Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 85


__ADS_3

"Tidak perlu menanyakan asal-usul, bagaimana pun di antara kita tidak ada dendam atau permusuhan, paling baik seperti air sumur tidak mengganggu air sungai, aku tidak akan perdulikan perlakuan kurang ajar kalian terhadap aku." Katakata dia masuk akal, wajah yang ingin meredakan masalah tampak jelas, tapi di dalam perkataannya sangat


keras, "jika kalian tidak mau berhenti, akibatnya tanggung sendiri."


Hoa-fei-hoa adalah orang yang ternama di dunia persilatan, situasi seperti ini, juga tidak mengizinkan dia untuk mundur.


"Kau tahu Satu Pedang Dunia?" Hoa-fei-hoa penasaran, terus mencari akal untuk bisa membuat dia bicara.


"Orang yang berkelana di dunia persilatan, siapa yang tidak tahu Satu Pedang Dunia?" katanya dengan enteng, "benteng Zhang-feng dibangun oleh si tua brengsek itu, di pedalaman pegunungan Li-liang, dia sering membawa anak buahnya keluar dari benteng untuk


berlagak, diam-diam menjadi perampok, dan merampok hartawan di


berbagai tempat, sampai pemerintah juga harus sedikit mengalah


pada dia!" "Mendengar nada pembicaraanmu, sepertinya sedikit pun tidak


menghormat pada dia."


"Kenapa aku harus menaruh hormat pada dia" Aku seorang


persilatan biasa, tidak perlu berhubungan dengan orang besar ini."


"Kau asal bicara saja, jelas kau adalah mata-matanya


benteng Zhang-feng yang hebat, kau tidak mati......"


Belum habis suaranya terdengar, satu sinar kilat terbang keluar


dari tangan kiri Hoa Bu Hoa.


Sepasang Bintang Perak dan pelayannya, sepertinya sudah ada


janji diam-diam dengan Hoa Bu Hoa, bersamaan waktu juga


melepaskan senjata gelapnya, semua senjata itu mengarah ke Fu


Ke-wei yang hanya berjarak dua zhang, siulan senjata gelap yang


membelah angin bagi orang yang mendengar hatinya jadi dingin.


Mereka semua adalah pesilat tinggi diantara pesilat tinggi, ilmu


silatnya sangat hebat, senjata gelap yang digunakan pasti lebih keji, lebih menakutkan.


Tubuh Fu Ke-wei berkelebat sekali, mendadak menghilang.


Empat orang itu mengikuti senjata gelapnya ikut maju


menerjang, tapi sesaat masih terlambat, empat macam senjata


gelap tebang sejauh sepuluh zhang lebih, begitu tenaga


lemparannya habis lalu jatuh ke dalam rumput, orang yang ikut di


belakangnya, jadi menerjang tempat kosong.


"Ha ha ha ha......"


Sebuah tawa keras terdengar dari depan sisi hutan di belakang


tubuh mereka, bayangan orang muncul, berkelebat sekali lagi, lalu

__ADS_1


kembali menghilang. Empat orang itu tidak sempat memungut kembali senjata


gelapnya, masing-masing menggunakan ilmu meringankan tubuh


yang hebat sekuat tenaga mengejar.


Setelah mengejar setengah harian, hanya terlihat bayangan orang


yang mendadak muncul mendadak menghilang, selalu tidak terkejar,


terakhir bayangan itu hilang di dalam hutan.


"Sudah, jangan di kejar lagi! Orang ini sengaja mempermainkan kita, perjalanan kita ke benteng Zhang-feng, akan mendapat banyak


kesulitan." Hoa-fei-hoa terpaksa menyerah, dengan putus asa


menghentikan langkahnya. "Mungkin dia bukan orangnya benteng Zhang-feng." Zhi Nu-xing berkata, "penjahat keji yang berlindung di benteng Zhang-feng, tidak akan sembarangan keluar benteng. Anak buah kepercayaannya ketua


benteng Xi memang adalah pesilat tinggi yang amat lihay, tapi pasti tidak ada yang sehebat orang ini. Nona Hoa, aku berani pastikan,


perjalanan kita ke benteng Zhang-feng, orang ini bukan ancaman.''


Di belakang empat orang itu mendadak terdengar suara yang


mengejek: "Aku memang bukan orang benteng Zhang-feng, hanya wanita


yang paling cantik di dunia persilatan ini yang menuduh aku anak


buahnya benteng Zhang-feng......"


"Kau pantas mati......"


Hoa-fei-hoa mendadak membalikan tubuh, terdengar suara keluarnya


cepat, hawa pedang yang menusuk tulang mendadak muncul, dia telah


mengerahkan seluruh kekuatannya, dia ingin saat lawan tidak siap,


melakukan satu serangan mematikan.


