Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 157


__ADS_3

Xie-shen menendang sekali orang setengah baya yang berada di lantai, "Xiao Ji mengatakan kau bukan dewa, tidak bisa mengetahui sebelum meramal, tidak mungkin datang dulu kesini menunggu Yu-shu-xiu-shi tiba. Din dengan Xiao Zhen terus mengikuti di belakangnya kelompok Yu-shu-xiu-shi, mengikuti sampai dikota kabupaten Wu-chang baru melepasnya."


"Aku sama sekali tidak perduli masalah perkumpulan Cunqiu."


"Lalu kau datang ke kota......"


"Ketua benteng Xi," Kata Fu Ke-wei dengan tenang, "jika belum mendapatkan dia dan anaknya aku tidak akan berhenti, jika tidak bagaimana bisa tahu dimana Tian-long-jian Lu-zhao" Di Shou-yang, kita mendapatkan teman dan famili dia, mengetahui dia dan anaknya sembunyi dipusat negara, sangat mungkin menunggu setelah situasinya aman, diam-diam mengirim kembali harta bendanya yang disembunyikan dipusat negara.


Aku dengan Xiao Ling sudah mengejarnya sampai setengah negara, terakhir baru mengetahuinya, saat ini dia sedang bersembunyi di keluarga Guan."


"Di keluarga Guan?" Hoa-fei-hoa baru mengerti, "ternyata kau memikat putrinya keluarga Guan, ada tujuan lain.


Tapi, keluarga Guan mungkin tidak ada hubungannya dengan Benteng Zhang-feng. Guan Tian-fu dulunya adalah penjahat kelas tiga, setelah kaya berhubungan dengan orang pemerintah, berusaha legal di bidang pertanian dan pelayaran, diam-diam melindungi para penjahat teri, sebisanya tidak berhubungan dengan orang-orang yang ternama, tapi terhadap ketua benteng Xi yang mempunyai kekuasaan besar, dia tidak bisa menghindar juga tidak keburu!"


"Belum tentu begitu!" kata Fu Ke-wei, "begitu dia mendengar Yu-shu-xiu-shi dari perkumpulan Cun-qiu bersembunyi di taman Qing-feng keluarga Du, dia langsung mengutus orang mengusirnya, bisa dinilai dia tidak berhubungan dengan orang-orang yang punya nama besar, tapi tidak takut pada para penjahat besar itu. Aku jadi bingung oleh situasi ini."


"Apa maksudnya?" tanya Ouw Yu-zhen. "Tadinya aku curiga Yu-shu-xiu-shi datang untuk mencari ketua benteng Xi, tapi keluarga Guan mengutus orang ke taman Qing-feng mengusir orang-orang perkumpulan Cun-qiu, tindakannya karena gelisah, tidak seperti sandiwara untuk dilihat orang, tindakannya sungguh sungguh.


Makanya, mungkin ketua benteng Xi tidak sembunyi disini, atau aku terlambat datang satu langkah, dia sudah pergi jauh."


"Kau tetap ingin bergerak dari diri Guan Mei-yun?" tanya Hoa-fei-hoa penuh perhatian.


"Ini......" "Kakak, lepaskanlah dia!" kata Hoa-fei-hoa dengan tulus, "aku sudah menyelidiknya, wanita ****** ini tidak terlalu jahat, seorang gadis hartawan yang manja dan berkuasa, bertindak seenaknya,


tidaklah berdosa......"


"Aku berpikir ingin menggunakan dia menyusup ke dalam rumah Guan," Fu Ke-wei dengan merah, "Keluarga Guan rumahnya besar penghuninya bermacam-macam, penjagaannya sangat ketat, jika beberapa orang bersembunyi disana, walau membiarkan aku memeriksanya, juga harus menghabiskan waktu sepuluh hari atau setengah bulan, baru bisa selesai memeriksa seluruhnya. Sudahlah, aku telah melepasnya."


"Memeriksa perumahan banyak kesulitannya, taman Qingfeng adalah contoh yang paling bagus." Nie-sha-yin-hoa menggelengkan kepala tertawa pahit, "setiap bangunan ada dinding lapis dan ruang bawah tanah, bersembunyi satu tahun atau setengah tahun didalamnya, dewa pun tidak akan tahu, kesulitannya adalah tuan bukan perampok, tidak bisa menggunakan cara kejam melibatkan orang tidak berdosa."

