
yang lebih penting
lagi dia sudah kehilangan kesempatan mengendalikan keadaan,
hatinya sudah tidak mantap, begitu kehilangan kepercayaan
membuat dia ragu-ragu bertindak.
"Ada satu hal yang harus kuberitahu." Pemuda itu melanjutkan,
"seumur hidupku, perbuatanku terang-terangan, aku sangat benci terhadap perbuatan yang sembunyisembunyi, aku sudah berkelana
lima tahun didunia persilatan, teman-teman dunia persilatan bisa
menjadi saksi. Sepasang Pedang Li dibunuh olehku secara
terang-terangan, aku membiarkan mereka diam-diam menyerang dari
belakang, lalu secara berhadapan dengan kedua tangan kubunuh
mereka. Kalian dirumahku menyiapkan jebakan diam-diam ingin
menyerangku, maka aku punya alasan yang cukup membalas
perbuatan kalian, sayang aku tidak ada gairah melakukan serangan
secara diam-diam, jika tidak, dijalan ini mayat kalian akan nampak berturut-turut, tidak mungkin ada kesempatan untuk kalian
menggunakan strategi tali nyamuk ini."
"Disini kami juga harus menelentangkan mayatmu." Kata tuan Lu dengan geram.
"Aku bukan seorang kejam yang senang membunuh orang, aku
tetap ingin memberimu satu kesempatan." Kata Pemuda itu dengan damai, "kau sebagai ketua Benteng Tian-long (Naga langit) dengan julukan Pedang Naga Langit (Tian-longjian), Lu-zhao seorang tetua
dan terhormat, termasuk nomor tiga dari tiga pimpinan aliran hitam, dan juga punya potensi menjadi nomor dua, tapi kau telah melakukan perbuatan jahat yang tidak terhitung banyaknya, tanganmu penuh
dengan darah," manusia dan langitpun ingin menghukum-nya. Tapi, aku dengan kau tidak ada permusuhan dan dendam, juga tidak
perbah menyaksikan perbuatan jahatmu, kita tidak saling
mengganggu. Tapi, tidak seharusnya saat aku lewat, kau telah
mengutus orang diam-diam ingin membunuhku, setelah gagal lalu
melakukan pengeroyokan, belum puas kalau belum menghabisi aku,
aku terpaksa membunuh dua saudara tirimu, dan dengan senjataku
membunuh empat pengawal bentengmu, dalam pertarungan yang
adil aku juga telah membunuh adik iparmu.
Selama tiga tahun kau terus mencoba membalas dendam,
mengumpulkan teman-temanmu, mengutus orang kemanamana
menyelidik keberadaanku, setiap saat merencanakan diam-diam
__ADS_1
membunuhku. Tapi aku selalu merasa permusuhan ini lebih baik
didamaikan dari pada dijalin terus, hari ini, kau mengejar sampai kerumahku, menurut aturan tidak seharusnya aku melepaskan kalian,
tapi aku tetap ingin memberi satu kesempatan lagi padamu, bawalah
temantemanmu pergi dari sini! Orang yang mati sudah cukup banyak,
kalian berdelapan ingin membunuh ku, terus terang saja, itu sama
sekali tidak mungkin."
"Aku telah menghabiskan waktu tiga tahun, baru dapat
menyelidiki jejak dan kebiasaanmu, hari ini kalau bukan kau maka
aku " "Buat apa" Tuan telah kalah setengah, apakah kau masih tidak
bisa melihat, keadaannya tidak menguntungkan buatmu?"
"Delapan banding "
"Tuan, kujamin sekali menggerakan pisau Xiu-luo, dalam sekejap aku bisa membunuh setengah dari kalian. Jika kalian menganggap
dengan menggunakan beberapa tali aneh bisa membunuhku, aku
Xie-jian-xiu-luo bagaimana bisa hidup sampai sekarang" Pergilah,
selagi masih sempat."
"Jika hari ini aku tidak membunuhmu, aku "
"Baiklah, hidup dan mati tergantung nasib, siapa yang kuat dialah yang hidup." Wajahnya kembali menjadi dingin menyeramkan, "silahkan mulai! Orang yang sial sulit bisa lolos, harap hati-hati terhadap pisau Xiu-luo ini, menghadapi pengeroyokan aku tidak akan menaruh hati kasihan." Dia menyilangkan sepasang tangannya, kakinya pelanpelan bergerak
mulai memancar, sepertinya seluruh orang disana ditutupi oleh hawa pembunuhan, setiap tempat yang disorot matanya, terasa membawa
hawa pembunuhan yang sangat kuat.
