Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 41


__ADS_3

Nona Duan-mu, maafkan aku mengatakan kata-kata yang tidak enak


didengar, orang seperti kau dan Shuang-jie-shu-sheng yang cukup


punya nama harum, berhubungan dengan orang semacam Tuan


besar Li, itu sudah salah, dan kesalahannya tidak bisa dimaafkan.


Dengarlah nasihatku, cepatlah tinggal-kan tempat itu! Masih keburu mempertahankan nama baik kalian. Aku telah memberi satu


kesempatan pada Shuang-jie-shu-sheng Luo Wen-jing, tidak akan ada


kedua kalinya. Kau juga sama, aku ini orangnya hanya memberi


kesempatan pada orang lain satu kali, apakah mengerti maksudku?"


"Maksudmu, ini kesempatan pertamaku?" tanya Duan-mu


Xiu-yin tertawa. "Bukan, malam ini kau datang dengan tujuan baik, kau lebih


hati-hati melakukan sesuatu hal dibandingkan dengan


Shuang-jie-shu-sheng. Paling sedikit kau tahu bagaimana menghindar yang berat, mengambil yang enteng, masalah ini sebenarnya tidak


ada gunanya dibicarakan, dibicarakan juga tidak akan ada hasilnya, karena kau bisa tahu diri, tidak cukup punya kedudukan untuk


membicarakannya." "Ooo! Kau lihay sekali." Kata Duan-mu Xiu-yin sepenuh hati, "kau telah tahu seluruh masalah tuan besar Li, dia hanya minta aku


membicarakan masalah Jin-ba-dou. Aku tahu, dalam masalahnya Jin-ba-dou, kedudukanku masih bisa menjadi seorang penengah,


untuk melibatkan yang lainnya kedudukan aku tidak cukup pantas.


Bagaimana pun, aku harus berterima kasih padamu yang telah


memberi aku kesempatan kali ini, aku sungguh tidak biasa melakukan hal yang masing


masing punya rencana, sekarang aku akan kembali ke


perumahan Han-bei dan melaporkan hasilnya, harap kau bisa


berhati-hati." "Terima kasih atas perhatianmu, aku akan hati-hati," sambil tertawa dia bangkit berdiri mengantar tamu, "Tuan besar Li sudah mempersiapkan, dia sudah memutuskan untuk melawan sampai


terakhir, saat kau menerima penolakanku, keluar pintu kamar


memberi tahu pada orang disebelah kamar, mengatakan


perdamaiannya gagal, itulah saatnya dia tidak perdulikan lagi segala akibatnya melakukan perlawanan. Nona baik-baik di jalan, aku tidak antar lagi."


"Aku tahu kau ada di pihak yang benar." Duan-mu Xiu Yin membalikan tubuh di pintu, wajahnya tampak ada tawa yang tulus, "kau memberi kesempatan pada Shuang-jie-shu-sheng tidak hanya sekali, tapi dua kali.


Aku tidak akan bodoh sampai digunakan oleh orang lain, maka-nya kau tidak perlu perdulikan aku, sampai jumpa."


"Hati-hati dijalan."


Di dalam kamar, dia merangkapkan tangan mengantar.


Nona Duan-mu membalikan tubuh berjalan menuju kamar


sebelah, baru berjalan dua langkah, timbul keinginan membalikan

__ADS_1


kepala melihat ke belakang.


Pintu kamar tidak ditutup, tapi didalam kamar, Fu Ke-wei sudah


tidak ada. "Orang ini latihannya benar-benar sudah mencapai Tong-li


(berdiri menembus)." Dia tertawa pahit sambil bergumam


Di pintu kamar sebelah dia mengetuk dengan kode


perdamaiannya telah gagal, dia mengeluh, lalu pergi


meninggalkan dengan lesu.


Di penginapan suara-suara semakin sunyi, semakin tidak ada


orang yang bergerak lagi.


Bulan bintang tidak. ada sinar, hanya ada sebuah lampu di


pekarangan dengan sinar yang merah gelap.


Sisa panas di siang hari masih belum hilang, angin sedikit pun


tidak berhembus. Kemudian satu angin kecil berhembus, tidak tahu dari mana


datangnya, api lampu mendadak bergoyang, lalu mendadak


mati, angin ini datangnya terlalu misterius.


Sebuah bayangan hitam muncul di pekarangan, seluruh


berdiri di sana seperti roh yang mendadak muncul.


