
Ketua dua, Golok Pemutus Arwah Han Zhi-jian telah menyatakan
pada mereka, kemarin malam ada dua orang tamu agung yang hilang,
mungkin melarikan diri, juga ada kemungkinan telah menjadi korban, maka dia berharap para tamu agung bertanggung jawab pada
keamanan lingkungan bangunan tamu, jangan sampai terjadi hal yang
tidak diharapkan. Karena tuan rumah ada kesulitan, tamu agung tidak bisa
menolak, terpaksa mereka ikut bersatu melawan musuh.
Yu-shu-xiu-shi dengan lima puluh lebih orang-orang
perkumpulan Cun-qiu, termasuk Liu Fei-yan bertiga, semua jadi
tidak bisa pergi meninggalkan benteng! Usahanya belum selesai,
barang yang diinginkan telah melarikan diri, bagaimana dia
mempertanggung jawabkan pada ketua perkumpulan" Paling
sedikit dia harus menunggu hasil dari pencarian ke hutan dan ke
gunung, baru bisa menentukan arah, apa lagi tuan rumah beberapa
hari ini telah melayani mereka dengan gratis, dia telah mendapat
keuntungan dari tuan rumah, seharusnya ada balas budinya.
Liu Fei-yan telah pindah, tempat tinggalnya sekarang bersama dengan Yu-shu-xiu-shi, hasil yang dia dapat paling banyak, tidak saja telah mendapatkan laki-laki idaman yang tampan, pintar sastra dan silatnya mahir, di perkumpulan Cunqiu juga memegang jabatan penting, Ketua
benteng Xi juga telah menyanggupi membantu dia menyelidiki jejak tiga perampok, kelihatannya harta benda dia akan kembali dan balas
dendam-nya juga akan terkabul.
Saat tengah hari, pasukan yang mencari kearah barat dan
belakang benteng telah berturut turut kembali ke benteng.
Tentu saja, semua kembali dengan tangan kosong, juga tidak
bisa menyalahkan mereka, pegunungan terlalu luas, hutannya
lebat rumputnya tinggi, ingin mencari dua orang persilatan tua
selicik rase, apa mudah mengerjakannya"
Empat belas orang yang mencari ke arah timur, tidak ada kabar
beritanya. Sekitar jam dua siang, satu pasukan telah dikerahkan berjumlah
sebanyak tiga puluh orang, sebuah pasukan yang amat besar.
Hasilnya, kembali membawa pulang empat belas mayat.
Seluruh benteng menjadi gempar, masing-masing jadi dingin
dan merasa was-was. Semangat ketua benteng Xi turun drastis, setelah melihat mayat
anak buahnya, penguasa besar ini sekarang sudah tahu bagaimana
rasa ketakutan. Begitu hari malam, seluruh benteng terjerembab kedalam ketakutan
__ADS_1
yang menyeramkan, suara angin, kicauan bangau, rumput dan pohon
semua seperti tentara, semua orang tidak berani tidur lelap, orang yang bertugas jaga, mendengar angin bertiup, rumput bergoyang juga
menjadi ketakutan hingga bisa meloncat.
Bangunan tamu dan ruang tamu agung walau dibangun disatu
tempat, tapi diantaranya masih ada jarak, ditengahnya dihalangi
oleh beberapa bangunan rumah, kebun bunga, pekarangan. Tamu
agung yang ditempatkan ditempat ini, sifatnya berbeda.
Bangunan tamu semua adalah tamu yang tinggal lama, yang
minta perlindungan, ruang tamu agung adalah tempat untuk tamu
yang benar-benar berkunjung, waktu menginapnya tidak akan
lama. Walau ketua benteng Xi tidak meminta tamu yang menginap
melakukan sendiri penjagaan, Yu-shu-xiu-shi juga sudah punya cukup orang-orangnya melakukan penjagaan sendiri, malah dia menyatakan
ingin membantu tuan rumah, menghadapi orang yang menyusup.
Ketua benteng Xi memang berniat menggunakan tenaga
Yu-shu-xiu-shi, mendengar dia mengajukan dirinya ingin
membantu, di dalam hati dia gembira sekali.
Ketua benteng Xi telah menangkap Hoa-fei-hoa dan kawankawannya, hati Yu-shu-xiu-shi jadi lebih tenang, orang yang
memerlukan bantuan dari perkumpulan Cun-qiu nya"
Tapi, orang yang belakangan menyusup masuk adalah Fu
Ke-wei. Terpikir di penginapan Yung-an, rasa masakan dan kuah yang
membasahi dirinya, dia benar-benar gentar, dia sungguh tidak ada
keberanian menghadapi Fu Ke-wei yang ilmu silatnya sulit diukur.
