
Seluruh perumahan gelap gulita, sedikit suara pun tidak ada.
Fu Ke-wei bersembunyi di rerumputan pintu belakang, di
belakang dia adalah benteng setinggi dua zhang, orang yang
bersembunyi di dalam rumput, tidak akan mudah di temukan.
Dia keluar dari pintu belakang, karena sakit dia tidak bisa
memukul jatuh lawannya. Dia tidak bisa berjalan, kata-kata orang tua itu tidak bisa di
percaya, jika lawan merencanakan siasat hebat yang tiada cacat untuk membunuhnya, pasti setelah melihat mayat buruburu meninggalkan
tempat. Didalam hati dia tahu, di sekitar ini paling sedikit musuhnya telah menyembunyikan lima orang kawannya, menunggu dia keluar
mengantar nyawanya, atau menunggu dia menghembuskan nafas
terakhir baru mencari mayatnya.
"Sungguh aku pantas mati!" di dalam hati diam-diam dia memaki
dirinya sendiri, "begitu banyak gejala yang mencurigakan, aku malah begitu bodoh mengabaikan satu persatu. Oh langit! Siapa yang
mengatur siasat keji yang tidak ada kelemahannya ini" Dengan Ratu
Lebah aku tidak ada permusuhan juga tidak ada dendam, dia tidak
ada alasan untuk membunuhku, kenapa" Kenapa?"
Dia pernah mendengar di dunia persilatan ada seorang wanita
yang pandai menggunakan jarum untuk membunuh orang, di dunia
belum pernah mendengar ada orang yang pernah melihat wajah
aslinya Ratu Lebah, dia belum pernah bertemu, dari mana datangnya
permusuhan" Siapa nama Ratu Lebah apa pula marganya" Cantik
atau buruk, siapa pun tidak ada yang tahu.
Jarum Ekor Lebah adakah senjata rahasia jarum yang membuat
orang-orang persilatan ketakutan, di tempat yang terbuka kelompok
orang ini secara diam-diam bisa membunuh orang, bisa dikatakan dewa tidak akan tahu setan tidak akan merasakannya, sangat mudah
melakukannya dan sangat jitu.
Jarum Ekor Lebah sangat tajam, kekuatannya mengejutkan orang, tidak kena sasaran tidak apa-apa, begitu terkena pasti menembus masuk ke dalam tubuh dan mengenai jeroan, jika tidak dibedah dagingnya, sulit bisa mengeluarkan jarumnya, dalam sekejap, jeroannya pasti akan berdarah dan mati, jarum Ekor Lebah walau kecil, tapi di ukir bergerigi, bisa masuk tidak bisa mundur, bisa mengikuti gemetar sakitnya tubuh, sesudah masuk
kedalam nadi darah, pembuluh yang dilalui satu persatu akan terluka.
Lebih-lebih karena kecil, lukanya sulit ditemukan, makanya orang yang telah mati, penyebab matinya pun tidak dapat diselidiki.
Orang persilatan kalau membicarakan Jarum Ekor Lebah, seperti
membicarakan wajah harimau berubah warna, ketakutan seperti melihat ular atau kala jengking, tidak perduli golongan putih atau hitam, tidak satu pun yang tidak membencinya setengah mati.
__ADS_1
Beberapa tahun ini, orang yang mati tidak tahu sebabnya dibawah
jarum ini, memang tidak sampai lima puluh tapi ada sekitar tiga sampai empat puluh banyaknya, semua adalah orang persilatan yang punya kedudukan, tanpa alasan yang jelas dibunuh, setelah mati baru di
ketemukan penyebab kematian didalam tubuhnya. Mengenai korban
yang tidak ditemukan penyebabnya, ada seberapa banyak" Sungguh sulit dihitung.
Dia diserang oleh wanita jahat ini dengan tiga jarum, jarum masuk
kedalam tubuhnya, dia sudah tahu kehebatan senjata gelap ini.
Dengan hati-hati dia mencabut pisau Xiu-luo dari
sarungnya, pelan-pelan membuka baju.
Dia begitu telitinya sedikit pun tidak mengeluarkan suara.
Orang yang berani merencanakan pembunuhan padanya, pasti
bukan orang yang tidak ternama, mereka ini bersembunyi disekitar
menunggu, ingin membuktikan dia hidup atau mati, suara sekecil
apa pun, sulit lolos dari pendengaran tajam para pesilat tinggi ini, di ambang pintu hidup atau mati, sekecil apa pun kesalahan, sudah
dapat menentukan jalan hidupnya.