"Hemm..." Fu Ke-wei membentak, tongkat kayunya diayunkan, kecepatannya membuat orang tidak bisa melihat, buug... satu suara


miring mengenai badan pedang, tapi kulit kayu itu sedikitpun tidak rusak.


Hoa-fei-hoa melayang miring delapan che, dia terkejut


sekali! Pedangnya dipukul keluar oleh tongkat kayu, getarannya sangat


kuat sekali, walau bukan seorang ahli, dia tahu tenaga dalam kedua belah pihak berbeda jauh, tenaga aneh yang keluar dari tongkat


kayu, sedikit pun tidak terpengaruh oleh hawa pedang.


Fu Ke-wei melangkah satu langkah kesamping, dia juga di dalam


hati merasa terkejut. Dalam pukulannya tadi dia telah menyalurkan tenaga dalamnya,


dalam perkiraannya dia bisa memukul lepas pedang dari tangan


lawannya, malah bisa memukul patah pedangnya, tapi di luar dugaan


dua perkiraan ini satu pun tidak terjadi.

__ADS_1


"Tampaknya aku telah salah menilai ilmu silatmu. Tidak aneh di dalam situasi dunia yang bergolak, pesilat tinggi yang memenuhi dunia


persilatan, kau bisa dengan leluasa bertindak, dengan lancarnya


mendapatkan posisi yang baik, kau sudah punya kedudukan di dunia


persilatan, apakah kau bisa sebagai seorang pesilat tinggi ternama, bertarung dengan aku satu lawan satu?" kata Fu Ke-wei dengan serius.


"Ini......" "Ha ha ha ha......apa ingin mengeroyok" disini ada kami bertiga, jadi empat lawan empat, kita bermain-main bersama." Dari dalam hutan melangkah keluar Xie-shen dan Ouw Yuzhen, Nie-sha-yin-hoa,


"Hoa-fei-hoa, jujur saja aku katakan, kalian masih belum pantas bermain pedang di hadapan majikan kami, hematlah tenaga kalian!


Aku katakan sebuah nasihat yang tidak enak didengar, jika kalian


pergi ke benteng Zhang-feng pasti tidak akan bisa hidup, di bawah


perintah Satu Pedang Dunia, mereka tidak akan bertarung satu lawan satu dengan kalian, dia akan menggunakan tembok manusia


menindih mati kalian. Kalian bermain kucing menangkap tikus dengan dia, tidak tahu telah berapa banyak mengorbankan nyawa tidak


berdosa, majikan kami seharusnya menyembelih kalian, supaya tidak mengorbankan i iyawa yang tidak berdosa lainnya."


Tentu saja di dalam hati Xie-shen mengerti, Fu Ke-wei tidak bisa,


juga tidak mungkin menyembelih empat orang ini, mengatakan kesal adalah satu hal, berkata aturan satu hal lainnya.


Orang benteng Zhang-feng dengan keji membunuh orang tidak


berdosa, tidak seharusnya empat orang ini yang bertanggungjawab.


Di dunia ini melakukan hal apa saja, selalu tidak bisa


terhindar akan melibatkan orang lain, mana bisa dosanya


dijatuhkan pada kelompok Hoa-fei-hoa"


Walau Xie-shen bertiga adalah orang ternama di dunia persilatan,


tapi terhadap tiga orang ini kelompok Hoa-fei-hoa hanya mendengar


nama tidak pernah bertemu muka, sehingga, tidak bisa melihat


asal-usul orang yang datang ini.


Tapi dari kata-katanya Xie-shen tadi, mereka mengerti satu hal, Fu Ke-wei adalah majikannya tiga orang ini.


"Ternyata kau punya teman, kau memancing kami datang kesini,


apa maksudnya?" "Aku dengan tegas menolak tuduhan tanpa alasan itu." Fe Ke Wei tertawa, "kalian terlebih dulu mempermainkan aku, karena aku takut di jalan raya akan menggegerkan masyarakat, baru aku lari kesini


membicarakan dengan kalian. Nona, kita tidak ada permusuhan atau


dendam, sedikit salah paham ini, diakhiri saja ok?"


"Kau dengan sengaja mempermainkan aku, aku bersumpah salah


satu dari kita harus mati, ambil pedangmu, kita bertarung siapa yang hidup atau mati?"


Pedang Hoa-fei-hoa mulai mendengung tidak biasa.


Nie-sha-yin-hoa melangkah maju, mencabut pedang dan

__ADS_1


diberikan pada Fu Ke-wei.


__ADS_2