Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 116


__ADS_3

Dengan kemampuan mereka, jujur


kukatakan, mereka bisa menahan lima jurus seranganku juga masih


tanda tanya besar." "Aku Yu-shu-xiu-shi juga orang persilatan yang punya nama, kau malah tidak menghargai aku. Baik, aku tidak ingin mengambil


keuntungan dua lawan satu." Yu-shu-xiu-shi marah, hampir saja memuntahkan darah, perlahan dia mencabut pedang, menggoyangkan


tangan supaya Liu Fei-yan mundur kebelakang, "kau sudah siap, aku mau..."


"Yang kau mau hanya satu peti mati." Fu Ke-wei sambil tawa dingin mencabut golok, "Untungnya kau bersikap jantan, jika tidak, kau hanya bisa hidup sampai di usia ini. Satu lawan satu, aku tidak akan membunuh orang, kau telah mempertahan-kan nyawamu, tapi


apakah bisa kehilangan tangan atau kaki, aku tidak berani


menjaminnya. Majulah! Tuan, aku temani kau main-main."


Semangat tinggi, hawa yang menekan dalam sekejap ini keluar


dari tubuhnya. Xie-shen adalah bintang pembunuh yang, namanya


menggemparkan dunia, adalah algojo yang hawa pembunuhannya


sudah ada sejak lahir, belum lagi menggerakan golok hawa


membunuh-nya sudah menakutkan orang, melihat pengaruh Fu


Ke-wei yang sangat besar, dia sendiri yang sangat pemberani, juga


merasa didalam hatinya terkejut.


Golok yang diulurkan dia, dia bawah sinar matahari hawanya


tetap terasa dingin sekali, sinar yang memantul berkilat-kilat


seperti listrik, matanya bersorot sinar jernih, disudut mulut


terkulum tawa dingin yang keji.


Yu-shu-xiu-shi menggigil dingin, kesombongannya telah


lenyap. Di Lin-jia-gou, dia dipermainkan oleh Fu Ke-wei, dia mengira itu


karena tidak hati hati dia kena siasat lawannya, tidak ada hubungan dengan tinggi rendahnya ilmu silat, saat ini jika ditangannya ada


pedang dia pasti bisa mengirim Fu Kewei kedalam neraka, tapi dia


lupa, waktu itu ditangannya ada pedang, tapi dia dipukul oleh Fu


Ke-wei dengan kaki kursi hingga kelabakan.


Sorot mata Fu Ke-wei sudah berubah, hawa yang


menakutkan orang yang mendadak timbul, menekan


kepercayaan diri Yu-shu-xiu-shi hingga setengahnya, ini


barulah tampak wajah seorang lawan yang kuat.


Anak panah sudah dipasang diatas busur, mau tidak mau harus


dilepas. Saat ini jika berniat mengundurkan diri juga sudah tidak


keburu, dikemudian hari apakah dia masih bisa membuat namanya


terkenal" Loteng benteng di seberang jembatan, sudah banyak berdiri orang


yang mengawasi, saat ini jika dia mencari alasan untuk mundur, mau ditaruh dimana mukanya"


Dengan satu teriakan dingin, Yu-shu-xiu-shi yang sudah tidak ada


pilihan lain, menggerakan pedang dengan jurus keji menebar

__ADS_1


bintang-bintang merebut kesempatan lebih dulu, menyerang dengan


ganas, dalam gemuruhnya geledek, bayangan bintang perak yang


banyak variasinya berkembang, sulit menentukan mana yang


benar-benar menyerang mana yang tidak, kecepatannya terlalu


cepat, orang didepannya sulit memastikan bintang perak yang mana


adalah benar-benar serangan mematikan.


"Hemm!" Fu Ke-wei berteriak dingin, sepasang kakinya sedikit pun tidak bergerak, goloknya dikibaskan membuat lingkaran kecil, di tempatnya dia menerima serangan pedang.


"Traang traang traang!"


Tiga suara benturan keras berturut-turut terdengar, suara yang


keluar satu suara lebih keras dari suara sebelumnya, bentrokan


pedang dan golok memancarkan kembang api, suara ketiga malah


kerasnya hampir membuat telinga jadi tuli.


Sinar golok dan pedang yang mendadak bersatu, mendadak


pula berpencar, sekali sentuhan kemenangan sudah ditentukan.


Pedang Yu-shu-xiu-shi dan orangnya terpental, melayang


mundur, baju hijaunya yang di depan telah robek.


Dia mundur satu zhang lebih, sepasang kakinya baru saja berdiri


mantap, sinar kilat sudah seperti bayangan mengikuti mengejar


tiba, golok telah sampai di depan dadanya.


