Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 107


__ADS_3

"Sedikit pun tidak salah, aku percaya Yu-shu-xiu-shi telah


memberitahukan pada kalian dengan jelas."


"Kenapa di dunia persilatan tidak pernah dengar ada orang seperti kau ini, kenapa tidak sebutkan saja sebutan yang benar" Supaya aku tahu kau ini sebenarnya Budha besar dari kuil mana."


"Tidak perlu, pendeta dao tua." Fu Ke-wei mengayunayunkan pisau penyiksa yang diambil dari kamar tahanan, tawa mengejek


diwajahnya semakin menghilang, sorot matanya semakin tampak


bersinar, "kau pandanglah aku sebagai seorang berandalan kelas tiga saja, menyebutkan julukanku bisa membuat hatimu takut dan


tegang, hingga mempengaruhi kemampuanmu, aku tidak ingin


kau mati penasaran."


Di dunia memang kekuatan julukan bisa membawa hawa


membunuh, ada orang begitu mendengar julukan seseorang, jadi


ketakutan hingga denyut jantungnya menjadi cepat, telapak


tangannya berkeringat, begitu berhadapan dengan orang ini,


tenggorokannya jadi kering seluruh tubuh menjadi kaku atau


gemetar, mata tidak berani memandang, kaki dan tangan tidak tahu


harus di tempatkan dimana. Seperti beberapa jenderal di kerajaan,


mereka juga punya kekuatan julukan seperti ini, prajurit biasa yang melihat mereka juga akan bereaksi seperti yang disebutkan diatas.


Pesilat biasanya yang suaranya keras merasa dirinya paling hebat,


baru belajar beberapa jurus silat kucing tiga kaki, sudah merasa


dirinya pesilat tinggi yang hebat. Tapi begitu bertemu dengan pesilat tinggi yang julukannya menggemparkan dunia, tekanan di dalam


hatinya terasa sangat berat, dan terpengaruhi kelincahan gerak kaki dan tangan, sampai mengerahkan kepandaiannya juga tidak akan


sampai lima puluh persen, hatinya yang ketakutan juga tidak akan


bisa berkembang. Sekarang tampang Fu Ke-wei yang tampak dari luar, bagaimana


bisa seperti berandalan kelas tiga" Justru bisa di setarakan dengan seorang terkenal sepanjang masa, hawa kepahlawanan yang tiada


takut tiada gemetar itu, sudah membuat pendeta dao dari Zhong-tiao yang merasa ilmu silatnya lebih hebat dari pada orang lain, hatinya jadi berdebar-debar, sikap sombongnya jadi lenyap.


"Bocah, kau jangan bicara besar." Pendeta dao dari Zhongtiao menenangkan diri, timbul amarahnya karena malu, dengan keras


berkata, "demi sahabat kau menagih hutang, walau memang itu rasa setia kawan yang baik, tapi harus pertimbangkan dulu kemampuan


diri sendiri, apakah mampu atau tidak" Jika tidak mampu bisa-bisa


malah masuk kepintu akhirat menemani sahabatmu disana!"


"Aku tunggu kau memasukan aku ke pintu akhirat." Wajah Fu Ke-wei ditekan, mata macannya bersinar-sinar, "orang dulu berkata, hutang uang bayar uang, hutang nyawa bayar nyawa. Hutang nyawa temanku,


kau harus bayar dulu, persis seperti yang dikatakan Xie-shen, kau hanya bisa dihitung sebagai bunganya saja, hutangnya harus dibayar oleh Satu Pedang Dunia Xi Zhang-feng. Sekarang coba lihat apakah kau bisa


menyelamatkan diri atau tidak."


"Kau......" "Aku pasti dengan kejamnya akan membunuhmu, lebih baik

__ADS_1


jangan hanya berkata di mulut saja, walau kau banyak


mengeluarkan kata-kata ancaman, itu tidak akan membuyarkan


tekadku membunuhmu."


"Kau pendosa ini sungguh mencari jalan mati sendiri, menyedihkan!"


Nada bicaranya pendeta dao dari Zhong-tiao tiba-tiba jadi dalam dan tenang, di mata elangnya timbul semacam sinar licik, tangan kiri


diangkat, lengan bajunya melambai-lambai berirama, "kau adalah seorang pintar, tapi kepintarannya tertutup oleh api dendam, kau sedikit pun tidak tahu dirimu sedang berbuat apa...


Aku mengeluhkan hidup ini, menyayangi rakyat yang susah


hidupnya, aku akan menghilangkan setan di dalam dirimu,


mengembalikan pada keadaan semula. Sekarang tanganmu sudah


tidak mampu menggenggam pisau, lima jarinya jadi lemas......"


