Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 67


__ADS_3

Tapi dia telah menghilang belasan tahun, terakhir ada orang bertemu dia, sepertinya di Jin-ling. Ah...! Kakak menanyakan wanita ini, tujuannya apa?"


"Menyelidik satu hal yang membingungkan." Kata Tian-yakoay tertawa pahit.


"Ada hubungannya denganku?"


"Aku melihat penjagaan perumahanmu sangat ketat, tidak seperti biasanya." Tian-ya-koay membicarakan hal lainnya, "Apa ada kesulitan?"


"Dua malam yang lalu aku kedatangan seseorang, kehebatan ilmu meringankan tubuhnya, sangat jarang ada di dunia persilatan." Wajah ketua perumahan Chen tampak sinar kemarahan, "Setelah mengacau selama satu jam, akhirnya dengan pisau dia mengirim surat, lalu dengan tenangnya menghilang, Aku sudah terbiasa hidup damai, aku tidak bisa menerima penghinaan ini, jadi perumahanku mempertinggi


kewaspadaan, mengambil kesempatan ini melatih, juga menghadapi teman-teman dari segala penjuru."


"Tidak ada jejak?"


"Tidak ada." "Apa yang tertulis disana?" tanya Tian-ya-koay mendesak.


"Hanya delapan huruf: tidak menyerahkan orang, hati-hati nyawa anjing."


"Menyerahkan siapa?"


"Siapa yang tahu" Ini sungguh penghinaan paling besar yang


aku terima seumur hidupku. Si anjing ini pasti akan datang


kembali, jika tidak datang ya sudah, jika datang, hm...!"


"Hmm...! Banyak sekali pertanyaan."


"Kakak telah mendengar kabar apa" Tentu bukan sengaja


berjalan ke daerahku berkunjung?" tanya ketua perumahan Chen


seperti tidak mengerti, seperti ada yang disadarinya.


"Harap jawab pertanyaanku dengan jujur." Kata Tian-yakoay dengan serius, "adik benar-benar tidak tahu masalahnya


Yun-sang-nie dengan Lang-ye?"


"Kakak, aku jamin dengan kepala, yang aku tahu tadi sudah


diceritakan pada kakak." Kata ketua perumahan Chen dengan tegas,


"beberapa tahun ini, paduka raja sering turun ke selatan mengontrol, setiap kali melewati daerah ini, supaya tidak menjadi perhatian


kerajaan, aku hampir menutup pintu tidak menerima tamu, sama


sekali tidak berani keluar berkelana. Lang-ye dan Yun-sang-nie dua orang kecil ini, aku masih tidak sudi memperhatikan mereka!"


"Aku percaya padamu. Kelihatannya, Huang-jit-ye ingin


mengalihkan perhatian, si bangsat itu rasanya sudah bosan


hidup." "Siapa Huang-jit-ye?"


"Kakak seperguruannya Yun-sang-nie, Kail Dewa Cakar Elang


Huang Yung-sheng yang namanya sangat tenar di Shanxi."


"Aku pernah mendengar orang ini, tapi hanya tahu sedikit,


dia......" "Kau jangan menyela dulu, setelah aku habis cerita baru kau boleh bicara.


Masalahnya begini..." Tian-ya-koay menceritakan pertemuannya dengan Fu Ke-wei di Shan-xi, dan juga mengatakan kecurigaan didalam hatinya, Fu Ke-wei mungkin adalah Xie-jian-xiu-luo. Terakhir dia berkata, "kecuali Huang-jit-ye berniat mengalihkan perhatian, ada satu kemungkinan

__ADS_1


Yun-sang-nie menutupi wajah aslinya, sembunyi di rumahmu menghindar bahaya. Karena peristiwa perampokan di Jiang-ning terlalu besar. Asalkan kau periksa seluruh wanita di seluruh perumahan ini, lihat siapa saja dalam sepuluh tahun ini yang datang keperumahanmu" Asal sedikit teliti, tidak akan sulit menemukan jejaknya."


"Para anjing ini sungguh harus mati!" ketua perumahan Chen memukul meja memaki, "Xie-jian-xiu-luo juga bukan orang baik-baik, dengan hak apa berani minta orang padaku" Tidak tahu aturan, Hmm...


Biarkan saja dia datang, aku mau melihat dia bisa berbuat apa!"


"Saudara......"


"Walau aku bisa menemukan Yun-sang-nie, aku juga tidak akan


memberi tahu pada dia. Kakak, kau jangan libatkan diri pada


masalah ini, jika dia berani masuk satu langkah saja ke perumahan


Qing-yun, aku pasti akan mengubur dia." Ketua perumahan Chen


dengan keras berteriak marah.