Yu-shu-xiu-shi tidak bisa tidak roboh, dalam keadaan terdesak dia


mengangkat pedang, dengan jurus Menunjuk Langit Bersumpah


menangkis miring sinar kilat yang datang, ini adalah satu-satunya jalan untuk bisa selamat, selain jurus ini tidak ada jurus lain yang bisa menolong dirinya.


Traang satu getaran keras, Yu-shu-xiu-shi roboh miring satu zhang


lebih, setelah roboh dia cepat berguling dua kali, seluruh tubuhnya jadi kotor, saat sesudah berdiri wajahnya pucat, tubuhnya berkeringat dingin, dia seperti telah mati satu kali.


Golok Fu Ke-wei, menunjuk pada Liu Fei-yan yang karena gelisah


datang menerjang, dengan tertawa dingin, matanya bersinar lebih


tajam lagi. Liu Fei-yan buru-buru menahan kakinya, hatinya jadi merasa


tenang, melihat Yu-shu-xiu-shi meloncat berdiri, dia tahu kekasih


tidak terluka. Didalam hati dia tahu, jika Fu Ke-wei menginginkan nyawanya


Yu-shu-xiu-shi, walau kecepatannya ditambah tiga kali lipat, dia


juga tidak akan bisa menolongnya.


"Aku menunggumu melemparkan pisau terbang." Fu Ke-wei


tertawa dingin, "tapi kau tidak ada sedikitpun kesempatan, aku pernah melihat senjata gelap yang lebih lihay dari pada pisau


Hui-feng-liu-yue milik mu."


"Hemm! Kau......"


"Apakah kau tahu Ratu Lebah?"

__ADS_1


"Di dunia persilatan aku hanya mendengar namanya, tapi siapa


pun tidak pernah melihat orangnya."


"Jarum Ekor Lebahnya bisa dikatakan rajanya senjata gelap,


sangat keji sekali."


"Betul, kabarnya memang begitu."


"Dia bisa mengambil kesempatan saat aku tidak siap, di dalam


jarak satu uluran tangan, melemparkan tiga buah Jarum Ekor


Lebah pada ku." "Bagaimana hasilnya?"


"Bukankah aku masih hidup dengan baik, inilah akibatnya."


"Jangan omong besar! Dalam jarak begitu dekatnya, kau bisa


menghindar dari serangan mengelapnya?"


"Percaya atau tidak terserah kau. Pisau Hui-feng-liu-yue milikmu, jauh sekali bila di bandingkan dengan Jarum Ekor Lebah. Senjata mu yang lebih besar seribu kali lipat dibandingkan dengan Jarum Ekor Lebah, di mataku tidak lebih kecil dari pada seekor sapi, juga aku......"


"Juga apa?" "Sudahlah, aku tidak ingin berkata terlalu banyak. Hey! Apakah kau tidak mau menyerang dengan pisau terbang yang bisa


menakut-nakuti orang itu?"


"Fei-yan, mari kita pergi!" Yu-shu-xiu-shi membalikan


kepala langsung pergi. "Marga Fu, kau membual, aku sedikit pun tidak percaya." Kata Liu Fei-yan menggigit gigi, "aku peringatkan, di kemudian hari janganlah dekat-dekat dengan kami, jika tidak aku pasti menggunakan pisau


terbang mencabut nyawamu, aku pasti


bisa membunuhmu." Habis bicara, buru-buru mengikuti Yu-shu-xiu-shi pergi.


Xie-shen menotokan golok ke tanah, tidak hentinya


menggelengkan kepala tertawa pahit.


"Tuan, kau tidak tega membunuh dia, di kemudian hari akan


juga tidak akan bunuh dia, kerepotanmu akan besar sekali. Dia


sudah membencimu sampai ketulang sumsum, selanjutnya


bagaimana kau bisa hidup tenang?"


Fu Ke-wei menggelengkan kepala tertawa pahit.


Hoa-fei-hoa duduk disisinya Fu Ke-wei, sikap duduknya


menampilkan kewanitaan yang anggun, jika diatas tanah digelar


karpet sutra, pasti dia akan menampilkan sikap kebangsawanan


yang terpelajar. Saat ini, dia benar-benar menampilkan sikap seorang wanita


matang yang cantik memikat, dengan sikap wanita galak yang


perkasa memainkan pedang seperti dua orang yang berbeda.


"Kau melepaskan mereka, dikemudian hari kau pasti akan menyesal."


Sikapnya sedikit tidak tenang, "Liu Fei-yan termasuk tujuh wanita terhebat di dunia persilatan, adalah seorang wanita yang berprestasi, sombong dan bertindak sekehendak hati, semua orang juga tahu,


lebih-lebih perkumpulannya Cun-qiu, adalah perkumpulan yang tidak


tahu aturan, kekuatannya besar sekali, di kemudian hari kalau kau


berkelana di dunia persilatan, aku......aku sungguh khawatir padamu."

__ADS_1


__ADS_2