Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 122


__ADS_3

Satu Pedang Dunia ketua benteng Xi dan anaknya, menjadi


sasaran semua orang, semua pihak menyalahkannya, ada beberapa


orang malah bersumpah akan mencari dia dan anaknya, meminta


keadilan dan demi menegakan kebenaran.


Fu Ke-wei menjadi perhatian semua orang, tapi siapa pun tidak ada


yang tahu asal-usul orang yang dipanggil Fu-jiu ini, ada banyak orang yang menyelidik dengan terang-terangan atau diam-diam, berharap


bertemu pesilat hebat yang muda ini.


Tapi, Fu-jiu sepertinya lenyap begitu saja di udara. Dia seperti meteor yang melintas di langit, datangnya tiba-tiba, perginya pun tiba-tiba, tidak ada orang yang tahu dia datang dari mana, juga tidak ada orang yang tahu dia berada dimana, dunia ini luas sekali! Bagaimana bisa mencari orang yang tidak ada akarnya tidak ada dasarnya"


Hoa-fei-hoa, Xie-shen, Nie-sha-yin-hoa, dan juga Sepasang


Bintang Perak dan kawan-kawan, tadinya juga orang yang sangat


ternama di dunia persilatan, sekarang namanya tambah melonjak,


ketenarannya naik makin tinggi.


Yang aneh adalah, orang-orang ini juga seperti Fu-jiu


menghilang, tidak tahu rimbanya.


Orang yang sensitif menduga-duga, di dunia persilatan


mungkin akan berdiri satu kekuatan baru, muncul seorang


penguasa baru. Karena menurut kabar yang bisa dipercaya membuktikan, sampai


Xie-shen salah satu dari empat penjahat besar dan wanita jahat dari aliran hitam Nie-sha-yin-hoa, semua menyebut pesilat tinggi muda


Fu-jiu yang misterius itu sebagai majikan, dan rela menjadi


pelayannya. Semua membuat penguasa kaya di berbagai tempat


melakukan sedia payung sebelum hujan terhadap


kekuasaannya. Peristiwa perampokan keluarga kaya di Jiang-ning yang mencapai


jutaan uang perak, kembali menjadi perhatian orang-orang dunia


persilatan, semua mencari Sepasang Cantik Jiang-nan dan


Yun-sang-nie, berharap dari mereka bisa memperoleh uang perak


yang sangat besar ini. Karena Sepasang Cantik Jiang-nan, pernah dijadikan tanda mata


perjanjiannya perdamaian antara ketua benteng Xi dengan


perkumpulan Cun-qiu, orang yang sedikit punya otak semua mengira


perkumpulan Cun-qiu telah mendapatkan pengakuannya, uang


perak sebanyak jutaan mungkin malah diam-diam telah diperoleh


oleh perkumpulan Cun-qiu.


Sekarang perkumpulan Cun-qiu jadi kerepotan, uang perak jutaan


adalah jumlah harta yang bisa menakutkan orang setengah mati,


siapa yang matanya tidak jadi merah mendengar ini"

__ADS_1


Pandangan orang-orang persilatan adalah, makan sendiri tidak


akan tambah gemuk, emas dibagikan sama-sama untung.


Perkumpulan Cun-qiu makan sendiri uang ini, tentu saja ada


orang yang tidak rela, paling sedikit juga harus dibagikan sebagian pada orang yang pantas dibagi.


Tapi ada beberapa orang persilatan, malah mengarahkan


perhatiannya pada ketua benteng Xi.


Jika Sepasang Cantik Jiang-nan punya harta sebanyak hampir


satu juta liang perak, mana mungkin memberikan mereka pada


perkumpulan Cun-qiu sebagai tanda mata kerja sama" Ketua


benteng Xi bukan seorang bodoh. Lain halnya kalau dia sendiri sudah berhasil memeras keluar uang perak itu dari tubuh mereka.


Dugaan demikian, bukan tidak beralasan.


Sifat ketua benteng Xi yang serakah, sudah diketahui oleh


seluruh dunia persilatan.


Sepasang Cantik Jiang-nan seperti daging gemuk ini jatuh


ketangan dia, apa dia tidak akan menggigitnya" Jika dia belum


mendapatkan keuntungan, mana mungkin mau memberikan pada


orang lain" Ada juga beberapa orang persilatan, mengarahkan perhatiannya


pada pesilat tinggi muda Fu Jiu yang misterius itu.


