
"Baiklah! harap saja Shen-xian-gao (salep dewa-dewi) nya
Lian-hun-yi-shi (melebur arwah Yi Shi \= pendeta dao.) bisa berguna, menunggu sebentar lagi kita akan tahu hasilnya."
Begitu menunggu, sama dengan menunggu timbulnya
masalah. Ketika itu seorang asing seperti tamu penginapan berbaju hijau muncul di ujung koridor, dengan langkah cepat dia mendekati kamar, gerakannya segera menimbulkan perhatian empat pelayan palsu, rupanya satu pertarungan sengit berbau amis darah segera akan terjadi, penginapan Yue-lai telah menjadi tempatnya pertarungan berdarah.
Yang pertama bereaksi adalah pelayan yang membersihkan lantai, dia maju mengejar orang yang menyamar tamu penginapan berbaju hijau itu, sapunya dengan kuat menyapu miring.
Tamu itu dengan waspada merendahkan pinggang membalikan tubuh, lengan baju besarnya dikibaskan, terdengar suara geledek, buum... suara keras terdengar, dia menangkis sapu, telapak tangan kanannya bersamaan memukul dari kejauhan.
Pelayan kedua sudah tiba, teriakannya seperti petir:
"Siapa.." Berani sekali!"
Sambil berteriak, dia juga maju menerkam.
Badannya lincah seperti kera, dengan keji menghantam punggung tamu berbahu hijau, saat sudah menempel, tangan dan kakinya mendadak di buka, dari sebelah atas mencoba memiting kepala, dari bawah menekan pinggang, sekali terkena segera menentukan hidup atau mati.
"Heek......" Pelayan yang menyerang dengan sapu, dadanya terkena pukulan telapak yang mengerikan, menengadah ke belakang, lalu waaa...
berteriak sekali, memuntahkan darah segar, mundur lagi dua
langkah lalu jatuh ke belakang.
Dari atas atap terdengar teriakan dengan cepat turun
beberapa bayangan orang.
Tamu berbaju hijau yang pertama itu hanya menperhatikan pelayan yang menyerang dengan sapu, begitu mendengar teriakan, seorang pelayan lainnya sudah tidak keburu mehadangnya, begitu tenaga telapaknya menyerang, segera telapaknya sudah di belakang punggung sudah tiba.
__ADS_1
Pelayan yang datang menyerang yang mencoba memiting kepala tamu berbaju hijau pertama, sepasang kakinya mencoba menginjak di pinggang tamu berbaju hijau, si tamu menggunakan tenaga miring, tubuhnya berputar ke samping, bergeser mundur, terdengar suara tulang patah! Kepala tamu itu berputar ke belakang, dia melihat dan mendengar suara tulang leher patah.
Di kedua ujung koridor, bayangan orang datang seperti
gelombang, wakil ketua pertama Wu-chang-yi-jian akhirnya tiba dengan membawa sekelompok besar anak buah.
Tapi beberapa orang berbaju hijau yang turun dari atap, sudah lebih dulu satu langkah mendobrak pintu masuk ke dalam kamar, masuk ke dalam kamarnya Fu Ke-wei.
Dua orang pelayan mati di depan pintu kamar, setelah di pukul mati oleh orang berbaju hijau, serangannya dahsyat sekali tiada lawan! Penampilan Yu-shu-xiu-shi kali ini sangat berani, mengambil kesempatan dua orang berbaju hijau melemparkan senjata gelapnya tiga kali berturut-turut, saat sepuluh orang lebih yang di bawa oleh Wu-chang-yi-jian tunggang-langgang di pekarangan menghindar senjata gelap, dengan berani Yushu-xiu-shi menempel dinding menerobos masuk ke kamar tamu.
Jendela kamar di belakang dan di sisi kamar sudah hancur, dua mayat berbaju hijau tergeletak di samping jendela.
"Cepat kejar ke atas atap!" bentak Yu-shu-xiu-shi sambil berlari keluar kamar, "si anjing kecil Fu telah dibawa orang......"
Di seberang di atas atap kamar, beberapa kelompok orang
bercadar yang datang dari tiga arah mendengar teriakannya, mereka segera memecahkan diri.
