Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 71


__ADS_3

"Itu kata-kata setan! Apa yang menakutkan" Ayah dan ibuku tidak pernah mengurus masalahku, istri dan selirku lebih-lebih tidak berani banyak bertanya. Begini saja! Katakan kau adalah... adalah famili


dari ibu, bagaimana pun famili jauhnya banyak sekali!"


"Famili dari ibumu" Bagus......"


"Kalau begitu, kau pura-pura jadi adik misanku! Kita sudah janji!


Begitu akan berangkat, asal kau mengutus orang mengirim kabar,


aku segera menyuruh orang membawa perahu menjemputmu."


"Tidak, aku tidak ingin berangkat besok, tunggu setelah orang yang mengantarkan He-jiao datang, baru kita berangkat."


"Ini...aku mendengar para polisi mengatakan, orang di kota ini sepertinya sementara tidak boleh meninggalkan kota......"


"Ooo! Kau takut mereka, baiklah! Jika kau ada


kesulitan......" "Kata-kata apa ini?" dia menepuk-nepuk dadanya, "bapak Bupati Ke-zhou walau berkuasa, juga tidak akan berani mengusik


masalahku, asalkan kartu nama ayahku dikirimkan ke kantor


kepolisian, dijamin dia bakal dicopot jabatannya, ditambah lagi


masuk penjara. Baik, besok kita pergi bersama, lihat siapa yang


berani menghalangi, Hm! Aku ingin dia kerepotan."


0-0-0 Musim semi memenuhi ruang dalam, pemandangan indah tidak


perlu dibicarakan pada orang luar, pokoknya arak bisa


mengacaukan pikiran, laki-laki berniat wanita bermaksud, begitulah masalahnya.


Di kamar timur, dua pasang mata aneh mengawasi gerakgerik di


dalam kamar dari lubang rahasia, lalu dua orang itu pergi dengan


puas. Minum arak terus diperpanjang hingga tengah malam, dua orang


itu bajunya sudah tidak rapi, baju dan roknya kusut.


Paling akhir, sastrawan Yu mabuk seperti mayat, dompet, kantong


selipan, sepatu dan lain lain semua tempat untuk menyimpan barang


pusaka, telah diperiksa semua oleh Yu-zhu ibu dan anak, selain perhiasan berharga puluhan ribu, tidak ditemukan barang yang mencurigakan.


Ibu dan anak mengembalikan semua barang ke tempat


asalnya, Wu-feng menggendong sastrawan Yu kembali


kepenginapan. Saat fajar, di pelabuhan datang satu perahu, seorang lakilaki


setengah baya dengan dua orang awak perahu, membawa satu


keranjang Liu naik ke darat.

__ADS_1


"Hi hi hi! Aku tahu kau bisa diandalkan." Yu-zhu mencium pipinya, sehingga dia lupa akan tanggal lahir, lupa diri."


Dengan tanpa sungkan dia memeluk erat Yu-zhu, bibir yang


panas, menutup mulut kecil merah yang memancing orang berbuat


dosa, tangannya naik turun, gerakannya tidak beraturan.


Diam-diam melangkah keluar dua orang polisi, dua orang


setengah baya, menghadang di depan.


"Berhenti! Siapa itu?" seorang polisi teriak pelan.


Hari masih belum terang benar, sulit melihat jelas wajah


seseorang. Laki-laki setengah baya yang menjadi pemimpin memberi hormat,


berkata, "aku Duan-yi dari keluarga Duan di Yang-gu, mendapat pesan dari kasir Wu di penginapan Dong-zhang, mengantar lima puluh liang He-jiao murni.''


Peristiwa sastrawan Yu membeli He-jiao, bisa dikatakan semua


orang sudah tahu. Hingga polisi sedikit pun tidak berani mempersulit mereka,


dengan melayangkan tangan, menandakan mereka boleh berlalu.


Dalam kegelapan di mulut jalan juga ada dua orang yang


mengawasi, tapi juga tidak keluar mempersulit.


Sesaat, setelah perahu penyeberangan dari seberang merapat,


bersaudara, Tamu Tangan Dewa Che-yi yang membawa pedang.


