Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 109


__ADS_3

Ning-xiang-yan-nie salah satu dari Sepasang Cantik berkata sambil


menggigit gigi. "Xi Zhang-feng bisa punya kemampuan mengunci jalan


darah?" kata Fu Ke-wei merasa aneh.


"Semua dilakukan oleh orang benteng Zhang-feng......"


"Tuan, tetua Jie ada urusan penting yang ingin dibicarakan


denganmu, kau kesanalah sebentar?" Ouw Yu-zhen dari tempat dua zhang lebih melambaikan tangannya.


"Masalah apa?" Fu Ke-wei berjalan mendekat.


"Apakah tuan tahu" Siapa dua orang wanita cantik itu?" tanya Ouw Yu-zhen pelan.


"Tidak tahu." Dia menggelengkan kepala, "Mereka tidak mengatakan, aku juga tidak enak menanyakannya."


"Mereka adalah Sepasang Cantik Jiang-nan yang sedang kita cari."


Kata Ouw Yu-zhen pelan, "tiga tahun yang lalu, di Shu-zhou aku pernah melihat mereka dari kejauhan, karena sudah lama, jadi tidak berani memastikannya, bagusnya telah di pastikan oleh tetua Jie memang itu adalah Sepasang Cantik. Jika tidak, mungkin akan terlewatkan!"


Di dalam hati Fu Ke-wei merasa gembira, tapi dia lalu


menundukan kepala berpikir.


"Saudara kecil, kau mencari mereka ada masalah apa?" tanya Tian-ya-koay dengan aneh.


"Aku mendapat pesan dari teman mencarikan mereka berdua,


masalah sebenarnya tidak jelas." Fu Ke-wei tidak ingin menceritakan sebenarnya, dia hanya berkata basa-basi.


"Teman-teman itu menunggu di dalam hutan setengah li dari


sini, apakah perlu memberi tahukan mereka untuk menjemput


orangnya?" tanya Ouw Yu-zhen.


"Sementara waktu jangan beritahu mereka dulu, aku ingin


menggunakan mereka sebagai satu biji catur untuk menghadapi Xi


Zhang-feng." Kata Fu Ke-wei dengan yakin, "ingat, sama sekali jangan sampai mereka curiga, supaya tidak menimbulkan kecurigaannya.


Kau dan tetua Jie bantu dulu Xie-shen kembali ke tempat semula


untuk istirahat, aku ingin pergi menyelidik dulu, mungkin agak malam baru pulang."


Fu Ke-wei kembali kesisi Sepasang Cantik Jiang-nan, dan


memperhatikan mereka sekali.


"Jalan Darah kalian sudah dikunci berapa lama?" tanya dia tersenyum.


"Hampir satu bulan." Kata Wanita Cantik Sinar Bulan.


"Kalau begitu agak sedikit susah, harus menghabiskan waktu


tujuh delapan hari, setiap hari menggunakan tenaga dalam

__ADS_1


melancarkannya selama satu jam, baru dapat bebas." Kata Fu


Ke-wei dengan serius. "Jika tuan muda tahu caranya, rasanya pasti ada kemampuan


untuk melancarkannya, apakah tuan muda bisa menolong, kami


akan membalas dengan segala yang ada." Kata Wanita Cantik Sinar Bulan dengan nada mengharap.


Apa yang bisa diserahkan wanita" Apa lagi tampang kedua wanita


ini tidak karuan. "Aku bisa mencobanya, tapi saat ini aku belum sempat, tunggu


setelah satu dua hari baru bisa melakukannya." Kata Fu Ke-wei tertawa, "oh betul, belum tahu siapa nama nona berdua" Aku


marga Fu, dipanggil Fu-jiu."


"Aku marga Li, Li Yu-lian." Kata Wanita Cantik Sinar Bulan tertawa genit, "dia adalah adik angkatku, dipanggil Gong Yuqin."


"Ternyata adalah Sinar Bulan dan Ning-xiang dua dewi cantik,


aku sudah lama mendengar julukan kalian, sayang tidak pernah


bertemu." Kata Fu Ke-wei gembira.


"Bagaimana tuan muda bisa tahu nama kami berdua?" tanya


Wanita Cantik Sinar Bulan merasa aneh dan juga timbul waspada.


"Aku dengan Yun-sang-nie nona Bai teman baik, dia pernah


menyebutkan kalian."