Buug..., pisau penyiksa di tangan Fu Ke-wei jatuh sendiri di


samping kakinya, sepasang matanya bengong menatap pada


sepasang mata pendeta dao dari Zhong-tiao, persis seperti seorang


idiot. Xie-shen terkejut, dia mengangkat golok akan maju


menerjang. Ouw Yu-zhen yang matanya tajam, tangannya cepat


menahan Xie-shen, menarik kembali ke tempat semula,


menggunakan isyarat mata memberitahukan jangan


"pungut pisaunya, betul! Pungut dan berikan padaku......"


Fu Ke-wei dengan patuh menekuk lutut kanannya, mengulur tangan


memungut pisau penyiksa, kepalanya tetap sedikit diangkat, sorot


matanya tetap tidak berubah, sorot matanya seperti terpikat oleh


pendeta dao dari Zhong-tiao, posisi memungut pisaunya membuat


orang merasa aneh. "Betul, serahkan padaku! ganti dengan sebelah tangan berikan


padaku, pelan-pelan, betul! Ya begitu......heek......"


Fu Ke-wei menggunakan tangan kanan mengangkat pisau dan


diulurkan melintang, tangan kirinya menyambut badan pisau, di saat tangan kiri menyentuh pisau, ikut mendorong ke depan, tangan kanan mengulur ke depan, ujung pisau dengan sendirinya menerjang ke


depan, sepasang tangannya menggenggam pisau, menusuk masuk ke


arah dada pendeta dao dari Zhong-tiao, ujung pisau sudah menusuk


hampir tembus keluar dari punggung belakang.


Pendeta dao dari Zhong-tiao memegang pisau di dadanya, saat


jarinya menyentuh pisau terdengar suara seperti logam beradu,


rupanya pendeta dao telah mengerahkan tenaga dalam Tai-yi-mo-gang

__ADS_1


melindungi dirinya, seluruh tubuhnya telah berubah sekeras batu, golok atau pedang biasa jangan harap bisa melukai dirinya, dengan


kemampuannya ini, dia bisa bertarung dengan pesilat super yang


ternama. Tapi, jika pendeta dao ingin menggunakan ilmu sesat


mengendalikan Fu Ke-wei, ibarat membunuh ayam menakuti kera.


Fu Ke-wei menarik tangannya mencabut pisau, pisau meluncur


terlepas dari genggaman pendeta dao, samar-samar bisa terlihat ada bunga api muncul, mengeluarkan suara seperti gesekan logam yang


menusuk telinga. Wajahnya muncul tawa dingin yang keji.


Sekejap kemudian, sinar pisau berkelebat, lalu kepalanya


pendeta dao dari Zhong-tiao terlepas dari lehernya, jatuh kebawah.


"Jika tidak membunuh habis kalian, binatang yang tidak


berkeprimanusiaan, sulit meredakan kebencian ini." Pisaunya diulurkan ke depan, suaranya seperti geledek, "hanya bisa menyisakan seorang untuk diinterogasi dan kembali melapor, lihat siapa orangnya yang


beruntung ini." Sebuah pisau yang keji dan kejam tidak berperasaan, membuat


orang yang melihat seluruh tulangnya timbul rasa dingin, satu tusukan pisau menembus jantung sudah cukup kejam, ditambah dengan


memotong kepala, sungguh tindakan yang sadis sekali.


Di depan mata Fu Ke-wei muncul pemandangan tiga belas mayat


telanjang yang seluruh tubuhnya terluka, yang membangkitkan


amarahnya, dia ingin melampiaskan amarahnya melalui pisaunya,


mengayunkan pisau kekesalannya.


Xie-shen tertawa keras, dia melayangkan golok menerjang


masuk. Nie-sha-yin-hoa berteriak keras, pedang panjangnya seperti


pelangi di langit. Ouw Yu-zhen tidak mengayunkan pedangnya, dia


menempel ketat di sisi belakang Fu Ke-wei, melindungi


keamanan di belakangnya. Akhirnya Fu Ke-wei bertemu dengan Yin Shen (Dewa Dingin)


Yin Wu-ji, pisaunya bergerak laksana kilat dilangit.


Xian-yin-mo-gang nya Yin Shen, masih sedikit dibawah Taiyi-mo-gang pendeta dao dari Zhong-tiao, tapi kedua orang ini bisa


disejajarkan dengan pesilat super tinggi di dunia persilatan.


Karena pendeta dao dari Zhong-tiao dibunuh dengan begitu


mudah, hati Yin Shen jadi ketakutan, semangat tempurnya langsung


menurun, dia merasa sudah ditakdirkan pasti kalah.


Serangannya Fu Ke-wei terlalu dahsyat, Yin Shen tidak bisa


menghindar, datangnya pisau terlalu cepat, satu-satunya gerakan


yang bisa dilakukan adalah menangkis pisau lawan dan bertahan.

__ADS_1


__ADS_2