
"Tempat apa ini?"
Suaranya tampak serak, lemas, tapi dia tahu dirinya sudah sedikit
pulih. Tiga orang pria besar setengah baya sedang makan daging, minum
arak, baki keramik untuk menaruh masakan ditaruh di atas tanah,
araknya tersimpan di hulu, menggunakan tangan mengambil potongan
besar daging, memasukan ke mulut, cara makannya sangat kasar.
"Ini adalah Tie-han-ling, kami semuanya orang gua." Kata orang yang rambutnya kacau wajah penuh brewok, "mau makan sedikit?"
Baru sekarang dia bisa melihat wajah ketiga orang ini
dengan jelas, juga dapat merasa ada yang tidak beres.
"Beri aku sedikit sup daging." Dengan suara serak dia berkata,
"mungkin seumur hidup kalian tidak pernah ke kota."
"Omong kosong!" laki-laki brewokan bangkit berdiri membawa baki, menyuapi dia sup daging rusa yang segar, "kami sering keluar masuk kota, pernah hidup di kota Hu-zhou dan Zi-zhou."
"Tapi kalian tidak berani muncul di siang hari. Terima kasih, sudah cukup! Tidak bisa makan terlalu banyak, perutku tidak akan tahan." Dia menyamankan posisi duduk, "kalian tidak merampok di satu tempat, tentu tidak ada hubungan dengan para perampok Tai-hang-shan!"
"Apa itu perampok Tai-hang." Pria besar brewokan dengan kasar memaki, "mereka itu, siapa pun dirampoknya, dan dibunuh supaya tidak ada saksi, mulut berkata setia kawan, tapi yang di lakukan adalah sangat tidak manusiawi. Kami adalah kaum gelandangan di dalam gunung, mana bisa dibandingkan dengan para perampok itu. Jangan bicarakan hal yang tidak ada guna ini, kau juga tidak ada banyak waktu untuk bicara lagi."
"Katamu aku tidak banyak waktu bisa hidup?"
"Betul, begitu Huang-jit-ye datang, itulah saat kau
dipenggal kepalanya."
"Kapan dia datang?"
"Tidak tahu, dia dikejar oleh seorang wanita dan seorang
pengemis tua sampai tidak tahu lari kemana, dia tidak dapat lari
naik ke atas gunung. Tapi, mungkin tidak lama lagi akan tiba."
"Jika dia tidak datang?" Dia tahu siapa wanita dan pengemis tua,
"pengemis tua dan nona itu, tadinya mengejar Lang-ye, berbalik mengejar Huang-jit-ye, sulit bisa meloloskan diri."
"Kami tidak perduli hal lainnya." Laki-laki besar brewokan berkata,
__ADS_1
"Huang-jit-ye memberi kami uang tiga ratus liang perak untuk membeli nyawamu, kami telah menunggu dia tiga hari, tapi dia belum datang juga, makanya kami mengangkat kau keatas. Malam ini jika dia masih belum datang, besok pagi kami akan penggal kepalamu, mengantarkannya ke
rumah Huang, selesai sudah. Hm! Oh betul, temanmu itu bersembunyi
didalam hutan, kemarin juga terperangkap ke dalam jebakan kami, dia bukan buruan kami, setelah masalah kau selesai, kami akan melepaskan dia."
Fu Ke-wei tertegun, lalu menggelengkan kepala tertawa pahit.
"Aku marga Fu cuma di hargai tiga ratus liang perak, sungguh
menyedihkan." Dia malah tertawa, "saudara, lepaskan aku, dalam tiga hari, aku beri kalian tiga ribu liang perak."
"Kami tidak menerima uang dari kedua belah pihak, sudahlah!
Ini adalah aturan, tiga puluh ribu liang perak juga tidak dapat
membeli nyawamu." "Baik, kalian sangat berpegang aturan." Dia tahu harta tidak bisa mempengaruhi orang-orang yang diam-diam berhubungan
dengan Huang-jit-ye, "itu daging rusa bukan" Beri aku beberapa potong, bagaimana" Orang yang akan segera di mati pecutnya
juga harus kenyang, betul tidak?"
