Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 74


__ADS_3

Wajah ketua perumahan Chen pucat, wajah nya berkeringat


dingin, tiba-tiba dia menghela napas panjang dan membuang


pedangnya. "Saudara kecil, Satu Pedang Utara segera dihapus dari dunia


persilatan." Ketua perumahan Chen mengeluh panjang, "aku Chen Ruo-yi sia-sia berlatih silat seumur hidup, kepandaianku hanya


digunakan untuk mencari nama saja di dunia persilatan, di


bandingkan dengan orang yang usahanya tidak benar tidak jauh berbeda. 


Saudara kecil, di hadapanmu, aku merasa menyesal,


tindakan mu benar, sangat kasih, sangat adil, kau sebenarnya bisa


membuat perumahan Qingyun hancur lebur, aku sangat berterima


kasih. Saudara kecil bisa dengan cepat datang dari Shan-xi, namun


temantemanmu juga aneh, kenapa mereka juga bisa dengan cepat


datang kemari?" "Aku perkirakan wanita iblis itu pasti bersembunyi di tepi sungai buatan, makanya saat di Shan-xi aku sudah mengirim pos merpati


mengabarkan pada teman-temanku. Jujur saja pada ketua,


tujuh-delapan hari sebelum tetua Jie tiba, di daerah tersebut sudah diawasi dengan ketat."


"Teman-teman saudara kecil ini......" Ketua perumahan Chen menunjuk pada delapan laki-laki besar yang menjaga tawanan.


"Harap jangan ditanyakan, mereka adalah temanku


berbisnis, maaf tidak bisa memberi tahukan."


"Oo...Aku telah banyak bertanya." Kata ketua perumahan Chen bagaimana pun tidak bodoh.


"Tetua Jie, Lang-ye juga salah satu pelaku perkara perampokan di Jiang-ning, makanya aku memberanikan diri memutuskan


menyerahkan pada temanku membawanya pergi, harap tetua


mengizinkannya." Kata Fu Ke-wei dengan tulus.


"Saudara kecil terlalu sungkan! Sebaiknya kau saja yang


putuskan."Kata Tian-ya-koay tertawa.


"Tuan, kau masih belum mau pergi?" Ouw Yu-zhen


mendesak. "Cerewet!" kata Fu Ke-wei sambil tertawa, "tiga aliran besar ilmu pedang di dunia persilatan, keluarga Peng ganas, keluarga Jie banyak variasi, keluarga Xi gagah, saat ini dua keluarga Peng dan Jie ada disini......"


"Saudara Fu, kami tidak akan menemani kau berlatih pedang


lagi." Nona Peng sambil tertawa menyela, "aku tidak akan tertipu olehmu, hari itu sebelas orang pesilat tinggi kelas satu dunia


persilatan dan para perampok gunung Tai Hang, sebelas buah


pelontar bunga Mei mengurungmu, tapi tidak ada seorang pun


yang punya kesempatan menyerang, satu persatu dibawah

__ADS_1


tekananmu, jadi seperti orang bengong. Meski Peng dan Jie dua


keluarga bersatu, apa masih bisa menang?"


"Belum tentu!" Fu Ke-wei mengepal tangan pada semua orang,


"tuan-tuan, hal yang tidak menyenangkan ini, harap bisa


dimaafkan." Fu Ke-wei melayangkan tangan, delapan laki-laki besar


mengangkat tawanannya dan berjalan ke bawah.


Wajah delapan orang itu tidak ada perasaan, sekali melihat sudah


jelas, mereka tidak ingin berhubungan dengan para pendekar


ternama ini. Fu Ke-wei kembali memberi hormat pada ketua perumahan Chen


dan minta maaf, lalu dengan Ouw Yu-zhen berjalan ke bawah, naik ke atas perahu, dengan cepat berlayar menjauh.


Setelah empat jam, perahu cepat menepi di pantai yang liar.


"Saudara Guo, harap cepat laporkan pada ketua anda tuan besar Jin, selidiki dengan jelas benarkah Lu-zhao dan Sepasang Cantik bersembunyi di benteng Zhang-feng, aku akan menunggu beritanya di penginapan


Yung-an di tempat yang disebut Lin-jia-gou sebelah selatan Jie-zhou, tanggal hari ini bulan depan sore hari." Fu Ke-wei berpesan pada pemimpin laki-laki besar.


"Aku akan segera melapor dengan menggunakan merpati pos,


pendekar besar Fu harap tenang." Kata pemimpin laki-laki besar dengan hormat.


