Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 88


__ADS_3

Sorot mata sastrawan berbaju biru melihat pada Fu Ke-wei dan Ouw Yu-zhen, "mari kita bekerja sama saja! Datangi benteng Zhang-feng dan cari dia, menunggu dia mati tua di dalam


benteng, baru pergi mencarinya itu akan terlambat." "Kau......"


"Kami punya masalah yang harus diperhitungkan dengan dia."


"Kau ini......"


"Aku marga Gao, seharusnya kau sudah tahu nama


Seruling Damai bukan" Aku datang bersama dia."


Sastrawan setengah baya menunjuk pada orang setengah baya


yang berwajah dingin yang duduk satu meja dengan dia.


Seruling Damai yang berwajah dingin dengan acuhnya


mengangkat tangan kanan menggoyangkan dua kali, maksudnya


telah menyapa. Xie-shen yang sedang menahan marah, melihat munculnya


Seruling Damai, amarahnya jadi mereda.


Seruling Damai Xiao Tai-ping termasuk satu diantara tiga orang


besar seruling dunia, namanya sedikit lebih tinggi dari dia, dulu dia pernah bertemu sekali, jadi rada kenal.


"Kalian hanya berdua?" Xie-shen tertawa dingin, "Satu Pedang Dunia tidak akan melayani lawan yang datang menantang


dengan bertarung adil."


"Aku tahu, makanya aku datang membawa banyak orang." Sastrawan marga Gao tertawa, "hanya saja kami jalan duluan, kekuatannya kurang sedikit dari pada benteng Zhang-feng, jika ditambah kau dan


Nie-sha-yin-hoa, pasti akan bertambah kuat dan tidak perlu takut lagi pada dia! Kami harap kalian berminat."


"Aku tidak berminat," kata Nie-sha-yin-hoa dingin, "anggap saja aku takut!"


"Aku pikir aku lebih baik dengan temanku menunggu dia di dunia persilatan, itu akan lebih aman." Xie-shen menunjuk pada Fu Ke-wei.


"Saudara ini, kau juga orang yang selamat dari


pembunuhan itu?" Sastrawan marga Gao bertanya sambil tertawa, tapi sepasang


matanya berputar-putar diatas tubuh Ouw Yu-zhen dan


Nie-sha-yin-hoa. "Bukan." Fu Ke-wei menggeleng kepala.


"Jika bukan, lalu kenapa kau dengan saudara tua Tu


mereka......" "Temanku adalah korban, aku ada kewajiban membalaskan


dendam untuk dia." Fu Ke-wei menyela kata-kata sastrawan marga Gao.


"Ooo! Cukup setia kawan. Siapa marga kau?"


"Marga Fu." "Bisa bertemu itu adalah jodoh, setelah bertemu semua adalah


teman, kenapa tidak kemari duduk satu meja" Biar aku yang traktir."


Sastrawan marga Gao jelas berniat berteman dengan dia, tingkahnya


tulus dan sopan, "di dunia ini semua orang adalah saudara, saudara Fu, satu-satunya cara membalas adalah datang ketempat-nya, gigi

__ADS_1


dibalas gigi, menunggu di dunia persilatan, itu adalah cara yang paling buruk."


"Aku tidak melakukan pekerjaan di luar kemampuanku." Fu Ke-wei menggelengkan kepala, "kau ada kemampuan membalas, aku tidak


ada..." "Kalau begitu bergabung saja bersamaku."


"Apa untungnya?"


"Bergabung denganku, akan kuberikan kau......"


"Apa memberikan aku jabatan raja?" katanya menyindir, "kau lihat tampangku, walau memakai mantel naga juga tidak seperti raja."


Di sebelah kanan muncul bayangan orang, t iga orang wanita


penunggang kuda berturut-turut masuk ke ruangan, menarik sorot


mata semua orang yang ada di ruang makan, lebih-lebih buat


sastrawan marga Gao matanya tampak bersinar.


Wanita penunggang kuda yang memimpin, penampilannya kalem,


wajahnya ramah, tampak sangat anggun, seperti penampilan seorang


tuan putri. Usianya duapuluh tahun lebih, wajahnya cantik, apa lagi matanya yang jernih bersinar, mempunyai daya tarik yang sangat kuat.


Pakaian yang dikenakan menonjolkan lekuk tubuh yang seksi.Wajah yang anggun bersahabat seperti dewi, membuat orang ingin melakukan dosa.


Wanita penunggang kuda ini termasuk wanita semacam ini.


