Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 38


__ADS_3

Aku katakan sebelimnya, saat kau menyerang dengan garpu


terbang, itulah saatnya mengumumkan Bandit Tai Qiaozhuang mati.


Prinsipku dalam bertarung, aku tidak mengizinkan siapa pun


menyerang untuk kedua kalinya."


"Apakah kita pernah bertemu?" kata Bandit Tai merasa aneh.


"Jalan raya di luar kampung di gunung Xian, apa kau sudah lupa?"


"Ahh! Ternyata kau......"


Satu teriakan dalam terdengar, Shuang-jie-shu-sheng tibatiba


dengan kekuatan sangat dahsyat, menyerang dengan ganasnya,


tubuh dan pedang seperti menjadi satu, pedangnya mengeluarkan


suara mengguntur, pedang itu membelah angin menerjang laksana


kilat. "Traang, traang!"


Suaranya menggetarkan telinga, angin kuat menerjang ke segala


arah. Shuang-jie-shu-sheng berikut pedangnya terpental melayang sejauh


dua zhang lebih, saat menyentuh tanah lutut kanannya tertekuk, tangan kanannya menggunakan pedang untuk bertahan, tubuhnya tidak


hentinya gemetar, matanya menyorotkan rasa ketakutan sekali,


wajahnya mendadak berubah menjadi pucat.


Fu Ke-wei berdiri di tempat semula, tangan yang mengangkat


pedang mantap tidak bergerak, tapi tubuhnya telah berputar ke


kanan, menghadap pada Bandit Tai yang sudah berdiri di depan


kerumunan orang. "Kau seharusnya mengambil kesempatan tadi menyerang


dengan garpu terbang itu." katanya dingin, "sekarang kau sudah tidak ada kesempatan lagi."


Serangan geledek tadi juga membuat Yu-mien-el-lang Li


Hoa-rong yang berdiri di pinggir seluruh bulu di tubuhnya berdiri, tangan yang memegang pedang ikut gemetar.


Shuang-jie-shu-sheng Luo Wen-jing yang namanya


menggemparkan dunia persilatan, hanya dalam satu jurus sudah di


pukul mundur dua zhang lebih, sepuluh lebih tukang pukul tampak


ketakutan sekali, sampai keringatnya membasahi baju, kaki dan


tangan jadi lemas. Bandit Tai ikut tertegun, dia tidak tahu harus berbuat


bagaimana" Shuang-jie-shu-sheng dengan susah payah berdiri, pada


Yu-mien-el-lang memberi isyarat tangan untuk mundur, satu patah


kata pun tidak terdengar, dia membalikan kepala langsung pergi.


Hanya dalam sekejap, yang seharusnya pergi sudah pergi


semua. Kerumunan orang yang tadi ramai, mulai bubar.


Bandit Tai Qiao-zhuang menghembuskan nafas panjang,

__ADS_1


dengan lesu ikut mengundurkan diri.


Fu Ke-wei melemparkan pedang ke bawah, pada Huo-baoing


berdua berkata: "Dua orang tetua jika tidak pergi sekarang, Tuan besar Li akan datang dengan membawa Enam Jahat, saat itu kalian ingin pergi


juga sudah tidak bisa lagi! Tuan besar Li bukan lawannya kalian


berdua." "Saudara kecil, apa kau sendiri tidak takut?" tanya Huobao-ing.


"Sulit dikatakan, kalau satu lawan satu masih bertahan,


bagaimana pun tuan besar Li sudah tua."


"Aku dengan saudara Hong menurut pada saudara kecil,


terserah bagaimana mengaturnya.."


"Maaf, aku tidak suka berteman dalam bertindak."


"Masalah saudara kecil......"


"Tidak dapat kuberitahukan, kalian berdua cepat pergi." Fu Ke-wei tegas menolak, "Harap beritahukan pada teman kalian Tamu Tombak Dewa Luo Hoa-ji, dengan kekuatan Delapan Hebat, masih belum


cukup kuat untuk melawan keluarga Li, mengutus orang menyusup,


cepat atau lambat akan ketahuan, kalian berdua adalah saksi hidup.


Kalian berdua harus ingat, jika ingin membantu orang lain, yang


pertama-tama harus dapat melindungi diri sendiri dulu. sampai


jumpa!" Dua orang tertegun di tempat! melihat Fu Ke-wei pergi jauh.


"Saudara Hong, apakah kau pernah dengar, ada orang hanya


dengan satu jurus saja bisa membuat Shuang-jie-shusheng


"Shuang-jie-shu-sheng Luo Wen-jing ilmu pedangnya telah ternama, bukan saja ilmu pedangnya sudah mahir sekali, hawa pedangnya juga


sudah sampai tingkat ketujuh, begitu pedang tiba tidak ada yang tidak bakal hancur, tapi tadi hanya dalam satu jurus dia sudah kalah, kenapa di dunia persilatan tidak pernah mendengar ada seorang pemuda marga Fu ini?"


