
"Sedikit pun tidak salah, aku percaya Yu-shu-xiu-shi telah
memberitahukan pada kalian dengan jelas."
"Kenapa di dunia persilatan tidak pernah dengar ada orang seperti kau ini, kenapa tidak sebutkan saja sebutan yang benar" Supaya aku tahu kau ini sebenarnya Budha besar dari kuil mana."
"Tidak perlu, pendeta dao tua." Fu Ke-wei mengayunayunkan pisau penyiksa yang diambil dari kamar tahanan, tawa mengejek
diwajahnya semakin menghilang, sorot matanya semakin tampak
bersinar, "kau pandanglah aku sebagai seorang berandalan kelas tiga saja, menyebutkan julukanku bisa membuat hatimu takut dan
tegang, hingga mempengaruhi kemampuanmu, aku tidak ingin
kau mati penasaran."
Di dunia memang kekuatan julukan bisa membawa hawa
membunuh, ada orang begitu mendengar julukan seseorang, jadi
ketakutan hingga denyut jantungnya menjadi cepat, telapak
tangannya berkeringat, begitu berhadapan dengan orang ini,
tenggorokannya jadi kering seluruh tubuh menjadi kaku atau
gemetar, mata tidak berani memandang, kaki dan tangan tidak tahu
harus di tempatkan dimana. Seperti beberapa jenderal di kerajaan,
mereka juga punya kekuatan julukan seperti ini, prajurit biasa yang melihat mereka juga akan bereaksi seperti yang disebutkan diatas.
Pesilat biasanya yang suaranya keras merasa dirinya paling hebat,
baru belajar beberapa jurus silat kucing tiga kaki, sudah merasa
dirinya pesilat tinggi yang hebat. Tapi begitu bertemu dengan pesilat tinggi yang julukannya menggemparkan dunia, tekanan di dalam
hatinya terasa sangat berat, dan terpengaruhi kelincahan gerak kaki dan tangan, sampai mengerahkan kepandaiannya juga tidak akan
sampai lima puluh persen, hatinya yang ketakutan juga tidak akan
bisa berkembang. Sekarang tampang Fu Ke-wei yang tampak dari luar, bagaimana
bisa seperti berandalan kelas tiga" Justru bisa di setarakan dengan seorang terkenal sepanjang masa, hawa kepahlawanan yang tiada
takut tiada gemetar itu, sudah membuat pendeta dao dari Zhong-tiao yang merasa ilmu silatnya lebih hebat dari pada orang lain, hatinya jadi berdebar-debar, sikap sombongnya jadi lenyap.
"Bocah, kau jangan bicara besar." Pendeta dao dari Zhongtiao menenangkan diri, timbul amarahnya karena malu, dengan keras
berkata, "demi sahabat kau menagih hutang, walau memang itu rasa setia kawan yang baik, tapi harus pertimbangkan dulu kemampuan
diri sendiri, apakah mampu atau tidak" Jika tidak mampu bisa-bisa
malah masuk kepintu akhirat menemani sahabatmu disana!"
"Aku tunggu kau memasukan aku ke pintu akhirat." Wajah Fu Ke-wei ditekan, mata macannya bersinar-sinar, "orang dulu berkata, hutang uang bayar uang, hutang nyawa bayar nyawa. Hutang nyawa temanku,
kau harus bayar dulu, persis seperti yang dikatakan Xie-shen, kau hanya bisa dihitung sebagai bunganya saja, hutangnya harus dibayar oleh Satu Pedang Dunia Xi Zhang-feng. Sekarang coba lihat apakah kau bisa
menyelamatkan diri atau tidak."
"Kau......" "Aku pasti dengan kejamnya akan membunuhmu, lebih baik
__ADS_1
jangan hanya berkata di mulut saja, walau kau banyak
mengeluarkan kata-kata ancaman, itu tidak akan membuyarkan
tekadku membunuhmu."
"Kau pendosa ini sungguh mencari jalan mati sendiri, menyedihkan!"
Nada bicaranya pendeta dao dari Zhong-tiao tiba-tiba jadi dalam dan tenang, di mata elangnya timbul semacam sinar licik, tangan kiri
diangkat, lengan bajunya melambai-lambai berirama, "kau adalah seorang pintar, tapi kepintarannya tertutup oleh api dendam, kau sedikit pun tidak tahu dirimu sedang berbuat apa...
Aku mengeluhkan hidup ini, menyayangi rakyat yang susah
hidupnya, aku akan menghilangkan setan di dalam dirimu,
mengembalikan pada keadaan semula. Sekarang tanganmu sudah
tidak mampu menggenggam pisau, lima jarinya jadi lemas......"
