
"Tidak perlu menanyakan asal-usul, bagaimana pun di antara kita tidak ada dendam atau permusuhan, paling baik seperti air sumur tidak mengganggu air sungai, aku tidak akan perdulikan perlakuan kurang ajar kalian terhadap aku." Katakata dia masuk akal, wajah yang ingin meredakan masalah tampak jelas, tapi di dalam perkataannya sangat
keras, "jika kalian tidak mau berhenti, akibatnya tanggung sendiri."
Hoa-fei-hoa adalah orang yang ternama di dunia persilatan, situasi seperti ini, juga tidak mengizinkan dia untuk mundur.
"Kau tahu Satu Pedang Dunia?" Hoa-fei-hoa penasaran, terus mencari akal untuk bisa membuat dia bicara.
"Orang yang berkelana di dunia persilatan, siapa yang tidak tahu Satu Pedang Dunia?" katanya dengan enteng, "benteng Zhang-feng dibangun oleh si tua brengsek itu, di pedalaman pegunungan Li-liang, dia sering membawa anak buahnya keluar dari benteng untuk
berlagak, diam-diam menjadi perampok, dan merampok hartawan di
berbagai tempat, sampai pemerintah juga harus sedikit mengalah
pada dia!" "Mendengar nada pembicaraanmu, sepertinya sedikit pun tidak
menghormat pada dia."
"Kenapa aku harus menaruh hormat pada dia" Aku seorang
persilatan biasa, tidak perlu berhubungan dengan orang besar ini."
"Kau asal bicara saja, jelas kau adalah mata-matanya
benteng Zhang-feng yang hebat, kau tidak mati......"
Belum habis suaranya terdengar, satu sinar kilat terbang keluar
dari tangan kiri Hoa Bu Hoa.
Sepasang Bintang Perak dan pelayannya, sepertinya sudah ada
janji diam-diam dengan Hoa Bu Hoa, bersamaan waktu juga
melepaskan senjata gelapnya, semua senjata itu mengarah ke Fu
Ke-wei yang hanya berjarak dua zhang, siulan senjata gelap yang
membelah angin bagi orang yang mendengar hatinya jadi dingin.
Mereka semua adalah pesilat tinggi diantara pesilat tinggi, ilmu
silatnya sangat hebat, senjata gelap yang digunakan pasti lebih keji, lebih menakutkan.
Tubuh Fu Ke-wei berkelebat sekali, mendadak menghilang.
Empat orang itu mengikuti senjata gelapnya ikut maju
menerjang, tapi sesaat masih terlambat, empat macam senjata
gelap tebang sejauh sepuluh zhang lebih, begitu tenaga
lemparannya habis lalu jatuh ke dalam rumput, orang yang ikut di
belakangnya, jadi menerjang tempat kosong.
"Ha ha ha ha......"
Sebuah tawa keras terdengar dari depan sisi hutan di belakang
tubuh mereka, bayangan orang muncul, berkelebat sekali lagi, lalu
__ADS_1
kembali menghilang. Empat orang itu tidak sempat memungut kembali senjata
gelapnya, masing-masing menggunakan ilmu meringankan tubuh
yang hebat sekuat tenaga mengejar.
Setelah mengejar setengah harian, hanya terlihat bayangan orang
yang mendadak muncul mendadak menghilang, selalu tidak terkejar,
terakhir bayangan itu hilang di dalam hutan.
"Sudah, jangan di kejar lagi! Orang ini sengaja mempermainkan kita, perjalanan kita ke benteng Zhang-feng, akan mendapat banyak
kesulitan." Hoa-fei-hoa terpaksa menyerah, dengan putus asa
menghentikan langkahnya. "Mungkin dia bukan orangnya benteng Zhang-feng." Zhi Nu-xing berkata, "penjahat keji yang berlindung di benteng Zhang-feng, tidak akan sembarangan keluar benteng. Anak buah kepercayaannya ketua
benteng Xi memang adalah pesilat tinggi yang amat lihay, tapi pasti tidak ada yang sehebat orang ini. Nona Hoa, aku berani pastikan,
perjalanan kita ke benteng Zhang-feng, orang ini bukan ancaman.''
Di belakang empat orang itu mendadak terdengar suara yang
mengejek: "Aku memang bukan orang benteng Zhang-feng, hanya wanita
yang paling cantik di dunia persilatan ini yang menuduh aku anak
buahnya benteng Zhang-feng......"
"Kau pantas mati......"
Hoa-fei-hoa mendadak membalikan tubuh, terdengar suara keluarnya
cepat, hawa pedang yang menusuk tulang mendadak muncul, dia telah
mengerahkan seluruh kekuatannya, dia ingin saat lawan tidak siap,
melakukan satu serangan mematikan.
