Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 72


__ADS_3

Pada tengah hari, sekelompok besar pesilat tinggi datang ke


pelabuhan, naik ke atas dua perahu cepat, yang pertama naik ke


atas perahu adalah ketua perumahan Chen, bersama Tian-ya-koay,


dan juga Peng bersaudara.


"Ih...! Ada apa ini?" seorang polisi bertanya pada


temannya. "Kasir Wu sekeluarga melarikan diri dengan mengancam tuan muda Yu." Polisi itu berkata, "mereka telah bersekongkol dengan tiga awak perahunya, salah satunya adalah Duan-yi, mereka semua awak perahu


yang jahat yang disewa di Dong-he. Ini artinya, tiga awak perahu yang mengantar tuan muda Yu juga palsu. Jika diantaranya ada Lang-ye,


habislah tuan muda Yu, hukum karma, semoga saja ketua perumahan


Chen dapat mengejarnya."


Hari terang sekali, perahunya ringan, airnya deras, perahu


dengan cepat melewati Dong-he, berlayar dengan cepat mengikuti


arus. Di dalam ruang perahu Duan-yi, tuan muda Yu dan Yu-zhu


bergumul menjadi satu, adanya wanita cantik dalam pelukan,


membuat tuan Muda Yu lupa segalanya.


Hampir tengah hari, perahu tiba di Dong Liu-dian di utara


Ping-yin, disini daerahnya pemerintah daerah Dong-zhang.


Tiga empat li sebelah utara, tuan muda Yu tiba-tiba melihat keluar ruangan, berkata:


"Perahu berlayarnya cepat sekali. Yu-zhu, apakah kau pernah


dengar Ping-sha-ji (Selat)?"


"Tahu, tepat duali didepan."


"Ooo! Apa lebih baik masuk ke Ping-sha-ji" Lima-enam li di


dalamnya, ada satu vila Wang-xia, vila keluargaku, ada beberapa


pegawai menjaga-nya, di dalamnya tersimpan enam ratus ribu liang


perak lebih, itu adalah keuntungan yang didapatkan ayahku saat


bertugas di perairan Huai-an."


"Bagus!" kata Yu-zhu dengan gembira, "menginap dua hari di vila Wang-xia bukankah bagus sekali" Ayah, perahunya arahkan ke Ping


Sha-ji." "Baik." Kata kasir Wu yang duduk di depan ruangan.


Lebar Ping-sha-ji hanya lima enam zhang, tapi perahu kecil masih


bisa berlayar dengan leluasa.


Masuk kurang lebih lima li, sungainya semakin sempit, airnya


semakin dangkal, rumput alang-alang di dua sisi yang ujungnya telah putih tumbuh subur. Sungai membelok, pantai utara di depan adalah


bukit yang datar, tertambat dua perahu terpal hitam tapi tidak terlihat orang.


Sastrawan Yu telah keluar dari ruangan, memeluk pinggang


langsingnya Yu-zhu tampak sangat mesra.


"Menepi!" dia teriak, "di seberang bukit ada satu jalan besar, bisa langsung menuju vila Wang-xia, dengan berjalan kaki sekitar

__ADS_1


dua li." Perahu telah menepi, semua orang turun dari perahu.


Dari ruang belakang keluar tiga awak perahu yang


menamakan dirinya Duan-yi.


Saat ini Duan-yi tidak memakai topi, jadi wajahnya tampak jelas,


wajahnya cukup tampan, hanya sayang gigi taringnya merusak


wajah yang tampan itu. Setelah naik ke bukit datar, di belakang tiba-tiba terdengar dua


jeritan mengerikan! Semua orang membalikan kepala melihat, dan tampak


terkejut sekali! Dari dua perahu terpal hitam, tiba-tiba muncul delapan orang


laki-laki besar setengah baya, dan juga seorang yang perawakannya


kecil seperti anak muda yang tampan, dengan kecepatan yang tinggi


naik ke atas perahu keluarga Duan, dengan cepat memukul jatuh


dua orang awak yang menjaga perahu.


Kasir Wu dari dalam bajunya mencabut sebuah belati yang


bersinar, saat ingin membuka mulutnya, tiba-tiba merasa


punggungnya bergetar, lalu dia jatuh ke depan dengan tubuh kaku.


"Iii! Kau......" Yu-zhu terkejut teriak.


Orang yang memukul jatuh Wu-feng adalah tuan muda Yu, tidak


aneh Yu-zhu sangat terkejut.


