Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 148


__ADS_3

Menghirup sedikit saja Xiao-yao-san, setelah hitungan ke seratus, juga sudah tidak bisa ditolong.


Jika tidak ada obat penawar khusus dariku seumur hidup ini kau akan terbaring diatas ranjang, selamanya jadi orang tidak berguna, menyerahlah! Baik-baik lemparkan pedang menyerah, aku tidak berharap kalian memaksakan diri melawan, sekali menggerakan tenaga dalam maka kaki dan tangan menjadi lumpuh, hingga harus menggotong kalian, merepotkan sekali."


"Aku......" "Aku telah peringatkan, jangan sekali-kali menggerakan tenaga dalam.


Ooo! Siapa nama mu" Apa hubungan mu dengan Pendeta dao Zi-xu?" "Aku Leng-gang, aku punya sedikit nama di dunia persilatan, kau pasti tidak asing."


"Sungguh kita beruntung, teman-teman."


Kata Mi-hun-taisui pada temannya, dengan tubuh sedikit bergetar, "Tian-xiejian Leng-gang (Pedang langit sesat) Jurus pedangnya sudah mencapai tingkat sempurna, dalam sepuluh jurus pernah mengalahkan Satu Pedang Utara Chen Ruo-yi, yang menempati posisi tertinggi di sembilan jago pedang terbesar dunia, tapi jarang berkelana di dunia persilatan, hari ini tanpa diduga kita bertemu dengan dia. Jika tidak menggunakan siasat mengalahkannya, paling sedikit ada separuh orang kita akan tergeletak ditanah."


"Memang berbahaya," Yu-shu-xiu-shi tidak bisa sombong lagi, wajahnya berubah, "tuan Huang, kita harus segera sembunyikan dia!"


"Betul, kita harus bersiap terhadap tiga orang yang lolos, yang akan membawa teman temannya datang menolong." Mi-hun-tai-sui tentu saja setuju, "dengan adanya mereka ditangan kita, walau Jin-she-dong mengerahkan seluruh kekuatannya, juga harus baik-baik menuruti


kehendak kita. Cepat bawa mereka pergi!"


Tiba-tiba Tian-xie-jian Leng-gang tertawa dingin, mendadak dia mengangkat pedang menerjang.


Mi-hun-tai-sui sangat yakin terhadap puder Xiao-yao nya, dia


tetap berdiri ditempatnya sambil tertawa dingin!


Tiga langkah, empat langkah, lima langkah..


Wajah Tian-xie-jian Leng-gang tidak berubah, dengan


tenang selangkah demi selangkah maju mendekat.


Dari dua puluh orang lebih, ada setengahnya tidak bisa


menahan rasa takutnya dan mundur kebelakang.


Keyakinannya Mi-hun-tai-sui mulai goyah, dengan


sendirinya dia mundur selangkah, selangkah lagi.


Tian-xie-jian Leng-gang sudah melangkah sembilan langkah,


sorot matanya tiba-tiba berubah, dia mengeluarkan suara hmmm...


sekali, pada langkah kesepuluh baru melangkah setengah,

__ADS_1


tubuhnya bergoyang. "Kau kira Mi-hun-tai-sui bisanya hanya menakut-nakuti orang?"


Mi-hun-tai-sui sangat senang, keyakinannya pulih kembali,


dengan gembira dia berkata lagi, "puder Xiao-yao tidak bisa cepat bereaksi, tapi setelah lewat batas hitungan seratus, obatnya akan masuk kehati, sekali terpancing reaksinya, dewa pun tidak bisa lolos dari maut, robohlah!"


Sepasang lutut Tian-xie-jian Leng-gang jadi lemas, pedang


terlepas dari tangan, tubuhnya berbalik jatuh ketanah.


"Ying-ying, jangan sembarang bergerak!" Jin Wen-wen


mencegah adiknya yang hendak lari menolong, "tidak boleh


menggunakan tenaga dalam, tetap tenang."


Jin Ying-ying dengan putus asa melemparkan pedangnya,


mengeluh sekali dengan panjang.


"Kak, aku......aku sungguh menyesal." katanya menggigit gigi.


"Harusnya menyalahkan aku yang ceroboh." Jin Wen-wen juga melemparkan pedang, "prilaku pelayan wanita itu sangat yakin, kita sendiri juga terlalu percaya diri."


