
Sepasang Bintang Perak, kalian suami istri di
Tai-yuan merampas puluhan pusaka yang akan diberikan oleh Bintang
Hitam Sesat pada benteng-ku, seharusnya kalian pergi jauh
sembunyi, kenapa tetap bersembunyi di daerah Shan-xi, dan juga
terus-menerus menyusup masuk ke dalam bentengku" Niu Lang-xing,
kau berkata dulu." "Tahun lalu, rumah Tai-zhou di kabupaten Tai-ping provinsi
Zhe-jiang, di rumah besar keluarga Zhu, Tie-dan-shen-chiang (Dewa
tombak empedu besi), Zhu Guo-yin, apakah masih ingat?" Niu
Lang-xing menggigit gigi sedikit pun tidak takut,
"kau tentu tidak akan lupa itu."
"Ooo! Apakah aku harus ingat?"
"Di rumah besar keluarga Zhu telah terjadi peristiwa pembantaian yang sadis, sampai ayam dan anjing pun tidak ada yang tertinggal
hidup, seluruh harta bendanya dirampok habis-habisan." Niu
Lang-xing mengumpat, "kau blasteran yang di pelihara anjing ini! Di luar mengibarkan bendera seorang pesilat tinggi melancong ke dunia persilatan dengan ilmu silat menjalin hubungan, dengan orang-orang persilatan, tapi diam-diam menjadi perampok besar merampok bersih
keluarga kaya di berbagai tempat, keji dan kejam hingga anak-anak
dan perempuan pun tidak lolos. Kau kira tidak ada orang yang tahu
asal usulmu, kau tidak tahu malam itu sebelah di perahu ada dua
orang perampok besar sedang bersembunyi, tanpa disengaja
mengenal wajah aslimu, tapi mereka tidak berani menyebarkan
berita, hanya pernah mengatakan pada beberapa temannya, dan aku
adalah salah satu temannya."
"Siapa kedua orang itu?"
"Kau tidak akan tahu asal-usul mereka, juga tidak akan bisa
menyelidikinya." "Sungguh" katakan, ada hubungan apa denganmu?"
"Tie-dan-shen-chiang adalah sahabat karibku, juga adalah
familinya nona Hoa, coba kau katakan bagaimana hubungannya?"
"Ooo! Begitu." Ketua benteng Xi jadi lega, hal balas dendam semacam ini terlalu biasa, "baiklah! Bagaimana pun sekarang
memberitahu kalian juga sudah tidak ada pengaruhnya, dan juga
supaya matimu bisa memeramkan mata. Tidak salah yang membunuh
habis seluruh keluarga Zhu adalah salah satu karya hebatku, seorang pun tidak ada yang tersisa, hasilnya malah di luar dugaan, sangat
banyak. Tiedan-shen-chiang sebenarnya juga bukan orang baik-baik,
aku hanya bisa mengatakan hitam makan hitam saja. Sekarang, aku
ingin kau katakan dua orang brengsek itu, lalu aku akan memberi kau satu kematian yang cepat, supaya tidak mendapat penyiksaan yang
keji." "Kau jangan mimpi di hari bolong, kau membunuh aku juga sia-sia saja." Wajah Niu Lang-xing sedikit pun tidak gentar.
__ADS_1
"Benarkah" Bagaimana istrimu Zhi Nu-xing, apa juga tidak takut?"
Seorang laki-laki besar menjabret rambut Zhi Nu-xing, dengan
sadisnya menampar bolak balik empat kali, memukul Zhi Nu-xing
hingga mulutnya mengucurkan darah, terakhir di perut kecilnya
memukul dengan dengkulnya.
Saking sakitnya wajah Zhi Nu-xing sampai menjadi pucat, tapi
sedikit mengaduh pun tidak.
Seorang laki-laki besar lainnya, menjambret Hoa-fei-hoa.
"Jangan merusak wajahnya." Ketua benteng Xi mencegah laki-laki besar itu menampar, "Bunga galak ini kecantikannya ternama di dunia persilatan, dia salah satu wanita tercantik didunia, lebih cantik dari pada tujuh wanita terhebat, dan juga lebih genit, jika dia bisa tinggal di bentengku, pasti kecantikannya akan mengalahkan seluruh wanita yang ada disini."
"Aku jamin dia tidak akan terluka."
Laki-laki besar membungkuk menjawab, mendadak menarik
dengan kuat mulut dan hidungnya Hoa-fei-hoa, sebelah tangannya
menekan buah dada yang montok, menekannya pada tiang
penyiksaan. Hoa-fei-hoa hanya dapat bertahan sesaat, setelah dia tidak dapat
bernafas karena terbekam, dengan wajah membiru dia meronta-ronta.
Kaki dan tangannya diikat mati oleh tali urat sapi, dia hanya dapat menggerakan tangan sekuatnya meronta.
