Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 146


__ADS_3

Tapi, setelah memeriksa setengah lebih taman Qing-feng,


ternyata penjaga taman juga sudah menghilang, semua pelayan wanita sepertinya sudah ditarik keluar!


Akhirnya, mereka menemukan jejak orang digedung Chaoyang.


"Melakukan siasat kota kosong menipu orang," Jin Yingying berdiri didepan pintu, suaranya seperti bel perak merdu sekali,


"bermimpi kami tidak menemukan lalu pergi, siasatnya tidak akan berhasil."


"Belum tentu!" kata Jin Wen-wen, "setiap bangunan kosong semua, apakah kau dan aku bisa satu persatu memeriksanya" Dengan berani membiarkan kita memeriksanya, setelah tidak berhasil menemukan apa-apa, apakah tidak akan meninggalkan ?"


Pelayan wanita yang sedang membersihkan barang


membalikan tubuh melihat, dia terkejut hingga gemetar


bersembunyi dibelakang lemari.


"Akhirnya menemukan seorang juga." Jin Ying-ying


belakangan masuk keruangan, "nasib tidak terlalu buruk, hanya kurang satu orang saja dibandingkan waktu dulu."


Waktu dulu di vila teratai, dia mendapatkan dua orang yang sedang bermain asmara, akhirnya dipermainkan oleh Fu Kewei hingga mendapat malu.


"Hati hati!" Jin Wen-wen berteriak pelan diluar pintu, "orang ini wajahnya pura-pura ketakutan, tapi mahir kepandaian mengerutkan


tulang, sayangnya setelah merubah bentuk dia tidak bisa menggunakan tenaga dalamnya, dia gemetar karena tidak bisa menggerakan sesuatu benda, bukan karena ketakutan."


Pelayan wanita yang bersembunyi disudut lemari, telah mengecil satu kali lipat lebih, tapi gerakannya tidak bisa lolos dari pengamatannya, sepertinya sorot matanya bisa berbelok.


Sambil bicara dia menggoyangkan tangan tiga kali.


Di dalam pepohonan sebelah kiri, keluar paman dan istrinya dan tiga orang setengah baya, semua memakai baju dao membawa pedang, memakai mantel besar berwarna hijau.


"Di sekeliling ini, bayangan setan pun tidak ada, tidak terlihat ada yang mencurigakan." Orang setengah baya dengan nada dalam berkata, "sepertinya orang-orangnya benar-benar telah di tarik, tapi kita harus bertambah hati-hati jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Keluarga Du adalah keluarga sangat kaya, mereka bisa meminta pemerintah mengutus orang melindunginya, tidak ada alasan karena ketakutan lalu menarik seluruh orangnya, aku merasa sangat curiga."


"Kenyataannya, kita tidak bisa lama-lama, kita tinggal membalikan kulit bumi memeriksanya, tindakan orang kaya ini sungguh lihay, kita tidak bisa berbuat apa-apa pada dia." Perempuan tua tertawa pahit.


"Aku akan keatas loteng melihat-lihat," kata orang

__ADS_1


setengah baya. "Kau harus hati hati."


Orang setengah baya melayangkan tangan, membawa seorang setengah baya, dengan jurus bangau menerjang langit dia naik keatas, terbang setingi satu zhang lebih lalu melayang melewati pagar loteng, gerakannya ringan seperti kapas melayang, tampak tidak seperti ilmu meringankan tubuh.


Dua orang setengah baya lainnya dan bibi Qing, berdiam diluar bertugas menjaga.


Pelayan wanita sedang menggoyangkan bata yang menempel ditembok dibawah lemari, sayang setelah melakukan ilmu mengerutkan tulang, bentuk tubuhnya setelah berubah, dia tidak bisa menggunakan banyak tenaga, jarinya walau bisa masuk kedalam celah bata, tapi tidak bisa menggerakan bata hijau yang besarnya sekitar satu setengah che.


Dua wanita berdiri disatu zhang lebih, dengan dingin


menunggu lawan menggerakan bata hijau, mereka merasa


sangat terhibur dengan sabar menunggu perubahan.


"Apakah sedang berusaha mengangkat tombol untuk


menggerakan jebakan?" tanya Jin Ying-ying dingin, "biar aku bantu."


Pelayan wanita itu membatalkan gerakan mengangkat bata, tubuhnya digetarkan kembali kebentuk semula, kemudian sambil membentak dia melempar sebilah pisau terbang, tangan kanannya bersamaan diulurkan kebawah, bata itu terangkat kesisi.


Dalam keadaan terdesak dia menyerang menggunakan


mengira ini adalah reaksi yang normal.


