Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 80


__ADS_3

Reaksi Zhou Xing-jian ternyata cepat sekali, dia melangkah satu


langkah kekiri, tangannya membalik langsung membalas


menyerang. Pedangnya lebih cepat dan hebat, pedangnya sudah tidak terlihat


bentuknya, menjelma menjadi sinar, begitu muncul sinarnya sudah


sampai di pinggang kanannya Xie-shen.


Tenaga Xie-shen belum pulih seluruhnya, dia sama sekali tidak


bisa menghindar serangan pedangyang sangat cepat ini.


Tiba-tiba di sampingnya muncul satu bayangan orang.


Orang yang menonton disamping melihat jelas, delapan orang


laki-laki dan perempuan lainnya berteriak terkejut!


Hawa pedang itu menusuk tubuh, hati Xie-shen sudah jatuh ke bawah, mimpi pun tidak menyangka begitu gagal menyerang, malah sebaliknya pedang lawan dari arah yang tidak mungkin balas menyerang ke


tubuhnya, tenaga dalamnya tidak mungkin dapat menahan serangan


yang amat dahsyat ini, maka begitu menyadari, dia tidak bisa lolos dari kematian, reaksi apa pun dia tidak mampu melakukan, dia hanya tinggal menunggu pedang menusuk ke dalam tubuhnya!


Mendadak Zhou Xing-jian melihat sebuah bayangan orang, dia juga


tidak keburu bereaksi, hanya merasakan sebuah tangan besar


mengenai sikutnya, tangan yang memegang pedang terangkat keatas


oleh satu tenaga aneh yang tidak dapat ditahan, bersamaan itu dada kiri bawahnya bergetar, dipukul oleh tangan besar lainnya, dalam


putarannya di udara, dia sudah dipukul mundur satu zhang lebih.


Ternyata orang yang menolong adalah Fu Ke-wei, kecepatannya


sungguh diluar dugaan orang, dari diam hingga mendadak muncul,


dia sudah bergerak dalam jarak lima zhang lebih, delapan orang


laki-laki dan perempuan yang menonton, buat Ouw Yu-zhen serta


Chao Yung-ling, juga saat dia mendadak muncul disamping Zhou


Xing-jian, baru melihat yang bergerak itu adalah Fu Ke-wei, semua


jadi terkejut! Wanita baju ringkas berwarna biru bereaksi cepat, begitu Zhou


Xing-jian dipukul mundur, dia segera meloncat maju, pedangnya laksana sinar kilat membelah langit, menyerang ke arah Fu Ke-wei, suara siulan pedang samar-samar seperti suara geledek.


Fu Ke-wei menangkap tangan kiri Xie-shen, lalu meloncat menghindar sejauh tiga zhang lebih, merebut pedang di tangannya


dan mendorong dia ke pinggir.


Dengan satu siulan panjang! Fu Ke-wei menyambut sinar pedang


yang terus datang mengikutinya, pedang panjangnya mengeluarkan


suara aneh, di ujung pedangnya muncul samarsamar hawa putih.


"Keponakan hati-hati!"


Terdengar teriakan keras!


Tiga suara siulan wanita bersamaan waktu terdengar jelas!

__ADS_1


Tiga wanita berbaju ringkas lainnya, satu dari kiri dua dari kanan, bersamaan bergerak, bersamaan tiba, mengimbangi pedang wanita


berbaju biru, empat pedang menjadi satu, hawa pedang seperti


ombak mengamuk, melakukan satu serangan dahsyat yang


mematikan. Hawa pedang yang putih bertemu dengan empat sinar kuat.


Hawa kuat itu meledak, titik-titik api seperti kembang api


memenuhi langit, kali ini terdengar suara sentuhan logam, siutan


suara senjata tajam membelah udara, membuat hati orang menjadi


dingin ketakutan. Angin ribut menerbangkan pasir batu, rumput gugur, seperti asap


hijau kuning, mengaburkan pandangan orang yang menyaksikan di


pinggir, termasuk orang yang terlibat di depan rumput dan batu


berterbangan. Empat wanita itu mundur satu zhang lebih, mundur ketiga arah,


sinar pedang di tangannya berkilat-kilat, tapi tangan yang


mengangkat pedang tampak tidak mantap, kudakudanya pun


mengambang. Angin kencang mereda, pasir dan rumput sudah turun


kebawah. Ditengah lapangan tertinggal satu pegangan pedang.


Badan pedang telah hancur berkeping-keping, mengikuti angin


menyebar keluar lima enam zhang, memukul pada badan pohon


dan tembok kuil, mengeluarkan suara yang mengerikan!


disamping Chao Yung-ling.