Apakah kak Bai akhir-akhir ini baik saja?"


Sepasang Cantik Jiang-nan saat ini sudah memandang dia


sebagai orang sendiri. "Dia tinggal di Qing-yun, hari-harinya sangat lancar."


"Dia memang bernasib baik, tidak seperti kami kakak


beradik, terus sial." Keluh Wanita Cantik Sinar Bulan.


"Aku mendengar nona Bai pernah mengatakan, bukankah kalian


berdua sudah minta perlindungannya benteng Zhangfeng" Kenapa


ketua benteng Xi bisa memerintahkan orang mengunci jalan darah


kalian, dan juga seperti buronan menangkap kalian kembali ke


benteng?" "Inilah hal sial yang dikatakan kakak Li." Ning-xiang-yan-nie menyela, "sebulan yang lalu, si anjing tua Xi Zhang-feng karena melihat harta lupa setia kawan, mengambil kesempatan saat kami


berdua tidak siap, memerintahkan penganut Budha Zhang-cun


mengunci jalan darah kami, memaksa kami mengatakan tempat


persembunyian harta......"


Lalu Ning-xing-yan-nu menceritakan bagaimana dia melarikan diri

__ADS_1


dari benteng Zhang-feng.


"Orang ini berani melakukan hal yang melanggar aturan, apakah tidak takut orang-orang persilatan bersatu meminta pertanggung


jawaban dia" wah celaka, Pedang Naga Langit Lu-zhao juga


berlindung di benteng itu, apakah juga mengalami nasib yang sama


dengan kalian" Apakah kalian tahu keadaan mereka sekarang?"


"Dia datang ke benteng Zhang-feng dua bulan yang lalu, kami


berdua hanya pernah bertemu sekali, selanjutnya tidak pernah


bertemu dengannya lagi, menurut kabar, dia tidak di tempatkan di


bangunan tamu di daerah timur, tapi di tempatkan di suatu tempat


rahasia di dalam benteng." Kata Wanita Cantik Sinar Bulan, "harta pusaka yang dia miliki, jumlahnya tidak lebih sedikit dibandingkan dengan gudang pusaka bawah tanah benteng Zhang-feng, kecuali


sebagian disimpan di benteng Naga Terbang, juga dengan rahasia


disimpan di beberapa tempat, dijaga oleh orang kepercayaannya.


Apakah si anjing tua Xi juga timbul niat merebut hartanya, sulit


diduga." "Serahkan pada langit saja!" dia menggeleng gelengkan kepala, Fu Ke-wei lalu mengganti pokok pembicaraan, "apa rencana kalian selanjutnya?"


"Setelah tuan muda membebaskan kunciannya, kami ingin pergi


dulu ke Shan-dong bertemu kakak Bai, melihat situasi baru


menentukan tujuan selanjutnya." Kata Wanita Cantik Sinar Bulan.


"Kalian mungkin sudah satu tahun lebih tidak bertemu! Aku pikir dia juga sangat berharap bisa bertemu dengan kalian." Kata Fu Ke-wei tersenyum.


"Tentu saja, kami bertiga seperti saudara, jika bukan keadaan memaksa, mana mungkin berjalan masing-masing." Wanita Cantik Sinar Bulan merubah cara bicaranya, "tuan muda dengan benteng Zhang-feng apakah punya permusuhan besar, makanya tadi membunuh semua


orang-orang itu?" "Benar." Dia menceritakan dengan singkat peristiwa yang terjadi di Lin-jia-gou.


"Kami kakak beradik juga bersumpah, ada aku tidak ada dia!"


"Disini tidak baik tinggal berlama-lama, lebih baik


menghindar dulu." Walau Ketua benteng Xi perhatiannya sebagian besar ditujukan


pada masalah pengejaran Sepasang Cantik Jiangnan, tapi pada


masalah Fu Ke-wei yang menyusup tetap sangat memperhatikan.


Baru saja terang tanah, seluruh anak buah benteng telah


diperintahkan bekerja, menambah jebakan dan penghalang jalan,


mendirikan pos penjagaan, menutup rapat jalan yang mungkin


digunakan penyusup. Tamu agung yang minta perlindungan juga bergerak


membantu, memperbaiki peralatan penjagaan bangunan tamu.

__ADS_1


__ADS_2