Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 91


__ADS_3

"Jangan kata lain kali, urusan kita kali ini juga belum selesai!" Fu Ke-wei melangkah masuk, menggunakan kaki menutup pintu, sepertinya dia telah mendengar dengan jelas perbincangan mereka, wajahnya tampak tertawa penuh arti, sambil membungkukan pinggang dia mengambil sebuah kursi dan mematahkan satu kaki kursi itu, "kau si bajingan ini di depan wanita cantik mengangkat diri sebagai pahlawan, menganggap diri sebagai


pelindung bunga, dengan sombong berani menantang aku, tanpa malu


mengatakan aku hidup hanya mengandalkan pertarungan kacau. Baik,


malam ini kita selesaikan masalahnya, supaya kau tidak ada kesempatan lain kali, lain kali aku tidak ingin membasahi kepala anjingmu dengan masakan dan kuah sayur lagi."


Sifat Yu-shu-xiu-shi sangat sombong, mana bisa dia menerima


kata-kata yang bersifat meng-hina ini" Apa lagi terpikir saat makan malam kepalanya telah terkena oleh masakan dan kuah sayur,


membuat dia jadi tambah berang.


Sekali berteriak keras, Yu-shu-xiu-shi mencabut pedang dan


maju menerjang. Kaki kursinya Fu Ke-wei pertama-tama menyapu dulu kekiri dan


kekanan, membuat meja dan kursi panjang yang ada di dekatnya,


telah disapu sejauh dua zhang lebih, sehingga ada ruang bergerak


yang cukup leluasa. Panjang kaki kursi hanya satu che lebih, digunakan untuk


melawan pedang, sungguh tidak seimbang.


Saat Yu-shu-xiu-shi maju menyerang, pedangnya telah keluar dari


sarungnya, dengan jurus pedang Luan-sa-xing-luo (Jaring bintang


mengacak serabutan), ingin mencincang tubuh Fu Ke-wei.


Bertarung di hadapan wanita cantik, tentu saja dia akan


mengerahkan segala kehebatan dan kekuatan, di atas pedangnya


keluar angin dan geledek, dahsyatnya serangan sangat


menakutkan. "Ting ting trang trang......"


Suara aneh yang keluar dari sentuhan kaki kursi dengan pedang


berturut-turut terdengar, suara dengungan pedang jelas terdengar.


Setiap pukulan kaki kursi dengan tepat memukul badan pedang,


Yu-shu-xiu-shi sama sekali tidak ada kesempatan menggunakan mata


pedang untuk memotong kaki kursi, meski serangannya dahsyat, tapi


sulit untuk bisa maju selangkah lagi, puluhan serangan pedang yang seperti hujan deras itu, semua telah ditangkis keluar oleh kaki kursi, semua hanya menghabiskan tenaga tanpa hasil, lama-lama


semangatnya semakin menurun.


Fu Ke-wei sedikit pun tidak mundur, datang satu pedang menyerang


menangkis satu pedang, sepasang kaki bergerak dengan lincah dalam


Pengelana Rimba Persilatan Karya Huang Yi di http://ceritasilat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo


radius tiga che, kaki kursi walau pendek, tapi serangan baliknya tanpa halangan bisa masuk, muncul didepan Yu-shu-xiu-shi, membuat

__ADS_1


Yu-shu-xiu-shi terpaksa menarik pedang melindungi dirinya, hawa yang sangat kuat diatas pedang, terhadap kaki kursi yang terbuat dari kayu sedikit pun tidak ada kekuatan untuk merusaknya.


Seruling Damai yang menyaksikan dari samping, wajahnya


berubah, dia mengulurkan tangan melepas kantong seruling yang ada


di-pinggangnya. "Seruling Damai Xiao Tai-ping, jika serulingmu berani keluar


dari kantongnya, aku pasti membuatmu mencoba merasakan


meledaknya Geledek Bunga Perak di dalam tubuhmu!" tiba-tiba


terdengar suara genit dari belakang.


Suaranya memang genit menarik, tapi nadanya malah


membuat orang merasa dingin menakutkan.


Ilmu silat Nie-sha-yin-hoa, hanya termasuk dalam kelas satu,


tapi jika orang persilatan mendengar Geledek Bunga Peraknya


wajahnya pasti ketakutan.


Geledek Bunga Perak terbuat dari logam berbentuk kuncup bunga,


lalu disepuh warna perak, besarnya hanya sebesar telur merpati, saat dilepas menggunakan tenaga dalam, asal mengenai tubuh manusia,


lima daun bunganya segera meletus secara otomatis, dan masuk ke


dalam tubuh, sakitnya bisa membuat orang pingsan. Walau tidak


mengenai tubuh, juga dapat menggunakan tenaga dalam


Tangan Seruling Damai yang sedang melepaskan kantongnya


jadi terhenti, pelan-pelan dia membalikan tubuh.


