
Penginapan Yue-lai lebih besar dari pada penginapan Yung-an,
lapangan di depan penginapannya juga sangat luas, disediakan
tempat parkir kereta dan tempat mengikat kuda, memudahkan tamu
memarkir kereta atau mengikat kuda.
Ini adalah perusahaan angkutan kereta keledai Tai-an di Tai-yuan,
kereta angkutan orang mempunyai rute utara-utara.
"Di sini adalah pos istirahat." Kusir utama memberitahu pada penumpang di dalam terpal kereta, "di sini kita istirahat satu jam, para penumpang bisa makan dulu, menambahkan isi kantong airnya, pos
berikutnya kira-kira tiga puluh li, baru ada persediaan air minum."
Penumpang kereta semuanya ada enam belas orang,
diantaranya ada tiga orang wanita.
Semua penumpang telah masuk ke ruangan makan
penginapan Yue-lai. Ruang makannya sangat luas, tadinya ada sembilan tamu makan,
setelah ditambah enam belas orang yang baru datang, hanya
memenuhi setengah lebih. Fu Ke-wei tidak sengaja mengangkat kepala nya, alisnya
mengerut, menatap beberapa tamu yang baru datang yang berada
di tenda peneduh di luar penginapan Yue-lai, samarsamar
terdengar derap telapak kaki kuda yang berlari cepat!
Sepertinya ada sekelompok besar kuda datang dari utara,
seperti bukan melakukan perjalanan jauh, tapi ingin cepatcepat
sampai di tujuan. Kali ini tamu yang baru datang di depan pintu penginapan Yue-lai
semuanya ada empat orang.
Seorang memakai rok putih, dengan jubah seputih es, wanita muda
yang cantik, dua orang pelayannya laki dan perempuan setengah
baya, dan satu orang pelayan wanita kecil yang juga berbaju pendek putih bulan, usia tiga-empat belas tahun.
Wanita muda memakai rok putih itu membawa pedang,
sedang pelayan laki-laki dan perempuan membawa golok.
Karena empat orang ini membawa pecut kuda yang bagus, jadi
datangnya pasti naik kuda.
Empat orang itu sepertinya tidak berniat masuk ke penginapan
Yue-lai, dari luar penginapan mereka memandang kearah utara,
seperti tertarik oleh sekelompok besar kuda yang sedang mendatangi, dengan perasaan ingin tahu dia berhenti mengawasi.
"Kenapa dia datang ke daerah Shan-xi?" Fu Ke-wei berguman, juga seperti bertanya pada Ouw Yu-zhen, "apakah sudah bosan
melihat pemandangan indah di Jiang-nan?"
__ADS_1
Baru saja Ouw Yu-zhen akan menjawab, terdengar suara gemuruh
telapak kuda, tiga puluh lebih kuda sudah tiba di luar penginapan
Yue-lai, tiga puluh dua penunggang kuda itu membagi jadi dua
kelompok, turun dari kuda dengan cepat dan menutup gerbang
penginapan. Setengah lainnya, memenuhi lapangan parkir.
"Hayo masuk!" Pemimpin penunggang kuda itu berkata pada kelompok wanita
muda memakai rok putih yang berada diluar penginapan, dengan
suara dalam memerintahkan, sikapnya sangat kasar.
"Apa..." Kau memerintah aku?" Wanita cantik itu mengangkat alis hitamnya, matanya menyorot galak, "kalian ini, perampok
Jin-nan mana..." Berani sekali!"
Kata-katanya angkuh, tajam dan berani. Wajah sepuluh lebih
penunggang kuda itu berubah, mereka merasa diluar dugaan!
Orang yang berkelana di dunia persilatan harus hati hati
terhadap tiga macam orang, adalah para pendeta, wanita anak
kecil, orang cacat, bertemu dengan orang macam ini, jangan
sembarangan berselisih, sebab akibatnya bisa merepotkan.
Para penunggang kuda itu tentu saja tahu akan hal ini, tapi ibarat telah menunggang macan, sulit buat turun kembali, di hadapan orang banyak mendapat umpatan seorang wanita, mau ditauh dimana
wajahnya" Tentu saja, mereka tidak tahu asal-usul wanita ini, lebihlebih tidak tahu wanita cantik ini adalah pesilat tinggi di antara pesilat tinggi generasi muda. Jadi mereka menganggap wanita yang tidak punya
Amarah telah menghilangkan pikiran sehatnya, laki-laki
penunggang kuda itu tanpa berpikir panjang sebelah tangannya
diayunkan menampar. Tapi reaksi wanita ini cepat laksana kilat, dia juga melayangkan
sebelah tangannya. Buug... terdengar satu suara keras!
Laki-laki penunggang kuda itu mundur tiga langkah.
"Kau cari mati!"
Wanita itu berteriak dingin, sekelebat sudah sampai, tangannya
kembali melayang, lalu seperti ada tenaga air bah yang mendorong, samar-samar terdengar suara geledek!
