Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
episode 12


__ADS_3

Seluruh perumahan gelap gulita, sedikit suara pun tidak ada.


Fu Ke-wei bersembunyi di rerumputan pintu belakang, di


belakang dia adalah benteng setinggi dua zhang, orang yang


bersembunyi di dalam rumput, tidak akan mudah di temukan.


Dia keluar dari pintu belakang, karena sakit dia tidak bisa


memukul jatuh lawannya. Dia tidak bisa berjalan, kata-kata orang tua itu tidak bisa di


percaya, jika lawan merencanakan siasat hebat yang tiada cacat untuk membunuhnya, pasti setelah melihat mayat buruburu meninggalkan


tempat. Didalam hati dia tahu, di sekitar ini paling sedikit musuhnya telah menyembunyikan lima orang kawannya, menunggu dia keluar


mengantar nyawanya, atau menunggu dia menghembuskan nafas


terakhir baru mencari mayatnya.


"Sungguh aku pantas mati!" di dalam hati diam-diam dia memaki


dirinya sendiri, "begitu banyak gejala yang mencurigakan, aku malah begitu bodoh mengabaikan satu persatu. Oh langit! Siapa yang


mengatur siasat keji yang tidak ada kelemahannya ini" Dengan Ratu


Lebah aku tidak ada permusuhan juga tidak ada dendam, dia tidak


ada alasan untuk membunuhku, kenapa" Kenapa?"


Dia pernah mendengar di dunia persilatan ada seorang wanita


yang pandai menggunakan jarum untuk membunuh orang, di dunia


belum pernah mendengar ada orang yang pernah melihat wajah


aslinya Ratu Lebah, dia belum pernah bertemu, dari mana datangnya


permusuhan" Siapa nama Ratu Lebah apa pula marganya" Cantik


atau buruk, siapa pun tidak ada yang tahu.


Jarum Ekor Lebah adakah senjata rahasia jarum yang membuat


orang-orang persilatan ketakutan, di tempat yang terbuka kelompok


orang ini secara diam-diam bisa membunuh orang, bisa dikatakan dewa tidak akan tahu setan tidak akan merasakannya, sangat mudah


melakukannya dan sangat jitu.


Jarum Ekor Lebah sangat tajam, kekuatannya mengejutkan orang, tidak kena sasaran tidak apa-apa, begitu terkena pasti menembus masuk ke dalam tubuh dan mengenai jeroan, jika tidak dibedah dagingnya, sulit bisa mengeluarkan jarumnya, dalam sekejap, jeroannya pasti akan berdarah dan mati, jarum Ekor Lebah walau kecil, tapi di ukir bergerigi, bisa masuk tidak bisa mundur, bisa mengikuti gemetar sakitnya tubuh, sesudah masuk


kedalam nadi darah, pembuluh yang dilalui satu persatu akan terluka.


Lebih-lebih karena kecil, lukanya sulit ditemukan, makanya orang yang telah mati, penyebab matinya pun tidak dapat diselidiki.


Orang persilatan kalau membicarakan Jarum Ekor Lebah, seperti


membicarakan wajah harimau berubah warna, ketakutan seperti melihat ular atau kala jengking, tidak perduli golongan putih atau hitam, tidak satu pun yang tidak membencinya setengah mati.

__ADS_1


Beberapa tahun ini, orang yang mati tidak tahu sebabnya dibawah


jarum ini, memang tidak sampai lima puluh tapi ada sekitar tiga sampai empat puluh banyaknya, semua adalah orang persilatan yang punya kedudukan, tanpa alasan yang jelas dibunuh, setelah mati baru di


ketemukan penyebab kematian didalam tubuhnya. Mengenai korban


yang tidak ditemukan penyebabnya, ada seberapa banyak" Sungguh sulit dihitung.


Dia diserang oleh wanita jahat ini dengan tiga jarum, jarum masuk


kedalam tubuhnya, dia sudah tahu kehebatan senjata gelap ini.


Dengan hati-hati dia mencabut pisau Xiu-luo dari


sarungnya, pelan-pelan membuka baju.


Dia begitu telitinya sedikit pun tidak mengeluarkan suara.


Orang yang berani merencanakan pembunuhan padanya, pasti


bukan orang yang tidak ternama, mereka ini bersembunyi disekitar


menunggu, ingin membuktikan dia hidup atau mati, suara sekecil


apa pun, sulit lolos dari pendengaran tajam para pesilat tinggi ini, di ambang pintu hidup atau mati, sekecil apa pun kesalahan, sudah


dapat menentukan jalan hidupnya.


