
Wajah ketua perumahan Chen pucat, wajah nya berkeringat
dingin, tiba-tiba dia menghela napas panjang dan membuang
pedangnya. "Saudara kecil, Satu Pedang Utara segera dihapus dari dunia
persilatan." Ketua perumahan Chen mengeluh panjang, "aku Chen Ruo-yi sia-sia berlatih silat seumur hidup, kepandaianku hanya
digunakan untuk mencari nama saja di dunia persilatan, di
bandingkan dengan orang yang usahanya tidak benar tidak jauh berbeda.
Saudara kecil, di hadapanmu, aku merasa menyesal,
tindakan mu benar, sangat kasih, sangat adil, kau sebenarnya bisa
membuat perumahan Qingyun hancur lebur, aku sangat berterima
kasih. Saudara kecil bisa dengan cepat datang dari Shan-xi, namun
temantemanmu juga aneh, kenapa mereka juga bisa dengan cepat
datang kemari?" "Aku perkirakan wanita iblis itu pasti bersembunyi di tepi sungai buatan, makanya saat di Shan-xi aku sudah mengirim pos merpati
mengabarkan pada teman-temanku. Jujur saja pada ketua,
tujuh-delapan hari sebelum tetua Jie tiba, di daerah tersebut sudah diawasi dengan ketat."
"Teman-teman saudara kecil ini......" Ketua perumahan Chen menunjuk pada delapan laki-laki besar yang menjaga tawanan.
"Harap jangan ditanyakan, mereka adalah temanku
berbisnis, maaf tidak bisa memberi tahukan."
"Oo...Aku telah banyak bertanya." Kata ketua perumahan Chen bagaimana pun tidak bodoh.
"Tetua Jie, Lang-ye juga salah satu pelaku perkara perampokan di Jiang-ning, makanya aku memberanikan diri memutuskan
menyerahkan pada temanku membawanya pergi, harap tetua
mengizinkannya." Kata Fu Ke-wei dengan tulus.
"Saudara kecil terlalu sungkan! Sebaiknya kau saja yang
putuskan."Kata Tian-ya-koay tertawa.
"Tuan, kau masih belum mau pergi?" Ouw Yu-zhen
mendesak. "Cerewet!" kata Fu Ke-wei sambil tertawa, "tiga aliran besar ilmu pedang di dunia persilatan, keluarga Peng ganas, keluarga Jie banyak variasi, keluarga Xi gagah, saat ini dua keluarga Peng dan Jie ada disini......"
"Saudara Fu, kami tidak akan menemani kau berlatih pedang
lagi." Nona Peng sambil tertawa menyela, "aku tidak akan tertipu olehmu, hari itu sebelas orang pesilat tinggi kelas satu dunia
persilatan dan para perampok gunung Tai Hang, sebelas buah
pelontar bunga Mei mengurungmu, tapi tidak ada seorang pun
yang punya kesempatan menyerang, satu persatu dibawah
__ADS_1
tekananmu, jadi seperti orang bengong. Meski Peng dan Jie dua
keluarga bersatu, apa masih bisa menang?"
"Belum tentu!" Fu Ke-wei mengepal tangan pada semua orang,
"tuan-tuan, hal yang tidak menyenangkan ini, harap bisa
dimaafkan." Fu Ke-wei melayangkan tangan, delapan laki-laki besar
mengangkat tawanannya dan berjalan ke bawah.
Wajah delapan orang itu tidak ada perasaan, sekali melihat sudah
jelas, mereka tidak ingin berhubungan dengan para pendekar
ternama ini. Fu Ke-wei kembali memberi hormat pada ketua perumahan Chen
dan minta maaf, lalu dengan Ouw Yu-zhen berjalan ke bawah, naik ke atas perahu, dengan cepat berlayar menjauh.
Setelah empat jam, perahu cepat menepi di pantai yang liar.
"Saudara Guo, harap cepat laporkan pada ketua anda tuan besar Jin, selidiki dengan jelas benarkah Lu-zhao dan Sepasang Cantik bersembunyi di benteng Zhang-feng, aku akan menunggu beritanya di penginapan
Yung-an di tempat yang disebut Lin-jia-gou sebelah selatan Jie-zhou, tanggal hari ini bulan depan sore hari." Fu Ke-wei berpesan pada pemimpin laki-laki besar.
"Aku akan segera melapor dengan menggunakan merpati pos,
pendekar besar Fu harap tenang." Kata pemimpin laki-laki besar dengan hormat.
