
"Sangat bisa dipercaya, dan kebenaran beritanya tidak
diragukan." Kata ketua benteng Xi yakin.
Mendadak, suara siulan dari rumput ilalang terdengar.
"Orang yang diutus mata-mata itu telah datang." Ketua
benteng Xi jadi bersemangat.
Di luar ruangan ada derap kaki, seorang kuli setengah baya muncul di pintu ruangan.
Ketua benteng Xi mendorong kursi bangkit berdiri, melangkah menuju pintu.
Kuli itu setelah memberikan isyarat tangan, lalu balikan tubuh dengan cepat pergi. "Bagaimana?" tanya Chang-cun Ji-shi cepat.
"Mereka belum menangkap anjing kecil Fu!" ketua benteng Xi tampak merasa lega.
"Siapa sebenarnya orang yang membawa lari sibocah Fu" Di
bawah kepungan banyak orang pesilat tinggi, tanpa di ketahui bisa membawa pergi orang, ilmu silat orang ini sungguh hebat." Kata seorang setengah baya dengan wajah bengis.
"Mungkin tidak dilakukan oleh orang orang Jin-she-dong."
Bai-du-lang-jun berkata, "hanya orang-orang Jin-she-dong! yang punya ilmu silat .setinggi ini."
"Orangnya Jin-she-dong sudah tiba di daerah ini masih
merupakan tanda tanya" Apa lagi mereka tidak pernah ikut
campur dalam masalah dunia persilatan, kemungkinannya sangat kecil." Analisa Chang-cun Ji-shi.
"Disini kita sembarangan menduga-duga, tidak akan
menyelesaikan masalah, waktu tidak hisa ditunda lagi, kita harus segera menyebar menyelidikinya, supaya tidak di dapatkan oleh orang terlebih dulu."
Orang setengah baya berwajah bengis bangkit berdiri, lalu berjalan menuju pintu.
Sepuluh lebih laki-laki dan perempuan yang ada di tempat itu, juga masing-masing berdiri, mengikuti orang setengah baya berwajah bengis keluar ruangan.
Orang-orang ini, adalah teman-temannya ketua benteng Xi yang datang ingin membantu, termasuk pembunuh bayaran yang disewa, berdasarkan setia kawan dan keuntungan besar, sikapnya terhadap masalah sangat agresip.
Fu Ke-wei bangun dari pingsannya. Ooh...! Tempat apa ini"
Bagaimana dia bisa sekali jatuh, jatuh diatas awan, naik
kesorga" Disini bukan sorga! Ini adalah kamar seorang wanita yang sangat harum.
__ADS_1
Disampingnya yang setengah menekan dia, adalah tubuh wanita yang berbau harum, tubuh yang membuat laki-laki bisa menjadi gila.
Dia tidak tahu apakah di langit benar-benar ada dewi atau tidak" Tapi wanita cantik disampingnya ini sungguh bisa di bandingkan dengan dewi.
Wajahnya yang cantik rupawan, tersenyum genit di depan matanya, buah dada yang mengkel digosok-gosokan di dadanya, sepasang tangan yang mulus hangat, mengusapusap pipi, wajah, dada, perut...... "Aku telah memberi kau minum obat penawar Shen-xiangao, racunnya telah hilang.
Tapi aku sangat heran, Xiao-yaosan nya Mi-hun-tai-sui, sepertinya tidak ada reaksi padamu, apakah kau telah makan obat pernawar yang tepat" Hmm...!" wanita telanjang tertawa disisi telinganya, nafasnya seperti berbau bunga anggrek, lembut, manis, sayang......
"Sialan...! Kau memberi makan aku obat penawar Shenxian-gao, tapi memberi makan aku obat apa lagi?" teriaknya putus asa,
"sekarang aku merasa didalam perutku seperti ada api sedang membara, aliran darah tidak lancar......kenapa kau berbuat ini padaku?" "Maaf! Aku terpaksa berhati-hati, tidak saja telah memberi kau makan obat lainnya, dan telah mengunci dua titik jalan darahmu.
Sesaat lagi aliran darahmu akan lancar lagi, dan juga tenaganya bertambah besar, ganas sekali......"
Wanita telanjang itu mulai mencium dia, mata, ujung hidung,
pipi, mulut, dada...... Wanita setan ini lihay sekali, cara dia membangkitkan gairah sangat hafal sekali.
Di tubuh Fu Ke-wei mulai timbul perubahan yang tidak pernah terjadi, perubahan yang tidak bisa dikendalikan.
