Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 61


__ADS_3

Sastrawan Neraka menasihati dengan tujuan baik, "berurusan dengan gelandangan seperti ini, tidak akan mendapat keuntungan sedikit pun. Ooo! Di pihak adik


seperguruanmu......"


"Lang-ye sudah menawarkan diri pergi, sekarang sudah


berangkat." "Ooo! Lang-ye orangnya tidak berperasaan, sedikit pun tidak


bisa dipercaya, kenapa bisa begitu semangat?" kata Sastrawan


Neraka mengerutkan alis. "Aku juga merasa aneh." Huang-jit-ye tidak mengerti, "Sejak dia mendengar marga Fu mencari adik seperguruanku, dia sudah tidak


tenang, terhadap Tian-ya-koay dan nona aneh yang sedang


mengejarnya, malah sedikit pun tidak ada perhatikan, tidak tahu apa sebabnya."


"Mungkin dia dengan adik seperguruan anda masih belum putus


cinta lamanya!" "Tidak tahu, katanya siang malam dia akan mengejar waktu pergi ke perumahan Qing-yun memberitahu kabar......Iii!"


Jendela sebelah kanan tanpa suara membuka sendiri, diluar


jendela tampak wajah Fu Ke-wei dan Tian-ya-koay.


"Pergi ke perumahan Qing-yun di Shan-dong ada dua jalan, satu timur satu selatan." Tian-ya-koay berkata, "jalan selatan lebih jauh, Lang-ye pasti ambil jalan timur gunung Lin-lu keluar dari Peng-de. Dia adalah Lang-ye yang tidak biasa melihat matahari, jalan malam tentu harus begitu, dia pasti belum jauh."


Jendela sebelah kiri juga ada yang membukanya, nona Peng


muncul di luar jendela, berkata:


"Ternyata penjahat itu namanya Hong-hao, aku tidak


percaya dia larinya bisa lebih cepat dari pada serigala."


Sepuluh orang lebih jadi terkejut, semua menyembunyikan diri.


Tapi bayangan orang yang diluar jendela telah menghilang,


Huang-jit-ye juga sembunyi di kamar dalam, di ruangan jadi kosong kembali. 


Hari belum terang Fu Ke-wei dan Ouw Yu-zhen sudah


meninggalkan penginapan, menggendong bungkusan baju


malam-malam pergi menyeberang sungai kota.


Jalan lewat arah timur sungguh jelek sekali, melalui jalur dalam


selatan gunung Tai-hang, jalannya jalan setapak, tempat beraksi


para perampok, tidak ada penginapan, juga sedikit sekali


kampung, dalam jarak ratusan li binatang liar keluar masuk,

__ADS_1


puluhan li tidak bertemu dengan manusia.


Di ujung barat, di Hu-guan ada markas tentara, sebelah


tenggara, di Yu-xia baru ada pasukan keamanan, di tengahtengah,


orang sekali masuk, mati hidup hanya tergantung nasib.


Pegunungan Tai-hang bersambung ribuan li, di jalur selatan daerah


ini yang paling liar, di hutan yang lebat gunung yang tinggi ini, setiap saat bisa terjadi hal yang tidak terduga.


Demi memudahkan perjalanan, Ouw Yu-zhen menyamar jadi


seorang pemuda, Fu Ke-wei tetap bermantel hijau, memakai


mantel berjalan di pegunungan, sunguh-sungguh dia bisa tahan.


Hari sudah terang, dua orang telah jalan sampai dibawah gunung


Fu-kou, masuk ke Fu-kou membeli alat-alat yang diperlukan untuk


berjalan di gunung dan makanan kering, menanyakan dengan jelas arah jalan, cepat-cepat melanjutkan perjalanan.


Mereka harus bisa mendahului Lang-ye, harus sampai lebih dulu


di Shan-dong. Jalan kecil keluar dari timur sebenarnya ada beberapa jalan,


orang bepergian menganggap jalan ini adalah jalan besar, dan


memang juga adalah jalan besar menuju ke kota Zhang-de di


He-nan, tidak akan sampai tersasar didalam hutan.


Orang yang bepergian keluar kota sudah pergi di bagi menjadi 3


kelompok, di jalan sering terlihat orang-orang yang kampungnya


dekat berlalu lalang. Diwaktu hampir tengah hari dua orang itu sudah menyusul kelompok


pertama dari ratusan orang yang bepergian, mereka terus berjalan lagi, hingga tinggal mereka berdua saja! Tepat untuk mempercepat


langkahnya, tidak perlu takut bisa mengejutkan masyarakat.


