Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 101


__ADS_3

Mereka tidak bisa berjalan di atas atap rumah, di beberapa bangunan tinggi ada penjaga mengawasi dari atas kebawah, makanya harus seperti pencopet menyusup ke dalam gudang bawah tanah mengambil pusaka,


tidak mungkin berlagak seperti perampok membunuh masuk merampok.


Pesilat tinggi di benteng Zhang-feng banyak tidak terhitung, anak


buahnya seperti semut, dengan kekuatan mereka berempat,


merampok sama saja dengan mengantarkan nyawa, maka gerakan


merekajangan sampai diketahui orang.


Setelah berputar-putar cukup lama, ternyata satu ruangan pun


tidak bisa dilaluinya. "Nona Hoa, rasanya ada sesuatu yang tidak benar." Kata Niu Lang-xing mendekat, mereka sembunyi disebuah sudut tembok,


"sesudah jalan begini lama, tidak melihat satu pun penjagaan, pada kemana orang-orangnya?"


"Mungkin mereka mengira tidak akan ada orang yang


mengacaunya lagi, jadi tidak perlu memperketat penjagaannya!"


Hoa-fei-hoa juga merasa ada yang tidak beres, tapi dia tidak


memperdulikannya. "Tidak benar!" "Maksud kau......"


"Mereka bersembunyi di dalam rumah mengawasi keluar,


gerak-gerik kita mungkin telah diawasi oleh mereka."


"Mmm! Memang sedikit mencurigakan."


Mendadak hati Hoa-fei-hoa tergerak, ada perasaan membuat bulu


kuduknya berdiri, sepertinya benar ada orang yang mengawasi


gerak-gerik mereka, membiarkan mereka selangkah demi selangkah


masuk ke dalam perangkap.


"Haruskah masuk ke rumah membuktikannya dulu?" Niu


Lang-xing memberi usul, "masuk melalui jendela asalkan hatihati, pasti akan lancar masuknya."


"Jika penjaganya sudah bersembunyi di dalam, berarti musuh di tempat gelap kita di tempat terang, bukankah masuk satu mati satu"


Sungguh tidak beres, kita mundur saja!" kata Hoa-fei-hoa dengan gelisah.


"Mundur?" "Benar, cepat mundur, mungkin masih keburu..."


Tidak jauh diatas atap rumah, muncul satu bayangan hitam.


"Hanya boleh maju ke depan, di belakang mulut gang sudah ada


pasukan senjata gelap menghadang, mundur adalah jalan mencari


mati." Bayangan hitam telah menyadari mereka bergerak mundur, sehingga berdiri di tempat persembunyiannya memberi peringatan,


"tidak jauh di depan, ada orang sedang menunggu kalian, supaya kalian yang berulang-ulang masuk, ada tempat bisa bergerak bebas,


jalanlah maju kedepan!"


Empat orang itu terkejut, hatinya jadi dingin.


Ilmu meringankan tubuh Zhi Nu-xing sangat hebat, dengan isyarat


tangan dia menunjuk ke atas, artinya mencoba meloloskan diri


melalui atap rumah. Di kiri kanan ada tembok yang sangat kokoh, atap rumah yang

__ADS_1


paling rendah pun tingginya ada satu zhang, meloncat keatas


tidaklah sulit, di bawah ada cukup tempat untuk ancang-ancang


meloncat. Empat orang itu tidak perlu ancang-ancang, dengan


menggunakan jurus Yi He Chong Xiao (Burung bangau


menerjang awan.) bisa meloncat keatas.


Seorang pelayan wanita merasa tidak tahan lagi, tanpa pikir


panjang mendadak dia meloncat ke atas.


Di depan ada orang, di belakang di hadang, di atap rumah mana


mungkin kosong. "Jangan......" Hoa-fei-hoa terkejut berteriak tertahan.


Tapi terlambat, pelayan wanita itu masih berjarak delapan che


dari atap rumah, mendadak "Ngek!" satu kali, lalu luncurannya terhenti, seperti kehilangan daya geraknya, seluruh tenaganya habis, jatuh dengan tangan dan kaki bergerak-gerak kacau.


"Di atas telah disiapkan barisan jaring langit." Di atas atap rumah terdengar satu suara dalam.


Hoa-fei-hoa menahan pelayan wanitanya yang jatuh, hatinya jadi


dingin, di atas pundak pelayannya ada sebuah tongkat besi sepanjang satu che menusuk ke dalam bahu, mematahkan tulangnya, masuk ke


dalam dada sedalam kurang lebih delapan cun, sudah tidak bisa


tertolong lagi. "Bertemu kembali dalam kehidupan yang akan datang."


