Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 102


__ADS_3

Sepasang Bintang Perak, kalian suami istri di


Tai-yuan merampas puluhan pusaka yang akan diberikan oleh Bintang


Hitam Sesat pada benteng-ku, seharusnya kalian pergi jauh


sembunyi, kenapa tetap bersembunyi di daerah Shan-xi, dan juga


terus-menerus menyusup masuk ke dalam bentengku" Niu Lang-xing,


kau berkata dulu." "Tahun lalu, rumah Tai-zhou di kabupaten Tai-ping provinsi


Zhe-jiang, di rumah besar keluarga Zhu, Tie-dan-shen-chiang (Dewa


tombak empedu besi), Zhu Guo-yin, apakah masih ingat?" Niu


Lang-xing menggigit gigi sedikit pun tidak takut,


"kau tentu tidak akan lupa itu."


"Ooo! Apakah aku harus ingat?"


"Di rumah besar keluarga Zhu telah terjadi peristiwa pembantaian yang sadis, sampai ayam dan anjing pun tidak ada yang tertinggal


hidup, seluruh harta bendanya dirampok habis-habisan." Niu


Lang-xing mengumpat, "kau blasteran yang di pelihara anjing ini! Di luar mengibarkan bendera seorang pesilat tinggi melancong ke dunia persilatan dengan ilmu silat menjalin hubungan, dengan orang-orang persilatan, tapi diam-diam menjadi perampok besar merampok bersih


keluarga kaya di berbagai tempat, keji dan kejam hingga anak-anak


dan perempuan pun tidak lolos. Kau kira tidak ada orang yang tahu


asal usulmu, kau tidak tahu malam itu sebelah di perahu ada dua


orang perampok besar sedang bersembunyi, tanpa disengaja


mengenal wajah aslimu, tapi mereka tidak berani menyebarkan


berita, hanya pernah mengatakan pada beberapa temannya, dan aku


adalah salah satu temannya."


"Siapa kedua orang itu?"


"Kau tidak akan tahu asal-usul mereka, juga tidak akan bisa


menyelidikinya." "Sungguh" katakan, ada hubungan apa denganmu?"


"Tie-dan-shen-chiang adalah sahabat karibku, juga adalah


familinya nona Hoa, coba kau katakan bagaimana hubungannya?"


"Ooo! Begitu." Ketua benteng Xi jadi lega, hal balas dendam semacam ini terlalu biasa, "baiklah! Bagaimana pun sekarang


memberitahu kalian juga sudah tidak ada pengaruhnya, dan juga


supaya matimu bisa memeramkan mata. Tidak salah yang membunuh


habis seluruh keluarga Zhu adalah salah satu karya hebatku, seorang pun tidak ada yang tersisa, hasilnya malah di luar dugaan, sangat


banyak. Tiedan-shen-chiang sebenarnya juga bukan orang baik-baik,


aku hanya bisa mengatakan hitam makan hitam saja. Sekarang, aku


ingin kau katakan dua orang brengsek itu, lalu aku akan memberi kau satu kematian yang cepat, supaya tidak mendapat penyiksaan yang


keji." "Kau jangan mimpi di hari bolong, kau membunuh aku juga sia-sia saja." Wajah Niu Lang-xing sedikit pun tidak gentar.

__ADS_1


"Benarkah" Bagaimana istrimu Zhi Nu-xing, apa juga tidak takut?"


Seorang laki-laki besar menjabret rambut Zhi Nu-xing, dengan


sadisnya menampar bolak balik empat kali, memukul Zhi Nu-xing


hingga mulutnya mengucurkan darah, terakhir di perut kecilnya


memukul dengan dengkulnya.


Saking sakitnya wajah Zhi Nu-xing sampai menjadi pucat, tapi


sedikit mengaduh pun tidak.


Seorang laki-laki besar lainnya, menjambret Hoa-fei-hoa.


"Jangan merusak wajahnya." Ketua benteng Xi mencegah laki-laki besar itu menampar, "Bunga galak ini kecantikannya ternama di dunia persilatan, dia salah satu wanita tercantik didunia, lebih cantik dari pada tujuh wanita terhebat, dan juga lebih genit, jika dia bisa tinggal di bentengku, pasti kecantikannya akan mengalahkan seluruh wanita yang ada disini."


"Aku jamin dia tidak akan terluka."


Laki-laki besar membungkuk menjawab, mendadak menarik


dengan kuat mulut dan hidungnya Hoa-fei-hoa, sebelah tangannya


menekan buah dada yang montok, menekannya pada tiang


penyiksaan. Hoa-fei-hoa hanya dapat bertahan sesaat, setelah dia tidak dapat


bernafas karena terbekam, dengan wajah membiru dia meronta-ronta.


Kaki dan tangannya diikat mati oleh tali urat sapi, dia hanya dapat menggerakan tangan sekuatnya meronta.