Leng-gang yang marah dan gelisah seluruh tubuhnya lumpuh, ingin melawan tidak ada tenaga, tiga orang lainnya satu orang mengawal satu, pergi kegedung lainnya.


Xie-shen, Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen, bersembunyi di


sebelah utara Taman Qing-feng.


"Didalam samar-samar terdengar suara orang," Xie-shen adalah seorang persilatan tua, pemikirannya teliti, dugaannya tepat, "Jelas telah terjadi sesuatu."


"Apakah orang-orangnya keluarga Guan sudah kembali lagi?"


kata Hoa-fei-hoa, "sepertinya di dalam ada banyak orang,


berbeda sekali dengan yang dulu."


"Keluarga Guan tidak ada alasan berbalik menjadi musuh


dengan keluarga Du karena hal yang tidak ada sangkut pautnya."


Ouw Yu-zhen dengan teliti menganalisa, "alasan takut

__ADS_1


Yu-shu-xiu-shi membawa mala petaka terlalu dipaksakan, dalam hal aturan sama sekali tidak masuk akal.


Jika orang-orangnya keluarga Guan kembali lagi kesini, pasti datang beramai-ramai, tapi didalam sepertinya tidak terjadi pertarungan, itu bisa diketahui bukan orang-orang keluarga Guan yang datang kembali mengusir Yu-shu-xiu-shi." "Perlu tidak kita melihatnya?" kata Hoa-fei-hoa.


"Di siang hari, tidak ada tempat untuk bersembunyi, jadi jangan masuk. Kakak Ji, kau mengkhawatirkan tuan sudah masuk ke dalam, sebenarnya kau tidak perlu khawatirmu, dia tidak akan melibatkan diri pada masalah yang tidak ada gunanya, jangan berpikir bukan bukan!" Ketika sedang berunding, tiba-tiba mereka melihat dua lakilaki dan satu wanita setengah baya berbaju hijau, terbang keluar dari hutan tidak jauh dari sebelah kanan, gerakannya cepat laksana kilat.


"Mereka orang-orangnya Jin-she-dong." Kata Hoa-fei-hoa pelan,


"mereka terus keluar masuk taman Qing-feng, terlalu tidak


memandang tuan rumah."


"Itu karena dikejar orang." Ouw Yu-zhen juga berusaha


bersembunyi dengan baik, "dibelakang-nya ada orang yang


mengejar, tidak aneh didalam ada gerakan."


"Jika bisa mengusir orang-orang Jin-she-dong, tentu didalam


taman Qing-feng sudah ada pesilat tinggi hebat yang sembunyi."


Xie-shen sedikit terkejut, "untung kita ini orang luar yang sedang menonton, jika terlibat didalamnya maka akan celaka."


Sudah ada sembilan orang yang keluar, masing-masing


mengerahkan ilmu meringankan tubuh yang sudah tinggi sekali, kecepatannya tidak jauh berbeda dengan tiga orang baju hijau dari Jin-she-dong itu, sepintas saja sudah terlihat mereka adalah pesilat tinggi yang ternama, tidak aneh tiga orang baju hijau yang dikejar sampai lari sekuat tenaga.


"Tuan pasti tidak ada didalam, kedudukan dia tidak pantas terlibat dalam balas dendam yang biasa terjadi. Mari kita jalan! Kita pergi kekota mencari jejak mereka berdua, menunggu disini juga bukan satu cara yang bagus."


Tiga orang itu memutuskan tidak akan meneruskan tinggal disana, lalu diam-diam pergi. Sembilan pesilat tinggi itu tidak bisa mengejar tiga orang Jin-she-dong, meski disiang hari bolong.


Semua orang berkumpul di gedung Wang-yue tempat paling


sepi ditaman Qing-feng. Ini adalah tempat tuan besar Du Jin-yuan mengatur keluarga wanita tinggal disini, saat bermain di taman.


Yu-shu-xiu-shi dengan sekelompok orang dari perkumpulan


Cun-qiu, semuanya ada enam belas pesilat tingi.


Dalam kedudukannya, Yu-shu-xiu-shi adalah wakil ketua, dibawah satu orang diatas puluhan ribu orang, kedudukannya tinggi. Tapi Mi-hun-tai-sui Huang-ji adalah tamu agung perkumpulan itu,


kedudukannya beda, dia adalah tamu atas undangan ketua perkumpulan, sampai wakil ketua perkumpulan pun tidak bisa memerintahnya.

__ADS_1


__ADS_2