Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 110


__ADS_3

Ketua dua, Golok Pemutus Arwah Han Zhi-jian telah menyatakan


pada mereka, kemarin malam ada dua orang tamu agung yang hilang,


mungkin melarikan diri, juga ada kemungkinan telah menjadi korban, maka dia berharap para tamu agung bertanggung jawab pada


keamanan lingkungan bangunan tamu, jangan sampai terjadi hal yang


tidak diharapkan. Karena tuan rumah ada kesulitan, tamu agung tidak bisa


menolak, terpaksa mereka ikut bersatu melawan musuh.


Yu-shu-xiu-shi dengan lima puluh lebih orang-orang


perkumpulan Cun-qiu, termasuk Liu Fei-yan bertiga, semua jadi


tidak bisa pergi meninggalkan benteng! Usahanya belum selesai,


barang yang diinginkan telah melarikan diri, bagaimana dia


mempertanggung jawabkan pada ketua perkumpulan" Paling


sedikit dia harus menunggu hasil dari pencarian ke hutan dan ke


gunung, baru bisa menentukan arah, apa lagi tuan rumah beberapa


hari ini telah melayani mereka dengan gratis, dia telah mendapat


keuntungan dari tuan rumah, seharusnya ada balas budinya.


Liu Fei-yan telah pindah, tempat tinggalnya sekarang bersama dengan Yu-shu-xiu-shi, hasil yang dia dapat paling banyak, tidak saja telah mendapatkan laki-laki idaman yang tampan, pintar sastra dan silatnya mahir, di perkumpulan Cunqiu juga memegang jabatan penting, Ketua


benteng Xi juga telah menyanggupi membantu dia menyelidiki jejak tiga perampok, kelihatannya harta benda dia akan kembali dan balas


dendam-nya juga akan terkabul.


Saat tengah hari, pasukan yang mencari kearah barat dan


belakang benteng telah berturut turut kembali ke benteng.


Tentu saja, semua kembali dengan tangan kosong, juga tidak


bisa menyalahkan mereka, pegunungan terlalu luas, hutannya


lebat rumputnya tinggi, ingin mencari dua orang persilatan tua


selicik rase, apa mudah mengerjakannya"


Empat belas orang yang mencari ke arah timur, tidak ada kabar


beritanya. Sekitar jam dua siang, satu pasukan telah dikerahkan berjumlah


sebanyak tiga puluh orang, sebuah pasukan yang amat besar.


Hasilnya, kembali membawa pulang empat belas mayat.


Seluruh benteng menjadi gempar, masing-masing jadi dingin


dan merasa was-was. Semangat ketua benteng Xi turun drastis, setelah melihat mayat


anak buahnya, penguasa besar ini sekarang sudah tahu bagaimana


rasa ketakutan. Begitu hari malam, seluruh benteng terjerembab kedalam ketakutan

__ADS_1


yang menyeramkan, suara angin, kicauan bangau, rumput dan pohon


semua seperti tentara, semua orang tidak berani tidur lelap, orang yang bertugas jaga, mendengar angin bertiup, rumput bergoyang juga


menjadi ketakutan hingga bisa meloncat.


Bangunan tamu dan ruang tamu agung walau dibangun disatu


tempat, tapi diantaranya masih ada jarak, ditengahnya dihalangi


oleh beberapa bangunan rumah, kebun bunga, pekarangan. Tamu


agung yang ditempatkan ditempat ini, sifatnya berbeda.


Bangunan tamu semua adalah tamu yang tinggal lama, yang


minta perlindungan, ruang tamu agung adalah tempat untuk tamu


yang benar-benar berkunjung, waktu menginapnya tidak akan


lama. Walau ketua benteng Xi tidak meminta tamu yang menginap


melakukan sendiri penjagaan, Yu-shu-xiu-shi juga sudah punya cukup orang-orangnya melakukan penjagaan sendiri, malah dia menyatakan


ingin membantu tuan rumah, menghadapi orang yang menyusup.


Ketua benteng Xi memang berniat menggunakan tenaga


Yu-shu-xiu-shi, mendengar dia mengajukan dirinya ingin


membantu, di dalam hati dia gembira sekali.


Ketua benteng Xi telah menangkap Hoa-fei-hoa dan kawankawannya, hati Yu-shu-xiu-shi jadi lebih tenang, orang yang


memerlukan bantuan dari perkumpulan Cun-qiu nya"


Tapi, orang yang belakangan menyusup masuk adalah Fu


Ke-wei. Terpikir di penginapan Yung-an, rasa masakan dan kuah yang


membasahi dirinya, dia benar-benar gentar, dia sungguh tidak ada


keberanian menghadapi Fu Ke-wei yang ilmu silatnya sulit diukur.