Laki-laki penunggang kuda tidak ada pilihan lain, dia meningkatkan kewaspadaannya, menggunakan teknik menghindar pukulan dan
menyerang begitu ada kesempatan, sekejap berturut-turut menangkis
tujuh serangan telapak lawannya, berganti sembilan kali kedudukan, terakhir lengan kanannya terkena sekali pukulan telapak, mengambil kesempatan ini dia meloncat keluar satu zhang lebih, wajahnya menjadi hijau dingin, jari tangan kanannya terasa tidak bisa digerakan lagi.
Serangan cepat dalam sekejap ini, sepuluh lebih penunggang
kuda yang menonton di pinggir sama sekali tidak bisa melihat
dengan jelas gerakannya, semua menjadi bengong, sepertinya
masih tidak percaya pemimpinnya telah dikalahkan orang.
__ADS_1
Walau jarak Fu Ke-wei dua puluh zhang lebih, malah
melihatnya dengan jelas, tidak tahan diam-diam dia
menganggukan kepala. "Kau telah berlatih tenaga dalam Putaran Hawa Murni, tidak aneh bisa menerima pukulan-ku." Wanita itu juga tidak memburu
menyerang lebih lanjut, tadi dia menyerang sepenuh tenaga, telah
menghabiskan tenaga dalam tidak sedikit, "bersiaplah, aku akan menggunakan jurus hebat lainnya supaya kau tidak menyesal seumur
hidup." "Aku juga akan menggunakan kepandaian-ku menghajarmu!" kata laki-laki penunggang kuda menggigit gigi, dia tidak menggunakan
telapaknya lagi, sepuluh jarinya di tekukan, keluar bunyi tulang buku seperti batu beradu, "siapa yang menyesal akan segera ketahuan."
Wanita itu juga menggunakan cakarnya menyerang, tangan dia
seperti cakar kucing atau seperti cakar rase.
Pertarungan segera akan terjadi lagi, puluhan penunggang kuda
yang ada di luar lingkaran tiba-tiba membagi dua, keluarlah dua orang, seorang pendeta dao dan seorang biasa, keduanya sudah setengah
baya lebih, lagaknya sangat sombong sekali.
"Keponakan jangan gegabah!" Pendeta tua dao itu mencegah, suaranya keras sekali, jelas sedang memamerkan kepandaiannya,
setiap kata terdengar di telinga seperti pukulan palu, "tenaga dalam hawa pelindung tidak akan bisa menahan tenaga dalam Langit Besar
wanita muda ini." "Sungguh generasi penerus yang pantas di acungi jempol!" kata orang tua yang berbaju biasa, mata elangnya bersinar sambil tertawa dingin, "ketua vihara Mei-hoa sungguh beruntung, telah berhasil mendidik murid sehebat ini, tujuh tahun ternama di dunia persilatan, nona jarang datang ke daerah tengah, tidak diduga malah muncul di
Shan-xi, membuat orang tidak bisa berpikir."
Dilihat dari wajahnya, murid kesayangan ketua vihara Meihoa ini,
memang seperti gadis dua puluh tahun, tapi jika telah ternama selama tujuh tahun, tidak mungkin usianya dua puluh tahun.
"Tuhan maha besar!" Pendeta dao tua itu juga berpurapura,
"Hoa-fei-hoa (Bunga bukan bunga) Hoa Yu-ji, jangan ikut campur masalah benteng Zhang-feng" Walau kau ada kemampuan
membalikan dunia, bagaimana pun kau seperti naga bermain di air
dangkal. Jika kau benar-benar mau ikut campur, aku akan
menggunakan tenaga dalam Hawa Setan, mencoba tenaga dalam
Langit Besar mu, aku ingin tahu, apakah benar kemampuanmu bisa
menghancurkan bumi."
Wajah Hoa Yu-ji berubah, kesombongannya jadi hilang
setengah. "Kiranya pendeta dao adalah Shan-xian-tai-yi dari Zhongtiao." Kata Hoa Yu-ji, tangannya pelan-pelan telah memegang pegangan pedang,
setiap saat mungkin akan mencabutnya, "aku tidak pernah mengurusi masalah orang lain, aku Hoa Yuji tidak ada keinginan jadi seorang
pendekar. Aku tidak perduli, tapi orang lancang ini siapa dia, dia lah yang bodoh berani menantang dan menghina aku. Kau
Shan-xian-tai-yi dari Zhong-tiao tidak bisa menakuti aku, benteng
Zhang-feng di gunung Li-liang juga hanya bisa menakuti orang
Shan-xi. Hari ini dalam hal kebenaran, aku harus minta keadilan,
hm...!" Nadanya tetap tegas, dan juga penuh dengan perasaan tidak
__ADS_1
rela. Di dunia persilatan, banyak bermunculan pesilat tinggi.