Untungnya saat ini anak buahnya banyak, tidak perlu dirinya
sendiri yang menghadapi lawan berat.
Setelah malam tiba, dia mengumpulkan semua orang di sekeliling
ruang tamu, merencanakan penjagaan yang ketat, kecuali setengah
orang yang beristirahat, malam hari penjagaan dibagi dua grup, begitu ada gerakan, orang yang istirahat harus dengan cepat tiba di tempat yang sudah di tentukan, supaya bisa menggerakan seluruh
kemampuan kelompok. Bangunan tamu yang berada tidak jauh, penjagaannya tampak lebih
ketat lagi, kecuali empat puluh lebih tamu yang menginap, saat hampir malam, ketua benteng Xi mengutus tidak sedikit pesilat tinggi datang ke bangunan tamu memperkuat penjagaan.
Tamu yang menginap adalah sumber pemasukan benteng
Zhang-feng, jadi ketua benteng Xi berkewajiban melindungi
keamanan tamunya. Mendapat uang orang, melepaskan mala petaka orang.
__ADS_1
Benteng Zhang-feng dalam melindungi tamu tidak pernah terjadi
kesalahan, sama sekali tidak boleh ada orang luar yang bisa melukai tamu.
Tentu saja, kalau orang sendiri melukai tamu itu adalah
pengecualian, bagaimana pun jika hal itu terjadi, tidak ada orang
yang tahu. Fu Ke-wei sudah pindah ke lereng gunung sebelah barat benteng,
ke benteng Zhang-feng berjarak tidak sampai lima li, dari atas dia melihat ke bawah, melalui celah pohon dan rumput, bisa melihat
dengan jelas pemandangan orang-orang di dalam benteng sedang
sibuk memperkuat penjagaan, di dalam hati dia tahu, ketua benteng
Xi telah ketakutan. Racun di tubuhnya Shi-tu Yu-yao telah hilang, senjata dan senjata
rahasianya pun telah diambil kembali, dengan gembira dia pulang.
Tapi Hoa-fei-hoa malah ngotot tidak mau pergi, dengan alasan
Niu Lang-xing terluka harus ada orang yang mengawalnya, jika
ditnggalkan, di tengah jalan bertemu orang-orangnya benteng
Zhang-feng yang menghadang, bukankah itu akan seperti
melabrak ke pintu akhirat" Alasannya masuk akal juga, Fu Ke-wei
jadi tidak enak mengusirnya.
Tian-ya-koay juga ngotot tidak mau pergi, terhadap ini Fu Ke-wei tidak bisa berbuat apa-apa. Pertama dia pernah menolong Ouw Yu-zhen di
bukit Hao-han, kedua walau dia sangat dekat dengan para pendekar, tapi perbuatannya selalu hanya melihat benar atau tidak, tidak perduli
hubungannya, tetap tidak kehilangan prilaku sebagai manusia hebat yang aneh, Fu Ke-wei sangat cocok dengannya, jadi tidak enak mengusir dia"
Sore hari, ketika sedang makan makanan kering mereka
membagi kelompok. Xie-shen dan Tian-ya-koay berbaring di atas cabang pohon, sedang
menikmati arak enak di dalam Hu-lu yang berada dipinggang
Tian-ya-koay. Nie-sha-yin-hoa menemani Sepasang Cantik Jiang-nan, duduk
di atas rumput kering, makan pelan-pelan, kadangkadang
mengeluarkan tawa! Zhi Nu-xing sedang menyuapi Niu Lang-xing di atas rumput kering.
Ouw Yu-zhen dengan Hoa-fei-hoa ditempat lainnya, mengobrol
sambil makan minum, tidak tahu sedang berbicara apa"
Fu Ke-wei sudah selesai makan, sedang mempersiapkan cara
untuk masuk ke dalam benteng Zhang-feng, tiba-tiba dia merasakan
ada sesuatu, dia mengangkat kepala, begitu melihat, ternyata Shi-tu Yu-yao sudah kembali lagi, malah membawa seorang mata-mata
berusia empat puluhan, berwajah persegi dengan telinga besar, saat itu wajahnya tampak serius.
"Kau......kau buat apa kembali lagi?" dia sangat tidak senang, wajahnya sangat tidak enak di pandang, "nona Shi-tu, pelajaran yang kau terima tadi pagi apa masih belum cukup" Melakukan suatu hal di luar kemampuan diri sendiri, adalah hal yang paling bodoh."
__ADS_1