Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 68


__ADS_3

Karena sastrawan yang menyebut dirinya Yu Qin-yu ini bukan


saja ramah, tidak ada tingkah sombong, tidak memandang orang


seperti putra bangsanwan biasanya, dan juga sangat royal


memberi tip sepuluh liang perak pada pelayan pembersih kamar.


Penginapan ini mempunyai kamar dobel dan kamar atas, biaya


menginap satu hari berikut makan satu liang perak, itu pun paling


mahal di kota ini. Kasir penginapan Dong-zhang dipanggil Wu-feng, wakil kasirnya


adalah istrinya Wu-feng, Qiu-niang, khusus melayani wanita.


Usia Qiu-niang sudah lebih empat puluh tahun, putrinya Wu Yu-zhu


usianya dua puluh tahun, kadang-kadang mewakili ibunya, di kota ini kecantikan nya tersebar luas.


Gadis cantik usia dua puluh masih belum ada calon, tidak


terhindar mendapat gosip.


Tapi Wu-feng adalah orang jujur, usianya sudah setengah abad


sudah terlihat tua, sehari hari tidak banyak bicara, dibandingkan


dengan istrinya yang lincah dan masih tampak cantik itu, seperti bumi dan langit. Sehingga, terhadap kabarkabar burung itu, tidak pernah ditaruh di dalam hati, terhadap para kelompok pemuda yang


mengejar putri kesayangannya, dia tidak pernah mengeluh.


Di depan penginapan ada tiga ruangan, sebelah kanan adalah


ruang makan dan minum teh, bukan saja menjual arak dan teh, juga


sering didatangi oleh pengamen dari Ji-nan yang meramaikan,


tamunya lebih banyak dari pada tamu yang menginap, tempat ini


menjadi tempat paling bagus untuk bersantai di kota ini. Qiu-niang ibu dan putri selain melayani tamu penginapan, sering melayani di ruang makan, mereka berkata sedikit kasar, mereka sepertinya sedang


menarik lebah dan kupu-kupu.


Begitu sastrawan Yu Qin-yu muncul pertama kali di ruang makan,


telah menimbulkan kegaduhan kecil, penampilannya yang


menakjubkan, menarik sorot mata seluruh tamu makan.


Lewat tengah hari, setelah lewat waktu makan, terhadap tamu


penginapan ini pelayan tampak lebih ramah, mereka mengantarkan


sastrawan ke meja di sisi jendela.


"Tuan muda, silahkan duduk." Kata pelayan menarik sebuah kursi dengan ramah.


"Seduhkan satu teko teh dulu."


Pelayan membungkuk menjawab 'ya'.


Begitu teh nya datang, suara orang jadi hening.


Wu Yu-zhu muncul di pintu ruangan, bajunya biasa, tapi tidak

__ADS_1


menutup kecantikannya, mata dan alisnya seperti gambar,


dadanya berisi, pinggang sekecil satu genggaman, dia tersenyum.


Tangannya membawa baki teh, satu teko dengan dua gelas,


berjalan melenggok menghampiri, seperti wanita naga memegang


bunga, menjadi titik sorotan mata seluruh dua puluh lebih tamu


minum. "Tuan muda silahkan minum teh." katanya sambil tertawa,


suaranya seperti kicau burung, sambil menumpahkan teh untuk


sastrawan, "aku dipanggil Wu Yu-zhu."


"Ahh! Bunga Mu dan yang cantik sekali." Sastrawan tidak tahan memujinya, "nona, terima kasih."


"Yoo! Tuan muda Yu, kau ramah sekali." Wu Yu-zhu tertawa genit laksana bunga, matanya tampak memancing asmara, duduk di kursi


sisi meja, "tuan muda, kau memujiku" Atau mengejekku?"


"Tentu saja memuji! Nona disini sudah berapa lama?"


"Tiga tahun." Wu Yu-zhu tanpa pikir, "ikut ayah dan ibu dari Ji-nan datang kesini, pemilik penginapan tuan Luo adalah teman baik


ayahku. Apa tuan muda juga datang dari Ji-nan?"


"Betul." "Sedang belajar?"


"Belajar surat tidak jadi, belajar pedang juga tidak berhasil, bagusnya aku tidak berniat jadi sarjana, tidak perlu tengah malam


menyalakan lampu sampai fajar menusuk pantat. Nona pernah


"Ooo! Pernah dengar, di Ji-nan ada enam orang jadi kaya berkat kerja di sungai, keluarga Yu adalah salah satunya."


"Betul, di dunia ini ada dua macam orang yang bisa disebut kaya, pengawas sungai yang mengatur Huang-he, dan departemen garam


yang mengurus garam. Jika nona pulang ke Ji-nan, aku pasti akan


laksanakan kewajiban sebagai tuan rumah."


"Tuan muda datang ke kota ini, ada keperluan apa?"


