Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
episode 3


__ADS_3

yang lebih penting


lagi dia sudah kehilangan kesempatan mengendalikan keadaan,


hatinya sudah tidak mantap, begitu kehilangan kepercayaan


membuat dia ragu-ragu bertindak.


"Ada satu hal yang harus kuberitahu." Pemuda itu melanjutkan,


"seumur hidupku, perbuatanku terang-terangan, aku sangat benci terhadap perbuatan yang sembunyisembunyi, aku sudah berkelana


lima tahun didunia persilatan, teman-teman dunia persilatan bisa


menjadi saksi. Sepasang Pedang Li dibunuh olehku secara


terang-terangan, aku membiarkan mereka diam-diam menyerang dari


belakang, lalu secara berhadapan dengan kedua tangan kubunuh


mereka. Kalian dirumahku menyiapkan jebakan diam-diam ingin


menyerangku, maka aku punya alasan yang cukup membalas


perbuatan kalian, sayang aku tidak ada gairah melakukan serangan


secara diam-diam, jika tidak, dijalan ini mayat kalian akan nampak berturut-turut, tidak mungkin ada kesempatan untuk kalian


menggunakan strategi tali nyamuk ini."


"Disini kami juga harus menelentangkan mayatmu." Kata tuan Lu dengan geram.


"Aku bukan seorang kejam yang senang membunuh orang, aku


tetap ingin memberimu satu kesempatan." Kata Pemuda itu dengan damai, "kau sebagai ketua Benteng Tian-long (Naga langit) dengan julukan Pedang Naga Langit (Tian-longjian), Lu-zhao seorang tetua


dan terhormat, termasuk nomor tiga dari tiga pimpinan aliran hitam, dan juga punya potensi menjadi nomor dua, tapi kau telah melakukan perbuatan jahat yang tidak terhitung banyaknya, tanganmu penuh


dengan darah," manusia dan langitpun ingin menghukum-nya. Tapi, aku dengan kau tidak ada permusuhan dan dendam, juga tidak


perbah menyaksikan perbuatan jahatmu, kita tidak saling


mengganggu. Tapi, tidak seharusnya saat aku lewat, kau telah


mengutus orang diam-diam ingin membunuhku, setelah gagal lalu


melakukan pengeroyokan, belum puas kalau belum menghabisi aku,


aku terpaksa membunuh dua saudara tirimu, dan dengan senjataku


membunuh empat pengawal bentengmu, dalam pertarungan yang


adil aku juga telah membunuh adik iparmu.


Selama tiga tahun kau terus mencoba membalas dendam,


mengumpulkan teman-temanmu, mengutus orang kemanamana


menyelidik keberadaanku, setiap saat merencanakan diam-diam

__ADS_1


membunuhku. Tapi aku selalu merasa permusuhan ini lebih baik


didamaikan dari pada dijalin terus, hari ini, kau mengejar sampai kerumahku, menurut aturan tidak seharusnya aku melepaskan kalian,


tapi aku tetap ingin memberi satu kesempatan lagi padamu, bawalah


temantemanmu pergi dari sini! Orang yang mati sudah cukup banyak,


kalian berdelapan ingin membunuh ku, terus terang saja, itu sama


sekali tidak mungkin."


"Aku telah menghabiskan waktu tiga tahun, baru dapat


menyelidiki jejak dan kebiasaanmu, hari ini kalau bukan kau maka


aku " "Buat apa" Tuan telah kalah setengah, apakah kau masih tidak


bisa melihat, keadaannya tidak menguntungkan buatmu?"


"Delapan banding "


"Tuan, kujamin sekali menggerakan pisau Xiu-luo, dalam sekejap aku bisa membunuh setengah dari kalian. Jika kalian menganggap


dengan menggunakan beberapa tali aneh bisa membunuhku, aku


Xie-jian-xiu-luo bagaimana bisa hidup sampai sekarang" Pergilah,


selagi masih sempat."


"Jika hari ini aku tidak membunuhmu, aku "


"Baiklah, hidup dan mati tergantung nasib, siapa yang kuat dialah yang hidup." Wajahnya kembali menjadi dingin menyeramkan, "silahkan mulai! Orang yang sial sulit bisa lolos, harap hati-hati terhadap pisau Xiu-luo ini, menghadapi pengeroyokan aku tidak akan menaruh hati kasihan." Dia menyilangkan sepasang tangannya, kakinya pelanpelan bergerak


mulai memancar, sepertinya seluruh orang disana ditutupi oleh hawa pembunuhan, setiap tempat yang disorot matanya, terasa membawa


hawa pembunuhan yang sangat kuat.


