
Pada tengah hari, sekelompok besar pesilat tinggi datang ke
pelabuhan, naik ke atas dua perahu cepat, yang pertama naik ke
atas perahu adalah ketua perumahan Chen, bersama Tian-ya-koay,
dan juga Peng bersaudara.
"Ih...! Ada apa ini?" seorang polisi bertanya pada
temannya. "Kasir Wu sekeluarga melarikan diri dengan mengancam tuan muda Yu." Polisi itu berkata, "mereka telah bersekongkol dengan tiga awak perahunya, salah satunya adalah Duan-yi, mereka semua awak perahu
yang jahat yang disewa di Dong-he. Ini artinya, tiga awak perahu yang mengantar tuan muda Yu juga palsu. Jika diantaranya ada Lang-ye,
habislah tuan muda Yu, hukum karma, semoga saja ketua perumahan
Chen dapat mengejarnya."
Hari terang sekali, perahunya ringan, airnya deras, perahu
dengan cepat melewati Dong-he, berlayar dengan cepat mengikuti
arus. Di dalam ruang perahu Duan-yi, tuan muda Yu dan Yu-zhu
bergumul menjadi satu, adanya wanita cantik dalam pelukan,
membuat tuan Muda Yu lupa segalanya.
Hampir tengah hari, perahu tiba di Dong Liu-dian di utara
Ping-yin, disini daerahnya pemerintah daerah Dong-zhang.
Tiga empat li sebelah utara, tuan muda Yu tiba-tiba melihat keluar ruangan, berkata:
"Perahu berlayarnya cepat sekali. Yu-zhu, apakah kau pernah
dengar Ping-sha-ji (Selat)?"
"Tahu, tepat duali didepan."
"Ooo! Apa lebih baik masuk ke Ping-sha-ji" Lima-enam li di
dalamnya, ada satu vila Wang-xia, vila keluargaku, ada beberapa
pegawai menjaga-nya, di dalamnya tersimpan enam ratus ribu liang
perak lebih, itu adalah keuntungan yang didapatkan ayahku saat
bertugas di perairan Huai-an."
"Bagus!" kata Yu-zhu dengan gembira, "menginap dua hari di vila Wang-xia bukankah bagus sekali" Ayah, perahunya arahkan ke Ping
Sha-ji." "Baik." Kata kasir Wu yang duduk di depan ruangan.
Lebar Ping-sha-ji hanya lima enam zhang, tapi perahu kecil masih
bisa berlayar dengan leluasa.
Masuk kurang lebih lima li, sungainya semakin sempit, airnya
semakin dangkal, rumput alang-alang di dua sisi yang ujungnya telah putih tumbuh subur. Sungai membelok, pantai utara di depan adalah
bukit yang datar, tertambat dua perahu terpal hitam tapi tidak terlihat orang.
Sastrawan Yu telah keluar dari ruangan, memeluk pinggang
langsingnya Yu-zhu tampak sangat mesra.
"Menepi!" dia teriak, "di seberang bukit ada satu jalan besar, bisa langsung menuju vila Wang-xia, dengan berjalan kaki sekitar
__ADS_1
dua li." Perahu telah menepi, semua orang turun dari perahu.
Dari ruang belakang keluar tiga awak perahu yang
menamakan dirinya Duan-yi.
Saat ini Duan-yi tidak memakai topi, jadi wajahnya tampak jelas,
wajahnya cukup tampan, hanya sayang gigi taringnya merusak
wajah yang tampan itu. Setelah naik ke bukit datar, di belakang tiba-tiba terdengar dua
jeritan mengerikan! Semua orang membalikan kepala melihat, dan tampak
terkejut sekali! Dari dua perahu terpal hitam, tiba-tiba muncul delapan orang
laki-laki besar setengah baya, dan juga seorang yang perawakannya
kecil seperti anak muda yang tampan, dengan kecepatan yang tinggi
naik ke atas perahu keluarga Duan, dengan cepat memukul jatuh
dua orang awak yang menjaga perahu.
Kasir Wu dari dalam bajunya mencabut sebuah belati yang
bersinar, saat ingin membuka mulutnya, tiba-tiba merasa
punggungnya bergetar, lalu dia jatuh ke depan dengan tubuh kaku.
"Iii! Kau......" Yu-zhu terkejut teriak.
Orang yang memukul jatuh Wu-feng adalah tuan muda Yu, tidak
aneh Yu-zhu sangat terkejut.
