
"Jangan kata lain kali, urusan kita kali ini juga belum selesai!" Fu Ke-wei melangkah masuk, menggunakan kaki menutup pintu, sepertinya dia telah mendengar dengan jelas perbincangan mereka, wajahnya tampak tertawa penuh arti, sambil membungkukan pinggang dia mengambil sebuah kursi dan mematahkan satu kaki kursi itu, "kau si bajingan ini di depan wanita cantik mengangkat diri sebagai pahlawan, menganggap diri sebagai
pelindung bunga, dengan sombong berani menantang aku, tanpa malu
mengatakan aku hidup hanya mengandalkan pertarungan kacau. Baik,
malam ini kita selesaikan masalahnya, supaya kau tidak ada kesempatan lain kali, lain kali aku tidak ingin membasahi kepala anjingmu dengan masakan dan kuah sayur lagi."
Sifat Yu-shu-xiu-shi sangat sombong, mana bisa dia menerima
kata-kata yang bersifat meng-hina ini" Apa lagi terpikir saat makan malam kepalanya telah terkena oleh masakan dan kuah sayur,
membuat dia jadi tambah berang.
Sekali berteriak keras, Yu-shu-xiu-shi mencabut pedang dan
maju menerjang. Kaki kursinya Fu Ke-wei pertama-tama menyapu dulu kekiri dan
kekanan, membuat meja dan kursi panjang yang ada di dekatnya,
telah disapu sejauh dua zhang lebih, sehingga ada ruang bergerak
yang cukup leluasa. Panjang kaki kursi hanya satu che lebih, digunakan untuk
melawan pedang, sungguh tidak seimbang.
Saat Yu-shu-xiu-shi maju menyerang, pedangnya telah keluar dari
sarungnya, dengan jurus pedang Luan-sa-xing-luo (Jaring bintang
mengacak serabutan), ingin mencincang tubuh Fu Ke-wei.
Bertarung di hadapan wanita cantik, tentu saja dia akan
mengerahkan segala kehebatan dan kekuatan, di atas pedangnya
keluar angin dan geledek, dahsyatnya serangan sangat
menakutkan. "Ting ting trang trang......"
Suara aneh yang keluar dari sentuhan kaki kursi dengan pedang
berturut-turut terdengar, suara dengungan pedang jelas terdengar.
Setiap pukulan kaki kursi dengan tepat memukul badan pedang,
Yu-shu-xiu-shi sama sekali tidak ada kesempatan menggunakan mata
pedang untuk memotong kaki kursi, meski serangannya dahsyat, tapi
sulit untuk bisa maju selangkah lagi, puluhan serangan pedang yang seperti hujan deras itu, semua telah ditangkis keluar oleh kaki kursi, semua hanya menghabiskan tenaga tanpa hasil, lama-lama
semangatnya semakin menurun.
Fu Ke-wei sedikit pun tidak mundur, datang satu pedang menyerang
menangkis satu pedang, sepasang kaki bergerak dengan lincah dalam
Pengelana Rimba Persilatan Karya Huang Yi di http://ceritasilat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo
radius tiga che, kaki kursi walau pendek, tapi serangan baliknya tanpa halangan bisa masuk, muncul didepan Yu-shu-xiu-shi, membuat
__ADS_1
Yu-shu-xiu-shi terpaksa menarik pedang melindungi dirinya, hawa yang sangat kuat diatas pedang, terhadap kaki kursi yang terbuat dari kayu sedikit pun tidak ada kekuatan untuk merusaknya.
Seruling Damai yang menyaksikan dari samping, wajahnya
berubah, dia mengulurkan tangan melepas kantong seruling yang ada
di-pinggangnya. "Seruling Damai Xiao Tai-ping, jika serulingmu berani keluar
dari kantongnya, aku pasti membuatmu mencoba merasakan
meledaknya Geledek Bunga Perak di dalam tubuhmu!" tiba-tiba
terdengar suara genit dari belakang.
Suaranya memang genit menarik, tapi nadanya malah
membuat orang merasa dingin menakutkan.
Ilmu silat Nie-sha-yin-hoa, hanya termasuk dalam kelas satu,
tapi jika orang persilatan mendengar Geledek Bunga Peraknya
wajahnya pasti ketakutan.
Geledek Bunga Perak terbuat dari logam berbentuk kuncup bunga,
lalu disepuh warna perak, besarnya hanya sebesar telur merpati, saat dilepas menggunakan tenaga dalam, asal mengenai tubuh manusia,
lima daun bunganya segera meletus secara otomatis, dan masuk ke
dalam tubuh, sakitnya bisa membuat orang pingsan. Walau tidak
mengenai tubuh, juga dapat menggunakan tenaga dalam
Tangan Seruling Damai yang sedang melepaskan kantongnya
jadi terhenti, pelan-pelan dia membalikan tubuh.
