Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 77


__ADS_3

"Ah......tuan tidak salah mengatakannya..."


"Dan ini membuktikan satu hal lagi, orang-orangnya benteng


Zhang-feng pasti tidak mengenal wajah sebenarnya orang itu......"


sebuah teriakan dingin, memutus kata-kata Fu Ke-wei.


Fu Ke-wei dengan Ouw Yu-zhen mengangkat kepala memandang


kearah penginapan yang di seberang jalan, terlihat dari penginapan Yue-lai keluar dua puluh lima orang penunggang kuda, seorang


penunggang kuda menggendong seorang penumpang, naik keatas kudapergi ke arah utara.


Memandang orang-orang benteng Zhang-feng yang pergi


menjauh dengan membawa dua puluh lima orang tamu makannya,


Hoa Yu-ji tertawa dingin di belakang kelompok orang itu!


"Mari kita kembali ke penyeberangan Feng-ling dan pulang ke


He-nan." Kata Hoa Yu-ji pada tiga temannya dengan keras, "Jangan mencari keributan. Orang benteng Zhang-feng tidak biasa memaafkan


orang, disini adalah daerah kekuasaan mereka, ketua muda benteng itu adalah orang pintar, dalam melakukan tindakan dia tidak ingin


menjadikan aku musuhnya, tapi dia bisa mengerahkan kekuatan penuh


menghadapi kita. Ayo jalan!"


Kusir utama kereta angkutan dari perusahaan angkutan Tai-an


tampak lemas, semua penumpangnya telah dibawa pergi, bagaimana dia bisa bertanggung-jawab pada keluarga mereka" Bagaimana


perusahaannya bisa menghadapi benteng Zhang-feng"


Beberapa pelayan yang diusir keluar penginapan juga


tampak lesu, marah tapi tidak berani bicara.


"Nona, kalian jangan pergi ke utara." Seorang pelayan menasihati,


"di luar perbatasan utara Jie-zhou, orang sering melakukan kejahatan, orang-orang benteng Zhang-feng bertindak semena-mena, tukang


pukulnya juga banyak sekali, tadi nona telah mengatakan kata-kata


yang keras, para tukang pukul itu......"


"Aku tahu." Hoa Yu-ji tertawa tawar, "walau ketua muda benteng itu tidak mau mencari urusan, tapi para tukang pukulnya


tidak akan tinggal diam. Aku tahu, aku tidak akan memberikan


mereka kesempatan bertindak seenaknya lagi."


"Nona, setelah makan siang, berangkat kembali keselatan juga


masih keburu." "Tidak usah, kudanya tidak lelah, jalan dulu saja, aku takut


mereka berubah pikiran balik kembali melakukan kejahatan."


Empat orang itu segera naik kuda pergi.


"Wanita iblis ini entah sedang merencanakan apa?" kata Fu Ke-wei dengan penuh curiga, "empat kuda tunggangannya masih segar

__ADS_1


bugar, sama sekali tidak seperti datang dari penyeberangan


Feng-ling, kalau tidak kuda dia pasti sudah kelelahan setelah berlari sejauh lima-enam puluh li, ini pasti ada apa-apanya."


"Bukan hanya itu! Warna kulit kedua orang pelayan laki-laki dan perempuan itu sedikit tidak cocok dengan kenyataan usianya,


mungkin mereka telah merubah wajahnya." Kata Ouw Yu-zhen


melanjutkan, "tuan, aku berani bertaruh, dia pasti ada maksud datang kesini, dan juga mungkin ada hubungannya dengan benteng


Zhang-feng." "Paling baik dia jangan datang dan berhubungan dengan benteng Zhang-feng, jika tidak dia bisa mengacau di tengahtengah, itu akan mempengaruhi pekerjaan kita, bagusnya dia sudah pergi."


"Aku pikir dia tidak akan pergi, dia berkata kembali ke


selatan, itu hanya untuk pura-pura saja."


"Jika dia tidak pergi, aku akan mengusirnya."


"Buat apa" jika dia mengacau, malah bisa menarik perhatian benteng Zhang-feng, dan terhadap pekerjaan kita, bukankah akan lebih


menguntungkan?" Ouw Yu-zhen tertawa, "apa lagi lebih satu teman lebih baik dibandingkan lebih satu musuh......Iii! Tuan kau kenapa?"


Saat ini wajah Fu Ke-wei tampak aneh. "Aku sedang berpikir


tentang gerak-gerik benteng Zhang-feng, apakah ada hubungannya


dengan orang yang akan kita temui" Karena hari ini tepat waktunya


kita janji bertemu dengan dia." kata Fu Ke-wei dengan mengerutkan alis.