"Aku marga Fu, dipanggil Fu-xian." Kata Tuan muda Yu
"Kau......kenapa bisa kau?" Yu-zhu terkejut,
"Kau......kau......"
"Aku tiba lebih dulu satu hari dari Lang-ye." Dia dengan tenang berkata, "malam-lama Lang-ye masuk ke perumahan Qing-yun
memperingatkanmu, malam keesokannya mengantarkan Wu Yu-zhu
yang asli ke perumahan Qing-yun, berpura-pura sakit
menggantikanmu, sebenarnya kau bisa melarikan diri pergi jauh, tapi terhalang karena mengatur pengiriman barang curianmu, setelah
Tian-ya-koay datang dan menutup kota Qiu-zhang, kau sudah tidak
bisa pergi lagi! Seharusnya kau bisa merasakan bahaya dan
sebenarnya Lang-ye tidak mengirim surat meninggalkan pisau, tapi itu adalah siasatku untuk menggunakan ketua perumahan Chen
memaksa kau menampakan dirimu, tapi kau malah tidak terpikir.
Sekarang jangan pergi ke bawah merebut perahu, delapan orang
saudara itu adalah pesilat tinggi anggota dari perkumpulan pembunuh bayaran dunia persilatan, tujuan mereka datang adalah untuk
menyelidiki beberapa perampokan besar di Jiang-ning yang kau
lakukan dengan Sepasang Cantik Jiang-nan, jika jatuh ke tangan
mereka, maka kau akan habis!"
Lang-ye dan istri Wu yang tadinya ingin turun ke bawah merebut
__ADS_1
perahu, seperti terkena geledek, mereka jadi terdiam berdiri.
"Ada apa kau mencari aku" Apakah kau juga orang yang
memburu hadiah?" kata Yu-zhu sudah sedikit tenang.
"Aku bukan orang mereka, tapi sering melakukan bisnis dengan
mereka." Fu Ke-wei tertawa tenang, "aku hanya ingin menanyakan jejak seseorang padamu."
"Siapa?" "Ketua benteng Naga Langit, Tian-long-jian Lu -zhao, yaitu suami kakak misanmu, kau jangan mengatakan tidak tahu!"
"Kau......kau ini Xie-jian-xiu-luo?" Yun-sang-nie kembali terkejut.
"Betul, aku mendapat berita yang dapat dipercaya, setelah dia menghancurkan bentengnya, dia pernah mencarimu, asalkan kau bisa
memberi-tahu tempat sembunyinya, aku segera pergi, tidak akan
menanyakan padamu tentang beberapa perampokan besar itu."
"Tidak ada orang yang akan memberitahu." Kata Yun-sangnie,
"matilah kau!" Kakinya diangkat, suara per mendadak terdengar!
Ternyata di kaki kanan sebelah luarnya tersembunyi sebuah per,
tapi tidak ada anak panah yang keluar.
Fu Ke-wei mengulurkan tangan kirinya, menjatuhkan tiga buah
anak panah besi sepanjang delapan cun.
"Setiap tempat di tubuhmu aku pernah merabanya." Dia
tertawa aneh, "selongsong pelontar di lengan bajumu juga telah berubah bentuk, tidak akan bisa melontarkan apa-apa lagi."
Begitu Yun-sang-nie meloncat tiga zhang, tiba-tiba dia
berteriak, buum... lalu jatuh ke bawah lagi.
Rupanya Fu Ke-wei telah melayangkan sepasang tangannya,
dan tiga buah senjata rahasia berupa mata uang mas telah
membuat Yun-sang-nie roboh.
Lang-ye yang meloncat ke pinggir empat zhang, juga
terkena sebuah mata uang dan ikut roboh.
Seorang lagi yang berdandan awak perahu, baru saja
meloncat sudah terkena sebuah uang mas.
Delapan orang laki-laki besar dari perkumpulan pembunuh
bayaran, pelan-pelan mengurung istri Wu......
Anak muda tampan yang perawakannya pendek kecil, loncat
maju ke depan, mengempit Yun-sang-nie berjalan menuju
pepohonan pendek.. Saat itu dua perahu muncul dengan cepat, dayungnya
memecah air, dengan cepat mendekat.
Delapan orang laki-laki besar seperti sudah tahu siapa yang
datang, mereka segera mengurung dan menangkap empat orang
__ADS_1
yang tidak berdaya. Seorang laki-laki besar maju ke depan, memberikan dengan
hormat sebilah pedang berikut sarungnya kepada Fu Ke-wei.