Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 45


__ADS_3

Di hari ketiga malam, Shang-fei membawa dua orang pengawal


pribadinya, melangkah keluar dari gerbang besar perumahan, dia


berjalan menuju utara, dia ingin pergi ke rumah Shi yang berada di sebelah barat gerbang utara kota baru, disana ada perumahan milik


Dingin Jahat Shi Lin-jun salah satu dari Enam Jahat.


Perumahan Shi Ling-jun berdekatan dengan tempat


peristirahatan Han-guang, terhitung sebuah rumah yang


berpengaruh. Menuju ke gerbang kecil utara, harus melalui sebuah jalan kecil.


Jalan kecil ini tidak ada pasar malam, tidak lama setelah hari gelap maka orang yang berjalan sudah jarang, lampu pintu juga sedikit


yang menyala, jalannya juga berliku-liku, orang yang berjalan


disana, kadang juga harus menyediakan lentera sendiri untuk


penerangan jalan. Tiga orang pesilat tinggi dunia persilatan itu biasa berjalan di


malam hari tidak pernah membawa lentera.


Ketika sedang berjalan di mulut sebuah gang kecil di depan sekitar sepuluh langkah lebih, muncul satu lentera dengan sinarnya yang lemah, orang yang membawa lentera memakai mantel panjang, wajahnya


samar-samar, sulit di lihat dengan jelas.


Aneh! Kenapa lenteranya tiba-tiba tertancap di dinding depan


mulut gang" Tiga orang itu masih tidak merasa ada yang aneh, sambil


berjalan mereka berbincang pelan, sampai dekat dengan lentera


itu. Orang itu berdiri di depan mulut gang, lentera itu


tergantung jauh satu zhang lebih.


Di lentera tertulis empat huruf merah: Gao-ping-qun-huan.


Karena lentera bergoyang dan berputar di tiup angin, bayangan


gelap huruf merah pun bergerak terus pada wajah orang itu


membentuk bayangan yang aneh, tampak menyeramkan.


Karena wajah orang itu sangat pucat.


Shang-fei yang jalan di depan jadi berhenti dalam jarak empat lima langkah karena terkejut, dia sampai mengeluarkan suara "Ih...!"


Dua orang pengawalnya juga mendadak ikut berhenti, orang


yang di sebelah kanan maju dua langkah, sepasang tangannya di


angkat bersiaga. Orang itu berdiri di tengah mulut gang kecil, sinar lentera yang lemah menyorot miring, dia berdiri di tengah jalan menatap pada orang-orang itu, dapat dilihat wajah anehnya ada dalam bayangan, sepasang


matanya yang bersinar aneh, sungguh mirip dengan mata setan di


dalam cerita dongeng. Bajunya hitam, tangannya di gendong di belakang, bayangan di


belakangnya juga hitam, hingga jika diperhatikan di tengah jalan


besar itu, hanya dapat melihat wajah anehnya dengan mata setan


yang menakutkan. Orang itu tidak bergerak juga tidak bicara, mata setannya tidak


berkedip menatap pada tiga orang yang berdiri di hadapannya,


jarak kedua belah pihak kira-kira dua zhang, berhadapan miring.


"Siapa?" tanya Shen-piao yang maju ke depan dengan siaga dan suara dalam.


Orang itu tidak ada gerakan, malah sepasang matanya juga tidak

__ADS_1


berkedip. Shang-fei adalah orang yang paling berani di antara Enam Jahat,


saat ini dia malah merasa hawa dingin dari bawah mulai naik keatas, bulu kuduknya berdiri.


Satu suara siulan naga terdengar, dua orang pengawal itu


dengan waspada mencabut pedang.


"Setan!" tiba-tiba Shang-fei berteriak terkejut.


Api lentera sekali meloncat, lalu mendadak padam.


Terdengar satu siulan setan yang membuat telinga tuli, angin


dingin mendadak timbul, wajah setan yang menyeramkan itu


mendadak hilang, di sekeliling tempat itu menjadi gelap gulita.


"Traang!" suara pedang jatuh ketanah.


Hei-zhong meloncat tiga zhang, sekuat tenaga menghindar dari


benda yang mendekat, baru saja sebelah kakinya menyentuh tanah,


dia segera akan mengerahkan tenaga meloncat lagi.


Tapi, dia merasakan sepasang kaki sudah tidak bisa di kendalikan,


terdengar "Buug...!" satu suara keras, bersamaan tubuhnya jatuh berguling ke depan, sesaat diam sudah tidak sadarkan diri.