__ADS_1


"Guan Tian-fu bukan seorang bodoh, dia tidak akan


menyembunyikan orang yang dia lindungi didalam tempat tinggalnya sendiri, supaya jika musuh datang mencari tidak mendapatkan bukti," Ouw Yu-zhen dengan tenang berkata, "menurut kabar di dekat Dong-hu dia mendirikan sebuah yayasan An-yang yang dipuji oleh masyarakat, khusus menampung orang sakit yang lumpuh dan orang tua yang sendirian hidupnya susah. tempat itu jika menyembunyikan buronan penting, mungkin sangat tepat! Perlu diselidiki."


"Itu adalah tempat yang semua orang tahu..."


"Justru karena itu, baru bisa mengelabui orang! Kita semua


berusaha menggunakan cara menyamar, memakai cara keras atau lembut menyelidiknya.


Jika ketua benteng Xi dan anaknya benar sembunyi disana, dibakar sampai jadi abu juga kita bisa mengenali dia."


"Baik, kita putuskan begitu saja." Fu Ke-wei dengan


gembira menyetujuinya. "Bagaimana dengan mata-mata ini?" Xie-shen menunjuk pada orang setengah baya yang setengah pingsan.


"Ditanya lagi juga tidak ada gunanya?" kata Fu Ke-wei, "mereka sudah naik perahu berlayar kebawah, pasti buru buru pulang ke Zhen-jiang.


"Biar aku yang urus." Xie-shen mengapit orangnya, "tunggulah aku kembali, baru merencanakan cara masuk ke yayasan An-yang, aku harap bisa segera melakukannya."


Xie-shen membawa pergi orang yang ditawan.


Sebutan Xie-shen bukanlah sebutan sembarangan.


Tentu saja dia tidak akan membangunkan orang dan


melepaskannya dengan selamat, setelah sampai dipinggir sungai dia mengubur orangnya kedalam tanah dan selesailah tugasnya.


Penjagaan pintu yayasan An-yang tidaklah terlalu ketat, ada

__ADS_1


beberapa bangunan malah sifatnya terbuka untuk umum,


mempersilahkan orang luar datang melihat-lihat, orang yang


bertugas melayaninya juga ramah-ramah.


Fu Ke-wei menyamar seorang tuan muda yang berbaju


mewah, sikapnya angkuh, membawa empat orang pelayan yang tampangnya seperti pengawal, nruncul di ruang penerima tamu Yayasan An-yang.


Xie-shen menyamar sebagai kepala pengawal.


Tampang dia dan golok besar di pinggangnya, sungguh ada hawa yang menakutkan orang.


Dua orang petugas pelayanan yang wajahnya kurus bersih, dengan sedikit tampang orang suci, melihat Fu Ke-wei yang tampangnya angkuh, dengan sendirinya merasakan orang yang datang ini ada maksud tertentu, buru-buru mereka merubah wajah, tersenyum menyambut tamu.


"Silahkan duduk tuan." Petugas berusia setengah baya dengan tersenyum mempersilahkan tamunya, "aku adalah


petugas penyambut tamu yayasan An-yang, aku marga Wang."


Dua orang pelayan kecil menyuguhkan teh pada tamunya, dan dua petugas pintu berjaga jalan bolak-balik diluar pintu.


"Petugas Wang apa kabar, sudah lama mendengar nama besar anda."


Fu Ke-wei dengan angkuhnya duduk dikursi tamu utama, empat pengawalnya berpencar berdiri seperti dewa pintu, "aku marga Wei, datang dari Nan-jing. Aku dengan yayasan ada usahanya cukup bagus, sengaja datang kesini untuk melihat-lihat, apakah diterima?"


Jauh-jauh ribuan li dari Nan-jing datang ke kota Wu-chang, khusus datang melihat-lihat yayasan An-yang, setan pun tidak akan percaya, tapi orang yang melayani malah percaya.


"Tuan Wei jauh-jauh datang berkunjung ke yayasan kami, selamat datang." Lalu petugas Wang memperkenalkan rekan kerjanya, "ini wakilku, marga Wu, hafal segala sesuatu tentang yayasan, dia bisa membawa tuan Wei melihat-lihat ke berbagai tempat di yayasan kami.

__ADS_1


Tuan Wei perlu apa, silahkan saja memberi tahukannya."


"Bagus bagus sekali, justru aku ingin melihat-lihat ke berbagai tempat. Jika kabar tentang yayasan anda benarbenar bagus, aku akan mengantarkan dua temanku beristirahat di yayasan anda."


__ADS_2