
"Kau" Kau kenapa bisa datang kesini......"
"Aku mendapat berita di Nan-yang, baru mencari ke sini." Kata wanita berbaju putih bulan, "sebulan yang lalu, dari seorang teman yang dalam perjalanan kembali aku mengetahui jejaknya ketua
benteng Naga Langit Lu-zhao, aku berkeliling ke seluruh Shan-dong, He-nan dan yang lainnya, ingin melaporkan padamu, aku sampai
kepayahan mencari kau......tuan Fu, lukamu......"
"Terima kasih, nona Ouw. Aku sudah tidak apa-apa." Katanya dengan nada yang tulus, "kau tidak mengingat dendam lama,
jauh-jauh datang memberi kabar, perhatian yang besar ini, akan
selalu aku ingat." Wanita ini ternyata adalah mantan pembunuh bayaran wanita
perkumpulan Qing-lian, Ratu Lebah Ouw Yu-zhen.
"Tuan Fu sungguh sungkan sekali, aku masih punya hutang budi
satu nyawa! Hal sekecil ini, tidaklah seberapa." Kata Ouw Yu-zhen dengan lembut, penampilan sebagai pembunuh bayaran wanita telah
menghilang. "Nona Ouw, jangan bicarakan masalah permusuhan atau budi
yang dulu, bolehkan" Kau sekarang apakah masih......"
"Perkumpulan Qing-lian setelah menutup kantor pusatnya, seluruh anggotanya telah bubar, saat ini aku sedang tidak ada pekerjaan."
Nada bicara Ouw Yu-zhen ada humornya, lagaknya seperti sedikit
tidak bisa berbuat apa-apa. Fu Ke-wei terdiam sejenak: "Apa
rencanamu selanjutnya?"
"Bagaimana aku masih punya rencana apa" Aku hanya bisa
melewatkan sehari demi sehari, aku juga tidak ingin bekerja seperti dulu lagi."
"Maafkan aku tidak sopan, di rumah nona masih ada siapa saja?"
tanya Fu Ke-wei dengan tulus.
"Sejak kecil aku telah ditinggalkan ayah dan ibu, hanya ada
seorang adik kecil yang buta......itulah sebabnya aku bekerja dalam bidang ini, semuanya juga demi dia......"
"sekarang aku mengerti, nona sangat sayang pada adik, tapi
pekerjaan ini melawan hukum alam, pasti akan mendapat hukuman
dari alam, nona bisa segera cuci tangan, itu adalah satu
keberuntungan, di kemudian hari..."
"Aku tidak ada harapan di kemudian hari, wanita seperti aku yang pernah jadi seorang pembunuh bayaran, kecuali menikah dengan
berandalan, putra keluarga baik-baik siapa yang mau menerima aku"
Makanya, aku ada satu permintaan......"
"Silahkan katakan." Kata Fu Ke-wei tertegun
"Dalam usia empat belas tahun aku sudah keluar gunung, berkelana di dunia persilatan sudah delapan tahun, sudah terbiasa dengan
__ADS_1
kehidupan dunia persilatan, jika sekarang kembali hidup sebagai orang biasa, buatku, pasti sementara belum bisa membiasakan diri......"
"Tentu, hal ini tidak bisa dihindarkan." Fu Ke-wei
mengangguk menyetujui perkataannya.
"Karenanya, aku pikir aku perlu waktu menyesuaikan diri untuk bisa kembali ke kehidupan biasa."
Fu Ke-wei menatap, tidak melanjutkan perkataannya.
"Kau adalah seseorang yang dapat di percaya, aku tidak berani mengatakan apa itu balas budi, aku minta dengan kedudukan
sebagai pelayan bisa tinggal di sisimu untuk beberapa waktu, aku
akan tahu diri, pasti tidak akan menambah kesulitan apa pun
buatmu." Ouw Yu-zhen melanjutkan perkataannya, "sampai
saatnya jika kau merasa tidak memerlukan aku lagi, asal kau
mengatakan sekali saja, aku segera akan pergi."
"Ini......ini mana bisa, sejak dulu aku sudah terbiasa sendirian berkelana." Dia tidak menduga Ouw Yu-zhen bisa mengajukan
permintaan ini, "jika ada seseorang di sisiku, itu akan mengganggu kebebasanku, apa lagi kau adalah seorang yang ternama di dunia
persilatan Wa......"