Lama, dua orang ronda malam yang sedang bertugas


menemukan Shang-fei bertiga, dengan seluruh tubuhnya lemas


tidak dapat bergerak, juga tidak dapat bicara, hanya sepasang


matanya bisa membuka, menutup, berputar.


mengetuk pintu satu toko kecil, minta tolong disampaikan pada


rumah Shang untuk membawa orang menggotongnya pulang.


Hari masih belum terang, di dalam rumah Jahat Dingin Shi Ling-jun


juga terjadi mala petaka, dua orang pelayan yang pagi-pagi menemani majikan berlatih silat, menemukan majikan tidak pernah keluar kamar, di dalam hati timbul rasa curiga, buru-buru membangunkan pengurus


dan pelayan ruangan dalam untuk memeriksanya.


Hasilnya, pintu kamar harus di buka dengan mendobraknya,


beberapa orang pelayan yang masuk ke dalam, menemukan majikan


tua Shi Ling-jun telah menjadi mayat hidup, istri kedua yang


menemani tidur sedang tertidur lelap, dengan cara apa pun


membangunkannya juga tidak bisa bangun, tapi setelah hari terang


malah bangun sendiri, terhadap kejadian di dalam kamar kemarin


malam, dia sama sekali tidak tahu.


Pagi harinya, Tuan besar Li mendapat kabar yang disampaikan oleh


keluarga Shang, lalu orang keluarga Shi melaporkan berita buruk lagi.


Dalam waktu satu jam, dia mendapat berita buruk dari lima keluarga, kecuali Setan Jahat, lima Jahat lainnya dalam satu malam semua


mengalami nasib buruk, keadaannya persis sama dengan yang di alami oleh Jinba-dou dan Setan Jahat Sun-ren.


Mengenai dua pengawal Hitam Jahat, keduanya hanya di pukul


pingsan, pergelangan tangan kanan yang memegang pedang patah

__ADS_1


terkena pukulan orang, di kemudian hari dia hanya bisa menggunakan tangan kiri untuk memegang senjata.


Hitam Jahat tidak bisa bicara, tapi dua pengawalnya menceritakan


dengan jelas kejadiannya. Pokoknya, mereka bertemu dengan


mahluk aneh, bagaimana caranya di pukul sampai pingsan, mereka


tidak bisa menjelaskannya, tapi yang bisa di pastikan adalah, mahluk aneh itu tidak pernah menyentuh tubuhnya, hanya begitu saja


terbaring, ceritanya hanya itu.


Tapi di dalam hati semua orang mengerti, orang yang di


lumpuhkan bukan bertemu dengan mahluk aneh, tapi di lumpuhkan


oleh si marga Fu, ternyata si marga Fu belum mati, dia datang


membalas dendam dengan menyamar sebagai makhluk aneh.


Lima Jahat dalam waktu satu malam di lumpuhkan


semuanya. Tuan besar Li sangat terkejut dan ketakutan, dia segera


menyeberang sungai tinggal di perumahan Han-bei.


Di sini orang-orangnya banyak, semua anak buahnya tukang pukul,


pengawal dan ular setempat yang berguna semua mendapat perintah


datang ke perumahan menunggu perintah, melakukan penjagaan yang


ketat, berkumpul untuk berlindung.


Pendeta dao Qing-xi dengan dua keponakan seperguruannya


jadi tidak dapat meninggalkan itu, jadi tidak leluasa pergi!


Siang hari gerbang perumahan di jaga oleh para murid, jika malam


tiba, penjaganya ditambah dua orang lagi, semua membawa senjata


dan senjata rahasia berikut kentongan, seperti akan menghadapi


musuh yang besar saja. Tengah malam hari itu, satu bayangan hitam telah


mendekati kebun Li yang dijaga ketat.


Karena majikan ada di perumahan Han-bei, penjagaan Kebun Li


malah lebih ketat, pos penjagaan disekeliling Kebun Li, semua


ditemani dengan seekor anjing pemburu yang galak.


Dua orang penjaga pintu gerbang berdiri di antara pintu gerbang,


seekor anjing pemburu tiarap di bawah kaki penjaga yang sebelah


kanan. Malam ini tiba-tiba anjing pemburu berdiri, tenggorokannya


mengeluarkan suara yang aneh!


Penjaga dengan sigap menjongkok, mengulurkan tangan


mengusap-usap kepala anjing.


Tidak salah, anjing pemburu telah menemukan sesuatu, dari leher


sampai punggungnya, bulunya sudah berdiri, didalam kegelapan


asalkan mengulurkan tangan mengusapnya, maka akan tahu tubuh anjing itu sudah ada perubahan, penjaga perlahan menepuk-nepuk


punggung anjing pemburu, suara aneh yang keluar dari anjing pemburu itu segera berhenti.

__ADS_1


__ADS_2