Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 47


__ADS_3

Tuan besar Li, di rumah anda sepertinya ada kereta semacam ini, apakah disimpan di perumahan Han-bei?"


"Ini......" "Tuan besar Li adalah orang ternama setempat, orang hebat


dunia persilatan, tentu tidak akan terlibat dalam peristiwa berdarah ini." Mistar Pengukur Langit tertawa tawar, "mengenai hal tuan besar Li mempersilahkan aku menyeli-diki seorang penjahat dunia


persilatan yang dicurigai, walau menempuh bahaya besar, aku juga


masih sanggup, bisakah menjelaskan asal usul orang itu?"


"Sudah tidak perlu." Kata Tuan besar Li, akhirnya dia tidak bodoh.


"Saudara Li sibuk, aku tidak berani merepotkan, masalah ini tidak perlu dibicarakan lagi."


Dalam makan-makan ini tadinya Tuan besar Li yang


mengundang, tapi dalam perasaan-nya, malah dia sedang


makan pesta pemaksaan lawan.


Dia terpaksa menempuh bahaya, ingin menggunakan


pemerintah melawan Fu Ke-wei, tapi dia malah melihat jalan ini


tidak bisa digunakan, lawan telah lebih dulu melangkah memotong


jalannya, dan juga telah menyiapkan jaring menunggu dia,


memaksa dia berjalan ke arah kematian.


Jika dia menghubungi teman-temannya lagi, itu sama saja dengan


memberi tanda menjual kepala, perhatian pemerintah menyelidiki


organisasi pemberontak Er-le, tidak diragukan lagi pasti akan tertuju pada dirinya, Mistar Pengukur Langit pasti tidak akan berani menempuh bahaya membela dia, siapa tahu dia malah bisa mendapatkan hukuman


penggal seluruh keluarga.


Di dalam hati dia sangat paham, Mistar Pengukur Langit polisi Lie


sudah menekan dirinya, asalkan bapak Bupati lebih pintar sedikit,


polisi sudah akan membawa orang pergi kerumahnya mencari


kereta. Situasinya berbahaya, sekarang dia harus mengandalkan


kekuatannya sendiri menghadapi badai yang segera akan melanda.


Penginapan Fu Tai pada setengah bulan yang lalu, sudah melapor


pada kantor polisi setempat, bersama dengan pejabat setempat,


menyegel barang-barang tertinggal tamu yang hilang.


Didalam bungkusan ada uang perak seratus tiga puluh liang,


beberapa stel pakaian mewah yang baru, rencananya setelah


setengah bulan jika tamunya masih belum juga kembali ke


penginapan, maka akan mengurus laporan pada kepolisian


kabupaten. Tapi pagi hari ini, Fu Ke-wei muncul di ruang penginapan.


Yang aneh adalah kepala polisi daerah polisi Zhang dengan tiga

__ADS_1


anak buahnya tiba bersamaan waktunya.


Fu Ke-wei dengan cepat menyelesaikan prosedur pengambilan


kembali bungkusannya, dan membatalkan laporan orang hilang.


Para polisi yang biasanya arogan itu, terhadap tamu yang hilang ini, tidak diduga bersikap sangat ramah, malah sedikit merendah,


kenapa bisa demikian, tidak ada orang yang tahu, semua membuat


tamu penginapan lainnya merasa aneh dan tidak mengerti.


Ketika hampir tengah hari, seorang berdandan pelayan datang


ke perumahan Han-bei mengantar surat, setelah menyerahkan


suratnya pada penjaga pintu, tidak menerima tanda terima juga


tidak menunggu jawaban, dia buru-buru pergi.


Itu adalah surat dari Fu Ke-wei untuk tuan besar Li, yang isinya


minta bertemu, dengan nama pengirim Fu Li.


Diatas surat ditulis singkat, tepat tengah hari tiga hari dari


sekarang, menyelesaikan masalahnya di Guan-qiu sebelah utara


jembatan Bao-tai. Guan-qiu hanyalah satu dataran panjang di pinggir sungai, dalam


radius dua li hanyalah tanah liar yang penuh dengan tumbuhan liar.


Nan-yang-ba-jie dengan orang keluarga Li bertemu pertama kali


disini, sesudah kalah terus melarikan diri. Huobao-ing dan Bu-fei-khe juga menunjuk tempat pertemuan mereka dengan keluarga Li di


Fu Ke-wei kembali menulis surat menunjuk Guan-qiu


sebagai tempat pertemuan dengan keluarga Li, jadi ini


terhitung ketiga kalinya.


Di dalam surat yang ditegaskan adalah: Bertemu tepat


tengah hari, lewat waktu tidak akan ditunggu.