Tidak ada orang yang dapat melihat pisau Xiu-luo nya, tampak
sepasang tangannya kosong tidak terdapat apa apa. Delapan set kail besi semakin diputar semakin kencang, delapan orang laki-laki dan
perempuan mulai merubah posisi.
"Inilah kesempatan terakhir kalian." Katanya dengan suara dalam,
"aku tidak berharap akan jadi orang yang mengubur mayat kalian."
Satu teriakan dengan suara dalam terdengar, kedua belah pihak
sudah bersama-sama menyerang.
Delapan set kail besi bermata tiga terbang bersama-sama dari delapan arah, membentuk jaring berkumpul kearah tengah,
suaranya memecah udara membuat orang mendengarnya
kepalanya jadi mati rasa, suatu kerja sama yang tidak ada celahnya.
Andai kata yang diserang adalah seekor macan ganas, juga akan
__ADS_1
terikat, ditarik dan digulingkan.
Jika seekor naga terbang, juga tidak akan bisa lolos dari jaring
langit ini. Tapi dia bukanlah macan ganas atau naga terbang, tapi dia adalah
pesilat tinggi dunia persilatan yang menakutkan.
Bersamaan dengan delapan kail besi itu menyerang, bayangan
Fu Ke-wei seperti kilat terbang keutara, saking cepatnya sampai
mata orang menjadi kabur, tampak seperti bayangan samar-samar.
Dan dua sinar kilat yang kecil yang sulit dipandang oleh mata
telanjang, dari kiri dan kanan menuju kedepan sekali berkelebat
langsung menghilang. Kail besi masih belum berkumpul ditengah, bayangan hijau sudah
menembus kepungan, saking cepatnya sulit dipercaya.
"Mmm " suara terbekam terdengar lebih dulu.
Delapan tali aneh itu berkumpul dan berbelit ditengah.
Suara teriakan terkejut terdengar sekali lalu menghilang,
bayangan orang mendadak berhenti.
"Buuk! Buuk!" Tampak dua orang melepaskan dua talinya, berteriak jatuh
dilapangan rumput meregang nyawa.
Wanita berbaju hitam yang berusia empat puluh tahuNanyang berada
diutara, dibelit oleh talinya sendiri sampai lima enam gulungan, sepasang tangannya pun tergulung erat, sedang kailnya ditangkap oleh Fu Ke-wei, tenggorokannya diinjak oleh kaki, sepasang matanya menunjukan rasa ketakutan sekali, wanita itu seperti kehilangan roh, mata yang tadinya terang melotot besar, kini sudah tidak tampak lagi.
Asal Fu Ke-wei menambahkan sedikit tenaganya, pasti
tenggorokan wanita itu akan terinjak patah.
"Aku sedang berpikir, bagaimana cara menghukum kalian yang ingin membunuhku." Dia menatap pada Tian-long-jian, Lu-zhao yang
wajahnya jadi pucat pasi, tidak tahu harus berbuat apa, "mengasihi musuh, berarti kejam terhadap diri sendiri, aku Xie-jian-xiu-luo bukan orang yang biasa mengampuni."
Julukan dia adalah Xie-jian-xiu-luo, kata Xiu-luo bukanlah hanya
tertuju pada pisau Xiu-luo nya saja, tapi benar-benar ditunjukkan
karena kepandaiannya dan cara memperlakukan musuhnya.
Xiu-luo, nama lengkap sebenarnya adalah A Xiu-luo, adalah nama
dewa dari kitab suci Budha, salah satu dari delapan naga langit yang sangat sakti dan sering menantang dewa langit Yi, sampai raja langit pun tidak dapat berbuat apa-apa pada dia.
Seseorang jika disebut Xie-jian-xiu-luo, bagaimana bisa
menjadi seorang pengikut Budha yang maha pengasih"
__ADS_1
Diwajahnya tergambar kekejaman, jika sebelumnya dia tidak tahu
siasat jahatnya Tian-long-jian Lu-zhao, atau ilmu silatnya lemah dan tenaga dalamnya kurang, sekali kena dibelit oleh sebuah tali saja, akibatnya tidak perlu ditanyakan lagi.