"Tuan Fu, kau dengarkan aku dulu." Ouw Yu-zhen menyela
kata-katanya, "seorang diri berkelana memang bisa bergerak dengan bebas, tapi juga sering ada kekurangan di suatu bidang. Mengenai
Tapi, kau tetap kekurangan seorang teman untuk membantu, coba
pikirkan, dalam peristiwa berdarah tabrakan kereta kali ini, dan kau telah dua kali mendapat serangan secara diam-diam dari orang yang
ilmu silatnya tidak setara denganmu, itu bukti yang paling bagus. Jika ada aku di sisimu, aku bisa setiap saat memperingatkanmu, hingga
akan membuat persentasi mengalami serangan diam-diam sampai
ketitik terendah. Mengenai julukanku dulu, walau yang
mengetahuinya banyak, tapi orang yang pernah melihat wajah asliku
sangat sedikit sekali, asal kau tidak mengatakan, siapa yang tahu aku dulu adalah anggota perkumpulan pembunuh bayaran Qing-lian?"
"Ini......" "Kecuali kau memandang rendah asal-usul ku yang tidak
bagus......" "Tindak-tandukku juga tidak begitu bagus, aliran hitam dan putih dunia persilatan yang ingin menguliti daging dan mencabut ototku,
bisa dikatakan tidak terhitung banyaknya.''
"Kalau begitu apa lagi yang kau khawatirkan" Aku ada wanita yang tahu diri, aku akan memerankan peran pembantu dengan baik." Kata Ouw Yu-zhen pelan, "kalian kaum lelaki kebanyakan bertindak kasar, tidak seperti wanita yang teliti, jika ada aku di sampingmu, aku akan memperhatikan keadaan di sekeliling dan keadaan yang tidak terduga di sekelilingmu, supaya kau tidak perlu repot memperhatikan, atau
khawatir keadaan selanjutnya."
Fu Ke-wei berpikir sejenak, baru berkata:
"Masalah ini kita bicarakan di kemudian hari saja, kau dan aku adalah teman, jangan sebut apa pelayan atau majikan, sekarang aku
benar-benar sudah merasa lapar, tolong kau beritahu dua orang tua
__ADS_1
aneh itu, antarkan makanan untuk mengisi perut."
"Ya, tuan." Nadanya Ouw Yu-zhen sungguh persis seperti
seorang pelayan wanita.
Fu Ke-wei dengan tegapnya melangkah berjalan ke utara, di bawah
terik matahari, tubuh dia yang berpakaian biru sangat mencolok mata, dalam jarak beberapa li juga bisa terlihat dengan jelas.
Di belakang pepohonan di kanan jalan, seperti elang terbang
muncul empat orang dengan wajah menyeramkan berusia sekitar
setengah baya, dua batang tongkat tembaga bersinar-sinar, dua bilah pedang panjang sinarnya menyilaukan mata.
"Bocah, kau masih penasaran"'' empunya Tongkat tembaga yang
menghadang jalan sambil tertawa keji, "jalan ini buntu, aku Dewa Tenaga Sakti An Yung-kang akan mencabut nyawamu."
Dua tongkat itu, satu di depan satu di belakang, sedang kedua
pedang, satu di kiri dan satu di kanan, hawa pembunuhan seperti
gelombang besar mengurung Fu Ke-wei, situasinya yang mencekam,
sungguh menakutkan hati orang.
"Kalian sedang mencari mati!" Dia berkata satu kata persatu kata, mata macannya bersinar dingin, "Aku telah dua kali di bokong, karena salah perhitungan, dua kali terluka terkena serangan
berkelompok, tapi kali ini aku tidak akan tertipu lagi, gigi dibalas gigi, segera pembalasannya datang, 'bunuh!'"
Perkataan 'bunuh' seperti geledek menyambar, setelah
bersuara itu dia bukannya maju malah mundur, tubuhnya
bergerak seperti kilat, punggungnya bergerak di sisi tongkat
tembaga Wen-yi yang dijulurkan di belakang, begitu dia
menerjang masuk, sikut kirinya dengan tenaga yang amat
dahsyat mengenai dada kiri orang yang memegang tongkat itu.
"Hmm......" Orang yang memegang tongkat yang berada di belakang tubuhnya,
mimpi juga tidak menduga lawan bisa menggunakan punggungnya
menabrak, tongkatnya tidak keburu bergerak, tulang iganya telah
patah, dia ditabrak mundur delapan chi dan jatuh terlentang, mulutnya menyemburkan darah segar.
Dalam sekejap tangan kanan yang memegang tongkat telah dirampas
lawannya, lalu dengan cepat tongkat itu diayunkan menerjang maju
kedepan, tongkat tembaga seberat tujuh puluh jin lebih dengan lurus terbang ke depan, kecepatannya sampai sulit dilihat, hanya terlihat sinar kuning berkilat, tongkat itu tanpa ampun menusuk masuk ke dalam bahu kanan Dewa Tenaga Sakti yang berada dua zhang lebih, yang sedang
melintangkan tongkat siap menyerang.
Tongkatnya sebesar telur bebek, sekali masuk ke dalam bahu mana bisa ditahan" . Boom. . satu suara keras terdengar, Dewa Tenaga Sakti seperti gunung runtuh roboh ketanah.
__ADS_1