"Saudara jangan emosi, ini menyangkut nama baikmu, masalah ini harus dihadapinya dengan tenang. Xie-jian-xiu-luo bukan orang yang tidak tahu aturan, jika tidak ada bukti, dia tidak akan menggunakan cara tidak normal menghadapi mu......"


"Silahkan dia gunakan cara tidak normal." Ketua perumahan Chen semakin bicara semakin marah, "aku juga akan gunakan cara tidak normal menghadapinya. Telah berapa tahun dia makan nasi,


sampai begitu tidak tahu diri. Kakak tinggallah disini tiga-limahari, lihat bagaimana aku menghadapi orang yang tidak tahu diri ini."


Di dalam hati Tian-ya-koay merasa sulit, dia tidak tahu harus


berbuat bagaimana" Menghadapi ketua perumahan Chen yang marah, dia juga tidak


berani mengatakan ilmu silat Fu Ke-wei yang begitu menakutkan, dia tidak ingin menimbulkan rasa tidak senang pada ketua perumahan


Chen. Tian-ya-koay jadi tinggal di perumahan.


Bersamaan itu, ketua perumahan segera melakukan pemeriksaan,


sepuluh tahun ini, diantaranya termasuk istri tuan muda ketiga yang baru menikah, walau menantu ketiga ketua perumahan Chen baru


berusia enam belas tahun, dan Yun-sang-nie adalah wanita yang


hampir berusia empat puluh tahun.


Tidak bisa disalahkan kalau ketua perumahan Chen terlalu hati-hati, karena menurut kabar, ilmu penyamarannya Yunsang-nie sangat hebat, di dunia persilatan ada cara ilmu penyamaran ratusan malah ribuan, tidak sulit mengatur pemalsuan yang masuk akal.


Pekerjaan ini sangat lamban garakannya.


Karena selama sepuluh tahun, jumlah pegawai yang keluar


masuknya pegawai sangat banyak dan keluarganya juga banyak


sekali, jumlah keponakannya keluarga Chen juga tidak sedikit,


memperkerjakan wanita pembersih, menantu sangatlah banyak, ingin


memeriksanya dengan akurat sungguh bukan hal yang dalam waktu


singkat bisa menyelesaikannya.


Malam itu jam sembilan, satu bayangan hitam merayap keluar


perumahan dari parit pembuangan air kotor di sebelah timur


perumahan, dan menghilang di kegelapan sawah.


Dan satu bayangan hitam yang bersembunyi di pinggir parit

__ADS_1


sebelah timur perumahan, juga diam-diam menghilang.


Bayangan hitam ini sudah tiga malam datang, setiap malam


bersembunyi di tempat yang sama.


Di luar perrumahan berjarak lima-enam li, adalah kota An-ping.


Jalan di sebelah barat adalah daerah pertokoan, ada


seratus toko lebih, barang-barangnya komplit.


Bayangan hitam yang menyusup keluar perumahan Qingyun,


menghilang di pekarangan belakang penginapan Dongchang.


Di ujung jalan barat, adalah pelabuhan sungai buatan.


Daerah ini semakin hari semakin dangkal karena sungai yang


mengalir setiap tahun membawa banyak pasir, dulu perahu garam


dan perahu pelabuhan menggunakan pelabuhan kota ini sebagai


tempat berlabuh dan berangkat.


Sekarang perahu yang berlabuh semakin menurun, perahu garam


dan perahu pelabuhan yang singgah, semua pindah berlabuh ke


pelabuhan Dong-he. Qiu-jiang sudah kehilangan keramaiannya, tapi perahu kecil yang


berlayar di sungai buatan juga kadang-kadang masih berlabuh disini.


Sebuah perahu kecil berlayar keatas melawan arus, pada hampir


tengah hari berlabuh di pelabuhan Qiu-zhang.


Seorang sastrawan tampan, mengipas perlahan kipas tilap yang di sepuh mas dengan santai melangkah naik ke pelabuhan.


Di belakangnya ada seorang tua setengah baya membawa


seorang bocah, seorang lagi menggendong bungkusan pakaian dan


seorang menggendong kotak buku, mengikuti sastrawan dari


belakang berjalan menuju kota.


Perahu kecil itu setelah satu jam kembali berlayar pulang,


perahu di sebelahnya mendapat kabar perahu ini datangnya dari


Ji-nan, setelah penumpang sampai ditujuan dengan perahu kosong


kembali ke Ji-nan, tidak menunggu sastrawan itu kembali dari kota.


Penginapan Dong-zhang adalah penginapan tua yang cukup


ternama di kota ini, pemilik penginapan Luo-hai-zhao mendekor


penginapannya dengan bagus, tamunya kebanyakan orang yang


punya kedudukan. Begitu sastrawan ini masuk ke penginapan, sudah

__ADS_1


membuat para pelayan merasa senang.


__ADS_2