"Jika kau hebat bunuhlah aku." Niu Lang-xing berteriak.


"Ha ha ha ha......" ketua benteng Xi tertawa keras, "aku tidak tergesa-gesa, tunggu sampai kau mengatakannya, dibunuh juga


Badan atas Niu Lang-xing telanjang, seorang laki-laki besar maju


menahan pinggang dia, laki-laki besar lainnya menggunakan sepasang garpu penyiksa, menggunakan satu garpu silang yang tajam menusuk


tangan kiri dia sedalam tiga cun, menusuk mengikuti bawah lapisan


kulit, lalu memutar pegangan garpu.


Sekali garpu bergerak, kulit mulai mengencang, garpu semakin


diputar semakin kencang, kulit dari kedua ujung mengencang,


setelah diputar satu putaran, sudah tidak dapat diputar lagi.


"Aaw......" Niu Lang-xing akhirnya tidak kuat menahan sakit yang amat


sangat, dia menjerit dengan keras!


Di luar kamar penyiksaan, juga terdengar ada jeritan, suaranya


masuk melalui celah pintu, karena orang di dalam kamar penyiksaan


pendengarannya terganggu oleh jeritannya Niu Lang-xing, mereka tidak memperhatikan suara jeritan lemah yang tembus dari celah pintu.


Laki-laki besar lainnya mengangkat pisau kecil, siap


memotong kulit sebelah atasnya, supaya garpunya bisa


digulungkan kebawah, sama dengan mengelupas kulit


ditangan. "Katakan tidak?" tanya laki-laki besar yang mengangkat pisau sambil berteriak.

__ADS_1


"Puuh!" Niu Lang-xing meludah, ke atas wajah laki-laki besar.


Segera pisau kecil diiriskan dan darah segar langsung


mengalir. Mereka mulai lagi menggulung, kulit mulai mengelupas,


sakitnya sudah tidak bisa dibayangkan.


"Ahh......" Niu Lang-xing tidak tahan.


Ada orang sekali melihat darah bisa pingsan, ada orang melihat


darah malah jadi semangat. Mungkin Ketua benteng Xi termasuk yang


belakangan disebut, dia adalah manusia penggemar darah.


"Siksa juga Zhi Nu-xing." Teriak ketua benteng Xi dengan semangat, "meninggalkan wanita ini juga tidak ada gunanya, saat muda Zhi Nu-xing memang wanita cantik memikat, tapi setelah tua


jadi sebaliknya, membuat orang ingin muntah."


Dua orang laki-laki besar segera merobek penutup dada Zhi


Nu-xing, tampak sepasang buah dada putih yang menarik yang belum


mengendur tersorot sinar lampu.


"Menggulung kulit yang begitu cantik mulus, sungguh sayang


sekali." Kata laki-laki yang memegang garpu penyiksa, dengan


tertawa penuh arti dia menggunakan garpunya menggosok-gosok di


atas ****** susunya. "Tusukan!" ketua benteng Xi berteriak.


Ujung garpu baru saja menyentuh kulit buah dada sebelah kiri,


tiba-tiba Boom..... satu getaran keras terdengar, pintu kamar


penyiksaan yang berat yang telah dipalang, pecah hancur


berantakan. Kamar penyiksaan itu berada di tempat sepi, letaknya di sebelah


timur benteng, jaraknya sangat jauh dari ruang utama, hanya orang kepercayaan yang boleh mendekat, di luar dan di dalam penjagaannya sangat ketat, di luar pintu kamar saja sudah ada empat orang penjaga.


Karena pintu kamar menutup keluar dan di palang, sehingga


penjagaan di luar dan di dalam tidak berhubungan.


Begitu pintunya hancur, sinar lampu di dalam ruang pertemuan


jadi semakin terang, orang di dalam dengan jelas melihat Fu Ke-wei empat orang yang masuk dengan mendobrak pintu.


Empat mayat penjaga, berjejer di tengah ruangan di atas lantai.


"Anjing tua Xi, orang yang menagih hutang telah datang, hutang nyawamu pada kami, sudah saatnya dibayar!" kataXieshen


menjulurkan golok besar di tangannya, dengan penuh hawa


pembunuhan. "Kau!" ketua benteng muda Xi Wen-xin meloncat,


"ka......kalian bukankah sudah pergi selatan?"


"Brengsek! Jangan banyak bicara." Xie-shen yang pertama masuk,


"kaki ini punya aku, aku senang pergi ke selatan atau ke utara siapa yang bisa menghalangi" Sialan kau! Anjing kecil Xi, kau duluan yang membayar hutangnya, aku ingin mengasah golokku dengan kepala


anjingmu dulu." Seorang laki-laki besar yang melakukan penyiksaan, mendadak

__ADS_1


menerjang ke depan sambil mengambil besi penyengat di atas tempat pembakaran api, menusukan kearah dadaXie-shen.


__ADS_2