Dua orang polisi dan dua orang setengah baya segera datang


menyambut. "Kabar dari Qian-zhou mengatakan, pemuda marga Fu yang


dicurigai adalah Xie-jian-xiu-luo pernah tinggal di Gangzhou, menurut perkiraan, hari ini atau besok dia bisa tiba." Kata Tamu Tangan Dewa Che-yi cepat, "masalah penyelidikan di dalam perumahan masih


belum ada hasilnya, Lang-ye yang malam itu masuk ke perumahan


dan meninggalkan surat dengan pisau, mungkin adalah siasat licik


mengeluarkan suara di timur menyerang di barat, dia dengan wanita


iblis sangat mungkin sembunyi di dalam kota, ketua perumahan telah menambah orang dengan ketat mengawasi, lalu satu persatu


memeriksa orang yang dicurigai, kalian harap lebih waspada. Nona


Peng kenal dengan pemuda marga Fu dan Lang-ye, kami persilahkan


dia melukiskan wajah dan tanda khusus mereka pada orang orang


yang mengawasi kota."


"Kalau begitu persilahkan nona Peng datang ke toko Hongji untuk bertemu dengan orang dan membicarakannya, biar aku yang

__ADS_1


mengantar." Kata orang setengah baya, sehabis bicara, langsung berjalan didepan.


Ketika baru berjalan dua-tiga puluh langkah, dihadapan datang


tujuh orang. Mereka adalah tiga orang yang tadi mengantarkan He-jiao, empat


orang lainnya adalah sastrawan Yu, Wu-feng sekeluarga tiga orang.


Sepertinya Sastrawan Yu belum sepenuhnya sadar dari


mabuknya, dia berjalan sambil di papah oleh Wu Yu-zhu. Wufeng


membawakan bungkusan baju sastrawan Yu, sambil berkata dengan


Duan-yi yang mengantarkan He-jiao, mengikuti dari belakang.


Kedua belah pihak itu berpapasan, tapi tidak bisa melihat dengan


jelas wajah masing-masing orang itu, jalan masih gelap, masih satu jam lagi baru bisa terang.


Dua orang polisi dan satu orang setengah baya yang tinggal di


pelabuhan, dengan sangat bertanggung jawab menghadang dan


memeriksa, setelah melihat dengan jelas semua orang itu, polisi


tertegun, berkata, "Iii...! Kasir Wu, kenapa tuan muda Yu jadi begini?"


"Aku tidak mabuk!" sastrawan Yu berkata dengan keras, "He-jiao itu palsu semua, yang asli hitam bersinar, bisa untuk bercermin, asal di tepuk pelan langsung hancur. Hemm! Tiga ribu liang perak hanya membeli


barang palsu, kasir Wu, kau anggap aku ini apa" Berani sekali kau, aku lihat kau ingin mati."


"Tuan muda, bukan aku yang melakukannya, aku juga belum


memeriksanya." Wu-feng cepat-cepat menjelaskan, "tidak terpikir oleh ku orang-orang keluarga Duan berani menipu......"


"Aku hanya tahu kau, dan juga Yu-zhu." Suara sastrawan Yu lebih keras lagi, "kalian hari ini juga harus ke Yang-gu, jika tidak mendapat-kan barang asli, aku akan antar kau masuk penjara, aku berani bicara pasti bisa melakukan-nya. Marga Duan, dimana perahumu?" "Tu......tuan muda......"


Duan-yi gemetaran, perkataannya tidak karuan.


"Tuan Duan-yi!" Polisi menggelengkan kepala tawa pahit, "kalian keluarga Duan di Yang-gu adalah pengusaha yang jujur, tahun lalu


dan tahun ini sungai pun tidak keluar air, makanya tidak muncul


Jiao, tidak ada barangnya, kenapa karena ingin untung besar


sampai menipu orang" Dan yang ditipu adalah tuan muda Yu dari


Ji-nan yang sekali mengulurkan jari, bisa membuat kau mati seratus kali, buat apalah" Jalanlah! Cepat pulang cari orang tua kalian untuk menyelesaikannya, jika tidak......"


"Jika tidak, aku akan membuat mereka keluarga Duan menyesal


delapan turunan." Sastrawan Yu berteriak marah.


"Ini......tuan muda, Perahu......perahunya ada di


pelabuhan." Duan-yi dengan tergesa-gesa menunjuk ke pelabuhan, dan tujuh

__ADS_1


orang itu lalu naik keatas perahu, perahu mengikuti arus air berlayar meninggalkan pelabuhan.


__ADS_2