
Dengan kemampuan mereka, jujur
kukatakan, mereka bisa menahan lima jurus seranganku juga masih
tanda tanya besar." "Aku Yu-shu-xiu-shi juga orang persilatan yang punya nama, kau malah tidak menghargai aku. Baik, aku tidak ingin mengambil
keuntungan dua lawan satu." Yu-shu-xiu-shi marah, hampir saja memuntahkan darah, perlahan dia mencabut pedang, menggoyangkan
tangan supaya Liu Fei-yan mundur kebelakang, "kau sudah siap, aku mau..."
"Yang kau mau hanya satu peti mati." Fu Ke-wei sambil tawa dingin mencabut golok, "Untungnya kau bersikap jantan, jika tidak, kau hanya bisa hidup sampai di usia ini. Satu lawan satu, aku tidak akan membunuh orang, kau telah mempertahan-kan nyawamu, tapi
apakah bisa kehilangan tangan atau kaki, aku tidak berani
menjaminnya. Majulah! Tuan, aku temani kau main-main."
Semangat tinggi, hawa yang menekan dalam sekejap ini keluar
dari tubuhnya. Xie-shen adalah bintang pembunuh yang, namanya
menggemparkan dunia, adalah algojo yang hawa pembunuhannya
sudah ada sejak lahir, belum lagi menggerakan golok hawa
membunuh-nya sudah menakutkan orang, melihat pengaruh Fu
Ke-wei yang sangat besar, dia sendiri yang sangat pemberani, juga
merasa didalam hatinya terkejut.
Golok yang diulurkan dia, dia bawah sinar matahari hawanya
tetap terasa dingin sekali, sinar yang memantul berkilat-kilat
seperti listrik, matanya bersorot sinar jernih, disudut mulut
terkulum tawa dingin yang keji.
Yu-shu-xiu-shi menggigil dingin, kesombongannya telah
lenyap. Di Lin-jia-gou, dia dipermainkan oleh Fu Ke-wei, dia mengira itu
karena tidak hati hati dia kena siasat lawannya, tidak ada hubungan dengan tinggi rendahnya ilmu silat, saat ini jika ditangannya ada
pedang dia pasti bisa mengirim Fu Kewei kedalam neraka, tapi dia
lupa, waktu itu ditangannya ada pedang, tapi dia dipukul oleh Fu
Ke-wei dengan kaki kursi hingga kelabakan.
Sorot mata Fu Ke-wei sudah berubah, hawa yang
menakutkan orang yang mendadak timbul, menekan
kepercayaan diri Yu-shu-xiu-shi hingga setengahnya, ini
barulah tampak wajah seorang lawan yang kuat.
Anak panah sudah dipasang diatas busur, mau tidak mau harus
dilepas. Saat ini jika berniat mengundurkan diri juga sudah tidak
keburu, dikemudian hari apakah dia masih bisa membuat namanya
terkenal" Loteng benteng di seberang jembatan, sudah banyak berdiri orang
yang mengawasi, saat ini jika dia mencari alasan untuk mundur, mau ditaruh dimana mukanya"
Dengan satu teriakan dingin, Yu-shu-xiu-shi yang sudah tidak ada
pilihan lain, menggerakan pedang dengan jurus keji menebar
__ADS_1
bintang-bintang merebut kesempatan lebih dulu, menyerang dengan
ganas, dalam gemuruhnya geledek, bayangan bintang perak yang
banyak variasinya berkembang, sulit menentukan mana yang
benar-benar menyerang mana yang tidak, kecepatannya terlalu
cepat, orang didepannya sulit memastikan bintang perak yang mana
adalah benar-benar serangan mematikan.
"Hemm!" Fu Ke-wei berteriak dingin, sepasang kakinya sedikit pun tidak bergerak, goloknya dikibaskan membuat lingkaran kecil, di tempatnya dia menerima serangan pedang.
"Traang traang traang!"
Tiga suara benturan keras berturut-turut terdengar, suara yang
keluar satu suara lebih keras dari suara sebelumnya, bentrokan
pedang dan golok memancarkan kembang api, suara ketiga malah
kerasnya hampir membuat telinga jadi tuli.
Sinar golok dan pedang yang mendadak bersatu, mendadak
pula berpencar, sekali sentuhan kemenangan sudah ditentukan.
Pedang Yu-shu-xiu-shi dan orangnya terpental, melayang
mundur, baju hijaunya yang di depan telah robek.
Dia mundur satu zhang lebih, sepasang kakinya baru saja berdiri
mantap, sinar kilat sudah seperti bayangan mengikuti mengejar
tiba, golok telah sampai di depan dadanya.
