
"Pendapat aku sama dengan adik Fu." Kata Nie-sha-yin-hoa tertawa, "wanita memang mahluk yang sulit diduga, jelas-jelas di dalam hati suka, tapi mulutnya berkata tidak, apalagi wanita yang
sifatnya keras seperti Hoa-fei-hoa, tentu juga demikian. Sebenarnya wanita yang wajahnya semakin keras, di dalam hatinya semakin
lemah, wajah yang keras untuk menutupi hatinya yang lemah."
"Kalian semakin bicara semakin melantur, apa dia telah
memberi kalian keuntungan, hingga membantu dia bicara." Kata
Fu Ke-wei tertawa pahit, "setelah aku keluar, bos penginapan
Shang membicarakan apa saja dengan kalian?"
"Kebanyakan membicarakan tuan." Ouw Yu-zhen tertawa,
"mula-mula dia menanyakan asal-usul tuan dan sebutannya,
kenyataannya kami pun tidak tahu! Sehingga, kami semua
sembarangan menebaknya."
"Kalian mengharapkan siapa aku ini?"
"Siapa tuan itu tidaklah penting." Kata Nie-sha-yin-hoa dengan tulus,
"kami dengan rela mengikuti kau, sebab sangat bangga dengan
perbuatanmu, walau kau adalah seorang baik yang banyak melakukan
kejahatan yang tidak bisa diampuni, juga pasti tidak akan menyesal."
"Terima kasih atas kepercayaan kalian." Kata Fu Ke-wei juga dengan tulus.
"Ooh betul! Bos penginapan Shang tadi telah memberitahu kami, ada satu jalan kecil yang tersembunyi bisa langsung sampai ke
gunung Li-liang, hanya saja perjalanannya lebih jauh tiga empat hari."
Kata Ouw Yu-zhen. "Tidak disangka dia orang yang perhatian, bisa mengetahui kita akan pergi ke benteng Zhang-feng, bagaimana pun jahe lebih tua lebih pedas!"
Fu Ke-wei berkata, "waktunya sudah tidak pagi lagi, mari kita istirahat!
Besok kita harus bangun pagi-pagi melanjutkan perjalanan!"
Ayam pagi berkokok melihat langit, ini adalah kata-kata mutiara
untuk orang yang bepergian jauh, pagi-pagi berangkat berjalan
supaya tidak terhambat di jalan, dan tidak mendapat tempat untuk
menginap. Di depan penginapan Yung-an, pelayan dengan hangatnya
membantu tamu menyiapkan kuda.
Fu Ke-wei dan kawan-kawannya, empat orang saat fajar
menyiapkan kuda melanjutkan perjalanan.
Yu-shu-xiu-shi dan Seruling Damai yang berada di sisi lain,
__ADS_1
mengawasi persiapan pelayan, di samping diam menonton, sorot
matanya sering melotot dengan galak pada Fu Ke-wei.
Ling-yun-yan tiga orang wanita, juga sering mengawasi
gerakan masing-masing pihak.
Seruling Damai tidak berani menantang Fu Ke-wei, jadi
mencari Xie-shen. "Saudara Tu, kau sungguh telah memutuskan tidak pergi dengan
kami?" Seruling Damai bertanya pada Xie-shen yang sedang
mengikat bungkusan pada pedal kuda.
"Betul, aku takut." Jawab Xie-shen dingin, di dalam hatinya benci sekali.
"Bukankah kau akan berjalan ke utara mencari teman?"
"Bagaimana nanti saja." Xie-shen menunjuk pada Fu Kewei, "Aku akan mengikuti saudara kecil Fu dan kawan-kawan berjalan ke
selatan, meninggalkan tempat kacau ini dulu, selanjutnya
bagaimana, lihat nanti saja."
"Jika aku memaksa kau ikut kami......"
"Lebih baik jangan." Xie-shen tangannya memegang pegangan golok, "kau mungkin masih belum tahu sekarang ini aku adalah
pelayannya saudara kecil Fu, kau harus tanya dia dulu, apakah dia
mengizinkan tidak?" "He he he! Tentu saja aku tidak mengizinkannya." Fu Kewei tertawa aneh, "aku sangat memperhatikan masalah yang merugikan aku, demi memperebutkan satu sen uang, juga tidak akan segan-segan bertarung merebut kembali keadilan. Orang baik dihina orang, kuda baik
bungkusan baju pun habis direbut orang. He marga Xiao, apakah kau
akan melawan kehendakku?"
