Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 43


__ADS_3

Hal ini sangat repot, tapi tidak melapor lebih repot lagi, siapa


tahu telah terjadi perkara pembunuhan, kecuali mayatnya tamu


selamanya tidak diketemukan.


Masalah keluarga Li menyelidik saksi, masih tetap di lakukan,


tidak memperdulikan masalah Fu Ke-wei lagi. Di dalam hati orang


orangnya keluarga Li berpikir, si marga Fu tentu sudah tidak ada di dunia lagi!


Jin-ba-dou dan Setan Jahat Sun-ren telah menjadi orang tidak


berguna, saluran yang dikunci tidak ada orang yang bisa


membukanya. Jika si marga Fu benar-benar telah mati, dua orang ini juga hilang harapannya" Bagusnya tuan besar Li punya uang, juga dengan Wu-dang ada hubungan yang baik, dia telah mengutus orang membawa uang yang banyak pergi ke Wudang, mengundang para senior Wu-dang untuk


datang menolong, dalam dua hari ini seharusnya sudah datang, harapan dia besar sekali.


Hari ini setelah lewat tengah hari, kabar dari Xu-zhou telah sampai di perumahan Han-bei.


Setelah hari gelap, restoran Xing-yuan yang tidak jauh di sebelah kiri dari gedung Dong-dao, adalah restoran yang ternama di kota ini, tamu yang keluar masuk adalah tuan besar yang ternama di kota ini, seratus langkah sebelah timur jalan, adalah rumahnya Hei-sha Shang-fei.


Hei-sha Shang-fei sering mengundang orang di restoran


Xing-yuan. Ruang makan di tingkat dua tampak luas sekali, ada tiga ruang


berdampingan, ruang vip terpisah menggunakan penghalang, juga


ada empat kamar vip kecil, untuk tamu yang datang membawa


istrinya. Di sekeliling ruangan digantung sepuluh lebih lentera, terang


seperti siang hari. Di sebelah timur ruang vip, wajah tuan rumah Hei-sha sudah


tersenyum. Tamu utama Tuan besar Li juga berseriseri, sepertinya


seluruh tubuhnya penuh kegembiraan.


Ada enam orang tamu pendamping, di-antaranya ada juga Luo


Wen-jing. Tamu restoran memenuhi ruangan, suaranya sangat ramai, orang


didalam ruang vip jika bicara harus dengan suara keras.


"Saudara Shang, berita dari Xu-zhou telah sampai tadi sore."


Suara Tuan besar Li meninggi, "berita yang di dapat dari


perusahaan angkutan, memastikan orang itu marga Fu, namanya


Xian, adalah bocah kecil yang pantas mati itu.

__ADS_1


Sedangkan surat yang datang dari kantor Nan-yang, mengatakan


orang itu marga Wu namanya Ming, mereka harus mendapatkan dia


untuk menjadi saksi, semua membuat aku bingung."


"Saudara Li, sebenarnya masalah ini tidak ribet." Hei-sha dengan lagak sok berkata, "bocah itu tentu saja tidak mau memperkarakan, mungkin dia telah melapor pada pemerintah, makanya dia menulis


dengan nama palsu Wu-ming, buru-buru meninggalkan daerah


Nan-yang, supaya tidak terlibat perkara, tinggal disini jadi saksi bukanlah hal yang menyenangkan. Beberapa hari lalu di gunung Xian, dia menitip surat pada putra anda, jelas ingin memeras saudara Li, dia sungguh pantas mati."


"Aku khawatir dia belum mati." Kata Tuan besar Li dengan tidak tenang, "jika dia kembali ke Nan-yang menjadi saksi, ini..."


"Saudara Li tenang saja! Setelah terkena serangan tenaga empat belas orang yang bergabung, putra anda juga tepat waktunya


menggunakan jurus Telapak Menggoyang Gunung melakukan serangan


maut, walau dia punya sembilan nyawa, juga tidak akan lolos dari


maut." "Tapi dia mati tidak terlihat mayatnya." Nada bicara Tuan besar Li tetap tidak mantap,


"seharusnya, dia segera mati di tempat, kenyataannya dia masih bisa menghilang."


"Itu karena hari terlalu gelap, kami juga sedang kehabisan


tenaga, tidak dapat segera mengejarnya, makanya dia dapat lari


nasibnya sudah jelas. Bicara soal ilmunya, tidak mati di tempat


bukanlah hal aneh. Saudara Li, tidak perlu khawatir lagi, tidak akan ada orang yang mengganggumu lagi! Ooo! Saudara Li, pendeta dao


Qing-xi kapan bisa datang?"