Kebanyakan laki-laki, mungkin akan melihat dia seperti dewi, tapi


di dalam mata seorang ahli, malah akan melihat dia sebagai wanita


macam lainnya. Wanita yang menunggang kuda kedua dan ketiga, melihat


"Kau!" Wanita penunggang kuda kedua berteriak aneh, mendadak


melewati sisi majikannya, sekali berkelebat, sudah tiba di depan


meja Fu Ke-wei. Entah bagaimana tiba-tiba tubuh Fu Ke-wei berkelebat,


tahu-tahu dia sudah meninggalkan tempat duduknya, tiba di depan


meja sastrawan marga Gao.


"Kau berani lari?"


Wanita penunggang kuda kedua berteriak, tangannya siap


diulurkan. Wajah Nie-sha-yin-hoa berubah, saat akan bergerak, tapi tepat


waktunya ditahan oleh Ouw Yu-zhen.


"Jangan khawatir." Kata Ouw Yu-zhen pelan, dia sudah mengenal tiga orang wanita ini, "tuan sedang mempermainkan mereka."


"Sialan!" teriak Fu Ke-wei dengan tingkah lucu, "kurasa, hari ini rupanya aku telah mengganggu dewa Tai-xui, celaka..! Terus


menerus dihina orang, kenapa nasibku begitu sial?"


Wanita penunggang kuda yang menjadi memimpin juga sudah


tiba, wajahnya tampak merah.

__ADS_1


"Ku sangka kau sudah mati di dalam parit!" Wanita penunggang kuda yang jadi pemimpinnya menunjuk Fu Kewei, angkuh seperti seorang


ratu, "aku telah mencari kau satu tahun penuh, baru hari ini aku bisa menemukannya, aku tidak percaya kali ini kau bisa lolos, kau telah lolos sekali, tapi tidak akan bisa lolos seumur hidup."


Dua orang pelayan wanita sudah berdiri di kedua sisi mengepung Fu Ke-wei, tampaknya ingin sekali menyerang.


"Saudar Fu, kenapa kau ini?" sastrawan marga Gao tertawa sambil berdiri, "kenapa kau bisa membuat marah nona Liu" Sungguh pantas dihukum?"


"Ooo...! Kau kenal aku?"


Pemimpin penunggang kuda itu merasa aneh, memandang


sastrawan marga Gao. "Nona Liu namanya termasuk dalam Dua Walet dari tujuh wanita


terhebat di dunia persilatan, yaitu, Satu Ying, (Ying \= burung yang warna bulunya indah.) Dua Walet, Empat Phoenix, selama tiga tahun


ini di dunia persilatan pedang pusaka Bai-hong mu tidak ada


tandingannya, Hui-feng-liu-yuedao (pisau angin menerbangkan daun


pohon Liu) lebih menakutkan dari pada kartu undangan raja neraka,


Di dunia persilatan kau seperti dewi naga, tidak ada orang yang tahu anda sebenarnya, Ling-yun-yan (Walet awan dingin.) Liu Feiyan yang namanya menggemparkan dunia persilatan."


Wajah Sastrawan Gao tampan, begitu mulutnya memuji, tentu


saja sangat menarik hati setiap wanita.


Tidak terkecuali Ling-yun-yan Liu Fei-yan, wajahnya yang cantik


tampak gembira. Tapi Xie-shen dan kawan-kawannya setelah mendengar


didalam hati ingin muntah, seluruh tubuhnya timbul bintikbintik


seperti kedinginan. "Kau ini adalah......"


"Aku Gao Yun-fei......"


"Mmm! Aku pernah dengar nama ini." Ling-yun-yan tidak lagi bersikap seperti ratu yang angkuh, "kau tentu Yu-shu-xiushi satu diantara tiga sastrawan persilatan (Yu-shu \= Pohon giok, Xiu Shi \=


satu gelar tingkat sastrawan.) anda sudah berkelana di dunia


persilatan selama lima tahun, sedang aku baru tiga tahun, mana


berani menyombongkan diri telah menggemparkan dunia persilatan?"


Ling-yun-yan berkata merendah, tapi tampangnya tampak ada rasa


bangga, "jika dia temanmu, kau tanyalah dia! nanti aku akan


mempertimbangkannya."


"Aku akan menegakan keadilan untuk nona."


"Bagus sekali."


Di dalam hati Fu Ke-wei memaki, 'Dua orang ini katakatanya


menggelikan dan lucu, mengira telah menaklukan aku."


Akhirnya dia tahu sastrawan yang berpura pura sopan ini, adalah


Yu-shu-xiu-shi yang ternama.

__ADS_1


Walau baru pertama kali bertemu, tapi Fu Ke-wei tahu asalusul orang ini sudah sejak tiga-empat tahun lalu, dia juga tahu latar belakang orang yang misterius ini.


Berbicara tentang dunia persilatan, orang harus mengenal betul keadaan dan situasi dunia persilatan, baru dapat melewati dengan lancar, tanpa ada rintangan.


__ADS_2