Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 115


__ADS_3

"Jujur saja kukatakan, perkumpulan kami sama sekali tidak tahu orang ini." Kata Yu-shu-xiu-shi dengan tulus, "peristiwa aku mendapat hinaan di Lin-jia-gou, ketua benteng telah mengetahuinya, justru aku tidak tahu asal-usul orang ini, makanya sambil menahan malu aku tidak perdulikan dia, tidak leluasa menyerang dia beramai-ramai. Apa lagi waktu itu


orang-orangku tidak ada disampingku, jadi orang yang dapat digunakan terbatas. Nona Liu tahu dia dipanggil Fu-xian, di dunia persilatan siapa pun tidak tahu siapa itu Fu-xian atau Fu-jiu."


"Saudara kecil, apakah kau bisa keluar bertemu dan bicara


dengan dia?" Barulah ketua benteng Xi menyebutkan pokok pembicaraan dan


tujuannya. "Aku bicara dengan dia?" Yu-shu-xiu-shi tertegun, dia


merasa diluar dugaan, "membicarakan apa dengan dia?"


"Membicarakan syarat untuk berdamai, aku ingin mengalah,


mengganti kerugian dia, tidak perduli masalah apa aku percaya ada


jalan untuk menyelesaikannya."


Di dalam hati Yu-shu-xiu-shi memaki: nyawa manusia apakah ada


jalan untuk diselesaikan dengan damai" Orang tua ini sedang


bermimpi. Tadinya dia ingin menolak dengan halus, terakhir hatinya


bergerak, bukankah ini satu kesempatan baik untuk meninggalkan


tempat yang bergejolak ini"


Ini adalah masalah utang piutangnya antara ketua benteng Xi


dengan Fu-jiu, dia bisa mendapatkan kesempatan untuk keluar dari


masalah ini, supaya tidak terjerumus lebih dalam, dia tidak perlu


mempertaruhkan hidupnya untuk benteng Zhang-feng.


"Baik, aku akan pergi mencari dia dan membicarakannya." Dengan senang dia menyanggupi, "tapi apakah ketua benteng sudah


mempersiapkan membuka harga dulu dan persiapannya?"


"Saat ini, harus dia yang membuka harga, benar kan?"


Walau kenyataannya begitu, tapi juga menyatakan ketulusan


ketua benteng Xi menyelesaikan masalahnya tidak begitu tulus.


"Memang begitu." Dia tidak ingin banyak bicara, banyak bicara bisa membuka tujuan sebenarnya, "baiklah, aku sekarang keluar berbicara dengan dia."


Sepasang Cantik Jiang-nan telah meninggalkan ujung


jembatan. Di ujung jembatan telah di ganti oleh Xie-shen, golok besar sering diayun-ayunkannya.

__ADS_1


Pintu gerbang dibuka, lalu keluar Yu-shu-xiu-shi dan Liu


Fei-yan. "Ah! Laki-laki pintar, wanita cantik, kalian berdua sungguh sepasang manusia yang serasi." Xie-shen memalangkan golok berteriak mengejek,


"kalian bukan pelaku kejahatan benteng Zhang-feng, bisa bebas meninggalkan tempat ini, tapi jika ada tindakan yang tidak bersahabat, itu lain lagi halnya. Ha ha ha! Kalian berdua bukan sekedar keluar jalan-jalan, atau sedang menjalin cinta bukan?"


"Kau jangan bicara sembarangan padaku!" Liu Fei-yan


mengangkat alis dan marah, "Xie-shen tua, apakah kau ingin


mencoba Hui-feng-liu-yue-dao milikku?"


"Nona Liu, mungkin Hui-feng-liu-yue-dao mu memang lihay sekali, tapi paling bagus jangan disia-siakan pada tubuhku, karena kau akan berhadapan dengan pesilat sangat hebat seratus kali lipat lebih hebat dari aku, yaitu majikan ku Fu-jiu." Xie-shen menghentikan ejekannya, suara seperti geledek, dia merasa bangga mempunyai majikan yang baik dan hebat, "sekarang ini bukan waktu yang tepat untuk jalan-jalan, paling baik kalian jangan keluar."


"Aku ingin bertemu dengan Fu-jiu." Yu-shu-xiu-shi perlahan mendekat, "dimana sekarang dia?"


Di depan hutan sebelah kanan, berjalan keluar Fu Ke-wei


memakai sabuk, pinggangnya terselip golok panjang bersarung.


