
"Ah......tuan tidak salah mengatakannya..."
"Dan ini membuktikan satu hal lagi, orang-orangnya benteng
Zhang-feng pasti tidak mengenal wajah sebenarnya orang itu......"
sebuah teriakan dingin, memutus kata-kata Fu Ke-wei.
Fu Ke-wei dengan Ouw Yu-zhen mengangkat kepala memandang
kearah penginapan yang di seberang jalan, terlihat dari penginapan Yue-lai keluar dua puluh lima orang penunggang kuda, seorang
penunggang kuda menggendong seorang penumpang, naik keatas kudapergi ke arah utara.
Memandang orang-orang benteng Zhang-feng yang pergi
menjauh dengan membawa dua puluh lima orang tamu makannya,
Hoa Yu-ji tertawa dingin di belakang kelompok orang itu!
"Mari kita kembali ke penyeberangan Feng-ling dan pulang ke
He-nan." Kata Hoa Yu-ji pada tiga temannya dengan keras, "Jangan mencari keributan. Orang benteng Zhang-feng tidak biasa memaafkan
orang, disini adalah daerah kekuasaan mereka, ketua muda benteng itu adalah orang pintar, dalam melakukan tindakan dia tidak ingin
menjadikan aku musuhnya, tapi dia bisa mengerahkan kekuatan penuh
menghadapi kita. Ayo jalan!"
Kusir utama kereta angkutan dari perusahaan angkutan Tai-an
tampak lemas, semua penumpangnya telah dibawa pergi, bagaimana dia bisa bertanggung-jawab pada keluarga mereka" Bagaimana
perusahaannya bisa menghadapi benteng Zhang-feng"
Beberapa pelayan yang diusir keluar penginapan juga
tampak lesu, marah tapi tidak berani bicara.
"Nona, kalian jangan pergi ke utara." Seorang pelayan menasihati,
"di luar perbatasan utara Jie-zhou, orang sering melakukan kejahatan, orang-orang benteng Zhang-feng bertindak semena-mena, tukang
pukulnya juga banyak sekali, tadi nona telah mengatakan kata-kata
yang keras, para tukang pukul itu......"
"Aku tahu." Hoa Yu-ji tertawa tawar, "walau ketua muda benteng itu tidak mau mencari urusan, tapi para tukang pukulnya
tidak akan tinggal diam. Aku tahu, aku tidak akan memberikan
mereka kesempatan bertindak seenaknya lagi."
"Nona, setelah makan siang, berangkat kembali keselatan juga
masih keburu." "Tidak usah, kudanya tidak lelah, jalan dulu saja, aku takut
mereka berubah pikiran balik kembali melakukan kejahatan."
Empat orang itu segera naik kuda pergi.
"Wanita iblis ini entah sedang merencanakan apa?" kata Fu Ke-wei dengan penuh curiga, "empat kuda tunggangannya masih segar
__ADS_1
bugar, sama sekali tidak seperti datang dari penyeberangan
Feng-ling, kalau tidak kuda dia pasti sudah kelelahan setelah berlari sejauh lima-enam puluh li, ini pasti ada apa-apanya."
"Bukan hanya itu! Warna kulit kedua orang pelayan laki-laki dan perempuan itu sedikit tidak cocok dengan kenyataan usianya,
mungkin mereka telah merubah wajahnya." Kata Ouw Yu-zhen
melanjutkan, "tuan, aku berani bertaruh, dia pasti ada maksud datang kesini, dan juga mungkin ada hubungannya dengan benteng
Zhang-feng." "Paling baik dia jangan datang dan berhubungan dengan benteng Zhang-feng, jika tidak dia bisa mengacau di tengahtengah, itu akan mempengaruhi pekerjaan kita, bagusnya dia sudah pergi."
"Aku pikir dia tidak akan pergi, dia berkata kembali ke
selatan, itu hanya untuk pura-pura saja."
"Jika dia tidak pergi, aku akan mengusirnya."
"Buat apa" jika dia mengacau, malah bisa menarik perhatian benteng Zhang-feng, dan terhadap pekerjaan kita, bukankah akan lebih
menguntungkan?" Ouw Yu-zhen tertawa, "apa lagi lebih satu teman lebih baik dibandingkan lebih satu musuh......Iii! Tuan kau kenapa?"
Saat ini wajah Fu Ke-wei tampak aneh. "Aku sedang berpikir
tentang gerak-gerik benteng Zhang-feng, apakah ada hubungannya
dengan orang yang akan kita temui" Karena hari ini tepat waktunya
kita janji bertemu dengan dia." kata Fu Ke-wei dengan mengerutkan alis.