Tidak ada orang yang dapat melihat pisau Xiu-luo nya, tampak


sepasang tangannya kosong tidak terdapat apa apa. Delapan set kail besi semakin diputar semakin kencang, delapan orang laki-laki dan


perempuan mulai merubah posisi.


"Inilah kesempatan terakhir kalian." Katanya dengan suara dalam,


"aku tidak berharap akan jadi orang yang mengubur mayat kalian."


Satu teriakan dengan suara dalam terdengar, kedua belah pihak


sudah bersama-sama menyerang.


Delapan set kail besi bermata tiga terbang bersama-sama dari delapan arah, membentuk jaring berkumpul kearah tengah,


suaranya memecah udara membuat orang mendengarnya


kepalanya jadi mati rasa, suatu kerja sama yang tidak ada celahnya.


Andai kata yang diserang adalah seekor macan ganas, juga akan

__ADS_1


terikat, ditarik dan digulingkan.


Jika seekor naga terbang, juga tidak akan bisa lolos dari jaring


langit ini. Tapi dia bukanlah macan ganas atau naga terbang, tapi dia adalah


pesilat tinggi dunia persilatan yang menakutkan.


Bersamaan dengan delapan kail besi itu menyerang, bayangan


Fu Ke-wei seperti kilat terbang keutara, saking cepatnya sampai


mata orang menjadi kabur, tampak seperti bayangan samar-samar.


Dan dua sinar kilat yang kecil yang sulit dipandang oleh mata


telanjang, dari kiri dan kanan menuju kedepan sekali berkelebat


langsung menghilang. Kail besi masih belum berkumpul ditengah, bayangan hijau sudah


menembus kepungan, saking cepatnya sulit dipercaya.


"Mmm " suara terbekam terdengar lebih dulu.


Delapan tali aneh itu berkumpul dan berbelit ditengah.


Suara teriakan terkejut terdengar sekali lalu menghilang,


bayangan orang mendadak berhenti.


"Buuk! Buuk!" Tampak dua orang melepaskan dua talinya, berteriak jatuh


dilapangan rumput meregang nyawa.


Wanita berbaju hitam yang berusia empat puluh tahuNanyang berada


diutara, dibelit oleh talinya sendiri sampai lima enam gulungan, sepasang tangannya pun tergulung erat, sedang kailnya ditangkap oleh Fu Ke-wei, tenggorokannya diinjak oleh kaki, sepasang matanya menunjukan rasa ketakutan sekali, wanita itu seperti kehilangan roh, mata yang tadinya terang melotot besar, kini sudah tidak tampak lagi.


Asal Fu Ke-wei menambahkan sedikit tenaganya, pasti


tenggorokan wanita itu akan terinjak patah.


"Aku sedang berpikir, bagaimana cara menghukum kalian yang ingin membunuhku." Dia menatap pada Tian-long-jian, Lu-zhao yang


wajahnya jadi pucat pasi, tidak tahu harus berbuat apa, "mengasihi musuh, berarti kejam terhadap diri sendiri, aku Xie-jian-xiu-luo bukan orang yang biasa mengampuni."


Julukan dia adalah Xie-jian-xiu-luo, kata Xiu-luo bukanlah hanya


tertuju pada pisau Xiu-luo nya saja, tapi benar-benar ditunjukkan


karena kepandaiannya dan cara memperlakukan musuhnya.


Xiu-luo, nama lengkap sebenarnya adalah A Xiu-luo, adalah nama


dewa dari kitab suci Budha, salah satu dari delapan naga langit yang sangat sakti dan sering menantang dewa langit Yi, sampai raja langit pun tidak dapat berbuat apa-apa pada dia.


Seseorang jika disebut Xie-jian-xiu-luo, bagaimana bisa


menjadi seorang pengikut Budha yang maha pengasih"

__ADS_1


Diwajahnya tergambar kekejaman, jika sebelumnya dia tidak tahu


siasat jahatnya Tian-long-jian Lu-zhao, atau ilmu silatnya lemah dan tenaga dalamnya kurang, sekali kena dibelit oleh sebuah tali saja, akibatnya tidak perlu ditanyakan lagi.


__ADS_2