Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 69


__ADS_3

Di dalam perumahan Qing-yun, keadaan sedang sibuk, menyelidiki


asal-usul wanita yang di ceritakan, membuat ayam dan anjing pun


tidak bisa tenang. Seiring dengan berjalan waktu, setelah malam tiba


penjagaan semakin diperketat, keluar masuk perumahan sudah


tidak seperti biasa lagi.


Keesokan harinya sahabat-sahabat ketua perumahan Chen


berturut-turut tiba, sahabat dari pemerintahan juga diam-diam


membantu, mata-mata disebar dimana-mana mencari jejaknya


Lang-ye dan Xie-jian-xiu-luo, tentu saja juga menyelidiki wanita yang dicurigai sebagai Yun-sang-nie.


Di perumahan Qing-yun telah berkumpul para pesilat, jaring


telah diatur dengan rapih.


Pemuda yang mirip Xie-jian-xiu-luo jangan harap bisa masuk,


Yun-sang-nie juga jangan harap bisa keluar, walau ketua


perumahan Chen tidak percaya Yun-sang-nie benarbenar


sembunyi didalam perumahannya.


Kota Qiu-zhang tentu saja ikut diawasi dengan ketat, orang


persilatan yang lewat disini jika tidak mengatakan dengan jelas


asal-usulnya, maksud kedatangan dan kepergiannya, pasti diterima di depan ramah, tapi diam-diam diselidiki dengan keras, orang yang


menolak bekerja sama, pasti dirinya akan repot sendiri, orang yang asal usulnya tidak jelas, sama sekali tidak berani berdiam lama di kota itu.


Topan sedang terbentuk, tekad ketua perumahan Chen


menghadapi pemuda yang di curigai seperti Xie-jian-xiu-luo tampak


dengan jelas sekali, kerja keras menyelidiki Yun-sangnie untuk


menyatakan dirinya bersih, mendapat dukungan penuh dari para


pendekar, teman-teman yang berada jauh berturut-turut datang


membantu. Hari ketiga, yaitu hari terakhir Fu Ke-wei berjanji pada Tian-ya-koay mengundurkan hari penyerangannya, Di dua tempat Yang-gu dan


Qiu-zhang, teman-teman perumahan Chen menyebar kemana-mana,


diantaranya ada beberapa pesilat tinggi yang dulunya pernah


berhubungan dengan Xiejian-xiu-luo, mereka berharap bisa bertemu


dengan Xie-jianxiu-luo terlebih dahulu dan bernegosiasi.


Nama ketua perumahan Chen cukup disegani, sedang nama


Xie-jian-xiu-luo tidaklah begitu bagus.


Di antara para pendekar yang pendiriannya teguh, dengan tulus


berharap Xie-jian-xiu-luo jangan menginjakan kaki ke wilayah


kekuasaan perumahan Qing-yun, supaya tidak menimbulkan gejolak


dunia persilatan yang susah dibereskan.


Penginapan Dong-zhang tenang seperti sedia kala, tamu yang

__ADS_1


datang dari pelabuhan sungai buatan, tetap seperti biasa, keluar


masuk, orang yang biasa bepergian, biasanya tidak akan mendapat


gangguan dari orang dunia persilatan.


Tidak lama setelah lewat tengah hari, dua orang polisi


membawa dua orang setengah baya, masuk ke penginapan


Dong-zhang. Tamu penginapan banyak yang keluar masuk, ruang


makan di sebelan sudah ada tamu yang makan, beberapa masih


sedang minum teh sambil mengobrol.


Pemilik penginapan Luo dan suami istri kasir Wu, dengan hormat


maju menyambut. Mereka tidak takut pejabat, hanya takut urusan.


Jika orang dari kepolisian berkunjung, orang yang


membuka penginapan mana berani tidak menyambut.


"Tuan Zhang tuan Li apa kabar." Istri Wu sambil tersenyum menyambut, "silahkan duduk di dalam, silahkan!"


Polisi Zhang tidak memperdulikan, sekali melihat ke ruang


makan. Di dalam ruang makan, di atas meja sastrawan marga Yu penuh


dengan masakan dan minuman, ada sepuluh macam lebih masakan,


ada beberapa yang masih belum dimakan. Setiap kali dia memesan


sepuluh macam lebih masakan, tapi makannya seperti kucing kecil,


makan sangat sedikit sekali.


"aku membawa dua orang teman untuk melihat-lihat, jika ada perlu baru mencari kalian. Ooo! Pagi ini penginapan anda kedatangan dua


orang laki-laki satu orang wanita, yang turun dari atas perahu."