Entah kapan, Nie-sha-yin-hoa dan Ouw Yu-zhen
berdampingan muncul didepan pintu.
Dibelakang mereka berdua berdiri Xie-shen dengan wajah penuh
hawa pembunuhan, tangan kanan Nie-sha-yin-hoa sedang
memegang sebuah Bunga Perak yang bersinar perak, wajah
cantiknya tampak dingin sekali.
"Apa maksudmu?" tanya Seruling Damai dingin.
"Kata-kata ini harus aku yang tanyakan padamu baru betul."
Nie-sha-yin-hoa tertawa dingin, "dengan kaki kursi yang terbuat dari kayu melawan pedang pusaka, itu sudah satu pertarungan yang
sangat tidak adil, kau malah tidak memandang kedudukanmu
sebagai seorang angkatan tua, berniat mengeroyok lawannya, apa
kau tidak takut ditertawakan oleh teman-teman dunia persilatan?"
__ADS_1
"Kau siapanya bocah ini?"
"Aku pelayan wanitanya," Kata Nie-sha-yin-hoa tawar.
*Pelayahl?"Seruling Damai mengira dirinya salah dengar.
Nie-sha-yin-hoa yang namanya menggemparkan dunia persilatan,
malah jadi pelayan orang, sungguh diluar dugaan! Dia melihat pada
Ouw Yu-zhen, "kalau-kau" Aku sangat asing, apakah juga...."
'Tidak salah, aku juga pelayannya." Ouw Yu-zhen nadanya dingin seperti es, "kau tidak kenal aku, tapi aku kenal kau, kau bersifat licik, sering menggunakan racun di dalam seruling diam-diam menyerang
orang, barusan kau telah berniat diamdiam menyerang majikanku.
Jika bukan kakak Chao menghalangi terlebih dahulu, kau sekarang
sudah menjadi mayat hidup. Karena aku juga ahlinya diam-diam
menyerang orang, caramu yang kaku dibandingkan dengan aku masih
terlalu jauh." Seruling Damai mendengarnya, di dalam hati merasa marah, tapi
diam-diam terkejut juga, bengong melihat dua orang wanita cantik yang ada di depan ini. Mereka mengetahui asal-usulnya, tapi dia sama sekali asing terhadapnya, dalam hal kemahiran mengetahui lawan terlebih dulu sudah kalah satu langkah.
"Aku tidak satu pandangan dengan kalian, di kemudian hari baru kita bicarakan lagi." Dia dengan perasaan kalah mundur teratur, kembali melihat ke arena pertempuran.
Pedang Yu-shu-xiu-shi, saat ini sudah tidak bisa menyerang, kaki kursinya Fu Ke-wei berputar putar di depan perut dan dadanya Yu-shu-xiu-shi, maju mundur cepat laksana kilat, memaksa Yu-shu-xiu-shi berlari berputar di seluruh ruangan, pedangnya tertahan di lingkaran luar tidak bisa merebut posisi tengah, mungkin setelah terpukul oleh kaki kursi beberapa kali, dia tidak berani menangkis dengan keras lagi, seperti gila dia berlari berputaran, ingin meloloskan diri dari kejaran kaki kursi, tampaknya sudah tidak akan bertahan lama lagi!
Akhirnya Yu-shu-xiu-shi tidak dapat meloloskan diri dari
tonjokan di dadanya, buug... kaki kursi menonjok di dada
kanannya, membuat dirinya mundur dua langkah, jaraknya
menjadi renggang. Karena jarak sudah renggang, maka pedang nya bisa ditarik
merebut posisi tengah, tapi sayang dia terlambat selangkah lagi,
buug... lengan kanannya terpukul, pedangnya kembali terdorong
keluar. Yu-shu-xiu-shi merasakan lengan kanannya sakit sekali,
pedang terdorong keluar, sakitnya membuat dia berteriak
langkahnya menjadi kacau.
Kaki kursi berkelebat lagi, buug... kali ini sebuah suara
mengenai bahu kirinya, terasa bahu kirinya seperti akan pecah,
tangan kanannya jadi tidak bisa digerakan.
Fu Ke-wei mengangkat tangan kirinya, mencengkram
dadanya, gerakannya sangat kasar sekali.
Seruling Damai ingin maju membantu, tapi tidak berani
sembarangan bergerak, dia tidak lupa peringatannya dari Niesha-yin-hoa dan Ouw Yu-zhen.
__ADS_1
"Lepaskan dia!" Liu Fei-yan berteriak menggetarkan telinga, "jika tidak, kau harus mati duluan."