Jam lima sore, Fu Ke-wei memakai baju mantel panjang berwarna


hijau langit, dia menjadi seorang pemuda tampan, di tangan


memegang satu kipas tilap bambu, dia melangkah keluar penginapan.


Dua laki-laki besar yang bertugas mengawasinya, melotot


menghadang di jalan, sedikit pun tidak ada niat memberi jalan.


"Siapa yang merasa hidupnya terlalu nyaman dan ingin


mendapat sedikit kesusahan, aku pasti akan mengabulkannya."


Katanya perlahan sambil mengipaskan kipas, dia tertawa dingin


pada dua laki-laki besar, "seperti yang sudah-sudah, akan di


lumpuhkan, supaya dia seumur hidup terbaring diatas ranjang

__ADS_1


menjadi mayat hidup, tidak akan diberi ampun. Hey! Apa kalian


berdua ingin jadi mayat hidup?"


Dua laki-laki besar itu bergidik, dengan ketakutan lalu


memberi jalan. Sampai di restoran Xu Lao-ren, Fu Ke-wei memesan makanan


dan arak, dengan santainya makan minum sendiri.


Dia sedang menunggu, umpan telah dilepas, asal sedikit


menggunakan akal, cepat atau lambat akan ada ikan yang


memakan umpannya, ikan besar atau ikan kecil tidak bisa tahan


akan daya tarik umpan. Yang pertama mencium umpan adalah dua ekor ikan kecil, ikan


kecil yang tidak di kehendaki.


Huo-bao-ing dan Bu-fei-khe, tetap dengan dandanan semula yang


buruk, setelah masuk ke restoran dengan tidak sungkannya menarik


kursi duduk di sebelah kiri dan kanan dia.


"Kalian berdua pasti tulang tuanya merasa gatal, dan tampangnya ingin dipukul." Fu Ke-wei mengejek dua orang dunia persilatan yang aneh dan hebat, "mungkin kalian berdua beberapa hari ini telah mendapatkan guru yang hebat, menghadapi pertempuran yang akan


terjadi segera berlatih beberapa jurus hebat untuk menghadapi Tuan besar Li, betul tidak?"


"Kek kek kek! Tentu saja kami dua orang tua sudah lemah, tidak sehebat kau orang muda." Huo-bao-ing tidak memperdulikan ejekannya, sambil tertawa dia memberi isyarat tangan pada Xu Lao-ren, untuk


menambah gelas dan sumpit, "jangan katakan aku orang tua yang tidak tahu berterima kasih, pertama-tama memang kami harus mengucapkan


terima kasih, waktu itu saudara kecil telah menolong."


"Bagus, bagus. Sebenarnya, waktu itu aku bukan khusus


datang menolong kalian berdua."


"Aku tetap berterima kasih, Tuan besar Li sekarang sedang sibuk mengurus dirinya, tidak sempat mengurus kami berdua lagi,


makanya......" "Makanya kalian berdua tidak lagi bersembunyi kesanakemari,


jadi berani terang-terangan muncul didepannya!"


"Semua itu tentu saja berkat anda." Bu-fei-khe melanjutkan,


"Tuan besar Li memang hebat, ada beberapa kali hampir saja


menemukan kami." "Jika Jin-ba-dou tidak terbaring, kalian berdua mungkin sudah ditemukan. Ah... sepertinya kalian telah lama mencari aku, ada


apa?" "Hanya penasaran saja." Huo-bao-ing berkata, "di Jiu Jiang, orang yang di dunia persilatan paling misterius, paling sulit ditebak yaitu Xie-jian-xiu-luo telah menghancurkan pusat perkumpulan Qing-lian, salah satu dari tiga perkumpulan besar pembunuh bayaran, ketua perkumpulan itu Zhan


Fan-chen mendapat luka parah tidak tahu keberadaannya. Menurut Pedang Setan yaitu temannya saudara Hong menceritakan, Xie-jian-xiu-luo


bermarga Fu namanya Ke-wei. Wajah dan usianya mirip denganmu, kau juga bermarga Fu, mengganti nama tidak mengganti marga, dan penguasa


setempat ini, Tuan besar Li, juga hampir menjadi gila oleh ulahmu. Saudara kecil, apakah ini bisa dianggap kebetulan?"


"Mungkin, kau sendiri saja yang menebak." Fu Ke-wei tidak mengaku juga tidak membantah, "masalahnya harus jelas, kali ini sebabnya aku mengusik Tuan besar Li, karena aku juga salah satu


korban, satu-satunya korban yang selamat dalam perkara


pembunuhan tergulingnya kereta di kabupaten Ye, aku punya hak

__ADS_1


menuntut balas untuk para korban penumpang itu."


__ADS_2