalian Sepasang Pedang Langit Selatan jantan dan
betina empat orang kedudukannya di dunia persilat sangat terhormat dan tinggi, malah tidak tahu malu bersatu melawan seorang anak
muda. Puuh! Anjing pun lebih tinggi dari kalian tiga kelas kali. Hari ini asalkan saudara kecil Fu mendapat luka, dan aku masih hidup, aku
pasti mengumpulkan semua teman baik, baik terang-terangan atau
diam-diam semua akan bergerak, menghancurkan sarang tua kalian."
"Xie-shen tua, jangan bicara lagi, kau adalah penjahat kejam
ternama di dunia, mereka mana mungkin percaya katakatamu?" kata Fu Ke-wei dingin.
"Kakak Zhen, kenapa kau tidak maju membantu tuan muda Fu?"
kata Nie-sha-yin-hoa dengan gelisah.
"Tuan mudaku dapat menghadapinya, mereka berempat sedang
menggali makamnya sendiri, kau lihat saja." Kata Ouw Yu-zhen
tertawa dingin. "Baik, jika kalian tidak mau menurut aturan, aku juga tidak ingin bicara lagi." Mata Fu Ke-wei timbul sorot membunuh, dengan wajah dingin, satu kata persatu kata berkata, "kalian sendiri yang membuka lebar-lebar pintu kematian, tidak bisa salahkan orang lain!"
Suami istri Sepasang Pedang Langit Selatan begitu
mendengar jadi tertegun, tapi situasinya sudah tidak
mengizinkan mereka mundur.
Empat orang dengan wajah serius pelan-pelan maju mendesak,
empat bilah pedang bersinar terkena sorot matahari, suara siulan
pedang samar-samar terdengar, hawa pedang mulai muncul,
kekuatannya membuat orang takut.
Fu Ke-wei berdiri tegak seperti gunung, mata macannya menatap
pada suami istri Sepasang Pedang Langit Selatan, sorot matanya
__ADS_1
berubah, retina mata sepertinya pelan-pelan membesar, lebih hitam, lebih terang, lebih dalam, menjelma menjadi sinar aneh, semacam sinar aneh yang membuat musuh ketakutan.