Untungnya saat ini anak buahnya banyak, tidak perlu dirinya


sendiri yang menghadapi lawan berat.


Setelah malam tiba, dia mengumpulkan semua orang di sekeliling


ruang tamu, merencanakan penjagaan yang ketat, kecuali setengah


orang yang beristirahat, malam hari penjagaan dibagi dua grup, begitu ada gerakan, orang yang istirahat harus dengan cepat tiba di tempat yang sudah di tentukan, supaya bisa menggerakan seluruh


kemampuan kelompok. Bangunan tamu yang berada tidak jauh, penjagaannya tampak lebih


ketat lagi, kecuali empat puluh lebih tamu yang menginap, saat hampir malam, ketua benteng Xi mengutus tidak sedikit pesilat tinggi datang ke bangunan tamu memperkuat penjagaan.


Tamu yang menginap adalah sumber pemasukan benteng


Zhang-feng, jadi ketua benteng Xi berkewajiban melindungi


keamanan tamunya. Mendapat uang orang, melepaskan mala petaka orang.

__ADS_1


Benteng Zhang-feng dalam melindungi tamu tidak pernah terjadi


kesalahan, sama sekali tidak boleh ada orang luar yang bisa melukai tamu.


Tentu saja, kalau orang sendiri melukai tamu itu adalah


pengecualian, bagaimana pun jika hal itu terjadi, tidak ada orang


yang tahu. Fu Ke-wei sudah pindah ke lereng gunung sebelah barat benteng,


ke benteng Zhang-feng berjarak tidak sampai lima li, dari atas dia melihat ke bawah, melalui celah pohon dan rumput, bisa melihat


dengan jelas pemandangan orang-orang di dalam benteng sedang


sibuk memperkuat penjagaan, di dalam hati dia tahu, ketua benteng


Xi telah ketakutan. Racun di tubuhnya Shi-tu Yu-yao telah hilang, senjata dan senjata


rahasianya pun telah diambil kembali, dengan gembira dia pulang.


Tapi Hoa-fei-hoa malah ngotot tidak mau pergi, dengan alasan


Niu Lang-xing terluka harus ada orang yang mengawalnya, jika


ditnggalkan, di tengah jalan bertemu orang-orangnya benteng


Zhang-feng yang menghadang, bukankah itu akan seperti


melabrak ke pintu akhirat" Alasannya masuk akal juga, Fu Ke-wei


jadi tidak enak mengusirnya.


Tian-ya-koay juga ngotot tidak mau pergi, terhadap ini Fu Ke-wei tidak bisa berbuat apa-apa. Pertama dia pernah menolong Ouw Yu-zhen di


bukit Hao-han, kedua walau dia sangat dekat dengan para pendekar, tapi perbuatannya selalu hanya melihat benar atau tidak, tidak perduli


hubungannya, tetap tidak kehilangan prilaku sebagai manusia hebat yang aneh, Fu Ke-wei sangat cocok dengannya, jadi tidak enak mengusir dia"


Sore hari, ketika sedang makan makanan kering mereka


membagi kelompok. Xie-shen dan Tian-ya-koay berbaring di atas cabang pohon, sedang


menikmati arak enak di dalam Hu-lu yang berada dipinggang


Tian-ya-koay. Nie-sha-yin-hoa menemani Sepasang Cantik Jiang-nan, duduk


di atas rumput kering, makan pelan-pelan, kadangkadang


mengeluarkan tawa! Zhi Nu-xing sedang menyuapi Niu Lang-xing di atas rumput kering.


Ouw Yu-zhen dengan Hoa-fei-hoa ditempat lainnya, mengobrol


sambil makan minum, tidak tahu sedang berbicara apa"


Fu Ke-wei sudah selesai makan, sedang mempersiapkan cara


untuk masuk ke dalam benteng Zhang-feng, tiba-tiba dia merasakan


ada sesuatu, dia mengangkat kepala, begitu melihat, ternyata Shi-tu Yu-yao sudah kembali lagi, malah membawa seorang mata-mata


berusia empat puluhan, berwajah persegi dengan telinga besar, saat itu wajahnya tampak serius.


"Kau......kau buat apa kembali lagi?" dia sangat tidak senang, wajahnya sangat tidak enak di pandang, "nona Shi-tu, pelajaran yang kau terima tadi pagi apa masih belum cukup" Melakukan suatu hal di luar kemampuan diri sendiri, adalah hal yang paling bodoh."

__ADS_1


__ADS_2