"Kalau begitu terima kasih, aku pamit sekarang."


bungkusan yang tidak besar tapi berat, meninggalkan perahu naik


kedarat. Dua perahu dengan cepat segera berlayar mengikuti arus air


kebawah. "Hm! Tidak diduga Pedang Naga Langit (Tian-long-jian) Luzhao malah bisa minta perlindungan benteng Zhang-feng yang namanya setara dengan benteng Tian-long." Ouw Yu-zhen berkata, "siapa sebenarnya yang dijuluki Kail Dewa Cakar Elang Huang Yung-sheng itu, kemungkinan besar dia yang menyembunyikan jejak Lu-zhao, sehingga kita mengejar dari Shan-xi sampai ke Shan-dong, dan sekarang harus kembali lagi, begitu banyak kita berjalan dengan sia-sia, setelah kembali nanti, aku harus mencari dia minta tanggung jawabnya."


"Sudahlah, Xiao Zhen." Fu Ke-wei tertawa, "Huang-jit-ye mungkin saja benar-benar tidak tahu, sahabatnya Yun-sangnie sangat banyak


sulit dihitung, bagaimana dia bisa tahu adik seperguruannya pernah dua tahun tinggal bersama dengan Lu-zhao" Apa lagi dia sama sekali tidak tahu aku sedang mencari Tian-long-jian Lu-zhao."


"Apa kali ini kita harus menempuh jalan semula mendaki


gunung pergi ke Shan-xi?" tanya Ouw Yu-zhen.


. "Tidak, kita ganti, sekarang melalui air." Kata Fu Ke-wei menggelengkan kepala, "saudara Ji Zhao-chen akan mengatur


penyelidikan, itu memerlukan waktu yang cukup lama. Dan lagi,


melalui di air bisa menyembunyikan jejak.


"Setelah mengalami beberapa peristiwa, wajah asli Xie-jianxiu-luo sudah banyak di ketahui orang, dalam perjalanan ke Shan-xi bisa saja kita mendapatkan kerepotan. Makanya, aku putuskan tidak akan


menggunakan pedang dulu, ganti menggunakan golok, tampil dengan


wajah berbeda, supaya tidak menimbulkan perhatian benteng


Zhang-feng dan membuat Lu-zhao melarikan diri kembali."

__ADS_1


"Ini......ini bukankah akan merusak nama baik tuan?"


"Aku tidak pernah perdulikan sebutan kosong, aku hanya


mementingkan kenyataan, sebutan Xie-jian-xiu-luo bukan


dipersembahkan oleh orang ternama dunia persilatan, tapi teman


teman persilatan yang sembarangan memanggilnya demi mencapai


tujuan, aku malah bisa menyamar sebagai induk semang, aku tidak


perduli orang lain mengatakan apa,


cukup merasa diri tidak salah sudah bagus." Fu Ke-wei sambil tertawa, mata macannya bersorot yang sulit ditebak. Sambil berjalan dua


orang itu sambil mengobrol, bayangannya semakin menghilang di


ujung jalan kecil. Setelah lewat penyeberangan Feng-ling, sampailah mereka di daerah Jin-nan. Fu Ke-wei dan Ouw Yu-zhen berdua


memakai dua ekor kuda menelusuri jalan raya naik ke utara.


Hampir tengah hari. Di depan satu li lebih adalah kota kecil Lin-jia-gou.


Dijalan utama, pejalan kakinya jarang, hari sudah tengah hari


sudah waktunya jam makan, makanya di jalanan tidak banyak


orang berjalan, semua orang telah mencari tempat untuk istirahat.


Dua orang itu tidak terburu-buru waktu, mereka terus berjalan


dengan santainya, membiarkan kuda berjalan sendiri, kuda mereka


juga jalannya bermalas-malasan, selangkahselangkah berjalan,


sampai dipenginapan Yun-an.


Ruang makan itu tidak terlalu luas, ruangannya hanya


tersedia tujuh meja. Setengah lebih meja makannya telah penuh tamu, ada lakilaki ada


wanita, ada tua ada muda, dilihat dari tingkahnya, paling sedikit


setengah lebih adalah orang-orang persilatan.


Fu dan Ou kedua orang itu tidak tampak seperti orang


persilatan, mereka tidak membawa senjata, juga tidak membawa


kantong senjata gelap. Dua orang itu memesan makanan, dengan santainya


menyantap makan. Ketika mereka sedang makan, terdengar suara gelinding roda


kereta, dari jauh terdengar mendekat.


Sebuah kereta angkutan orang datang dari utara jalan, berhenti


di depan pintu penginapan Yue-lai di seberang jalan.

__ADS_1


__ADS_2