Dia bukanlah orang yang bodoh, tapi kali ini dia telah


melakukan kesalahan serius yaitu tahu setelah ada gejala yang


anggota organisasi pemburu bayaran itu.


Dia dengan Bo Yi-he, pernah bertemu beberapa kali, dia tidak


berhubungan erat, tapi dengan ketua organisasi pemburu bayaran


Dewa Karma Pu Chao-chen, dia berhubungan erat dan juga sering


mengadakan hubungan dagang.


Berbicara ilmu silat, Bo Yi-he dengan Wu-feng tidak berbeda jauh,


Wu-feng jarang punya teman. Asal ditambah satu atau dua orang yang membantu, akan mudah menghadapi Wu-feng. Bo Yi-he mengutus orang


membawa dia dari Di-zhou datang kesini, dia mengira Bo Yi-he pasti kekurangan orang. Tapi saat berpisah dengan Bo Yi-he, Bo Yihe malah mengatakan bisa mengumpulkan teman-temannya untuk membantu


dirinya, dengan adanya kejadian seperti ini kenapa dia tidak timbul curiga"


Yang lain adalah Naga Setempat Lu-jiu, lama diam di restoran, para berandalannya malah satu pun tidak terlihat, dimana bersembunyinya teman-teman Naga Setempat" Mana bisa mereka membiarkan bos


mereka sendirian berbisnis dengan orang asing" Jelas Naga Setempat jika bukan satu kelompok, pasti telah dikendalikan oleh si pembunuh.


Satu lagi orang tua peniup seruling, jika adalah orang tua biasa,


bagaimana bisa meniup seruling dengan nafas yang kuat sekali"


Yang paling tidak bisa diampuni adalah, dia pernah mencium

__ADS_1


bau harum tubuhnya Yan-fang dengan kwalitet harum yang


tinggi sekali, tapi dia sedikit pun tidak timbul waspada.


Dia sudah berkelana di dunia persilatan sebanyak sepuluh musim semi dan musim gugur, dia pernah berhubungan dengan tidak sedikit teman wanita dan wanita asing. Mereka orang yang dari keluarga benar dan gadis terhormat, parfum dan kosmetik yang digunakan, kwalitasnya sama sekali berbeda dengan wanita pengamen, seharusnya sekali mencium dia bisa langsung sudah tahu, walau pelacur ternama di Qin-huai, untuk


mengangkat diri juga menggunakan kosmetik kelas tinggi, tapi tidak bisa menghindar menggunakan dengan berlebihan, disatu pihak menyatakan


harga dirinya tinggi, disatu sisi bisa menawarkan bau tubuh laki laki, apa lagi terhadap bau arak, jika tidak ada bau harum yang kental, bagaimana bisa tahan"


Yan-fang adalah wanita pengelana, dengan apa dia menggunakan


parfum yang tipis" Saat itu dia sungguh sudah curiga, tapi malah jalan pikirannya terputus oleh gerakan Yanfang menggaet tangannya


mengatakan kata romantis, kecurigaan yang timbul mendadak jadi


terbuyar-kan. Semakin dipikir semakin berdiri bulu kuduknya, dia juga


diam-diam mengagumi gerakan dan rencana Yan-fang yang sangat


teliti. Kalau saja dia minum teh yang ada di ruangan luar, kalau saja


dia tidak menggunakan siasat menempelnya, kalau saja dia tidak


mendesak hingga pembicaraannya sampai pada Tamu


Penggantung dan masuk kekamar...


Dan juga kalau saja dia bukan sedang duduk mendapat


serangan, bukan saja dalam sekejap dapat melihat hawa


pembunuhan dimata Yan-fang...


Tidak perduli bagaimana pun mengatakannya, dia telah terkena


siasat wanita cantik, seharusnya dia sial, dia salah menganggap


harimau betina pembunuh wanita sebagai wanita jalanan, kelakar ini sudah terlalu besar.


Dia sudah mati sekali, dan sekarang bahaya masih belum lewat.


Dia memotong otot dada, menggigit gigi menahan sakit


mencabut keluar satu Jarum Ekor Lebah didalam otot dadanya.


Disaat lawan melemparkan jarum terbang nya merentangkan


badannya, dan tangan kanannya yang sedang mengusap dagu,


dengan reflek menggunakan lengan menangkis jarum, makanya


jarumnya masuk dengan miring, tidak masuk kedalam dada,


sungguh berbahaya sekali, hidup dan mati hanya berbeda selembar


rambut. Dia memakaikan obat di dalam kantong serba guna mengobati


lukanya, lalu memotong bajunya untuk membalut, semuanya

__ADS_1


dilakukan tanpa bersuara.


__ADS_2