Entah kapan, Nie-sha-yin-hoa dan Ouw Yu-zhen


berdampingan muncul didepan pintu.


Dibelakang mereka berdua berdiri Xie-shen dengan wajah penuh


hawa pembunuhan, tangan kanan Nie-sha-yin-hoa sedang


memegang sebuah Bunga Perak yang bersinar perak, wajah


cantiknya tampak dingin sekali.


"Apa maksudmu?" tanya Seruling Damai dingin.


"Kata-kata ini harus aku yang tanyakan padamu baru betul."


Nie-sha-yin-hoa tertawa dingin, "dengan kaki kursi yang terbuat dari kayu melawan pedang pusaka, itu sudah satu pertarungan yang


sangat tidak adil, kau malah tidak memandang kedudukanmu


sebagai seorang angkatan tua, berniat mengeroyok lawannya, apa


kau tidak takut ditertawakan oleh teman-teman dunia persilatan?"

__ADS_1


"Kau siapanya bocah ini?"


"Aku pelayan wanitanya," Kata Nie-sha-yin-hoa tawar.


*Pelayahl?"Seruling Damai mengira dirinya salah dengar.


Nie-sha-yin-hoa yang namanya menggemparkan dunia persilatan,


malah jadi pelayan orang, sungguh diluar dugaan! Dia melihat pada


Ouw Yu-zhen, "kalau-kau" Aku sangat asing, apakah juga...."


'Tidak salah, aku juga pelayannya." Ouw Yu-zhen nadanya dingin seperti es, "kau tidak kenal aku, tapi aku kenal kau, kau bersifat licik, sering menggunakan racun di dalam seruling diam-diam menyerang


orang, barusan kau telah berniat diamdiam menyerang majikanku.


Jika bukan kakak Chao menghalangi terlebih dahulu, kau sekarang


sudah menjadi mayat hidup. Karena aku juga ahlinya diam-diam


menyerang orang, caramu yang kaku dibandingkan dengan aku masih


terlalu jauh." Seruling Damai mendengarnya, di dalam hati merasa marah, tapi


diam-diam terkejut juga, bengong melihat dua orang wanita cantik yang ada di depan ini. Mereka mengetahui asal-usulnya, tapi dia sama sekali asing terhadapnya, dalam hal kemahiran mengetahui lawan terlebih dulu sudah kalah satu langkah.


"Aku tidak satu pandangan dengan kalian, di kemudian hari baru kita bicarakan lagi." Dia dengan perasaan kalah mundur teratur, kembali melihat ke arena pertempuran.


Pedang Yu-shu-xiu-shi, saat ini sudah tidak bisa menyerang, kaki kursinya Fu Ke-wei berputar putar di depan perut dan dadanya Yu-shu-xiu-shi, maju mundur cepat laksana kilat, memaksa Yu-shu-xiu-shi berlari berputar di seluruh ruangan, pedangnya tertahan di lingkaran luar tidak bisa merebut posisi tengah, mungkin setelah terpukul oleh kaki kursi beberapa kali, dia tidak berani menangkis dengan keras lagi, seperti gila dia berlari berputaran, ingin meloloskan diri dari kejaran kaki kursi, tampaknya sudah tidak akan bertahan lama lagi!


Akhirnya Yu-shu-xiu-shi tidak dapat meloloskan diri dari


tonjokan di dadanya, buug... kaki kursi menonjok di dada


kanannya, membuat dirinya mundur dua langkah, jaraknya


menjadi renggang. Karena jarak sudah renggang, maka pedang nya bisa ditarik


merebut posisi tengah, tapi sayang dia terlambat selangkah lagi,


buug... lengan kanannya terpukul, pedangnya kembali terdorong


keluar. Yu-shu-xiu-shi merasakan lengan kanannya sakit sekali,


pedang terdorong keluar, sakitnya membuat dia berteriak


langkahnya menjadi kacau.


Kaki kursi berkelebat lagi, buug... kali ini sebuah suara


mengenai bahu kirinya, terasa bahu kirinya seperti akan pecah,


tangan kanannya jadi tidak bisa digerakan.


Fu Ke-wei mengangkat tangan kirinya, mencengkram


dadanya, gerakannya sangat kasar sekali.


Seruling Damai ingin maju membantu, tapi tidak berani


sembarangan bergerak, dia tidak lupa peringatannya dari Niesha-yin-hoa dan Ouw Yu-zhen.

__ADS_1


"Lepaskan dia!" Liu Fei-yan berteriak menggetarkan telinga, "jika tidak, kau harus mati duluan."


__ADS_2