"Tuan, di sebelah utara kota ada tempat peristirahatan, Hitam Jahat (Hei-sha) Shang-fei menunggu anda." Bayangan hitam itu berkata pada pintu kamar Fu Ke-wei yang tidak tertutup rapat dengan menggunakan suara melengking, "jika anda takut dan menolaknya, anda harus segera meninggalkan tempat ini, pergi ketempat lain, setelah pergi jangan kembali lagi. Jika tidak, seluruh jagoan Xiang-yang akan menggunakan seluruh kekuatan menghadapi anda, baik secara terangterangan maupun secara gelap, anda selangkah pun akan sulit bergerak, setiap langkah pasti ada bahaya menunggu, minum seteguk air saja mungkin terjadi hal yang tidak diduga. Aku pergi dulu, datang atau tidaknya terserah anda."


Habis bicara, orangnya seperti elang terbang, langsung naik ke atas, seperti terbang keluar pekarangan, di tengah jalan membelok tajam naik ke atas genteng, sepertinya bukan seorang manusia, tapi seekor burung besar yang dapat terbang bebas, ilmu meringankan tubuhnya, sungguh menakutkan orang.


Fu Ke-wei membuka lebar pintu kamar, menggendong


tangan melangkah keluar kamar.


"Jurus Naga Terbang Sembilan Besar yang hebat." sambil bicara sambil melangkah, "cara demonstrasi begini sangat menakutkan


orang, kelihatannya jika aku tidak diam-diam kabur ketempat jauh,


mungkin akan mampus... baik!"


Sebuah bayangan abu-abu yang tipis, dari bawah tembok seperti


setan menerjang datang, cepat laksana kilat, sepasang tangannya


mendekati punggung Fu Ke-wei.


Tiba-tiba Fu Ke-wei berjongkok kebawah, sepertinya di


belakang dia punya mata, sepasang tangan lawan yang hampir


mengenai tubuhnya, tiba-tiba tidak mengenai sasarannya.

__ADS_1


Tinggi tubuh tidak sampai dua chi, jurus Kaki Ekor Macan Fu


Ke-wei menyerang dengan dahsyat, tidak ringan tidak keras


mengenai lutut bayangan abu-abu di belakangnya, lalu mendorong,


bayangan abu-abu itu pun terjatuh kebawah.


Dia membalikan tubuh menerkam seperti macan, berteriak keras


sekali, kaki kanannya ditekukan dulu, seperti godam besar ribuan jin, buuk... terdengar satu suara, sebuah lutut mengenai dadanya bayangan abu-abu, tubuhnya mengikuti membungkuk kedepan, satu telapak


dipukulkan di telinga kanan bayangan abu-abu.


Dalam sekejap ini, senjata gelap berter-bangan.


Bayangan orang bergerak cepat tiba-tiba terdiam, senjata gelap


menembak tembok seperti hujan mengenai daun teratai, kembang api


bertebaran. Bayangan abu-abu diam tergeletak di lantai, tapi Fu Ke-wei telah


menghilang. Di atas atap rumah dan di kegelapan pekarangan, ada lima


bayangan hitam menerjang keluar mengikuti senjata gelapnya, siapa


pun tidak mengetahui bagaimana menghilangnya Fu Ke-wei.


Hei-sha Shang-fei, salah satu dari Enam Jahat Xiang-yang, setelah


naik ke atas atap rumah dengan ilmu meringankan tubuhnya yang


luar biasa itu, segera menggunakan ilmu terbang di atap jalan di


dinding, menggunakan atap rumah berjalan pergi ke selatan, dengan


cepat sekali sampai di ujung jalan utara kota, baru meloncat ke


bawah. Di utara kota ada sepuluh lebih bayangan hitam menunggu,


setelah orangnya datang, segera menyelusuri jalan ke utara dengan


cepat sekali. Di luar satu li, di sebelah kanan jalan ada bangunan


peristirahatan, dan di malam hari ada tersedia air teh.


Di pintu bangunan berdiri satu bayangan hitam. Sepuluh lebih


bayangan hitam seperti terbang telah sampai.


"Berpencar dan sembunyi disekeliling." Bayangan paling depan berteriak pelan.


"Tidak perlu lagi, apa kalian baru datang?" Bayangan yang berdiri di pintu bangunan peristirahatan berteriak, "ha ha ha ha! Tamu datang lebih dulu dari pada tuan rumah, saudara Hei-sha, Shang-fei, kalian sungguh kurang sopan, aku marga Fu sudah lama menunggu.


Jangan tergesa-gesa, baik-baik istirahat dulu, supaya bisa menambah semangat, betul tidak?"


Empat belas orang, berbaris di tengah jalan, semua tampak


tertegun, mereka hampir tidak percaya Fu Ke-wei bisa sampai terlebih dulu dari mereka.

__ADS_1


__ADS_2