"Aku sekarang sedang sibuk melakukan perjalanan keutara, tidak ada waktu bermasalah denganmu." Seruling Damai warna wajahnya berubah-rubah, akhirnya mengeluh sekali, "tidak lama lagi, kita akan bertemu di dunia persilatan."
"Bagus sekali, aku percaya kau tidak akan menunggu lama."
"Benar, aku pasti bisa menemukanmu." kata Seruling Damai menggigit gigi, dengan Yu-shu-xiu-shi dia naik ke atas pelana kuda.
Ling-yun-yan bertiga juga siap naik ke atas pelana kuda
melanjutkan perjalanan, Yu-shu-xiu-shi sudah berjalan duluan
dengan cepat menuju ke utara.
Penunggang kuda yang menginap di penginapan, saat
berangkat hanya ada enam orang. Ling-yun-yan menunggu
Yu-shu-xiu-shi dan Seruling Damai pergi menjauh, akhirnya tidak
tahan dia berjalan menuju kearah Fu Ke-wei.
Dua orang pelayan setia dia, tampak bersemangat ingin
__ADS_1
bertarung. "Perselisihan di antara kita, nanti kita perhitungkan di kemudian hari." Wajah Liu Fei-yan tidak tampak rasa marah yang jelas, tapi ada wajah senyum yang mengandung niat jahat, "kau katakan, kau ini sebenarnya Fu-xian atau Fu-jiu?"
"Orang kecil semacam aku ini, sering harus melarikan diri dari mala petaka, mengganti nama adalah satu cara yang sering digunakan oleh orang dunia persilatan, pahlawan yang mempunyai puluhan nama palsu banyak sekali! Buat apa kau perdulikan nama Fu-xian atau Fu-jiu?"
berhadapan dengan wanita cantik yang seksi, kata-kata Fu Ke-wei
santai tingkahnya tenang.
Seseorang yang tidak punya keinginan terhadap orang atau
sesuatu, berbicara santai itu adalah hal yang normal sekali, tidak menjilat orang, mana bisa mengharapkan mendapatkan keuntungan
dari orang" "La......lalu di kemudian hari bagaimana aku bisa
mencarimu?" "Itu adalah kesulitanmu sendiri, bukan urusan aku. Nona besar Liu, kau paling bagus berpikir dulu dengan tenang, sebenarnya siapa yang menagih hutang, baru bertindak, itu juga tidak terlambat, hanya
sepihak menyatakan sebagai penagih hutang, walau kau dapat
mencari aku, kau juga hanya mendapat kegembiraan yang kosong
saja." "Bagaimana pun kau tidak bisa menolak hutang, kau lebih hebat dari pada Yu-shu-xiu-shi, sampai Seruling Damai juga harus
terus-menerus menahan diri tidak mau menempuh bahaya
bertarung denganmu, di seluruh dunia persilatan, orang yang sukses sepertimu ini tidak banyak."
"Pujian yang berlebihan, aku merasa tersanjung."
"Jangan senang dulu." Liu Fei-yan tidak tahan dengan
tingkahnya, dia merasa akan marah lagi, "Yang aneh kau malah
tidak mendapatkan julukan dari semua orang, kau sebenarnya
berkelana di dunia persilatan, tujuannya apa" Apakah hanya
menginginkan keuntungan saja tidak mau punya nama yang
terkenal" Atau ada tujuan lain yang tidak diketahui orang?"
"Nona besar Liu, aku sudah mengerti kau menanyakan timur
tujuannya barat. Jika aku sudah mempunyai sebutan yang diketahui
oleh semua orang, kau jadi bisa dengan mudahnya mencari aku,
para pengawal bunga yang menyembah di bawah rokmu itu, akan
seperti anjing pemburu......"
"Kau pantas mati!" Liu Fei-yan kembali terusik lagi! Dalam teriakannya dengari marah mendadak mengangkat tangan kiri.
Satu sinar tipis membelah udara, datang menyerang cepat
laksana kilat. Fu Ke-wei mengangkat tangannya, pecut kudanya pelan
menangkis. Traang..... sebilah pisau daun Liu jatuh ke tanah.
"Sungguh lihay!" Fu Ke-wei menggelengkan kepala tertawa pahit,
__ADS_1
"kau wanita baik-baik yang anggun, tidak terduga sangat
membahayakan, sedikit-sedikit menggunakan kepandaian menyerang aku, langit yang tahu kau telah melukai berapa banyak orang yang tidak berdosa. Kau pergilah! Aku tidak ingin melihatmu lagi."