"Hanya melancong saja, saat pulang dari Dong-he sekalian aku


ingin membeli He-jiao asli. Ada teman yang memerlukan He-jiao


untuk mengobati luka bengkak, di Yang-gu aku tidak dapat membeli


yang asli, aku dengar di Dong-he bisa membelinya dengan harga


tinggi." "Di Dong-he juga tidak bisa membeli yang asli, kebanyakan terbuat dari kulit kuda mati. Tahun lalu telah terjadi bencana kekeringan, air sumur untuk membuat He-jiao tidak sampai satu chi, tidak sedikit orang karena berebut air sumur sampai kepalanya terluka, dari mana


datangnya He-jiao asli" Setelah di makan bukan saja penyakitnya tidak bisa sembuh, mungkin malah akan mengantarkan nyawa. Tuan muda jika ingin membeli, aku carikan akal buatmu, bagaimana?"


"Sungguh" Kalau begitu terima kasih!"


"Tapi.. .tuan muda, barang asli, harganya..."


"Aku tahu, barang asli satu liang di tukar dengan satu liang mas, aku bersedia dengan lima liang mas di tukar satu liang He-jiao." sambil bicara, dia sambil mengeluarkan dompet lapis mas, dibuka lalu


ditumpahkan ke atas meja, "Ditukar perak adalah satu banding enam, tolong nona belikan lima puluh liang He-jiao."


Semua tamu yang makan di sana, tertegun oleh banyaknya

__ADS_1


perhiasan di atas meja. Enam butir mutiara bulat sebesar jari, beberapa batu pusaka lapis emas, beberapa buah perhiasan kecil giok, tujuh delapan lembar cek.


Dia mengambil satu lembar, mulutnya berguman, "Seribu liang."


Selesai membaca ditaruhnya kembali, mengambil lagi satu


lembar, sambil tertawa memberikan pada Wu Yu-zhu.


"Cukup. Nona, apakah bisa ada dalam waktu tiga hari?"


"Dua ribu liang, cek kontan dari bank Chang-feng." Wu Yuzhu membaca angka yang tertera, dia tidak merasa terkejut, "tiga hari waktunya cukup. Ooo...! Tuan muda percaya padaku?"


"Percaya, juga percaya pada penginapan tua Dong-zhang." Dia membereskan dompetnya, "lima ratus liang lainnya untuk biaya nona. Ooo! Mutiara ini kualitasnya sangat bagus, asli dari Nan-hai, kehebatannya mutiara ini bulat tidak ada cacat."


Dia memberikan sebutir mutiara pada Wu Yu-zhu,


maksudnya supaya dia memeriksanya.


"Bagus." Wu Yu-zhu menganggukan kepala, matanya sedikit pun tidak terlihat terkejut, sepertinya sudah terbiasa, "bila mendapatkan orang yang tahu barang, bisa berharga tiga puluh ribu jin."


"Nona Yu-zhu, kau tidak kenal barang." Dia tertawa, "para istri beberapa pejabat tinggi di ibu kota, sering menggunakan bubuk


mutiara untuk sarapan pagi, mutiara yang digunakan untuk


membuat bubuk mutiara besarnya tidak ada setengah mutiara ini,


harganya adalah dua puluh ribu jin, orang yang menyediakan


mutiaranya adalah seorang marga Shi di Shuzhou, satu tahun paling


sedikit dia mendapat laba diatas satu juta jin. Nama nona adalah


Yu-zhu, mutiara ini sangat kecil, nona bawalah untuk bermain!"


Para tamu yang makan menjadi gaduh, entah siapa,


diantaranya ada yang mengatakan, "iblis penghancur


keluarga!" Tapi Yu Qin-yu tidak memperdulikan, sambil menjejalkan mutiara


ketangan Wu Yu-zhu, sampai kantong dari sutra pun diberikan.


Sesaat, dia melihat Wu Yu-zhu, lalu menatap pada orang yang


mengucapkan kata-kata itu, di matanya tampak satu kilatan dingin


sekelebat lalu menghilang.


Tamu makan yang berkata itu cepat-cepat membayar bon lalu


pergi. "Tuan muda, terima kasih!" sorot mata Wu Yu-zhu kembali


normal, wajahnya tampak tersenyum genit memikat, "lain hari, aku siapkan arak tanda terima kasih padamu. Mari, aku tambahkan


masakan." "Terima kasih." Dia minum satu teguk teh lalu bangkit berdiri,


"aku akan jalan-jalan ke Ji He-si, mau melihat apakah rumput


Gua-jian telah habis dicabuti oleh para pelancong?"


"Sebenarnya khasiat rumput Gua-jian terbatas, aku bisa memberi kau beberapa rumput Liu-jin dari Qing-zhou, ini baru obat hebat


yang berkhasiat bisa menghidupkan orang! Mari jalan, aku temani kau jalan-jalan ke Ji-he-si."


Begitu dua orang ini pergi, ruang makan tiba-tiba menjadi gaduh, makian timbul disana-sini.

__ADS_1


__ADS_2