Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 123


__ADS_3

Setelah selesai membicarakan pekerjaan peternakan, pemilik


peternakan Ji diam-diam keluar dari kamar rahasia, berpatroli


kerumah-rumah disekitarnya, dimana-mana tidak ada yang tampak


ganjil, setelah itu baru dengan puas kembali kekamar rahasia.


"Pengurus Wang, bagaimana kabarnya?" sepasang mata


pemilik peternakan Ji, menatap pengurus luarnya.


"Dari Jie-zhou datang laporan, Hoa-fei-hoa dan temantemannya


memang sudah berkumpul di Feng Ling-du, menunggu majikan mereka


melintasi sungai." Pengurus Wang berkata dengan optimis, "rasanya Hoa-fei-hoa sudah hampir mendekati Jie-zhou, ini menunjukan Fu-jiu dan beberapa orang yang berjalan bersama menuju selatan, sayang


matamata kita tidak bisa menemukan jejak mereka, menurut logika,


mereka tidak mungkin berlama-lama tinggal di Shan-xi melakukan


penyelidikan." "Kita harus menemukan dan mengikuti jejak mereka baru bisa


tenang." Kata Pemilik peternakan Ji merasa tidak puas terhadap berita yang di peroleh, "orang-orang kita, sama sekali tidak boleh ketahuan, mata-mata yang diutus harus melakukannya menurut yang telah


ditentukan, hanya boleh mengawasi dari samping, tidak boleh bertindak sembarangan. Kita berharap si marga Fu tinggal di Shan-xi jadi tidak usah mencari kemana-mana, jika jejak kita ketahuan olehnya, dan tidak beruntung jatuh ke tangan anjing kecil ini, kita......"


Di dalam kamar sinar lampu terang, seluruh pintu dan jendela


ditutup rapat-rapat, tidak mungkin ada sinar lampu yang bocor keluar, juga tidak akan ada suara yang bisa keluar. Sekali pintu kamar


ditutup, terpisah lah bagian dalam dan luar, walau ada tamu yang


tidak diundang masuk, di jamin akan sia-sia saja mencari dan


mendapatkan kamar rahasia ini, walau disiang hari, tetap sulit


menemukan kamar rahasia ini.


hingga mereka sangat tenang, dan yalin tidak akan ada orang yang


bisa menyusup kedalam kamar rahasia.


Tapi...di pintu kamar rahasia tiba-tiba terdengar ada batuk pelan, pintu kamar rahasia pelan-pelan ada yang mendorong terbuka.


"Kalian akan tertimpa mala petaka." Fu Ke-wei yang tibatiba muncul didalam kamar tertawa penuh arti, sikapnya bersahabat sekali, "aku telah menanyai tiga mata-mata kalian, makanya aku bisa datang. Mereka


sangat kompak, ilmu silatnya juga cukup hebat, menjadikan mereka


mata-mata sungguh merendahkan mereka, menjadi pegawai peternakan


lebih mensia-siakan kepandaiannya."


"Siapa kau?" kata pemilik peternakan Ji terkejut, sambil siap-siap bertanya dengan keras.

__ADS_1


"Orang yang harus kau perhatikan......"


Pengurus Wang diam-diam mengangkat tangannya, sebuah suara panah pencabut nyawa terbang keluar dari lengan bajunya, seperti sinar kilat, orangnya juga mengikuti panah maju menerjang,


reaksinya sangat cepat sekali.


Jaraknya tidak sampai satu zhang, begitu terdengar suara, panah telah sampai, biasanya begitu panah keluar orang langsung jatuh, gerakan panah sulit di lihat dengan mata, apalagi untuk menghindar, lebih-lebih tidak mungkin.


Siapa pun tidak melihat jelas perubahannya, begitu panah keluar seharusnya keadaan seperti yang di inginkan. Tapi pemilik peternakan Ji malah hanya melihat satu kejadian aneh yang tidak bisa dipercaya, terlihat bayangan Fu Ke-wei bergoyang sekali, bayangannya


mendadak menghilang, kemudian mendadak muncul lagi,


bayangannya seperti tidak bergerak. Dengan ketajaman mata Ji Jing-wei, dia masih bisa melihat kejadian itu.


Burung elang adalah rajanya burung, matanya sangat tajam


sekali, dalam jarak sepuluh li diatas langit, dia masih dapat melihat dengan jelas binatang kecil yang bergerak ditanah.


