Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 24


__ADS_3

"Kalau begitu dengan senjata di tangan sebagai ganti, senjata gelap sebagai tambahan, masing-masing melakukan sebaik mungkin!


Aku pernah terluka oleh Jarum Ekor Lebah dan Jarum Pintu Neraka,


berhak menggunakan senjata gelap sebagai tambahan, dibandingkan


dengan perkumpulanmu menggunakan secara diam-diam, sedikit


lebih jantan, bukan?" Fu Ke-wei tertawa dingin, "bagiku, kau sudah berada di pihak yang unggul, paling sedikit aku tidak tahu asal


usulmu, dan asal usulku kau telah sangat tahu, jika tidak, kau pasti tidak akan mengutus puluhan pasukan inti menghadapi aku."


"Baiklah, aku menurut saja." Ketua Zhan tidak bisa


membantah lagi, "kita gunakan senjata dan senjata gelap


semampunya, sampai ada yang mati baru selesai."


"Ketua tidak bertele-tele, aku ucapkan terima kasih terlebih dulu."


Dengan demikian, saksi di kedua belah pihak jadi tidak perlu


memeriksa senjata. Jika hanya menggunakan senjata saja saksi


kedua belah pihak harus memeriksa petarung lawannya, apakah


menyembunyikan sesuatu permainan kecil yang berbahaya.


Setelah saksi kedua belah pihak berunding beberapa saat dengan


singkat, memeriksa lapangan apakah ada jebakan, lalu saksi


membawa petarung ketengah lapangan yang datar, jarak kedua belah pihak lima belas langkah.


Saksi kedua belah pihak memberi aba-aba tangan.


"Apa kalian masih ada kata-kata yang ingin dibicarakan?" tanya Pedang Penakluk Iblis dengan keras.


Tidak ada yang menjawab, situasinya menjadi tegang.


"Kedua belah pihak siap! Cabut pedangnya!" Polisi Xu


suaranya seperti petir. Kedua orang itu mencabut pedang, melemparkan sarung pedangnya, menyiapkan diri, berhadapan dari kejauhan.


Matahari terik diatas kepala, tapi orang d lapangan tidak


merasa kepanasan. Sebaliknya, sepertinya ada hawa dingin


mendesak dari segala arah ketengah lapangan.


Dengan kedudukannya polisi Xu sepakal diangkat oleh semua


orang menjadi wasit. Setelah lima orang saksi lainnya tidak ada lagi yang mengajukan


pertanyaan, polisi Xu mengangkat tinggi tangan kanannya, melihat


sekali pada kedua orang yang mau bertarung, lalu tangar. kirinya


memberi aba-aba pada para saksi untuk mundur.


Lima orang saksi membagi ke kiri dan kanar mundur sejauh dua


puluh langkah, berdiri di posis: masing masing, menjaga kalau-kalau ada orang mencoba mengganggu, siapa pun tidak diizinkan mendekat


lebih dari dua puluh langkah.

__ADS_1


"Aku Pedang Penakluk Iblis Xu Wen-ding dengan ini menjatakan


pertarungan dimulai, kedua belah pihak boleh melakukan apa saja,


sampai ade yang mati baru selesai. Pertarungan mulai!' Teriakan polisi Xu keras sekali, diikuti teriakar tangan kanannya dikibaskan kebawah, dengan cepat dia mundur ke belakang.


Wajah Fu Ke-wei tampak serius, die memberi hormat


pedang terlebih dulu. Ketua Zhan sudah menguasai dunis persilatan tiga puluh tahun,


dari usia, pengalaman dan kedudukannya, kedudukan Fu Ke-wei


jauh di bawahnya, melakukan penghormatan pedang adalah


penampilan merendah diri saja.


Ketua Zhan tidak berani sombong, dia juga sama


memegang pedang membalas hormat.


Setelah saling menghormat, mereka bersamaan melangkah maju,


dalam jarak dua zhang baru menghentikan langkah, menggerakan


pedang, memasang kuda-kuda, bersiap menyerang.


Kuda-kuda Fu Ke-wei tampak sangat aneh, sangat berbeda dengan


jurus pedang dari perkumpulan pedang manapun juga bukan jurus


pedang aliran lurus. Sikap jurus pedang aliran lurus adalah memakai pedang diulur


kedepan, sejajar dengan alis, kuda-kuda begini sangat lincah untuk menyerang atau bertahan, saat menyerang bisa langsung membuka


menerjang udara, saat bertahan cukup sedikit menggerakan ujung


Tapi kuda-kuda Fu Ke-wei, malah tidak beraturan, tangan kiri


digantung di sisi tubuhnya. Pedang juga di taruh miring di depan dada, ujung pedang sedikit keluar, berada di kiri depan, gayanya menunjukan, kuda-kuda dia lemah, sebelah kanan ada kekosongan, saat akan


bergerak menyerang gerakannya pasti kurang leluasa, banyak


kekurangan, tidak aneh gaya dia dijuluki orang Xie-jian (Pedang Sesat).


