Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 73


__ADS_3

"Kalian tunggu saja di samping, tidak perlu perdulikan mereka."


Katanya sambil menerima pedang, "Ini masalah aku, harus aku sendiri yang menyelesaikannya."


Tiga puluh lebih pesilat tinggi, berdatangan di atas bukit datar.


"Saudara Fu, benar saja dirimu!" Nona Peng merasa aneh


berteriak, "bisakah perlahan berunding dengan ketua perumahan Chen?"


"Tidak ada yang harus dirundingkan."


Ketua perumahan Chen naik pitam, "dia melakukan semua ini


terlalu menghina orang, anda Xie-jian-xiu-luo?"


"Benar itu aku." Kata Fu Ke-wei dingin, "aku telah cukup menghormati anda, tidak saja menuruti perjanjian dengan tetua


Jie, juga memancing orang keluar dari daerah kekuasaanmu


sepuluh li lebih baru bertindak......"


"Tutup mulutmu! Kau telah masuk keperumahanku


mengirim surat meninggalkan pisau......"


"Itu untuk menjaga mukamu, apa kau tidak mengerti?" Dengan nada dalam Fu Ke-wei berkata, "Yun-sang-nie menyamar sebagai


putri keluarga Xian di Ji-nan, menjadi istrinya kepala pengurus


perumahan mu Shang Yung-ping, sebelumnya telah mengatur


siasat pertukaran, begitu ada bahaya dia digantikan dulu oleh Wu


Yu-zhu yang telah diatur di penginapan Dong-zhang, istrinya kepala pengurus Shang apakah telah terkena sakit mendadak"


Muntah-muntah dan buang air terus, selain itu orangnya telah


berubah rupa" Suami istri yang sudah hidup bersama tiga tahun,


seharusnya kepala pengurus Shang tahu ciri-ciri di tubuh istrinya, anda boleh kembali pulang memeriksanya dan segera akan tahu.


Cara aku walau sedikit tidak terang-terangan, tapi......"


"Bagus kau telah mengakui kurang terang-terangan." Kata ketua perumahan Chen memotong, lalu mencabut pedangnya, "ini adalah penghinaan paling besar yang kuterima seumur hidupku, aku tidak


bisa terima, kau harus berikan keadilan padaku. Dihadapan


teman-teman dunia persilatan ini, aku menantangmu, bertarung


dengan adil, kau dan aku harus ada seorang yang terbaring."


"Saudara Chen." Tian-ya-koay merentangkan tangan


menghadang, "sabar sedikit, perbuatan saudara Fu, pasti ada


alasannya, kenapa tidak tanyakan dulu alasan dia menangkap


Yun-sang-nie, baru......"


"Kakak tua, jangan terpengaruh oleh gelaran Xie-jian-xiuluo." Kata ketua perumahan Chen keras, "orang yang berkelana di dunia persilatan dan misterius seperti dia, jika tidak baik-baik mengajarnya, di kemudian hari entah akan menimbulkan mala petaka sebesar apa, kakak kau


jangan ikut campur!"


"Anda dijuluki Satu Pedang Utara." Fu Ke-wei juga jadi naik darah, "di dunia persilatan sangat terhormat dan punya kekuatan, di dunia persilatan bisa berbuat sekehendak hati, sudah sejak dulu memandang sebelah mata pada orang kecil macam aku. Alasan aku menangkap Yun-sang-nie, tidak mungkin kuberitahukan padamu, sekarang kau sudah mengerti, lalu mau apa" Apakah akan membelanya" Terus terang, dengan kemampuanmu, kau masih belum cukup menjaminnya. Majulah! Aku mau lihat apakah


kepandaianmu cukup layak dengan julukannya."

__ADS_1


Yang dia katakan memang kenyataan.


Perkumpulan Qing Lian yang mengatur banyak sekali pembunuh


bayaran, merupakan salah satu tiga perkumpulan besar pembunuh bayaran yang menggemparkan dunia, masih bisa runtuh


ditangannya, ketua perumahan Chen yang hanya punya rumah,


punya perusahaan, mana bisa bertarung dengan dia seorang


pengelana dunia persilatan yang misterius"


Kata-kata dia membuat para pendekar yang


mendengarnya, menjadi berubah wajahnya.


Orang yang sensitif, di dalam hati timbul perasaan dingin.


Tapi ketua perumahan Chen malah tidak mau mengerti, dia


mengira lawannya hanya menggertak, di dalam hati dia semakin


marah. "Marga Fu, kau sangat sombong! Kau akan menyesal." Ketua perumahan Chen menggigit gigi melangkah maju dengan


langkah besar. Fu Ke-wei tidak bicara lagi, dia mencabut pedangnya,


membuang sarung pedang, lalu melangkah berdiri di bawah,


dengan wajah serius mengangkat pedang bersiap.