"Seharusnya tidak!" kata Ouw Yu-zhen, tapi di dalam hati dia ikut tergetar, dengan nada tidak menentu berkata, "tempat
pertemuannya adalah penginapan Yung-an ini, orang itu mana
mungkin ada di penginapan Yue-lai?"
tetap merasa khawatir, dari sekarang sampai waktu janji pertemuan
masih ada empat jam, cepat bereskan pesanan penginapan, aku ingin mengikuti jejak mereka."
Di sana ada daerah bukit berjarak kira-kira sepuluh li dari
Lin-jia-gou, sebelah utara bukit ada satu bangunan kuil Dewa Tanah.
Di depan kuil ada lapangan rumput seluas dua puluh zhang,
ujungnya ada satu hutan pinus tuayangluas.
Dua puluh lima penumpang itu semua diikat tangannya, dan
digantung di atas cabang pohon, jari kakinya pas mengenai tanah.
Kebanyakan bajunya sudah sobek-sobek, tubuhnya pun banyak
terluka, malah ada beberapa yang tidak berbaju.
Di sudut lain lapangan, terbaring dua mayat penunggang kuda
benteng Zhang-feng. Walau Fu Ke-wei dan Ouw Yu-zhen sering menempuh
bahaya, juga tidak tahan menarik nafas berat.
Pertama-tama Fu Ke-wei melihat dulu dua mayat penunggang
__ADS_1
kuda, tampak dua orang ini mati dipukul, yang satu kepalanya
pecah, satu lainnya lehernya putus dipotong.
Timbul banyak pertanyaannya, siapa orang yang memukul mati
dua penunggang kuda ini" Di mana orang-orang benteng
Zhang-feng" Paling akhir, dia memeriksa satu persatu para penumpang yang
digantung diatas pohon, saat dia melihat penumpang yang ke
sembilan, wajahnya mendadak berubah.
Begitu tubuhnya bergerak, dia sudah sampai di sisi pohon.
Dia mengulurkan tangan akan memutuskan tali gantungan, tapi
mendadak ditarik kembali.
"Tuan, orang ini adalah......"
"Adik angkat ketiga saudara Jin, Qian Nian-zhu, juga adalah pemimpin ketiga mereka." Kata Fu Ke-wei mengeluh, "tidak diduga saudara Jin bisa mengutus dia datang ke Lin-jia-gou memberi kabar, aku salah telah telat datang satu langkah, sehingga dia mati disini."
"Mana bisa menyalahkan tuan" Buat apa tuan menyalahkan diri
sendiri!" Ouw Yu-zhen menghibur, "Tapi dengan demikian, berita yang ingin kita peroleh jadi tidak tercapai?"
"Sekarang ada atau tidak adanya kabar sudah tidak penting."
Mata Fu Ke-wei bersinar-sinar, "sebab aku telah minta saudara Jin mengutus orang menyelidiki, memastikan apa benar Lu-zhao
bersembunyi di benteng Zhangfeng, maksudnya hanya untuk
mendapatkan bukti yang pasti, supaya ada alasan meminta orang
pada benteng Zhang-feng. Dan sekarang benteng itu telah
membunuh Qian Nian-zhu, aku jadi lebih beralasan mencari mereka.
Sekarang hal terpenting adalah mengetahui apa tujuan mereka
menangkap dan memeriksa orang, apakah saat Qian Nian-zhu
menyelidik dirinya ketahuan sehingga dia dikejar" Atau benteng
Zhangfeng punya tujuan lain" Dan Qian Nian-zhu hanya terkena
getahnya saja" Kita periksa lagi yang lainnya, lihat apakah masih ada yang hidup."
Dua orang segera memeriksa, terakhir menemukan dua orang
yang bajunya masih utuh, tidak mengalami siksaan, tapi seperti terkena obat bius.
Setelah memutuskan talinya, dua orang itu masing-masing
didudukan menyandar dipohon.
Dua orang itu adalah seorang laki-laki dan seorang wanita, yang
laki-laki usianya kira-kira lima puluh tahunan, memakai mantel
hitam, tubuhnya tinggi besar, seperti seekor sapi besar, wajahnya
__ADS_1
galak, tampak menyeramkan.
Yang wanita kebalikannya, wajahnya cantik memakai baju hijau giok, berusia sekitar dua puluh tiga-empat tahun.