Orang nya sudah di bawa kabur, sudah tidak berniat untuk mempertaruhkan nyawa lagi!
beberapa kampung, jarak pandangnya terbatas, juga ada sebagian adalah daerah perbukitan kecil yang ditumbuhi rumput dan pepohonan, jarak pandangnya lebih terbatas lagi.
Di tempat seperti ini, kecuali mengejar dari jarak dekat, orang yang melarikan diri setiap saat gampang meloloskan diri dan di sembarang tempat itu bisa menyembunyikan diri.
Kota Jiang-ning adalah kota besar, di waktu sore hari, jalan raya atau gang kecil bisa dipakai melarikan diri, mengejar juga sulit.
Maka para pesilat dari segala arah membubarkan diri,
masing-masing mencari sasarannya, masing-masing melakukan dengan kepandaiannya, Fu-xian menjadi sasaran yang harus di dapatkan dari segala pihak, setiap orang bersumpah harus mendapatkannya.
Orang-orang perkumpulan Cun-qiu jadi marah sekali, bebek matang yang sudah di tangan telah terbang!
__ADS_1
Tidak ada lagi satu orang pun yang perduli masalah orang-orang Jin-she-dong pergi kemana, dengan sepenuh kekuatan mereka mencari jejak Fu-xian.
Sebenarnya ada beberapa orang yang datang seperti kesempatan, perkumpulan Cun-qiu yang banyak orangnya juga tidak bisa menghitung dengan pasti.
Setiap orang sedang mencari berita, sebenarnya Fu-xian jatuh di tangan siapa" Reaksi yang terjadi dari orang-orang dunia persilatan berbeda-beda.
Peristiwa benteng Zhang-feng di Jiang-xi, sudah lama tersebar di dunia persilatan, Fu-jiu atau Fu-xian, telah menjadi seorang pahlawan di mata semua orang, tapi tidak ada satu orang pun yang tahu asal-usulnya.
Namanya menjadi misterius di dunia persilatan, siapa pun tidak tahu sebenarnya siapa dia, sepertinya dia adalah seorang pesilat super yang muncul begitu saja dari bawah tanah, sehingga tidak diketahui oleh orang.
Dia memiliki harta yang nilainya jutaan yang tadinya milik benteng Zhang-feng, dan ratusan ribu harta hasil rampokan Sepasang Cantik Jiang-nan, harta kekayaan yang amat besar itu menjadi perhatian orang-orang dunia persilatan, sasaran yang layak di perebutkan walau nyawa bisa menghilang.
Di seputar kota Jiang-ning terpendam bahaya, di luar kota
menjulur sampai kekota Nan-jing, dimana-mana ada orang yang sedang mencari, angin topan yang lebih besar lagi sedang terhimpun.
Saat hampir tengah hari...
Di satu tanjakan yang penuh ditumpuhi pohon cemara tua, seorang pendeta wanita yang cantik sedang mengibasngibaskan bulu kudanya, mantel dao yang besar samar-samar tampak ada sebentuk pedang.
Matanya yang terang berair, menatap pada seorang setengah baya yang membawa pedang, penampilannya santai, berdiri di depan hutan cemara dan menyandar pada pohon cemara, sambil melangkah mendekat, sambil dengan waspadanya membuka sabuk mantelnya.
Asal sudah membuka mantelnya, dia langsung bisa
mencabut pedang. Pendeta dao wanita sangat muda. Wanita yang cantik ini sulit bisa dinilai usia sebenarnya, bagaimana pun wajah cantiknya membuat orang berpikir yang bukan-bukan, penampilan luarnya yang genit liar, sangat memikat orang.
Di bawah sinar matahari, dia mengangkat kepala, wajahnya
tersenyum manis! Senyuman yang memancing orang ini, membuat lelaki tidak bisa menahan diri, sepertinya dia adalah wanita menggairahkan sejak lahir, siapa pun laki-laki tidak bisa lari dari daya pikatnya.
Dia adalah wanita semacam itu, sekali laki-laki melihat dia bisa langsung timbul gairah.
__ADS_1
Orang setengah baya menyandar kepohon sambil memeluk
tangan, di matanya tidak ada gairah sorot matanya dingin sekali, juga ada sikap yang sangat waspada.