Begitu panahnya melesat langsung lenyap, pengurus Wang merasa,


panahnya telah menembus tubuh lawannya, dan perutnya Fu Ke-wei


pasti berlubang tembus dari depan ke belakang, dia sudah menjadi orang mati setengah, saat tepat menangkapnya, orang mati setengah tidak


akan berbahaya. "Buug..." Perut pengurus Wang terkena sebuah pukulan.


"Paak...plak!" Wajahnya terkena tamparan bolak-balik. "Ssst......'


Pengurus Wang berteriak, mengerutkan kepalanya, jatuh


"Aku marga Fu, Fu-jiu." Fu Ke-wei melanjutkan menjawabnya, matanya sedikit pun tidak berkedip, sepertinya barusan tidak terjadi apa-apa, "tadi kau tidak kenal aku, sekarang kau sudah kenal, seharusnya tahu tujuan kedatangan aku."


"Mati kau......"


Sambil membentak tangan kiri pengurus lapangan melancarkan


jurus Dua Naga Merebut Mutiara menyerang bagian atas mengarah


sepasang mata, sedang tangan kanannya melancarkan jurus


Dibawah Daun Mencuri Buah Tao, memcengkram dada dan perut.


Cakarnya sekeras besi, jangan kata terpukul telak, asal tersentuh, tidak mati juga kulitnya akan terkelupas.


Tangan Fu Ke-wei juga bergerak satu diatas satu dibawah,


masing-masing mengunci sepasang tangan lawan, menariknya lalu


dibuka ke kiri dan kanan, bersamaan itu lutut kanannya diangkat,


dengan ganas membenturkan ke bagian bawah tubuh lawan,


kemudian sepasang tangannya melepaskan


cengkramannya, mendorong kedepan.

__ADS_1


"Nnn......ngeek......"


Sepasang tangan pengurus dalam memeluk bagian bawah


tubuhnya, saking sakitnya sampai membuka mulut menarik nafas,


tubuh atasnya membungkuk, seperti sapi kebiri jatuh kebawah.


Pemilik peternakan Ji dengan cepat mencabut belati


dipinggangnya, wajahnya berubah, dua pembantu yang sangat


diandalkan begitu bergebrak langsung dirobohkan, dia jadi


ketakutan, didalam kamar rahasia tidak ada persediaan senjata,


terpaksa dia bertarung memakai belati yang selalu dibawanya.


"Belatimu bagus sekali." Kata Fu Ke-wei sambil tertawa penuh arti, dia berdiri mantap sambil memeluk tangan, "entahlah, apa bisa lebih cepat dari panah lengan baju tigaempat kali atau tidak"


silahkan lemparkan! Tunggu apalagi?"


Mana berani pemilik peternakan Ji menggunakan belati sebagai


pisau terbang" Kecepatan dia tidak mungkin bisa lebih cepat tiga atau empat kali lipat dari pada panah lengan baju.


Dengan satu teriakan, belatinya telah menyerang, menjelma jadi


satu sinar menusuk ke arah antara perut dan dadanya Fu Ke-wei.


Fu Ke-wei tertawa tawar, dia tidak perdulikan sinar yang datang


menyerang, dia hanya mengangkat tangan kanan mendorong dari


kejauhan. Serangan belatinya pemilik peternakan Ji adalah serangan tipuan,


serangan sebenarnya adalah serangan tangan kiri dari kejauhan


mencakar keluar. Aliran tenaga yang menakutkan bertemu dengan tenaga


telapak yang hebat, ditengah jalan bentrok mengeluarkan suara


letusan, angin kencang menyebar kemana-mana, didalam udara


dingin bisa terasa ada aliran panas, keadaan aneh ini ditimbulkan


akibat beradunya tenaga cakar dan telapak.


Tangan kirinya Fu Ke-wei telah mengunci punggung telapak


tangannya pemilik peternakan Ji, mengunci tangannya dengan kuat


berikut belatinya, tenaga dalamnya terus mengalir mengen dalikan


lima jari yang mencengkram, ingin menekan menghancurkan tangan

__ADS_1


pemilik peternakan Ji. "Cakar Unggas Langit." Fu Ke-wei tertawa dingin, tangan kanannya telah berada di atas pundak kiri pemilik peternakan Ji, mengunci pundak dan menarik orangnya ke depan, "ilmu silatmu, sudah termasuk pesilat kelas satu, malah lebih, Cakar Unggas Langit bisa melukai orang dalam jarak delapan che, tapi sebagai pesilat kelas satu malah sembunyi disini jadi seorang peternak, pasti diam-diam kau telah banyak melakukan kejahatan yang kalau tidak sadis, mungkin lebih kejam dari pada ketua benteng Xi, aku tidak bisa mengampunimu."


__ADS_2