"Seharusnya tidak!" kata Ouw Yu-zhen, tapi di dalam hati dia ikut tergetar, dengan nada tidak menentu berkata, "tempat


pertemuannya adalah penginapan Yung-an ini, orang itu mana


mungkin ada di penginapan Yue-lai?"


tetap merasa khawatir, dari sekarang sampai waktu janji pertemuan


masih ada empat jam, cepat bereskan pesanan penginapan, aku ingin mengikuti jejak mereka."


Di sana ada daerah bukit berjarak kira-kira sepuluh li dari


Lin-jia-gou, sebelah utara bukit ada satu bangunan kuil Dewa Tanah.


Di depan kuil ada lapangan rumput seluas dua puluh zhang,


ujungnya ada satu hutan pinus tuayangluas.


Dua puluh lima penumpang itu semua diikat tangannya, dan


digantung di atas cabang pohon, jari kakinya pas mengenai tanah.


Kebanyakan bajunya sudah sobek-sobek, tubuhnya pun banyak


terluka, malah ada beberapa yang tidak berbaju.


Di sudut lain lapangan, terbaring dua mayat penunggang kuda


benteng Zhang-feng. Walau Fu Ke-wei dan Ouw Yu-zhen sering menempuh


bahaya, juga tidak tahan menarik nafas berat.


Pertama-tama Fu Ke-wei melihat dulu dua mayat penunggang

__ADS_1


kuda, tampak dua orang ini mati dipukul, yang satu kepalanya


pecah, satu lainnya lehernya putus dipotong.


Timbul banyak pertanyaannya, siapa orang yang memukul mati


dua penunggang kuda ini" Di mana orang-orang benteng


Zhang-feng" Paling akhir, dia memeriksa satu persatu para penumpang yang


digantung diatas pohon, saat dia melihat penumpang yang ke


sembilan, wajahnya mendadak berubah.


Begitu tubuhnya bergerak, dia sudah sampai di sisi pohon.


Dia mengulurkan tangan akan memutuskan tali gantungan, tapi


mendadak ditarik kembali.


"Tuan, orang ini adalah......"


"Adik angkat ketiga saudara Jin, Qian Nian-zhu, juga adalah pemimpin ketiga mereka." Kata Fu Ke-wei mengeluh, "tidak diduga saudara Jin bisa mengutus dia datang ke Lin-jia-gou memberi kabar, aku salah telah telat datang satu langkah, sehingga dia mati disini."


"Mana bisa menyalahkan tuan" Buat apa tuan menyalahkan diri


sendiri!" Ouw Yu-zhen menghibur, "Tapi dengan demikian, berita yang ingin kita peroleh jadi tidak tercapai?"


"Sekarang ada atau tidak adanya kabar sudah tidak penting."


Mata Fu Ke-wei bersinar-sinar, "sebab aku telah minta saudara Jin mengutus orang menyelidiki, memastikan apa benar Lu-zhao


bersembunyi di benteng Zhangfeng, maksudnya hanya untuk


mendapatkan bukti yang pasti, supaya ada alasan meminta orang


pada benteng Zhang-feng. Dan sekarang benteng itu telah


membunuh Qian Nian-zhu, aku jadi lebih beralasan mencari mereka.


Sekarang hal terpenting adalah mengetahui apa tujuan mereka


menangkap dan memeriksa orang, apakah saat Qian Nian-zhu


menyelidik dirinya ketahuan sehingga dia dikejar" Atau benteng


Zhangfeng punya tujuan lain" Dan Qian Nian-zhu hanya terkena


getahnya saja" Kita periksa lagi yang lainnya, lihat apakah masih ada yang hidup."


Dua orang segera memeriksa, terakhir menemukan dua orang


yang bajunya masih utuh, tidak mengalami siksaan, tapi seperti terkena obat bius.


Setelah memutuskan talinya, dua orang itu masing-masing


didudukan menyandar dipohon.


Dua orang itu adalah seorang laki-laki dan seorang wanita, yang


laki-laki usianya kira-kira lima puluh tahunan, memakai mantel


hitam, tubuhnya tinggi besar, seperti seekor sapi besar, wajahnya

__ADS_1


galak, tampak menyeramkan.


Yang wanita kebalikannya, wajahnya cantik memakai baju hijau giok, berusia sekitar dua puluh tiga-empat tahun.


__ADS_2