
Aku katakan sebelimnya, saat kau menyerang dengan garpu
terbang, itulah saatnya mengumumkan Bandit Tai Qiaozhuang mati.
Prinsipku dalam bertarung, aku tidak mengizinkan siapa pun
menyerang untuk kedua kalinya."
"Apakah kita pernah bertemu?" kata Bandit Tai merasa aneh.
"Jalan raya di luar kampung di gunung Xian, apa kau sudah lupa?"
"Ahh! Ternyata kau......"
Satu teriakan dalam terdengar, Shuang-jie-shu-sheng tibatiba
dengan kekuatan sangat dahsyat, menyerang dengan ganasnya,
tubuh dan pedang seperti menjadi satu, pedangnya mengeluarkan
suara mengguntur, pedang itu membelah angin menerjang laksana
kilat. "Traang, traang!"
Suaranya menggetarkan telinga, angin kuat menerjang ke segala
arah. Shuang-jie-shu-sheng berikut pedangnya terpental melayang sejauh
dua zhang lebih, saat menyentuh tanah lutut kanannya tertekuk, tangan kanannya menggunakan pedang untuk bertahan, tubuhnya tidak
hentinya gemetar, matanya menyorotkan rasa ketakutan sekali,
wajahnya mendadak berubah menjadi pucat.
Fu Ke-wei berdiri di tempat semula, tangan yang mengangkat
pedang mantap tidak bergerak, tapi tubuhnya telah berputar ke
kanan, menghadap pada Bandit Tai yang sudah berdiri di depan
kerumunan orang. "Kau seharusnya mengambil kesempatan tadi menyerang
dengan garpu terbang itu." katanya dingin, "sekarang kau sudah tidak ada kesempatan lagi."
Serangan geledek tadi juga membuat Yu-mien-el-lang Li
Hoa-rong yang berdiri di pinggir seluruh bulu di tubuhnya berdiri, tangan yang memegang pedang ikut gemetar.
Shuang-jie-shu-sheng Luo Wen-jing yang namanya
menggemparkan dunia persilatan, hanya dalam satu jurus sudah di
pukul mundur dua zhang lebih, sepuluh lebih tukang pukul tampak
ketakutan sekali, sampai keringatnya membasahi baju, kaki dan
tangan jadi lemas. Bandit Tai ikut tertegun, dia tidak tahu harus berbuat
bagaimana" Shuang-jie-shu-sheng dengan susah payah berdiri, pada
Yu-mien-el-lang memberi isyarat tangan untuk mundur, satu patah
kata pun tidak terdengar, dia membalikan kepala langsung pergi.
Hanya dalam sekejap, yang seharusnya pergi sudah pergi
semua. Kerumunan orang yang tadi ramai, mulai bubar.
Bandit Tai Qiao-zhuang menghembuskan nafas panjang,
__ADS_1
dengan lesu ikut mengundurkan diri.
Fu Ke-wei melemparkan pedang ke bawah, pada Huo-baoing
berdua berkata: "Dua orang tetua jika tidak pergi sekarang, Tuan besar Li akan datang dengan membawa Enam Jahat, saat itu kalian ingin pergi
juga sudah tidak bisa lagi! Tuan besar Li bukan lawannya kalian
berdua." "Saudara kecil, apa kau sendiri tidak takut?" tanya Huobao-ing.
"Sulit dikatakan, kalau satu lawan satu masih bertahan,
bagaimana pun tuan besar Li sudah tua."
"Aku dengan saudara Hong menurut pada saudara kecil,
terserah bagaimana mengaturnya.."
"Maaf, aku tidak suka berteman dalam bertindak."
"Masalah saudara kecil......"
"Tidak dapat kuberitahukan, kalian berdua cepat pergi." Fu Ke-wei tegas menolak, "Harap beritahukan pada teman kalian Tamu Tombak Dewa Luo Hoa-ji, dengan kekuatan Delapan Hebat, masih belum
cukup kuat untuk melawan keluarga Li, mengutus orang menyusup,
cepat atau lambat akan ketahuan, kalian berdua adalah saksi hidup.
Kalian berdua harus ingat, jika ingin membantu orang lain, yang
pertama-tama harus dapat melindungi diri sendiri dulu. sampai
jumpa!" Dua orang tertegun di tempat! melihat Fu Ke-wei pergi jauh.
"Saudara Hong, apakah kau pernah dengar, ada orang hanya
dengan satu jurus saja bisa membuat Shuang-jie-shusheng
"Shuang-jie-shu-sheng Luo Wen-jing ilmu pedangnya telah ternama, bukan saja ilmu pedangnya sudah mahir sekali, hawa pedangnya juga
sudah sampai tingkat ketujuh, begitu pedang tiba tidak ada yang tidak bakal hancur, tapi tadi hanya dalam satu jurus dia sudah kalah, kenapa di dunia persilatan tidak pernah mendengar ada seorang pemuda marga Fu ini?"
