Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 28


__ADS_3

Pagi hari ini, sekelompok pemuda berbaju mewah, beramai-ramai


melewati kampung menuju Xian Shan di lereng barat, mereka jalan di jalan besar mendaki gunung. Satu li lebih di atas, terdapat kuil


Yang-hou yang ramai di kunjungi orang.


Di sepanjang jalan, pohon menghijau, kicau burung, wanginya


bunga, membuat hati orang jadi lega dan damai.


Orang yang paling depan mendaki adalah putra sulung tuan Li, Li


Hoa-xin, dan putra keduanya Li Hoa-sheng. Li Hoa-xin sudah kawin dan punya anak, usianya baru dua puluh limaenam tahun sudah mempunyai


sepasang anak, julukannya di dunia persilatan Telapak Besi Pedang Dewa (Tie zhang-shenjian).


Li Hoa-sheng masih belum berusia sepuluh tahun, tapi


tubuhnya tegap seperti anak sapi, malah memakai baju ringkas


sutra berwarna biru, tampak sangat gagah.


Ada seorang pemuda yang berjalan bersama mereka, sama gagah


dan juga tampan. Mantelnya berwarna hijau langit, di sabuknya yang lebar ada dua buah variasi yang modern: Kantong bahu dan dompet.


Di belakangnya, ada tiga orang wanita. Mereka adalah


tamunya keluarga Li Salah satu tamunya adalah nyonya muda berusia dua puluh tahun


lebih, bajunya berwarna hijau air danau, memakai konde rambut


hijau, mutiaranya tampak bergoyang-goyang. Di sabuknya ada


sebuah belati mewah sebagai pelindung.


Tuan rumahnya adalah putri sulung tuan besar Li, Li Jianjian,


dan putri yang paling bontot Li Xiu-xiu.


Usia Jian-jian delapan belas tahun, dia pernah ikut kakaknya Telapak Besi Pedang Dewa pergi ke banyak tempat, punya banyak pengalaman,


tapi sampai sekarang masih belum punya jodoh, putra orang kaya di


sekitarnya, sama sekali tidak berani melamar pada keluarga Li, begitu menyebut putri sulung keluarga Li, tidak ada orang yang berminat.


Ini bukan karena Li Jian-jian, wanita buruk rupa yang ditakuti


orang, sebaliknya dia adalah wanita cantik yang jarang ada


tandingannya di Xiang-yang. Justru karena dia sangat cantik,


wanita yang sangat cantik dan pintar, akan berbeda dengan


wanita umumnya, membuat para pemuda yang didikan


keluarganya keras, hatinya merasa takut.


Hari ini dandanan dia, tidak terlihat seperti anak keluarga kaya, dia memakai baju musim semi dengan lengan ketat warna biru kehijauan,

__ADS_1


baju model ini sangat di benci oleh para pendekar, walau para pendekar diam-diam juga sangat menikmati baju model begini, baju ini bisa


membuat orang yang melihat menjadi melotot, bajunya membuat lekuk


tubuhnya bisa dilihat dengan jelas, langsing semampai, sangat seksi.


Dia juga membawa belati, dan lebih dari satu kantong kulit kecil,


tentu saja di dalamnya terisi senjata rahasia.


Adiknya Li Xiu-xiu, gadis kecil berusia dua belas tahun, juga sama seperti kakaknya, dia memakai baju ringkas hitam kehijauan, meski


masih kecil, sudah tampak kecantikannya.


Enam orang itu dibagi jadi dua kelompok, sambil


berbincang mereka berjalan naik keatas.


"Saudara Luo." Li Hoa-xin pada tamu yang tampan itu berkata,


"kau datang dari Jiang-xi, kudengar, Xie-jian-xiu-luo yang paling misterius, paling berani di dunia persilatan, tiga bulan yang lalu telah membuat onar di Jiu-jiang, sebenarnya apa yang terjadi?"


"Kejadian sebenarnya aku juga tidak begitu jelas." Luo Wen-jing tersenyum pahit, "menurut kabar, salah satu dari tiga perkumpulan besar pembunuh bayaran di dunia yaitu perkumpulan Qing-lian,


mendapat pesanan membuat jebakan di Wu-hu diam-diam ingin


membunuh Xie-jian-xiu-luo, tapi rencana ini tidak saja gagal, malah sebaliknya Xie-jian-xiu-luo mendatangi pusat perkumpulan, dan


membubarkan perkumpulan Qing-lian, menghapus namanya dari


perkumpulan pembunuh bayaran."


"Ooo! Saudara Luo." Kata Li Jian-jian di belakang menyela, "tahun lalu aku di Wu-chang, sudah mendengar nama Xiejian-xiu-luo, setiap orang membuat cerita berbeda, Saudara Luo sudah lama berkelana di


dalam Tiga Pelajar Persilatan, pengalamannya banyak, apakah


saudara pernah melihat orang ini?"