Begitu kedua belah pihak bergerak, hawa membunuh mendadak


meledak, semangat kedua belah pihak tampak kelihatan di luar,


hawa yang sangat kuat membentuk tekanan dahsyat yang tidak


terlihat, sedikit-sedikit menerjang pada lawannya, hawa dingin di


sekelilingnya menjadi lebih kental lagi.


Dibawah sinar matahari pedang ketua Zhan tampak berkilauan,


samar-samar terdengar suara dengungan, pedangnya mulai


bergerak menyerang, wajahnya yang ganas membuat orang jadi takut. Sebaliknya, pedangnya Fu Ke-wei tampak tidak bertenaga, dia seperti memegang tongkat penggiring bebek, bukan pedang untuk membunuh orang, tidak ada suara dengungan pedang, juga tidak ada hawa pedang yang maju menyerang. Sepertinya, seluruh tubuhnya menciut di bawah tekanan serangan lawan, hingga tidak bersemangat, lemah tidak seperti seorang ahli pedang yang ternama.


Tapi di mata ahli, malah bisa melihat kekuatan di dalamnya. Setiap otot dia adalah lemas, setiap saat ada gejala tenaganya akan mendadak meledak, jika meledak, akan menjadi sebuah serangan yang dahsyat


tiada tara dan sangat menakutkan.


Jika ingin berlatih hingga taraf ini, di katakan sulit memang sangat sulit, tenaganya terpusat di dalamsetiap ototnya, tidak terpengaruh oleh perubahan yang ada diluar, yang disebut diam laksana bayi,

__ADS_1


sekali meledak, tenaganya mendadak bisa berkumpul dari satu titik


dan memancar keluar, seperti geledek, angin kencang, batu pecah,


awan hancur, yaitu gerak laksana kelinci lepas, lewat seperti guntur.


Waktu seperti terhenti, dalam keheningan, suara yang dapat di


dengar hanya samar-samar suara dengungan yang keluar dari


pedang ketua Zhan. Ketegangan hampir membuat orang tidak bisa


bernafas. Beberapa saat, lagi beberapa saat


Mendadak, terdengar teriakan dan kilatan pedang


menerjang, bayangan orang seperti kilat bertemu,


memecahkan keadaan yang tadi saling menunggu.


Batu pecah langit terkejut, hidup mati hanya sekejap.


Tidak terdengar suara bentrokan senjata, hanya terlihat kilatan sinar pedang yang menyilaukan mata dari pedangnya ketua Zhan, yang


mendesak angin maju menyerang, tekanannya seperti ribuan jin yang


tidak bisa ditahan, meluncur pada Fu Ke-wei dengan buasnya, seperti puluhan ribu ular mas mendadak berkumpul.


Pedang Fu Ke-wei seperti sebuah titik menerobos maju menusuk,


lalu berkelebat keluar, tubuh dan pedang menjadi satu keluar satu


zhang lebih, begitu menginjak tanah seperti angin ribut. Fu Ke-wei membalikan tubuh, wajahnya tidak berperasaan, nafasnya seperti


berhenti. Ketua Zhan juga melayang satu zhang lebih, menggunakan


Qian-jin-zhui (berat seribu kati) menahan tubuhnya, dengan agak sulit membalikkan tubuh. Di bawah iga kanannya, mantel yang berwarna biru hijau ada satu robekan besar, tali pinggangnya setengah putus, darah segar keluar memerahkan baju, bekas darah semakin lama semakin


membesar. Warna wajahnya menakutkan sekali, warna darahnya dengan


cepat memudar, giginya menggigit dengan kuat, otot bergerakgerak.


"Trang..!" pedangnya tiba-tiba terlepas dari tangan jatuh ke tanah, tangan kanannya gemetar keras.


"Dalam usia dua puluh tahun aku keluar gunung, melanglang


buana selama empat puluh tahun." Kata ketua Zhan mengeluarkan suara seperti datang dari dunia luar, "hari ini, hanya satu jurus saja aku sudah kalah, aku aku benci, sangat benci, ini bukan kenyataan, bukan kenyataan!"


Darah segar mengalir di bawah iga, pedangnya terjatuh tanah,


itu kenyataan. "Beritahu aku, siapa pelanggannya?" tanya Fu Ke-wei


dengan nada dalam. "Hmm...!" Ketua Zhan berteriak, tangan kirinya dengan cepat diayunkan, sinar kilat meluncur datang.


Fu Ke-wei menjatuhkan diri, berguling dua kali lalu


meloncat berdiri. Tiga buah garpu kecil dan dua senjata gelap berbentuk bintang,


membentuk kipas terbang melayang lewat dari atas punggung Fu


Ke-wei, dalam keadaan itu mati hidup manusia tipis seperti sehelai rambut, orang yang berada dalam jarak satu zhang lima enam chi,


pasti tidak akan bisa menghindar dari serangan lima buah senjata


gelap itu. Senjata gelap itu meluncur sejauh tujuh delapan zhang baru

__ADS_1


tenaganya habis, sungguh menakutkan sekali.


__ADS_2