Hoa-fei-hoa gemetaran membaringkan mayatnya, "kau pergilah


dulu dengan tenang."


perlu terlalu sadar. Bisa hidup, maka hiduplah dengan gembira, mau mati, matilah dengan ikhlas.


Orang yang tidak mengerti hidup atau mati, tidak pantas di sebut


bermain nyawa. Niu Lang-xing membusungkan dada, mencabut pedang,


dengan kepala menengadah melangkah maju ke depan.


Zhi Nu-xing mengikutnya, mengulurkan tangan mengaleng


berdampingan mereka berjalan menuju jalan yang tidak bisa diduga.


Hoa-fei-hoa tidak mencabut pedangnya, sepasang tangan


diam-diam menyembunyikan Jarum Dewa Tanpa Bayangan.


Di malam hari menggunakan senjata rahasia, kedahsyatannya


berkali-kali lipat, dia telah bertekad, bertemu satu bunuh satu,


menggunakan senjata gelap, kesempatan berhasilnya bertambah


berkali lipat. Baru saja sampai di kebun bunga, obor pertama telah


menyala. Dari segala arah tampak bayangan orang banyak sekali, satu


persatu obor mulai menyala.


Tidak jauh di tengah lapangan, ketua benteng Xi telah menunggu


dengan membawa tiga puluh lebih anak buahnya.


Tiga orang itu tanpa takut melangkah masuk ke lapangan.

__ADS_1


"Aku pasti bisa mendapat laba beberapa orang." Niu Langxing dengan berani dan nada yang mantap, "Yu Mei, kita akan jalan bersama di jalan alam baka."


"Di dunia persilatan, kau dan aku telah bersama dua puluh tahun lebih." Zhi Nu-xing senyumnya ada sedikit pahit, "jalan terakhir ini apakah harus tidak ada aku?"


Hoa-fei-hoayang jalan paling depan, tiba-tiba tubuhnya


bergoyang. "Kalian anjing......yang hina......"


Dia teriak keras, lalu bergoyang-goyang jatuh ke depan, dari


tangannya jatuh enam buah Jarum Dewa Tanpa Bayangan, mulut


terbuka, lidahnya keluar.


Tapi, sudah tidak bisa menggigit putus lidahnya, karena dia


mendadak pingsan. Di belakangnya Niu Lang-xing dan Zhi Nu-xing yang jalan


bergandengan tangan, juga ikut jatuh ke tanah tidak sadarkan diri.


"Ha ha ha ha......" Tawa keras ketua benteng Xi menggetarkan telinga. 


Kamar penyiksaannya benteng Zhang-feng, adalah tempat yang


paling menyeramkan di-seluruh benteng.


Di rumah bangsawan atau penguasa, delapan-sembilan


persepuluh punya kamar penyiksaan, setiap penguasa setempat


adalah raja kecil, hukum tidak ada pengaruhnya terhadap


mereka. Benteng Zhang-feng juga seperti bangsawan atau penguasa


yang namanya menggemparkan dunia persilatan, kesempurnaan


kamar siksanya bisa dibayangkan.


Hoa-fei-hoa, Niu Lang-xing, Zhi Nu-xing, masing-masing diikat


di satu tiang ukuran setinggi manusia.


Baju atasnya Niu Lang-xing telah dilepas, hingga tubuh


atasnya telanjang. Baju luarnya Hoa-fei-hoa dan Zhi Nu-xing juga telah dilepas, hanya memakai penutup dada dan celana panjang dalam. Walau tubuh


kedua wanita ini langsing, tubuhnya yang seksi bisa membuat laki-laki lupa diri, tapi sorot mata mereka yang bersinar benci dan wajah yang menegang tampak sudah tidak manis lagi.


Lampu bersinar terang, yang bertugas menyiksa ada delapan


orang laki-laki besar, di sisi di taruh alat penyiksa berbagai


ragam, di antaranya sebuah pembakar api yang sedang


membakar besi penyengat. Di atas kursi penginterogasi duduk ketua benteng Xi, dan empat


orang dunia persilatan tua yang membantu menginterogasi.


Ketua benteng muda Xi duduk disamping-nya menonton, sorot


matanya berputar-putar di atas dada Hoa-fei-hoa yang tinggi, dan


daerah perut yang memikat itu, di matanya tampak jelas nafsu


cabulnya sedang membara. "Ternyata kalian ini yang brengsek." Ketua benteng Xi walau juga adalah seorang penggila wanita yang ternama, tapi untuk menjaga


kewibawaannya, dia menampilkan sikap berkuasa, ingin makan


orang, "aku ingin tahu tujuan sebenarnya kalian, katakan dengan jujur, supaya tidak mendapat siksaan, di tempat aku ini tidak ada pahlawan, orang yang terbuat dari besi pun, aku bisa merubahnya jadi serangga ingusan. 

__ADS_1


__ADS_2