"Tiga hari di dalam lubang tidak makan tapi tidak mati, kau ini pria hebat." Pria besar brewokan membawa baki mendekat, mengambil
sepotong daging dimasukan ke dalam mulutnya, "Sayang, demi
aturan, kami harus memenggal kepalamu yang bagus ini."
sakit lagi. Setelah makan beberapa potong daging, semangatnya telah
kembali. "Siapa ketua kalian?" Dia sembarangan bertanya, "apakah Raja Kun-tian?"
"Bukan, Raja Kun-tian jauh di Liao-zhou, berjarak dengan kami ada delapan belas ribu li." Pria besar brewokan kembali ketempatnya, "aku sudah katakan kami ini bukan perampok, hanya masyarakat luar yang bisa makan dan minum, adalah rakyat baik. Huang-jit-ye juga orangnya baik, dengan anak buah Raja Kun-tian berhubungan erat, dengan kami masyarakat luar juga hubungannya tidak jelek. Tapi jika benar terjadi masalah,
orang-orangnya Raja Kun-tian tidak bisa membantu dia, ini yang disebut air jauh tidak bisa menolong api yang dekat. Ketua kami namanya Ho-gang, tidak punya julukan, bicara tentang ilmu silat! Raja Kun-tian belum tentu lebih tinggi dari dia. Dia membawa orang-orangnya pergi membantu
Huang-jit-ye, kau akan bertemu dengan dia nanti."
"Aku jadi ingin cepat-cepat bertemu dengan dia. Berilah aku sedikit supnya."
Tidak lama, hari semakin gelap, di dalam goa telah
dinyalakan obor cemara. Tiga laki-laki besar telah berkurang satu, mungkin keluar
menjemput orang. Salah seorang laki-laki brewokan yang bertubuh besar
berjaga pintu keluar goa, seorang lagi yang kaki dan tangannya
__ADS_1
panjang, berbaring di bawah dinding, sorot matanya tidak
henti-hentinya menatap pada Fu Ke-wei, bukan karena takut Fu
Ke-wei melarikan diri, tapi arahnya memang menghadap pada
Fu Ke-wei, dibawah pengawasan yang ketat ini, manusia super
atau gajah besar pun tidak bisa lolos.
"Saudara, obat wangi yang dilemparkan kedalam lubang
jebakan itu, punya siapa?" dia menanyakan pada laki-laki besar,
"begitu tercium langsung pingsan, sungguh lihay sekali!."
"Obat itu punya seorang pengelana persilatan, yang beberapa
tahun lalu dibunuh oleh ketua di Zi-zhou, ketua juga merampas satu botol puder ini, harimau yang ganas juga bisa pingsan oleh obat ini, memang lihay."
"Ooo! Di mana bungkusan baju dan pedangku?"
"Masih ada di dalam lubang jebakan, belum sempat
mengambilnya." Mendadak, dari kejauhan terdengar suara siulan aneh!
"Mereka sudah datang." Teriak laki-laki besar brewokan di luar goa, "adik ketiga, rapihkan di dalam goa, tambah dua obor."
Wajah Fu Ke-wei tampak senyum yang sinis dan dingin, setelah makan dan minum, tenaganya pulih dengan cepat sekali. Tapi, penampilannya, sangat tidak karuan, jenggot dan kumis telah tumbuh, bibirnya kering retak, bajunya kotor dan kusut, penampilannya sangat kacau sekali, dibandingkan beberapa hari lalu yang bertampang seperti seorang
pangeran tampan, bedanya jauh sekali"
Suara orang sangat ramai, Hong-gang yang tubuhnya tegap besar
pertama-tama masuk ke dalam goa, di belakang diikuti oleh
Huang-jit-ye yang wajahnya muram, dan lima enam orang laki-laki.
Di luar goa juga ada enam tujuh orang yang tidak ikut masuk,
memang di dalam goa tidak dapat menampung begitu banyak orang.
Huang-jit-ye melihat Fu Ke-wei, wajahnya timbul hawa
membunuh. Wajah Hong-gang tampak sangat galak, kasar dan tegap, keadaan wajahnya sudah cukup menakutkan orang.
"Jit-ye, orangnya masih hidup aku serahkan padamu." Suara Hong-gang seperti geledek, "goa untuk menahan tawanan ini juga sementara boleh kau pergunakan, aku harus keluar mengurus anak
__ADS_1
buah, bersiap-siap menghadapi orang yang mengejarmu, mungkin
sebelum hari terang, mereka sudah mencari kemari."