Buug..., pisau penyiksa di tangan Fu Ke-wei jatuh sendiri di
samping kakinya, sepasang matanya bengong menatap pada
sepasang mata pendeta dao dari Zhong-tiao, persis seperti seorang
idiot. Xie-shen terkejut, dia mengangkat golok akan maju
menerjang. Ouw Yu-zhen yang matanya tajam, tangannya cepat
menahan Xie-shen, menarik kembali ke tempat semula,
menggunakan isyarat mata memberitahukan jangan
"pungut pisaunya, betul! Pungut dan berikan padaku......"
Fu Ke-wei dengan patuh menekuk lutut kanannya, mengulur tangan
memungut pisau penyiksa, kepalanya tetap sedikit diangkat, sorot
matanya tetap tidak berubah, sorot matanya seperti terpikat oleh
pendeta dao dari Zhong-tiao, posisi memungut pisaunya membuat
orang merasa aneh. "Betul, serahkan padaku! ganti dengan sebelah tangan berikan
padaku, pelan-pelan, betul! Ya begitu......heek......"
Fu Ke-wei menggunakan tangan kanan mengangkat pisau dan
diulurkan melintang, tangan kirinya menyambut badan pisau, di saat tangan kiri menyentuh pisau, ikut mendorong ke depan, tangan kanan mengulur ke depan, ujung pisau dengan sendirinya menerjang ke
depan, sepasang tangannya menggenggam pisau, menusuk masuk ke
arah dada pendeta dao dari Zhong-tiao, ujung pisau sudah menusuk
hampir tembus keluar dari punggung belakang.
Pendeta dao dari Zhong-tiao memegang pisau di dadanya, saat
jarinya menyentuh pisau terdengar suara seperti logam beradu,
rupanya pendeta dao telah mengerahkan tenaga dalam Tai-yi-mo-gang
__ADS_1
melindungi dirinya, seluruh tubuhnya telah berubah sekeras batu, golok atau pedang biasa jangan harap bisa melukai dirinya, dengan
kemampuannya ini, dia bisa bertarung dengan pesilat super yang
ternama. Tapi, jika pendeta dao ingin menggunakan ilmu sesat
mengendalikan Fu Ke-wei, ibarat membunuh ayam menakuti kera.
Fu Ke-wei menarik tangannya mencabut pisau, pisau meluncur
terlepas dari genggaman pendeta dao, samar-samar bisa terlihat ada bunga api muncul, mengeluarkan suara seperti gesekan logam yang
menusuk telinga. Wajahnya muncul tawa dingin yang keji.
Sekejap kemudian, sinar pisau berkelebat, lalu kepalanya
pendeta dao dari Zhong-tiao terlepas dari lehernya, jatuh kebawah.
"Jika tidak membunuh habis kalian, binatang yang tidak
berkeprimanusiaan, sulit meredakan kebencian ini." Pisaunya diulurkan ke depan, suaranya seperti geledek, "hanya bisa menyisakan seorang untuk diinterogasi dan kembali melapor, lihat siapa orangnya yang
beruntung ini." Sebuah pisau yang keji dan kejam tidak berperasaan, membuat
orang yang melihat seluruh tulangnya timbul rasa dingin, satu tusukan pisau menembus jantung sudah cukup kejam, ditambah dengan
memotong kepala, sungguh tindakan yang sadis sekali.
Di depan mata Fu Ke-wei muncul pemandangan tiga belas mayat
telanjang yang seluruh tubuhnya terluka, yang membangkitkan
amarahnya, dia ingin melampiaskan amarahnya melalui pisaunya,
mengayunkan pisau kekesalannya.
Xie-shen tertawa keras, dia melayangkan golok menerjang
masuk. Nie-sha-yin-hoa berteriak keras, pedang panjangnya seperti
pelangi di langit. Ouw Yu-zhen tidak mengayunkan pedangnya, dia
menempel ketat di sisi belakang Fu Ke-wei, melindungi
keamanan di belakangnya. Akhirnya Fu Ke-wei bertemu dengan Yin Shen (Dewa Dingin)
Yin Wu-ji, pisaunya bergerak laksana kilat dilangit.
Xian-yin-mo-gang nya Yin Shen, masih sedikit dibawah Taiyi-mo-gang pendeta dao dari Zhong-tiao, tapi kedua orang ini bisa
disejajarkan dengan pesilat super tinggi di dunia persilatan.
Karena pendeta dao dari Zhong-tiao dibunuh dengan begitu
mudah, hati Yin Shen jadi ketakutan, semangat tempurnya langsung
menurun, dia merasa sudah ditakdirkan pasti kalah.
Serangannya Fu Ke-wei terlalu dahsyat, Yin Shen tidak bisa
menghindar, datangnya pisau terlalu cepat, satu-satunya gerakan
yang bisa dilakukan adalah menangkis pisau lawan dan bertahan.
__ADS_1