"Hemm..." Fu Ke-wei membentak, tongkat kayunya diayunkan, kecepatannya membuat orang tidak bisa melihat, buug... satu suara
miring mengenai badan pedang, tapi kulit kayu itu sedikitpun tidak rusak.
Hoa-fei-hoa melayang miring delapan che, dia terkejut
sekali! Pedangnya dipukul keluar oleh tongkat kayu, getarannya sangat
kuat sekali, walau bukan seorang ahli, dia tahu tenaga dalam kedua belah pihak berbeda jauh, tenaga aneh yang keluar dari tongkat
kayu, sedikit pun tidak terpengaruh oleh hawa pedang.
Fu Ke-wei melangkah satu langkah kesamping, dia juga di dalam
hati merasa terkejut. Dalam pukulannya tadi dia telah menyalurkan tenaga dalamnya,
dalam perkiraannya dia bisa memukul lepas pedang dari tangan
lawannya, malah bisa memukul patah pedangnya, tapi di luar dugaan
dua perkiraan ini satu pun tidak terjadi.
__ADS_1
"Tampaknya aku telah salah menilai ilmu silatmu. Tidak aneh di dalam situasi dunia yang bergolak, pesilat tinggi yang memenuhi dunia
persilatan, kau bisa dengan leluasa bertindak, dengan lancarnya
mendapatkan posisi yang baik, kau sudah punya kedudukan di dunia
persilatan, apakah kau bisa sebagai seorang pesilat tinggi ternama, bertarung dengan aku satu lawan satu?" kata Fu Ke-wei dengan serius.
"Ini......" "Ha ha ha ha......apa ingin mengeroyok" disini ada kami bertiga, jadi empat lawan empat, kita bermain-main bersama." Dari dalam hutan melangkah keluar Xie-shen dan Ouw Yuzhen, Nie-sha-yin-hoa,
"Hoa-fei-hoa, jujur saja aku katakan, kalian masih belum pantas bermain pedang di hadapan majikan kami, hematlah tenaga kalian!
Aku katakan sebuah nasihat yang tidak enak didengar, jika kalian
pergi ke benteng Zhang-feng pasti tidak akan bisa hidup, di bawah
perintah Satu Pedang Dunia, mereka tidak akan bertarung satu lawan satu dengan kalian, dia akan menggunakan tembok manusia
menindih mati kalian. Kalian bermain kucing menangkap tikus dengan dia, tidak tahu telah berapa banyak mengorbankan nyawa tidak
berdosa, majikan kami seharusnya menyembelih kalian, supaya tidak mengorbankan i iyawa yang tidak berdosa lainnya."
Tentu saja di dalam hati Xie-shen mengerti, Fu Ke-wei tidak bisa,
juga tidak mungkin menyembelih empat orang ini, mengatakan kesal adalah satu hal, berkata aturan satu hal lainnya.
Orang benteng Zhang-feng dengan keji membunuh orang tidak
berdosa, tidak seharusnya empat orang ini yang bertanggungjawab.
Di dunia ini melakukan hal apa saja, selalu tidak bisa
terhindar akan melibatkan orang lain, mana bisa dosanya
dijatuhkan pada kelompok Hoa-fei-hoa"
Walau Xie-shen bertiga adalah orang ternama di dunia persilatan,
tapi terhadap tiga orang ini kelompok Hoa-fei-hoa hanya mendengar
nama tidak pernah bertemu muka, sehingga, tidak bisa melihat
asal-usul orang yang datang ini.
Tapi dari kata-katanya Xie-shen tadi, mereka mengerti satu hal, Fu Ke-wei adalah majikannya tiga orang ini.
"Ternyata kau punya teman, kau memancing kami datang kesini,
apa maksudnya?" "Aku dengan tegas menolak tuduhan tanpa alasan itu." Fe Ke Wei tertawa, "kalian terlebih dulu mempermainkan aku, karena aku takut di jalan raya akan menggegerkan masyarakat, baru aku lari kesini
membicarakan dengan kalian. Nona, kita tidak ada permusuhan atau
dendam, sedikit salah paham ini, diakhiri saja ok?"
"Kau dengan sengaja mempermainkan aku, aku bersumpah salah
satu dari kita harus mati, ambil pedangmu, kita bertarung siapa yang hidup atau mati?"
Pedang Hoa-fei-hoa mulai mendengung tidak biasa.
Nie-sha-yin-hoa melangkah maju, mencabut pedang dan
__ADS_1
diberikan pada Fu Ke-wei.