Saat Sepasang Cantik Jiang-nan didepan benteng Zhangfeng


mengumumkan adalah Fu-jiu yang menolong mereka lari dari


tangkapan orang-orang benteng Zhang-feng. Tidak perduli apakah


kata-kata dia bisa dipercaya atau tidak, tapi mereka berdua tampil disisi Fu-jiu adalah kenyataan.


Kenapa tanpa sebab musabab dia menolong Sepasang Cantik


Jiang-nan" Pasti ada maksud tertentu.


Di dunia ini, tidak ada makan siang yang gratis, Sepasang Cantik


Jiang-nan pasti telah membayar dengan harga yang setimpal.


Satu-satunya harga yang bisa mereka bayar, yaitu harta


jarahan yang mereka rampok dari Jiang-ning.


Ini sama dengan uang untuk membeli nyawa, yang mereka bayar


pasti jumlahnya tidak sedikit.


Di dunia persilatan orang yang pernah melihat Fu-jiu jumlahnya tidak banyak, ingin mencari seseorang yang asalusulnya misterius,


dan belum pernah terlihat, itu sama juga dengan mencari jarum


didasar laut. Tapi jika mencari beberapa pelayannya yang namanya sangat


tenar itu, itu akan lebih mudah, bisa mendapatkan pelayan dia,

__ADS_1


sama dengan telah berhasil setengah.


Sehingga, Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa menjadi sasaran


pencarian beberapa orang persilatan.


Kabupaten Shou-yang terletak sekitar seratus li ditenggara kota


Tai-yuan, tempatnya ditengah-tengah antara jalan timur dan barat,


walau kotanya kecil, tapi mempunyai lapangan peternakan yang


cukup besar bertebaran di beberapa tempat disebelah selatan luar


kota. Lapangan peternakan ini yang diternak sapi dan kambing, orang


luar dilarang masuk, orang asing pun tidak boleh sembarangan


berjalan di daerah ini, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


Sebab para pengembala yang selalu waspada terhadap


pencuri-pencuri sapi. Pada jam sebelas malam, di lapangan peternakan Wei-yuan yang


paling besar, tempat tinggal pemilik peternakan dengan pekarangan


luas, muncul dua bayangan aneh yang tidak jelas seperti setan.


Benteng Zhang-feng telah dimusnahkan enam hari yang lalu,


orang-orang Shou-yang yang jauhnya tiga ratus li lebih, seharusnya sudah mendapat beritanya, orang yang ada hubungan rahasia dengan


benteng Zhang-feng, yang merasa bersalah, pasti diam-diam telah


mempersiapkan dirinya menghadapi perubahan.


Orang yang berhubungan erat dengan ketua benteng Xi, sejak


dua hari lalu sudah meninggalkan rumah keluar melancong!


Di Shou-yang tampaknya tidak ada orang yang tahu tentang


benteng Zhang-feng, tentu saja di kabupaten yang kecil ini, tidak


ada hubungannya dengan penguasa di pegunungan yang jaraknya


jauh sekali. Tapi peternakan Wei-yuan sepertinya ditutupi oleh hawa yang


membuat orang gelisah, sepertinya ada firasat akan terjadi


peristiwa, walau di luar tidak tampak gejala apa-apa, para pegawai peternakan pun tenang seperti biasa.


Di luar tenang tapi di dalam tegang, di dalam peternakan sudah


ditambah penjagaannya. Hari sudah tengah malam, pemilik peternakan Elang Besar Sayap


Mas, Ji Jing-wei masih sibuk diruang rahasianya, dengan dua orang


pembantunya, pengurus luar dan pengurus dalam, sambil


minum-minum mereka membicara-kan pekerjaan peternakan.


Kamar rahasia itu berada di dalam rumah di pekarangan belakang,


adalah tempat terlarang bagi orang yang bukan anggota keluargaJi.


Para pekerja di bagian luar pekarangan, juga tidak tahu tentang

__ADS_1


kamar rahasia ini, pekarangan dalam, siapa yang berani sembarangan masuk"


Dua pengurus luar dan dalam, pasti bukan dipanggil siang hari, masuk kedalam kamar rahasia ini.


__ADS_2