"Aku disini!" Fu Ke-wei sambil tertawa menghampiri, "wakil ketuanya perkumpulan Cun-qiu ingin bertemu denganku, aku merasa


tersanjung. Sekarang, kau telah bertemu dengan aku."


"Kita harus bicarakan dengan baik-baik." Yu Shi Xiu Shi


berkata dengan nada ditekan.


"Apakah perlu?"


dibicarakan!" "Kau tahu aku datang ke benteng Zhang-feng untuk


bertamu." "Betul! Makanya Xie-shen telah mengatakan dengan jelas sekali, kau bisa dengan bebasnya pergi meninggalkan tempat ini. Ketua benteng Xi yang mempunyai hutang nyawa pada kami, itu adalah masalah antara


dia dengan kami, tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain, ketua benteng Xi juga tidak memerlukan kau membayarkan hutangnya.


Tapi, jika kau didalam benteng Zhang-feng membantu dia


membayar hutangnya, itu lain lagi halnya, aku percaya kau tahu


aturannya membayarkan hutang dan akibatnya, betulkan?"


"Aku dengan kau......"


"Jangan mengutarakan perselisihan kecil antara aku dengan kau, sebagai alasan membagi hutang." Fu Ke-wei tertawa menyesat-kan, mata macannya melirik sekali pada Liu Fei-yan, sorot matanya


mengandung arti, "di Lin-jia-gou, di depannya nona besar yang cantik kau bertingkah sok pahlawan, memaksakan diri sebagai pelindung


bunga, ingin menghina aku, ini adalah hal biasa, setelah perselisihannya lewat ya selesai sudah.


Jika diganti aku, aku juga akan bertingkah samajadi pahlawan

__ADS_1


di depan wanita yang aku suka, walau kepala pecah, juga akan


menepuk dada menolong orang sebagai pelingdung bunga.


Makanya, aku sedikit pun tidak menaruh hati pada perselisihan


kecil waktu itu, sekarang aku dengan senang hati membiarkan


kalian meninggalkan tempat ini.


Tapi jika kau beraninya melukai orang-orang ku! tanpa ampun


aku akan membunuh habis orang-orangmu sebagai balasan, tanpa


ampun, apakah yang aku katakan cukup jelas?"


"Kau bicara besar......"


"Betulkah"' "Heh marga Fu, kau jangan sombong." Liu Fei-yan sungguh sudah tidak tahan melihat tingkah Fu Ke-wei yang mengancam itu,


lebih-lebih tidak tahan pada Fu Ke-wei yang menghina kekasihnya,


"aku tantang kau, berani tidak secara resmi bertarung hidup atau mati dengan ku?"


"sekali lagi aku peringatkan, nona kecil," Fu Ke-wei sedikit pun tidak memberi dia muka, "aku berani datang ke benteng Zhang-feng menagih hutang, sudah menganggap semua orang yang ada di


dalam benteng sebagai musuhku, tentu saja termasuk perkumpulan


Cun-qiu dan kau. Aku telah setuju memberikan kalian satu jalan untuk hidup, aku


mengerjakan sesuatu tidak akan terlalu mutlak. Jika kau tidak mau


menerimanya, tanpa ragu aku akan membunuh mu. Sekarang, kalian


pergilah! Jika ingin bertarung sampai mati, cabut pedangnya dan


maju! Yu-shu-xiu-shi, kau boleh bersama dengan wanita tidak tahu diri ini maju bersama."


Di dalam hutan, berjalan keluar Shi-tu Yu-yao, tangan


kanannya ada tombak, tangan kiri memperlihatkan


beberapauang mas. "Saudara Fu, aku ikut dalam bagian ini." Mata cantik Shi-tu Yu-yao bersinar dingin, "pisau terbang berhadapan dengan uang terbang, coba lihat senjata siapa yang lebih lihay."


"Nona Shi-tu, harap jangan melibatkan diri." Fu Ke-wei tegas menolak, "aku izinkan mereka maju bersama. Supaya mereka tahu diluar orang masih ada orang, di luar langit masih ada langit, supaya mereka mengerti, berebut kekuasaan di dunia persilatan,


mengandalkan satu-dua jurus hebat itu belum cukup, cepat atau


lambat nyawa pun akan habis dalam permainan ini.


Di dunia persilatan aku telah bermain nyawa beberapa tahun, aku

__ADS_1


percaya ilmu silat dan pengalamanku sudah cukup banyak, tapi aku tidak berani sombong memandang rendah segala-nya, melakukan segala hal


juga tidak berani sembarangan.


__ADS_2