"Benar, tuan Zhang." Jawab pemilik penginapan Luo sambil membungkuk, "dua tamu laki-laki yang satu marga Jie, yang satu marga Peng, tamu wanitanya adalah adiknya tamu marga


Peng, sekarang......"


"Dimana mereka?" Polisi Zhang menyela.


"Di pekarangan kedua.....Ooo! mereka datang, pasti ingin makan siang."


Di pekarangan melangkah keluar dua orang pemuda usia sekitar


dua puluh lima-enam tahunan, tinggi besar dan sangat gagah. Di


belakangnya ada nona kecil yang cantik berbaju ringkas, kuat dan


langsing. Tiga orang ini tidak tahu di ruang penginapan telah terjadi


masalah apa, hanya melirik sekali pada dua orang polisi yang berbaju seragam, melangkah menuju ke ruang makan.


"Kalian berhenti." Polisi Zhang mengulurkan tangan, sorot matanya dengan tajam menatap nona kecil, "kalian berasal dari mana, datang ke kota ini ada urusan apa?"


"Kami berasal dari He-nan, datang kesini untuk mengunjungi


teman." Kata pemuda marga Peng itu dengan tenang, "ada


masalah apa?" Polisi Zhang dengan sorot matanya, bertanya pada dua orang


setengah baya, dua orang setengah baya bersamaan menggelengkan


kepala, menandakan bukan orang yang dicari.

__ADS_1


"Nona kecil memakai baju putih." Polisi Li tidak tahu diri menyela, "apakah bermarga Bai?"


"Kenapa, kau merubahkan margaku?" Nona kecil dengan tidak senang balik bertanya.


"Iii! Kau malah lebih galak dari padaku" Menyebalkan!" Polisi Li jadi marah.


"Adik, jangan kurang ajar." Pemuda Peng sambil tersenyum mencegah adiknya mencari masalah, "mungkin mereka


menyangka kau adalah Yun-sang-nie!"


"Apakah bukan?" Polisi Li tidak mau berhenti.


"Matamu buta." Nona kecil marah, "aku marga Peng, dari Zhong-zhou, He-nan."


"Iii! Nona dari keluarga Peng di Zhong-zhou?" seorang


setengah baya merasa aneh, "apakah nona tahu Tian-yakoay?"


"Setengah bulan yang lalu, aku pernah bersama tetua Jie


melakukan satu hal di Shan-xi......"


"Aduh! Ternyata benar nona Peng, keponakannya pendekar besar


Jie. Tetua Jie sekarang ada di perumahan Qing-yun, tidak diduga nona juga datang kesini. Jika di bicarakan bukan orang luar, kalian buat apa menginap di penginapan" Di sebelah barat kota ada perahu, apa


kalian mau pindah ke perumahan Qing-yun?"


"Paman ini adalah......"


"Aku Che-yi, sepuluh tahun lalu pernah melihat wajah asli


Yun-sang-nie, sehingga menawarkan diri membantu ketua


perumahan Chen." "Ooo! Ternyata Tamu Tangan Dewa (Khe-shen-shou) pendekar


besar Che." Pemuda marga Jie melanjutkan, "aku Jie-xian."


"Ooo! Putra sulungnya pendekar besar Jie." kata Tamu Tangan Dewa dengan gembira, "pergi ke perumahan Qing-yun tidak akan


lama, kalian kesana saja sekarang, baik tidak?"


"Baik, memang seharusnya berkunjung ke perumahan


Chen." Jie-xian dengan gembira menyetujui.


Kemudian mereka sambil mengobrol keluar dari


penginapan. Sastrawan Yu yang berada di dalam ruang makan tersenyum


pada Wu Yu-zhu yang sedang menambahkan araknya sambil


tidak sungkan memegang tangannya yang putih halus.


"Terima kasih. He he he! Bahaya sekali benar tidak?" dengan berani dia memegang tangan Wu Yu-zhu, "mereka telah pergi."


"Apa yang bahaya?" Yu-zhu menggunakan tangan lainnya


memukul pelan tangan besar yang berani itu, "siapa saja mereka itu?"


"Mereka itu siapa, aku satu pun tidak ada yang kenal, dua orang yang berbaju seragam itu adalah polisi, tidak akan salah, mereka


sepertinya sedang mencari orang, mencari orang yang dikenal,


melihat tingkah mereka, tentu bukan mencarimu bukan?"


"Cari aku" Waah! Kau kira aku ini siapa" Sembarangan!" Yu-zhu memonyongkan bibir kecil merahnya, melihat dia dengan mata


putihnya, "Jika kau juga mengangap aku ini gampangan, paling


baik jangan mengusikku, supaya tidak merendahkan harga dirimu,

__ADS_1


tuan muda Yu."


__ADS_2