"Tidak pernah." Kata Shuang-jie-shu-sheng Luo Wen-jing


wajahnya tidak senang, "orang ini jarang tampil dengan wajah


aslinya, berhubungan dengan orang juga jarang sekali menyebutkan


julukannya, hampir tidak ada orang yang pernah melihat wajah


aslinya, dia adalah golongan keji yang tidak pantas bertemu dengan orang, iblis jahat yang suka mengurusi urusan orang dengan cara keji, orang-orang aliran putih dan hitam memandang dia sebagai wabah,


semua membenci pada dia."


"Siapa marga dan namanya "


"Tidak pernah ada orang mendengar dia menyebutkan


namanya." Kata Luo Wen-jing lagi, "makanya sahabat persilatan menyebut dia orang yang paling misterius."


"Jika ada kesempatan, aku ingin mencoba orang ini." Li Hoa-xin seperti berkata pada diri sendiri, "aku tidak percaya dia mampu menghancurkan perkumpulan Qing-lian."


"Adik Li, paling bagus kau jangan sampai bertemu dengan

__ADS_1


pengelana persilatan yang suka berbuat seenaknya." Kata nyonya muda yang cantik itu, "menurut yang aku tahu, orang yang bertarung dengan dia, tidak satu pun yang bisa


mengalahkannya, sampai Raja Langit Utara Ling Jun-yi


pendekar besar Ling yang paling hebat dari aliran putih, juga di


permainkan oleh dia sampai mendapat malu, jadi sulit di bicarakan, setiap orang ini berada di suatu tempat, maka di tempat itu akan timbul mala petaka, paling baik kau menghindari dia sejauh mungkin."


"Sebenarnya, dia tidak pantas dikatakan dia iblis jahat yang dibenci dewa ditolak setan." Kata Luo Wen-jing sedikit malu, "umumnya, sahabat persilatan kelas satu atau dua, memuji dirinya. Dalam aliran putih, juga tidak sedikit orang yang menyukai dia. Bagusnya orang


semacam ini selalu tidak memupuk kekuasaan untuk dirinya sendiri,


hingga dunia persilatan masih bisa menerima dia"


"Pedang saudara Luo menggemparkan dunia persilatan,


kedudukannya termasuk satu diantara Tiga Sastrawan Persilatan." Li Hoa-xin dengan bodohnya menanyakan hal yang tidak seharusnya


ditanyakan, "jika saudara Luo berselisih dengan Xie-jian-xiu-luo, apakah saudara mampu mengungguli dia?"


"Sulit dikatakan," Shuang-jie-shu-sheng Luo Wen-jing tidak tersinggung, dia tertawa tawar, "penyakit buruk orang persilatan adalah suka bertarung dan ingin menang, setiap orang percaya akan dirinya sendiri, aku pun tidak terkecuali, aku percaya bisa menang. Sayang aku belum pernah bertemu dengan dia, juga tidak ada perselisihan sulit mendapat kesempatan


bertarung dengan dia, jika benar-benar bertemu, aku percaya sanggup membuat dia sedikit mengurangi kesombongannya. Ooo! Saudara Hoa-xin, adik anda Hoa-rong beberapa hari ini pasti bisa pulang?"


"Mungkin." Kata Li Hoa-xin, "kemarin adikku mengutus orang kemari melapor, mengatakan beberapa hari lalu di kabupaten


Gang-yi, bertemu dengan orang hebat Nan-yang, hampir saja kalah,


makanya saat kembali mungkin akan mengambil jalan lain, akan


melalui gunung Tong-bo, sehingga akan telat beberapa hari


kedatangan-nya." "Ooo! Nan-yang-ba-jie (Delapan Hebat Nan-yang)?"


"Benar. Ayahku sudah lama bermusuhan dengan mereka,


mereka tidak pernah mendapat kemenangan, adikku hanya


membawa empat orang, mereka juga tidak mendapat


keuntungan." "Mmm! Saudara Hoa-xin, kali ini mungkin kalian akan ada


kerepotan." Kata Shuang-jie-shu-sheng Luo Wen-jing dengan serius.


"Maksud saudara Luo adalah "


"Di kota He-nan, aku sudah mendengar manusia aneh nomor satu


dari Zhong-zhou Huo-bao-ing (Pembalas Segera), Du Zhang-he,


sedang menuju gunung Xiong Er bertamu ke Bu-fei-khe (Tamu Tak


Kembali), Hong-wu, mereka bersamasama akan menuju Nan-yang,


berkumpul dengan Tombak Dewa Lu Hoa-ji. Tombak Dewa adalah


kakak tertuanya Nanyang-ba-jie, jika Lu Hoa-ji minta bantuan pada


Huo-bao-ing, Du Zhang-he dan Bu-fei-khe, Hong-wu keadaan kalian

__ADS_1


sangat tidak menguntungkan! Menghitung waktu perjalanan, dua


tua aneh yang sulit dihadapi ini, beberapa hari ini juga akan sampai."


__ADS_2