"Besok pasti datang." Kata Tuan besar Li, "tadi siang aku menjenguk saudara Sun, luka patah tulangnya sudah bisa di


sembuhkan, tapi mungkin dalam waktu singkat tidak bisa


menggunakan cara mengurut membuka salurannya, aku berharap


obat Wu-dang, Jiu-huan-dan dari pendeta dao Qingxi, bisa


menolong saudara Sun dan Jin."


"Seharusnya tidak akan ada masalah." suara Shang-fei dengan sangat percaya diri, "pendeta dao Qing-xi adalah salah satu dari Sembilan Tetua Wu-dang, dulu pernah memegang jabatan Tujuh


Insan Danau Pelepas Pedang, ilmu silatnya sudah sampai taraf dewa, pasti bisa menguraikan jurus anehnya bocah Fu itu."


"Itulah yang diharapkan."


"Di pihak Nan-yang tidak ada beritanya." Shuang-jie-shusheng Luo Wen-jing mengalihkan pembicaraan, "Dua orang tua itu telah meninggalkan kota Fan, sepertinya mereka tidak berani lagi


mengacau. Aku dengan nona Duan-mu berniat pamit, besok akan

__ADS_1


pergi ke Wu-dang." "Saudara Luo, mainlah beberapa hari lagi." Tuan besar Li dengan tulus minta tamunya tinggal, "Pendeta dao Qing-xi sudah dua puluh tahun tidak pernah meninggalkan Wu-dang, dia menyanggupi


datang kesini, kau bisa mendekati dia, aku percaya pasti akan


mendapat banyak manfaat."


"Benar!" kata Shang-fei ikut mendukung kata-kata Tuan besar Li,


"pendeta dao Qing-xi di dunia persilatan bukan saja senior dan terhormat, namanya juga termasyur, di hati orang sampai ribuan li, juga adalah dewa hidup yang semua orang tahu, ada kesempatan mendapat


petunjuk dari dia, sungguh itu adalah satu kehormatan bagi kami ini, saudara kecil jangan melewatkan kesempatan ini."


Shuang-jie-shu-sheng tidak ada masalah dengan Wu-dang, tapi


dia ada kesulitan lain. Beberapa hari belakang ini, dia menyadari perbuatan Li


Yong-kang tidak cocok dengan hatinya, semua orang yang


berhubungan dengannya tampak misterius, di luar mengatakan


telah mendapat bantuan dari para pendekar kebenaran, untuk


menghadapi tantangan Nan-yang-ba-jie. tapi di dalam hati dia


sudah merasakan, dia telah diperalat oleh Tuan besar Li.


Tentu saja dia tidak mau membantu orang begini tapi dia tidak


mau dianggap setia kawan.


Dan sekarang Nan-yang-ba-jie telah menarik orang yang diutus untuk menanyakan masalah, musuh berat si marga Fu itu juga telah dibunuh oleh kelompok Enam Jahat, masalahnya telah selesai, dia harus


cepat-cepat meninggalkan tempat yang kacau ini.


Dia tidak begitu setuju dengan tingkah laku Tuan besar Li, juga


tidak tahu kejadian sebenar-nya, lebih-lebih tidak menduga peristiwa berdarah di kabupaten Ye benar-benar melibatkan orang-orang yang


tidak berdosa, dia mengira ini hanyalah masalah permusuhan antara


Tuan besar Li dengan Nan-yang-ba-jie, penguasa dua daerah, saling


terjadi perselisihan itu adalah hal yang biasa, cara yang digunakan kedua belah pihak masing-masing ada kekurangannya, itu tidak bisa


terlalu disalahkan. Tapi, Tuan besar Li bersatu dengan Enam Jahat diam-diam


menyerang marga Fu, dia tidak mengatakannya di mulut, tapi


didalam hati sangat tidak senang, saat ini jika tidak meninggalkan, tunggu kapan lagi"


Dia sudah tidak ada keperluan tinggal untuk melerai perselisihan


teman-teman dunia persilatan, sehingga, dia melepas kesempatan bertemu dengan tetua Wu-dang, dia bersikeras menyatakan besok meninggalkan Xiang-yang pergi keselatan.

__ADS_1


__ADS_2