"Jika kau hebat bunuhlah aku." Niu Lang-xing berteriak.
"Ha ha ha ha......" ketua benteng Xi tertawa keras, "aku tidak tergesa-gesa, tunggu sampai kau mengatakannya, dibunuh juga
Badan atas Niu Lang-xing telanjang, seorang laki-laki besar maju
menahan pinggang dia, laki-laki besar lainnya menggunakan sepasang garpu penyiksa, menggunakan satu garpu silang yang tajam menusuk
tangan kiri dia sedalam tiga cun, menusuk mengikuti bawah lapisan
kulit, lalu memutar pegangan garpu.
Sekali garpu bergerak, kulit mulai mengencang, garpu semakin
diputar semakin kencang, kulit dari kedua ujung mengencang,
setelah diputar satu putaran, sudah tidak dapat diputar lagi.
"Aaw......" Niu Lang-xing akhirnya tidak kuat menahan sakit yang amat
sangat, dia menjerit dengan keras!
Di luar kamar penyiksaan, juga terdengar ada jeritan, suaranya
masuk melalui celah pintu, karena orang di dalam kamar penyiksaan
pendengarannya terganggu oleh jeritannya Niu Lang-xing, mereka tidak memperhatikan suara jeritan lemah yang tembus dari celah pintu.
Laki-laki besar lainnya mengangkat pisau kecil, siap
memotong kulit sebelah atasnya, supaya garpunya bisa
digulungkan kebawah, sama dengan mengelupas kulit
ditangan. "Katakan tidak?" tanya laki-laki besar yang mengangkat pisau sambil berteriak.
__ADS_1
"Puuh!" Niu Lang-xing meludah, ke atas wajah laki-laki besar.
Segera pisau kecil diiriskan dan darah segar langsung
mengalir. Mereka mulai lagi menggulung, kulit mulai mengelupas,
sakitnya sudah tidak bisa dibayangkan.
"Ahh......" Niu Lang-xing tidak tahan.
Ada orang sekali melihat darah bisa pingsan, ada orang melihat
darah malah jadi semangat. Mungkin Ketua benteng Xi termasuk yang
belakangan disebut, dia adalah manusia penggemar darah.
"Siksa juga Zhi Nu-xing." Teriak ketua benteng Xi dengan semangat, "meninggalkan wanita ini juga tidak ada gunanya, saat muda Zhi Nu-xing memang wanita cantik memikat, tapi setelah tua
jadi sebaliknya, membuat orang ingin muntah."
Dua orang laki-laki besar segera merobek penutup dada Zhi
Nu-xing, tampak sepasang buah dada putih yang menarik yang belum
mengendur tersorot sinar lampu.
"Menggulung kulit yang begitu cantik mulus, sungguh sayang
sekali." Kata laki-laki yang memegang garpu penyiksa, dengan
tertawa penuh arti dia menggunakan garpunya menggosok-gosok di
atas ****** susunya. "Tusukan!" ketua benteng Xi berteriak.
Ujung garpu baru saja menyentuh kulit buah dada sebelah kiri,
tiba-tiba Boom..... satu getaran keras terdengar, pintu kamar
penyiksaan yang berat yang telah dipalang, pecah hancur
berantakan. Kamar penyiksaan itu berada di tempat sepi, letaknya di sebelah
timur benteng, jaraknya sangat jauh dari ruang utama, hanya orang kepercayaan yang boleh mendekat, di luar dan di dalam penjagaannya sangat ketat, di luar pintu kamar saja sudah ada empat orang penjaga.
Karena pintu kamar menutup keluar dan di palang, sehingga
penjagaan di luar dan di dalam tidak berhubungan.
Begitu pintunya hancur, sinar lampu di dalam ruang pertemuan
jadi semakin terang, orang di dalam dengan jelas melihat Fu Ke-wei empat orang yang masuk dengan mendobrak pintu.
Empat mayat penjaga, berjejer di tengah ruangan di atas lantai.
"Anjing tua Xi, orang yang menagih hutang telah datang, hutang nyawamu pada kami, sudah saatnya dibayar!" kataXieshen
menjulurkan golok besar di tangannya, dengan penuh hawa
pembunuhan. "Kau!" ketua benteng muda Xi Wen-xin meloncat,
"ka......kalian bukankah sudah pergi selatan?"
"Brengsek! Jangan banyak bicara." Xie-shen yang pertama masuk,
"kaki ini punya aku, aku senang pergi ke selatan atau ke utara siapa yang bisa menghalangi" Sialan kau! Anjing kecil Xi, kau duluan yang membayar hutangnya, aku ingin mengasah golokku dengan kepala
anjingmu dulu." Seorang laki-laki besar yang melakukan penyiksaan, mendadak
__ADS_1
menerjang ke depan sambil mengambil besi penyengat di atas tempat pembakaran api, menusukan kearah dadaXie-shen.