Yu-shu-xiu-shi tidak bisa tidak roboh, dalam keadaan terdesak dia
mengangkat pedang, dengan jurus Menunjuk Langit Bersumpah
menangkis miring sinar kilat yang datang, ini adalah satu-satunya jalan untuk bisa selamat, selain jurus ini tidak ada jurus lain yang bisa menolong dirinya.
Traang satu getaran keras, Yu-shu-xiu-shi roboh miring satu zhang
lebih, setelah roboh dia cepat berguling dua kali, seluruh tubuhnya jadi kotor, saat sesudah berdiri wajahnya pucat, tubuhnya berkeringat dingin, dia seperti telah mati satu kali.
Golok Fu Ke-wei, menunjuk pada Liu Fei-yan yang karena gelisah
datang menerjang, dengan tertawa dingin, matanya bersinar lebih
tajam lagi. Liu Fei-yan buru-buru menahan kakinya, hatinya jadi merasa
tenang, melihat Yu-shu-xiu-shi meloncat berdiri, dia tahu kekasih
tidak terluka. Didalam hati dia tahu, jika Fu Ke-wei menginginkan nyawanya
Yu-shu-xiu-shi, walau kecepatannya ditambah tiga kali lipat, dia
juga tidak akan bisa menolongnya.
"Aku menunggumu melemparkan pisau terbang." Fu Ke-wei
tertawa dingin, "tapi kau tidak ada sedikitpun kesempatan, aku pernah melihat senjata gelap yang lebih lihay dari pada pisau
Hui-feng-liu-yue milik mu."
"Hemm! Kau......"
"Apakah kau tahu Ratu Lebah?"
__ADS_1
"Di dunia persilatan aku hanya mendengar namanya, tapi siapa
pun tidak pernah melihat orangnya."
"Jarum Ekor Lebahnya bisa dikatakan rajanya senjata gelap,
sangat keji sekali."
"Betul, kabarnya memang begitu."
"Dia bisa mengambil kesempatan saat aku tidak siap, di dalam
jarak satu uluran tangan, melemparkan tiga buah Jarum Ekor
Lebah pada ku." "Bagaimana hasilnya?"
"Bukankah aku masih hidup dengan baik, inilah akibatnya."
"Jangan omong besar! Dalam jarak begitu dekatnya, kau bisa
menghindar dari serangan mengelapnya?"
"Percaya atau tidak terserah kau. Pisau Hui-feng-liu-yue milikmu, jauh sekali bila di bandingkan dengan Jarum Ekor Lebah. Senjata mu yang lebih besar seribu kali lipat dibandingkan dengan Jarum Ekor Lebah, di mataku tidak lebih kecil dari pada seekor sapi, juga aku......"
"Juga apa?" "Sudahlah, aku tidak ingin berkata terlalu banyak. Hey! Apakah kau tidak mau menyerang dengan pisau terbang yang bisa
menakut-nakuti orang itu?"
"Fei-yan, mari kita pergi!" Yu-shu-xiu-shi membalikan
kepala langsung pergi. "Marga Fu, kau membual, aku sedikit pun tidak percaya." Kata Liu Fei-yan menggigit gigi, "aku peringatkan, di kemudian hari janganlah dekat-dekat dengan kami, jika tidak aku pasti menggunakan pisau
terbang mencabut nyawamu, aku pasti
bisa membunuhmu." Habis bicara, buru-buru mengikuti Yu-shu-xiu-shi pergi.
Xie-shen menotokan golok ke tanah, tidak hentinya
menggelengkan kepala tertawa pahit.
"Tuan, kau tidak tega membunuh dia, di kemudian hari akan
juga tidak akan bunuh dia, kerepotanmu akan besar sekali. Dia
sudah membencimu sampai ketulang sumsum, selanjutnya
bagaimana kau bisa hidup tenang?"
Fu Ke-wei menggelengkan kepala tertawa pahit.
Hoa-fei-hoa duduk disisinya Fu Ke-wei, sikap duduknya
menampilkan kewanitaan yang anggun, jika diatas tanah digelar
karpet sutra, pasti dia akan menampilkan sikap kebangsawanan
yang terpelajar. Saat ini, dia benar-benar menampilkan sikap seorang wanita
matang yang cantik memikat, dengan sikap wanita galak yang
perkasa memainkan pedang seperti dua orang yang berbeda.
"Kau melepaskan mereka, dikemudian hari kau pasti akan menyesal."
Sikapnya sedikit tidak tenang, "Liu Fei-yan termasuk tujuh wanita terhebat di dunia persilatan, adalah seorang wanita yang berprestasi, sombong dan bertindak sekehendak hati, semua orang juga tahu,
lebih-lebih perkumpulannya Cun-qiu, adalah perkumpulan yang tidak
tahu aturan, kekuatannya besar sekali, di kemudian hari kalau kau
berkelana di dunia persilatan, aku......aku sungguh khawatir padamu."
__ADS_1