Menurut perkiraan Fu Ke-wei, Lang-ye seharusnya sudah berada


di belakang mereka. Penjahat itu walau belum pernah bertemu, sebutannya asing, tapi


mendengar nada bicara Tian-ya-koay, penjahat itu tidak akan berjalan di siang hari, sangat mungkin bersembunyi dulu di sekitar Fu-kou


menunggu hari gelap. Dia memutuskan jika perlu siang malam berjalan terus mengejar


waktu, Lang-ye pasti tidak bisa lebih cepat sampai di Shan-dong

__ADS_1


memberi kabar. Setelah lari beberapa saat, mengeliling bukit sekitar dua puluh li lebih, keadaannya semakin menanjak, tumbuhan sudah tidak seperti


tadi yang subur, sudah terlihat bukit yang gundul dari kejauhan, Fu Ke-wei tahu, jika berjalan ke depan lagi, maka mereka akan masuk


ke daerah yang berbahaya.


Di depan terlihat ada tiga pejalan kaki, dua orang


menggendong bungkusan baju, seorang menuntun seekor


keledai dengan bawaan di punggungnya, ketiga orang itu


semuanya membawa senj ata untuk pertahanan diri.


Fu Ke-wei dengan Ouw Yu-zhen memperlambat


langkahnya, berjalan dengan santai.


Sesudah dekat, orang yang menuntun keledai secara tidak


sengaja melirik kebelakang, melihat dia.


"Hey! Sobat, kalian berani berjalan hanya berdua saja?" sapa orang yang menuntun keledai sambil tersenyum kepada mereka,


"didaerah ini kemarin dulu ada terjadi perampokan, jalan bersama lebih berarti banyak dari pada dua pedang kalian, paling sedikit bisa menakuti perampok kecil, bagaimana?"


"Aku tidak banyak membawa uang, perampok kecil juga tidak akan mau merampok kami." Fu Ke-wei sambil bicara dengan Ouw Yu-zhen berjalan dengan langkah besar melewati mereka, "bila benar membawa terlalu banyak uang, lebih banyak tiga atau lima pedang juga tidak bisa menghadang para perampok yang ingin kaya mendadak. Lagi pula, lebih banyak sepasang kaki, jalannya akan lebih lambat."


"Ha ha! Teman, kalian berdua berjalan terburu-buru, tidak akan bertahan lama." kata seorang pejalan yang membawa golok,


"berjalan di pegunungan harus berjalan dengan santai dan mantap, ingin cepat malah tidak akan tercapai."


"Terima kasih atas kebaikan hati saudara." Mereka berdua sudah berada di depan, "kami masih muda, lari sebentar tidak akan


apa-apa." Setelah menjauh dua li lebih, sudah tidak terlihat tiga pejalan


kaki tadi. Turun dari satu kaki gunung, jalan kecil di depan jalan memecah


menjadi dua, di tengah pertigaan ada satu papan penunjuk jalan, di kiri tertulis: ke Lu-cheng. Dikanan tertulis: ke Fu-guan.


Mereka berdua tanpa pikir jalan kearah Fu-guan.


Yang dinamakan Fu-guan, bukanlah menunjuk pada Fu Kou-guan, tapi


menunjuk pada kota kabupaten Fu-guan, jika salah maka akan sia-sia berjalan, menurut jadwal perjalanan yang dia tahu, tidak perlu melalui Fu-guan, arah yang ditunjuk papan penunjuk jalan, di tengah jalan pasti ada satu jalan cabang yang mengarah ke timur.


Ingin cepat malah tidak tercapai, benar saja tidak salah


perkataan itu. Dia dengan Ouw Yu-zhen tidak tahu daerah, mereka ingin cepat


sampai, tapi tidak memperhatikan jalan lama di sekitar ini, tidak pernah di pasang papan penunjuk jalan, tapi papan penunjuk jalan yang terbuat dari batu dan panah jenderal, ini ada kegunaannya, tidak takut di tiup angin, kena hujan atau terik matahari.


Dan juga papan penunjuk jalan ini yang permukaannya licin ini, tulisannya seperti belum kering.

__ADS_1


__ADS_2