"Aku marga Fu, dipanggil Fu-xian." Kata Tuan muda Yu


"Kau......kenapa bisa kau?" Yu-zhu terkejut,


"Kau......kau......"


"Aku tiba lebih dulu satu hari dari Lang-ye." Dia dengan tenang berkata, "malam-lama Lang-ye masuk ke perumahan Qing-yun


memperingatkanmu, malam keesokannya mengantarkan Wu Yu-zhu


yang asli ke perumahan Qing-yun, berpura-pura sakit


menggantikanmu, sebenarnya kau bisa melarikan diri pergi jauh, tapi terhalang karena mengatur pengiriman barang curianmu, setelah


Tian-ya-koay datang dan menutup kota Qiu-zhang, kau sudah tidak


bisa pergi lagi! Seharusnya kau bisa merasakan bahaya dan


sebenarnya Lang-ye tidak mengirim surat meninggalkan pisau, tapi itu adalah siasatku untuk menggunakan ketua perumahan Chen


memaksa kau menampakan dirimu, tapi kau malah tidak terpikir.


Sekarang jangan pergi ke bawah merebut perahu, delapan orang


saudara itu adalah pesilat tinggi anggota dari perkumpulan pembunuh bayaran dunia persilatan, tujuan mereka datang adalah untuk


menyelidiki beberapa perampokan besar di Jiang-ning yang kau


lakukan dengan Sepasang Cantik Jiang-nan, jika jatuh ke tangan


mereka, maka kau akan habis!"


Lang-ye dan istri Wu yang tadinya ingin turun ke bawah merebut

__ADS_1


perahu, seperti terkena geledek, mereka jadi terdiam berdiri.


"Ada apa kau mencari aku" Apakah kau juga orang yang


memburu hadiah?" kata Yu-zhu sudah sedikit tenang.


"Aku bukan orang mereka, tapi sering melakukan bisnis dengan


mereka." Fu Ke-wei tertawa tenang, "aku hanya ingin menanyakan jejak seseorang padamu."


"Siapa?" "Ketua benteng Naga Langit, Tian-long-jian Lu -zhao, yaitu suami kakak misanmu, kau jangan mengatakan tidak tahu!"


"Kau......kau ini Xie-jian-xiu-luo?" Yun-sang-nie kembali terkejut.


"Betul, aku mendapat berita yang dapat dipercaya, setelah dia menghancurkan bentengnya, dia pernah mencarimu, asalkan kau bisa


memberi-tahu tempat sembunyinya, aku segera pergi, tidak akan


menanyakan padamu tentang beberapa perampokan besar itu."


"Tidak ada orang yang akan memberitahu." Kata Yun-sangnie,


"matilah kau!" Kakinya diangkat, suara per mendadak terdengar!


Ternyata di kaki kanan sebelah luarnya tersembunyi sebuah per,


tapi tidak ada anak panah yang keluar.


Fu Ke-wei mengulurkan tangan kirinya, menjatuhkan tiga buah


anak panah besi sepanjang delapan cun.


"Setiap tempat di tubuhmu aku pernah merabanya." Dia


tertawa aneh, "selongsong pelontar di lengan bajumu juga telah berubah bentuk, tidak akan bisa melontarkan apa-apa lagi."


Begitu Yun-sang-nie meloncat tiga zhang, tiba-tiba dia


berteriak, buum... lalu jatuh ke bawah lagi.


Rupanya Fu Ke-wei telah melayangkan sepasang tangannya,


dan tiga buah senjata rahasia berupa mata uang mas telah


membuat Yun-sang-nie roboh.


Lang-ye yang meloncat ke pinggir empat zhang, juga


terkena sebuah mata uang dan ikut roboh.


Seorang lagi yang berdandan awak perahu, baru saja


meloncat sudah terkena sebuah uang mas.


Delapan orang laki-laki besar dari perkumpulan pembunuh


bayaran, pelan-pelan mengurung istri Wu......


Anak muda tampan yang perawakannya pendek kecil, loncat


maju ke depan, mengempit Yun-sang-nie berjalan menuju


pepohonan pendek.. Saat itu dua perahu muncul dengan cepat, dayungnya


memecah air, dengan cepat mendekat.


Delapan orang laki-laki besar seperti sudah tahu siapa yang


datang, mereka segera mengurung dan menangkap empat orang

__ADS_1


yang tidak berdaya. Seorang laki-laki besar maju ke depan, memberikan dengan


hormat sebilah pedang berikut sarungnya kepada Fu Ke-wei.


__ADS_2