Dia bukanlah orang yang bodoh, tapi kali ini dia telah
melakukan kesalahan serius yaitu tahu setelah ada gejala yang
anggota organisasi pemburu bayaran itu.
Dia dengan Bo Yi-he, pernah bertemu beberapa kali, dia tidak
berhubungan erat, tapi dengan ketua organisasi pemburu bayaran
Dewa Karma Pu Chao-chen, dia berhubungan erat dan juga sering
mengadakan hubungan dagang.
Berbicara ilmu silat, Bo Yi-he dengan Wu-feng tidak berbeda jauh,
Wu-feng jarang punya teman. Asal ditambah satu atau dua orang yang membantu, akan mudah menghadapi Wu-feng. Bo Yi-he mengutus orang
membawa dia dari Di-zhou datang kesini, dia mengira Bo Yi-he pasti kekurangan orang. Tapi saat berpisah dengan Bo Yi-he, Bo Yihe malah mengatakan bisa mengumpulkan teman-temannya untuk membantu
dirinya, dengan adanya kejadian seperti ini kenapa dia tidak timbul curiga"
Yang lain adalah Naga Setempat Lu-jiu, lama diam di restoran, para berandalannya malah satu pun tidak terlihat, dimana bersembunyinya teman-teman Naga Setempat" Mana bisa mereka membiarkan bos
mereka sendirian berbisnis dengan orang asing" Jelas Naga Setempat jika bukan satu kelompok, pasti telah dikendalikan oleh si pembunuh.
Satu lagi orang tua peniup seruling, jika adalah orang tua biasa,
bagaimana bisa meniup seruling dengan nafas yang kuat sekali"
Yang paling tidak bisa diampuni adalah, dia pernah mencium
__ADS_1
bau harum tubuhnya Yan-fang dengan kwalitet harum yang
tinggi sekali, tapi dia sedikit pun tidak timbul waspada.
Dia sudah berkelana di dunia persilatan sebanyak sepuluh musim semi dan musim gugur, dia pernah berhubungan dengan tidak sedikit teman wanita dan wanita asing. Mereka orang yang dari keluarga benar dan gadis terhormat, parfum dan kosmetik yang digunakan, kwalitasnya sama sekali berbeda dengan wanita pengamen, seharusnya sekali mencium dia bisa langsung sudah tahu, walau pelacur ternama di Qin-huai, untuk
mengangkat diri juga menggunakan kosmetik kelas tinggi, tapi tidak bisa menghindar menggunakan dengan berlebihan, disatu pihak menyatakan
harga dirinya tinggi, disatu sisi bisa menawarkan bau tubuh laki laki, apa lagi terhadap bau arak, jika tidak ada bau harum yang kental, bagaimana bisa tahan"
Yan-fang adalah wanita pengelana, dengan apa dia menggunakan
parfum yang tipis" Saat itu dia sungguh sudah curiga, tapi malah jalan pikirannya terputus oleh gerakan Yanfang menggaet tangannya
mengatakan kata romantis, kecurigaan yang timbul mendadak jadi
terbuyar-kan. Semakin dipikir semakin berdiri bulu kuduknya, dia juga
diam-diam mengagumi gerakan dan rencana Yan-fang yang sangat
teliti. Kalau saja dia minum teh yang ada di ruangan luar, kalau saja
dia tidak menggunakan siasat menempelnya, kalau saja dia tidak
mendesak hingga pembicaraannya sampai pada Tamu
Penggantung dan masuk kekamar...
Dan juga kalau saja dia bukan sedang duduk mendapat
serangan, bukan saja dalam sekejap dapat melihat hawa
pembunuhan dimata Yan-fang...
Tidak perduli bagaimana pun mengatakannya, dia telah terkena
siasat wanita cantik, seharusnya dia sial, dia salah menganggap
harimau betina pembunuh wanita sebagai wanita jalanan, kelakar ini sudah terlalu besar.
Dia sudah mati sekali, dan sekarang bahaya masih belum lewat.
Dia memotong otot dada, menggigit gigi menahan sakit
mencabut keluar satu Jarum Ekor Lebah didalam otot dadanya.
Disaat lawan melemparkan jarum terbang nya merentangkan
badannya, dan tangan kanannya yang sedang mengusap dagu,
dengan reflek menggunakan lengan menangkis jarum, makanya
jarumnya masuk dengan miring, tidak masuk kedalam dada,
sungguh berbahaya sekali, hidup dan mati hanya berbeda selembar
rambut. Dia memakaikan obat di dalam kantong serba guna mengobati
lukanya, lalu memotong bajunya untuk membalut, semuanya
__ADS_1
dilakukan tanpa bersuara.