"Oh langit!" Wajah Xie-shen pucat, tubuhnya gemetar,


dengan pelan berguman, "Ini......ini adalah ilmu pedang Langit Semesta dari Setan


Terbang Langit Semesta, tiga puluh tahun lalu aku pernah


melihatnya sekali. Dia......dia ini bukan orang gampangan,


aku......aku punya mata tapi tidak......tidak mengenal orang hebat."


Fu Ke-wei mengambil pedang ditangan Zhou Xing-jian,


melangkah kembali ke tengah lapang.


"Aku salah perhitungan, sehingga pedangnya hancur." katanya dingin, "sungguh sulit menemukan pesilat tinggi, aku memberi kalian satu kesempatan lagi, silahkan empat pedang kalian maju bersamaan, lihat siapa yang akan berlumuran darah di lapangan!"


"Kalian tunggu dulu!" teriak orang setengah baya berbaju ringkas dari sebelah kiri, mencegah empat wanita yang akan maju menyerang


kembali, "sahabat muda ini punya ilmu hebat dengan tenaga dalam mengendalikan pedang, dia bukan lawan kalian, biar kami yang


menghadapinya." "Kalian Sepasang Pedang Langit Selatan termasuk dalam sembilan jago pedang terbesar, seharusnya banyak pengalamannya, apakah


juga sama dengan Sastrawan Baju Putih itu, tidak menanyakan dulu


duduk perkaranya, secara membabi buta ingin melakukan darma


pendekar?" Xie-shen berteriak diluar lingkaran.


"Kejadiannya sudah sampai disini, kau masih ingin katakan apa lagi?" kata orang setengah baya berbaju ringkas dingin.

__ADS_1


"Orang yang melakukan kejahatan dan menangkap orang-orang


ini adalah tuan muda benteng Zhang-feng Xi Wen-xin dengan anak


buahnya, aku dengan Nie-sha-yin-hoa adalah korbannya. Dan


saudara kecil Fu ini dengan temannya kebetulan saja lewat dan


menolong kami......"


"Kau ingin aku percaya kata-katamu?" Orang setengah baya berbaju ringkas menyela kata-katanya.


"Kau tidak percaya?"


"Tentu saja tidak percaya!" orang setengah baya berbaju


ringkas tertawa dingin, "pelaku kejahatan di seluruh dunia, tidak akan mengakui kejahatannya sendiri."


Dia memberi aba-aba tangan, orang setengah baya berbaju


ringkas yang satunya lagi dengan dua orang pelayan setengah baya,


segera mencabut pedang melangkah maju.


"Kentut anjing ibumu!" Xie-shen memaki, "walau perbuatanku kejam, membunuh orang seperti menyembelih anjing, tapi tidak


pernah bohong, kalian Sepasang Pedang Langit Selatan jantan dan


betina empat orang kedudukannya di dunia persilat sangat terhormat dan tinggi, malah tidak tahu malu bersatu melawan seorang anak


muda. Puuh! Anjing pun lebih tinggi dari kalian tiga kelas kali. Hari ini asalkan saudara kecil Fu mendapat luka, dan aku masih hidup, aku


pasti mengumpulkan semua teman baik, baik terang-terangan atau


diam-diam semua akan bergerak, menghancurkan sarang tua kalian."


"Xie-shen tua, jangan bicara lagi, kau adalah penjahat kejam


ternama di dunia, mereka mana mungkin percaya katakatamu?" kata Fu Ke-wei dingin.


"Kakak Zhen, kenapa kau tidak maju membantu tuan muda Fu?"


kata Nie-sha-yin-hoa dengan gelisah.


"Tuan mudaku dapat menghadapinya, mereka berempat sedang


menggali makamnya sendiri, kau lihat saja." Kata Ouw Yu-zhen


tertawa dingin. "Baik, jika kalian tidak mau menurut aturan, aku juga tidak ingin bicara lagi." Mata Fu Ke-wei timbul sorot membunuh, dengan wajah dingin, satu kata persatu kata berkata, "kalian sendiri yang membuka lebar-lebar pintu kematian, tidak bisa salahkan orang lain!"


Suami istri Sepasang Pedang Langit Selatan begitu


mendengar jadi tertegun, tapi situasinya sudah tidak


mengizinkan mereka mundur.


Empat orang dengan wajah serius pelan-pelan maju mendesak,


empat bilah pedang bersinar terkena sorot matahari, suara siulan


pedang samar-samar terdengar, hawa pedang mulai muncul,


kekuatannya membuat orang takut.


Fu Ke-wei berdiri tegak seperti gunung, mata macannya menatap


pada suami istri Sepasang Pedang Langit Selatan, sorot matanya

__ADS_1


berubah, retina mata sepertinya pelan-pelan membesar, lebih hitam, lebih terang, lebih dalam, menjelma menjadi sinar aneh, semacam sinar aneh yang membuat musuh ketakutan.


__ADS_2