"Kau......kau kau......" dia sampai suara pun berubah,
"Kau......aku ingin lakukan apa?"
"Kau pikir aku sedang melakukan apa?"
mulusnya menyerang mendadak, kekuatannya besar sekali.
Tangan dia yang tidak bertenaga, juga mulai tidak sopan, mulai mengusap tempat yang seharusnya tidak boleh diusapnya, tenaga tangannya semakin bertambah.
"Tuan Fu, kau ini adalah seorang pemuda yang ilmu silat dan
keberaniannya melebihi orang." Wanita telanjang sambil bicara, menggunakan tangan, menggunakan tubuh, menggunakan gerakan untuk menyampaikan maksudnya, "Tapi dunia persilatan kota setan ini, kenyataannya sangat kejam, orang yang bacu turun gunung jika ingin punya nama sangat sulit mencapainya, kesempatan matinya malah lebih banyak, jika disisinya tidak ada orang, usahamu akan sia-sia saja." "Apa maksudmu?"
"Aku ingin kau bersatu dengan aku, bersama-sama
berusaha di dunia persilatan mendirikan satu keadaan."
"Jika aku tidak mau?"
Kata-katanya lemah tidak bertenaga, tapi gerakan sepasang
tangannya dan nafasnya terengah-engah, seluruh tubuhnya panas.
Wanita telanjang itu bertambah bernafsu, bergerak seperti ular diatas tubuhnya. "Bodoh, itu tidak perlu ditanyakan lagi?" wanita telanjang menggoyang dia, nafas terengah-engah.
"Menyembelih aku?"
__ADS_1
"Betul!" "Itu......" "Walau pun idiot yang paling bodoh di dunia, juga tidak akan memilih jalan mati, betul kan?"
"Betul, aku bukan idiot."
Dia mengucapkan satu kata persatu kata, sepertinya dalam siksaan nafsu, masih sedikit sadar.
"Ini artinya, kau menyanggupinya?"
"Apakah aku bisa tidak menyanggupinya" Aku tidak berharap
sepasang tangan mulusmu, mencekik tenggorokanku. Mati,
bagaimana pun bukanlah hal yang menggembirakan."
"Tuan Fu, ternyata kau lebih baik dibandingkan dalam
bayangan aku, hi hi hi!"
"Kau masih ingin apa lagi" Apakah jutaan hartanya ketua
benteng Xi?" "Itu adalah harta diluar tubuh, buatku, tidaklah terlalu menggiurkan.
Kau dan aku sudah jadi pasangan, apa masih perlu membagi punya aku punyamu" Apa lagi aku juga seorang hartawan besar lho!" "Aku ada seberapa banyak waktu untuk berpikir?"
"Tidak ada waktu lagi. Kau setuju, semua milikku adalah milikmu, termasuk diriku dan hartaku. Kalau tidak setuju, asalkan aku memberikan satu pukulan diatas kepalamu sudah cukup. Hidup atau mati, sorga atau neraka, terserah kau pilih......"
"Bodoh sekali, apakah itu masih perlu ditanyakan?"
Dia meniru nada dan suaranya wanita telanjang, mirip sekali.
"Kau......" "Kau iblis...! Kau wanita cantik yang memikat orang,
kau......" Dia memeluk erat-erat wanita telanjang itu, lalu tertawa terbahak-bahak, lalu mencakar dengan nafsu.
"Aduh! Kau...pelan sedikit......" wanita telanjang itu
dicakarnya hingga berteriak.
Walau dalam keadaan bernafsu mengusap-usap, tapi
disorot matanya tampak sinar yang dingin menakutkan.
Jika wanita telanjang tahu apa yang sedang dia pikirkan, sedang merencanakan apa, pasti jika tidur di malam hari akan bermimpi buruk, bisa sekaligus melarikan diri ke ujung yang tidak ada batasnya.
Mati baik-baik lebih baik dari pada hidup susah, siapa yang mau segera mati" Dia bukan pahlawan, bukan orang suci. Dia punya semangat dan keyakinan kuat untuk bertahan hidup, asalkan ada sedikit peluang dan siasat, maka dia akan berusaha mencari kesempatan untuk hidup.
Ketika wanita telanjang itu kelelahan tertidur, dia malah bergelut di pintu antara hidup dan mati, berjuang di atas telapak tangan dewa kematian, bolak-balik di jalan antara hidup dan mati.
__ADS_1