"Kalau begitu terima kasih, aku pamit sekarang."
bungkusan yang tidak besar tapi berat, meninggalkan perahu naik
kedarat. Dua perahu dengan cepat segera berlayar mengikuti arus air
kebawah. "Hm! Tidak diduga Pedang Naga Langit (Tian-long-jian) Luzhao malah bisa minta perlindungan benteng Zhang-feng yang namanya setara dengan benteng Tian-long." Ouw Yu-zhen berkata, "siapa sebenarnya yang dijuluki Kail Dewa Cakar Elang Huang Yung-sheng itu, kemungkinan besar dia yang menyembunyikan jejak Lu-zhao, sehingga kita mengejar dari Shan-xi sampai ke Shan-dong, dan sekarang harus kembali lagi, begitu banyak kita berjalan dengan sia-sia, setelah kembali nanti, aku harus mencari dia minta tanggung jawabnya."
"Sudahlah, Xiao Zhen." Fu Ke-wei tertawa, "Huang-jit-ye mungkin saja benar-benar tidak tahu, sahabatnya Yun-sangnie sangat banyak
sulit dihitung, bagaimana dia bisa tahu adik seperguruannya pernah dua tahun tinggal bersama dengan Lu-zhao" Apa lagi dia sama sekali tidak tahu aku sedang mencari Tian-long-jian Lu-zhao."
"Apa kali ini kita harus menempuh jalan semula mendaki
gunung pergi ke Shan-xi?" tanya Ouw Yu-zhen.
. "Tidak, kita ganti, sekarang melalui air." Kata Fu Ke-wei menggelengkan kepala, "saudara Ji Zhao-chen akan mengatur
penyelidikan, itu memerlukan waktu yang cukup lama. Dan lagi,
melalui di air bisa menyembunyikan jejak.
"Setelah mengalami beberapa peristiwa, wajah asli Xie-jianxiu-luo sudah banyak di ketahui orang, dalam perjalanan ke Shan-xi bisa saja kita mendapatkan kerepotan. Makanya, aku putuskan tidak akan
menggunakan pedang dulu, ganti menggunakan golok, tampil dengan
wajah berbeda, supaya tidak menimbulkan perhatian benteng
Zhang-feng dan membuat Lu-zhao melarikan diri kembali."
__ADS_1
"Ini......ini bukankah akan merusak nama baik tuan?"
"Aku tidak pernah perdulikan sebutan kosong, aku hanya
mementingkan kenyataan, sebutan Xie-jian-xiu-luo bukan
dipersembahkan oleh orang ternama dunia persilatan, tapi teman
teman persilatan yang sembarangan memanggilnya demi mencapai
tujuan, aku malah bisa menyamar sebagai induk semang, aku tidak
perduli orang lain mengatakan apa,
cukup merasa diri tidak salah sudah bagus." Fu Ke-wei sambil tertawa, mata macannya bersorot yang sulit ditebak. Sambil berjalan dua
orang itu sambil mengobrol, bayangannya semakin menghilang di
ujung jalan kecil. Setelah lewat penyeberangan Feng-ling, sampailah mereka di daerah Jin-nan. Fu Ke-wei dan Ouw Yu-zhen berdua
memakai dua ekor kuda menelusuri jalan raya naik ke utara.
Hampir tengah hari. Di depan satu li lebih adalah kota kecil Lin-jia-gou.
Dijalan utama, pejalan kakinya jarang, hari sudah tengah hari
sudah waktunya jam makan, makanya di jalanan tidak banyak
orang berjalan, semua orang telah mencari tempat untuk istirahat.
Dua orang itu tidak terburu-buru waktu, mereka terus berjalan
dengan santainya, membiarkan kuda berjalan sendiri, kuda mereka
juga jalannya bermalas-malasan, selangkahselangkah berjalan,
sampai dipenginapan Yun-an.
Ruang makan itu tidak terlalu luas, ruangannya hanya
tersedia tujuh meja. Setengah lebih meja makannya telah penuh tamu, ada lakilaki ada
wanita, ada tua ada muda, dilihat dari tingkahnya, paling sedikit
setengah lebih adalah orang-orang persilatan.
Fu dan Ou kedua orang itu tidak tampak seperti orang
persilatan, mereka tidak membawa senjata, juga tidak membawa
kantong senjata gelap. Dua orang itu memesan makanan, dengan santainya
menyantap makan. Ketika mereka sedang makan, terdengar suara gelinding roda
kereta, dari jauh terdengar mendekat.
Sebuah kereta angkutan orang datang dari utara jalan, berhenti
di depan pintu penginapan Yue-lai di seberang jalan.
__ADS_1