"Biar aku pikir-pikir dulu." Bu-fei-khe menunduk kepala
berpikir. "Saudara Du, kali ini kau pergi ke gunung Xiong-er mengajak
aku pergi ke Nan-yang menemui saudara Luo, bukankah baru
saja pulang dari Jiu Jiang?"
"Betul!" Huo-bao-ing berkata, "aku bertamu pada Pedang Setan Zuo-liang, saudara Zuo sungguh hidupnya beruntung, bisa
bersenang-senang di-rumah, hidupnya seperti hartawan yang kaya
raya." "Bukankah saudara kecil Zhuang pernah bercerita tentang
Xie-jian-xiu-luo, yang telah menghancurkan perkumpulan Qing-lian,
salah satu dari tiga perkumpulan pembunuh bayaran besar di
dunia?" "Tidak salah." "Xie-jian-xiu-luo marganya Fu, dipanggil Fu Ke-wei."
"Kau curiga, pemuda yang dipanggil Fu Xian ini, adalah Xiejian-xiu-luo?" "Memang ada pikiran itu, kedua-duanya bermarga Fu, dan
usianya juga berdekatan."
Bu-fei-khe menganggukan kepala:
"Peristiwa tabrakan kereta di kabupaten Ye, satu-satunya
__ADS_1
penumpang yang menolong penumpang yang terluka, menurut berita
yang didapat dari perusahaan angkutan Zhong-zhou di Xu-zhou, dia
adalah pemuda yang dipanggil Fuxian itu, setelah menolong orang,
diam-diam pergi, tidak mau tinggal jadi saksi perkara."
"Tidak ada orang yang pernah melihat wajah aslinya Xiejian-xiu-luo, meski pemuda ini bermarga Fu, tapi tidak bisa
memastikan dia adalah Xie-jian-xiu-luo yang misterius itu......"
"Beberapa hal tepat sama, apa mungkin?" Bu-fei-khe tidak membiarkan Huo-bao-ing habis bicara, supaya tidak memutuskan
jalan pikirannya, "saudara Du, di dunia ini mungkin hanya ada satu orang, bisa dengan satu jurus mematahkan serangan hawa
pedangnya Shuang-jie-shusheng."
"Yang kau maksud, Tian-luo-fei-mo yang menggemparkan dan
meraja lela di seluruh dunia selama empat puluh tahun?"
"Iblis terbang itu sudah puluhan tahun mengundurkan diri dari dunia persilatan, mungkin saja sudah ada di dalam kuburan."
"Kalau......" "Xie Jia Xiu-luo." Bu-fei-khe dengan pasti berkata, "hanya dia yang dapat melakukan, di bukit Guan-feng empat tahun lalu, peristiwa
Empat Binatang Pintar bertarung dengan Tujuh Bintang, orang-orang
persilatan semua tahu. Xie-jian-xiu-luo bukan saja telah menolong, Pedang Dewa Xu Kang-sheng yang menempati urutan pertama dari sepuluh jago pedang terbesar, juga dalam sekejap menghancurkan
barisan Pedang Tujuh Bintang, dalam tiga jurus menaklukkan Empat
Binatang Pintar, kepandaiannya yang sangat hebat ini di dunia
persilatan sekarang, sungguh sulit bisa mencari orang yang bisa
menandinginya." "Jangan berpikir terlalu jauh, bukankah Pedang Setan adik Zhuo pernah bertemu dengan Xie-jian-xiu-luo" lain hari kita tanyakan pada adik Zhuo, bukankah itu akan jadi jelas."
"Betul juga."
Tuan kedelapan Jin terbaring di atas ranjangnya di
perumahan Han-bei istri dan anak-anaknya berkumpul
didepan ranjang sambil menangis.
Pesilat tinggi yang diundang oleh Li Hoa-rong, tidak hentihentinya keluar masuk, setelah satu persatu memeriksanya,
semuanya menggelengkan kepala tidak berdaya, siapa pun tidak
dapat membuka jalan darah yang dikunci itu.
Seluruh tubuh Jin-ba-dou lumpuh tidak dapat bergerak, dia hanya
dapat menggerakan bola mata saja.
Paling akhir, Tuan besar Li, Li Yong-kang membawa Enam Jahat
Xiang-yang datang dengan menyeberang sungai.
Tuan besar Li termasuk dalam Sembilan Jago Pedang Terbesar,
posisinya ada di urutan kelima, di dunia persilatan hanya ada
beberapa orang saja yang dapat melawan ilmu pedangnya.
Enam Jahat Xiang-yang, bukanlah anak buahnya tuan besar Li, tapi
orang persilatan yang ternama di daerah Xiang-yang, hubungannya
__ADS_1
dengan tuan besar Li sangat erat. Istilahnya ada untung dinikmati
bersama, ada bahaya di tanggulangi bersama.