Didalam pajangan antik didalam ruangan, dimana-mana


menyebarkan semacam gas yang tidak berwarna tidak berasa, gas memenuhi ruang diatas dan dibawah loteng.


Pintu dan jendela tertutup rapat, hanya satu daun pintu yang


terbuka. Saat gas beracun keluar, adalah saat dua wanita terbang melewati benteng taman disebelah utara, gas telah menyebar dari tabung ungu khusus yang disembunyikan didalam pajangan antik, atau dicelah yang tersembunyi, dengan pelanpelan menyebar.


Sampai mereka tiba di gedung Chao-yang, diatas dan dibawah loteng telah tersebar dengan merata gas semacam ini.


Tangan mulusnya Jin Ying-ying dikeluarkan dari lengan baju,


dengan tangkasnya menangkap pisau terbang, seperti sedang memetik bunga, gerakannya indah sedikitpun tidak ada kemarahan.


Gerakan dari depan menangkap senjata gelap tanpa menghindar adalah sangat berbahaya, sedikit saja kesalahan maka akan kehilangan nyawa.

__ADS_1


Jin Ying-ying seperti pamer, sebenarnya terhadap gerakannya menangkap senjata gelap dia sangat yakin.


Pelayan wanita itu telah menangkap ring yang ada dibawah bata, dengan kuat ditariknya, rak lemari dengan mengeluarkan suara menggelinding, pelan-pelan bergerak kekanan menelusuri tembok.


Ternyata ditembok ada satu pintu rahasia kecil yang sehari hari ditutup oleh lemari. Pintu rahasia itu sulit melihat celahnya, pelayan wanita itu segera menyelinap masuk kedalam.


"Kau tinggallah disini!"


Jin Ying-ying berteriak, jarinya menotok dari kejauhan.


"Ngek......" Pelayan wanita itu berteriak tertahan, jatuh kebawah pintu rahasia, tubuh atasnya baru setengah masuk kedalam, sudah tidak mampu bergerak lagi, tidak bisa berguling masuk kedalam lu bang yang muncul disisi. "Jangan masuk." Jin Wen-wen segera berteriak, mencegah adiknya Jin Ying-ying masuk kedalam, "buka dulu jalan darah dia, paksa tunjukan jalan."


Mereka mengira itu adalah ruang rahasia, atau pintu masuk jalan kebawah tanah, tapi begitu lihat mereka jadi kecewa.


Ruangan itu hanyalah tembok berlapis yang bisa


menyembunyikan lima-enam orang, dilubangi beberapa


lubang kecil, bersembunyi didalamnya, bisa mengawasi


gerakgerik didalam ruangan, juga bisa mendengar


pembicaraan didalam ruangan.


Didalam bangunan orang kaya, hampir semua ada tembok berlapis, saat terjadi bahaya bisa digunakan untuk bersembunyi, diperpanjang bisa dijadikan jalan penghubung rahasia, sama gunanya dengan ruang bawah tanah untuk menghindar mala petaka. Ada beberapa keluarga


juga tidak sayang mengeluarkan banyak uang, dalam membangun tembok berlapis dibawahnya menggali ruang bawah tanah, malah menyiapkan makanan dan minuman terlebih dulu, supaya terjamin keselamatannya.


Diatas ada tembok berlapis dibawah ada ruang bawah tanah begitu mencari orang, itu adalah tindakan bodoh yang tidak ada gunanya, menyia-nyiakan waktu. Makanya dua wanita ini beberapa kali keluar masuk taman Qing-feng, seperti orang buta, kuda tidak bermata sembarangan lari, tidak tahu harus dimulai dari mana mencarinya, didalam atau diluar ruang setiap bangunan, semua tidak bisa melihat satu bayangan orang pun.


Tembok lapis ditempat ini, jelas bukan tempat untuk bersembunyi, tapi mengutus orang kesini untuk mengawasi atau mencuri dengar gerak-gerik diruangan ini, orang orangnya keluarga Du pasti sering menggunakan bangunan ini, merundingkan hal penting dengan orang lain, tapi kurang yakin mengutus orang sembunyi didalam tembok lapis mengawasi dan mencuri dengar.


Sekali tertahan, wajah pelayan wanita tiba-tiba tampak


gembira. Jin Wen-wen memeriksa kesekelilingnya, mendorong pelayan wanita itu duduk di kursi.


"Aku ingin tahu tempat sembunyinya para penjahat


perkumpulan Cun-qiu." Tanya Jin Wen-wen dingin pada pelayan wanita, "jika kau menolak menjawab, aku terpaksa membunuhmu.

__ADS_1


__ADS_2