"Biar aku pikir-pikir dulu." Bu-fei-khe menunduk kepala


berpikir. "Saudara Du, kali ini kau pergi ke gunung Xiong-er mengajak


aku pergi ke Nan-yang menemui saudara Luo, bukankah baru


saja pulang dari Jiu Jiang?"


"Betul!" Huo-bao-ing berkata, "aku bertamu pada Pedang Setan Zuo-liang, saudara Zuo sungguh hidupnya beruntung, bisa


bersenang-senang di-rumah, hidupnya seperti hartawan yang kaya


raya." "Bukankah saudara kecil Zhuang pernah bercerita tentang


Xie-jian-xiu-luo, yang telah menghancurkan perkumpulan Qing-lian,


salah satu dari tiga perkumpulan pembunuh bayaran besar di


dunia?" "Tidak salah." "Xie-jian-xiu-luo marganya Fu, dipanggil Fu Ke-wei."


"Kau curiga, pemuda yang dipanggil Fu Xian ini, adalah Xiejian-xiu-luo?" "Memang ada pikiran itu, kedua-duanya bermarga Fu, dan


usianya juga berdekatan."


Bu-fei-khe menganggukan kepala:


"Peristiwa tabrakan kereta di kabupaten Ye, satu-satunya

__ADS_1


penumpang yang menolong penumpang yang terluka, menurut berita


yang didapat dari perusahaan angkutan Zhong-zhou di Xu-zhou, dia


adalah pemuda yang dipanggil Fuxian itu, setelah menolong orang,


diam-diam pergi, tidak mau tinggal jadi saksi perkara."


"Tidak ada orang yang pernah melihat wajah aslinya Xiejian-xiu-luo, meski pemuda ini bermarga Fu, tapi tidak bisa


memastikan dia adalah Xie-jian-xiu-luo yang misterius itu......"


"Beberapa hal tepat sama, apa mungkin?" Bu-fei-khe tidak membiarkan Huo-bao-ing habis bicara, supaya tidak memutuskan


jalan pikirannya, "saudara Du, di dunia ini mungkin hanya ada satu orang, bisa dengan satu jurus mematahkan serangan hawa


pedangnya Shuang-jie-shusheng."


"Yang kau maksud, Tian-luo-fei-mo yang menggemparkan dan


meraja lela di seluruh dunia selama empat puluh tahun?"


"Iblis terbang itu sudah puluhan tahun mengundurkan diri dari dunia persilatan, mungkin saja sudah ada di dalam kuburan."


"Kalau......" "Xie Jia Xiu-luo." Bu-fei-khe dengan pasti berkata, "hanya dia yang dapat melakukan, di bukit Guan-feng empat tahun lalu, peristiwa


Empat Binatang Pintar bertarung dengan Tujuh Bintang, orang-orang


persilatan semua tahu. Xie-jian-xiu-luo bukan saja telah menolong, Pedang Dewa Xu Kang-sheng yang menempati urutan pertama dari sepuluh jago pedang terbesar, juga dalam sekejap menghancurkan


barisan Pedang Tujuh Bintang, dalam tiga jurus menaklukkan Empat


Binatang Pintar, kepandaiannya yang sangat hebat ini di dunia


persilatan sekarang, sungguh sulit bisa mencari orang yang bisa


menandinginya." "Jangan berpikir terlalu jauh, bukankah Pedang Setan adik Zhuo pernah bertemu dengan Xie-jian-xiu-luo" lain hari kita tanyakan pada adik Zhuo, bukankah itu akan jadi jelas."


"Betul juga."


Tuan kedelapan Jin terbaring di atas ranjangnya di


perumahan Han-bei istri dan anak-anaknya berkumpul


didepan ranjang sambil menangis.


Pesilat tinggi yang diundang oleh Li Hoa-rong, tidak hentihentinya keluar masuk, setelah satu persatu memeriksanya,


semuanya menggelengkan kepala tidak berdaya, siapa pun tidak


dapat membuka jalan darah yang dikunci itu.


Seluruh tubuh Jin-ba-dou lumpuh tidak dapat bergerak, dia hanya


dapat menggerakan bola mata saja.


Paling akhir, Tuan besar Li, Li Yong-kang membawa Enam Jahat


Xiang-yang datang dengan menyeberang sungai.


Tuan besar Li termasuk dalam Sembilan Jago Pedang Terbesar,


posisinya ada di urutan kelima, di dunia persilatan hanya ada


beberapa orang saja yang dapat melawan ilmu pedangnya.


Enam Jahat Xiang-yang, bukanlah anak buahnya tuan besar Li, tapi


orang persilatan yang ternama di daerah Xiang-yang, hubungannya

__ADS_1


dengan tuan besar Li sangat erat. Istilahnya ada untung dinikmati


bersama, ada bahaya di tanggulangi bersama.


__ADS_2