Sekejap saat ujung pedang turun ke bawah, wajahnyaa telah


berubah, seluruh tubuhnya seperti ditutup oleh hawa yang misterius, yang dingin, aneh, angin bertiup di depannya, lengan bajunya berkibar, pohan yang tidak jauh, daunnya berjatuhan melayang-layang ke arah


lapangan, sinar matahari yang tadinya menyilaukan tiba-tiba seperti ditutup oleh awan tebal.


yang berada sepuluh langkah lebih, seluruh otot di tubuh tampak


lemas, tangan yang memegang pedang seperti tidak bertenaga.


Sepasang mata dia yang tadinya jernih, terang, damai, berubah jadi dingin, keji, mata hitamnya lebih hitam, lebih besar, menyorot sinar yang hanya dimiliki oleh binatang buas, hawa pembunuhnya


menakutkan hati orang, hawanya semakin menguat seperti gelombang


menerjang lawan. Sinar di badan pedang juga mengeluarkan hawa dingin.


Ketua perumahan Chen bersikap tenang, berdiri tegak seperti


gunung, rasa percaya dirinya kuat, merasa yakin bisa menahan


tekanan apa pun dari luar.


Dengan tenaga dalam dia mengendalikan pedangnya,


julukannya Satu Pedang Utara pasti bukan di dapat dengan


pura-pura. Fu Ke-wei melangkah satu langkah, dua langkah......


Ketua perumahan Chen kedudukannya terhormat, berdiri tegak


menunggu musuh. Jaraknya tinggal kurang lebih dua zhang, di udara tersebar hawa


pembunuhan yang pekat. Ujung pedang berhadapan dari jauh, kedua belah pihak tidak


bergerak dan mencari kelemahan lawan, tidak ada niat membuat


kesempatan menyerang. Ini artinya, kedua belah pihak adalah pesilat pedang yang amat

__ADS_1


tinggi tingkatnya, tidak menyerang tidak apa-apa, sekali menyerang ada musuh tidak ada aku, dengan serangan yang dahsyat, akan


memecahkan pertahanan lawan yang tidak ada celahnya, karena


kemampuan ilmu silatnya seimbang, tidak mungkin bergerak akan


membuka kesempatan, bergerak malah akan menampakan


kelemahan sendiri yang mungkin menimbulkan kekalahan atau


kematian. Kedua belah pihak sudah siap melakukan pertarungan antara


hidup dan mati, jika semangat salah satu pihak melemah, maka


pasti dia akan bernasib kalah.


Tian-ya-koay mengeluh panjang, berkata pada nona Peng dan


lain yang ada disampingnya:


"Keponakan Peng, gabungkan tiga pedang kalian, dan


keponakan Jie sebagai pemimpinnya, coba satukan tenaga kalian,


mungkin bisa melerai mereka, supaya tidak terjadi keadaan kedua


belah pihak sama-sama terluka, sama-sama kalah, keadaan ini


akan menyedihkan." "Tetua Jie, kau menyuruh mereka bertiga maju, bukan saja tidak akan bisa melerai, malah sebaliknya mengantarkan nyawa mereka."


Di-depan hutan tiba-tiba terdengar suara yang lembut dan merdu,


"Tuan, si wanita iblis telah mengaku, lebih baik kita kerjakan hal penting, jangan memancing orang-orang yang menyebut dirinya


pendekar ini bertarung, betul tidak?"


Semua orang melihat kearah suara, jadi tertegun.


Di depan hutan berdiri Ouw Yu-zhen yang telah berganti baju,


memakai baju warna putih bulan, dan tampak cantik sekali, dia sedang melambaikan tangan kepada Fu Ke-wei. Disisinya ada dua laki-laki


besar sedang mengikat Yun-sangnie.


"Baiklah! Aku segera datang." Kata Fu Ke-wei, hawa pembunuhan yang menakutkan jadi hilang, "mutiaraku masih berada padanya!"


"Telah aku ambilkan kembali." Kata Ouw Yu-zhen sambil


tertawa. Dalam kesempayan sekejap ini, ketua perumahan Chen tiba-tiba


melakukan serangan dahsyat, hawa pedang tiba-tiba muncul,


pedang keluar laksana guntur, ujung pedang menuju dada Fu


Ke-wei. Hal yang aneh telah terjadi!


Tampak lengan baju kiri Fu Ke-wei dikibaskan, dan pedang ketua


perumahan Chen bergerak mengikuti lengan baju itu melenceng ke


samping, kuda-kudanya jadi goyah, dan ujung pedangnya Fu Ke-wei


seperti tidak bertenaga telah menempel di dadanya ketua perumahan


Chen. "Pohon besar memancing angin besar, ketua perumahan Chen!


seharusnya kau tahu." Dia telah menarik pedangnya, "untungnya aku percaya kau tidak akan sampai menyembunyikan wanita iblis itu,

__ADS_1


makanya, hati-hati dalam bertindak, untuk menjaga kehormatan anda, cara ku mungkin kurang terang-terangan, aku minta maaf."


__ADS_2