
Sebenarnya didalam hati dia mengerti, empat orang itu adalah sandera untuk mengancam orang-orangnya Jin-shedong.
Jika terjadi hal tidak terduga pada sandera, Jin-she-dong pasti dalam keadaan sangat marah, tidak akan memperdulikan akibatnya, mereka akan menyerang dengan sekuat tenaga, perkumpulan Cun-qiu pasti akan banyak jatuh korban, sangat mungkin dalam waktu singkat namanya terhapus di dunia persilatan, tentu saja Mi-hun-tai-sui tahu akan akibatnya, maka melarang dia bertindak sekehendak hati, alasannya kuat sekali.
Tadinya, dia membawa orang melarikan diri dari ke kota kabupaten Wu-chang, bersiap siap bersembunyi di kota Wuchang, kebetulan dia bertemu dengan Mi-hun-tai-sui yang membawa orang-orang perkumpulannya, sehingga bersamasama datang ke taman Qing-feng tuan besar Du, mendirikan jebakan.
Semula rencananya adalah diam-diam membunuh orangorangnya Jin-she-dong, bagaimana membunuhnya juga sudah direncanakan, tentu saja dia ingin minta disisakan dua wanita cantiknya, setelah dinikmati baru dibunuhnya.
Saat ini, orang yang berani terang-terangan bermusuhan dengan Jin-she-dong sangat sedikit, walau perkumpulan Cunqiu banyak pesilat tingginya, tapi tetap tidak berani bermusuhan dengan Jin-she-dong, diam-diam membunuhnya adalah cara yang paling aman.
Tapi setelah tiga orang Jin-she-dong lolos, maka akan terjadi
kerepotan besar. Mi-hun-tai-sui memang orang yang mempunyai bakat, dia bisa memutuskan merubah rencana, mengawal membawa orang-orangnya ke Zhen-jiang, ke markas perkumpulan Cunqiu, menunggu orangnya Jin-she-dong datang membicarakan syarat, dengan ada sandera di tangannya, dia pasti bisa memaksa lawannya.
Begitu orang Jin-she-dong menyerah, nama perkumpulan
Cun-qiu pasti melonjak setinggi langit.
Tidak perduli apakah rencananya Mi-hun-tai-sui berhasil atau
tidak, bagaimana pun ini adalah rencana yang paling baik.
Tapi buat Yu-shu-xiu-shi, dua wanita cantik itu tidak
mungkin bisa jadi miliknya.
Semakin dipikir semakin tidak rela, begitu terpikir dua wanita cantik ini, hatinya jadi gatal sulit ditahan, dimulut dia tidak berani membantah kata-kata Mi-hun-tai-sui, didalam hati bencinya setengah mati.
Bersamaan itu juga, didalam hati dia mengerti betul. Mi-hun-tai-sui adalah seorang gila sek yang ternama, setelah melihat dua wanita cantik itu, dia merubah rencana, pasti ada sebabnya, jelas juga sedang memikirkan cara jahat pada dua wanita cantik ini, makanya dia ingin membagi dua jalan kembali ke Zhen-jiang, jalan terang dan jalan gelap, dia yang membawa tawanan, naik perahu pergi jauh.
"Walau memang aku yang membuat gara-gara, tapi juga demi memperkuat kekuasaan dan nama besar perkumpulan, hingga timbul gejolak ini, tujuannya tidak salah."
__ADS_1
Yu-shu-xiushi dengan hati tidak rela membela diri, "tentu, aku pun pernah menanggung resiko kekalahan. Jika kita semua bersama-sama naik perahu, diam-diam meninggalkan tempat, harapan berhasilnya bukan kah akan lebih banyak?"
Dia tetap ingin bersama dengan dua wanita cantik, disepanjang perjalanan dia masih ada kesempatan melakukan kegiatan, paling sedikit juga bisa mengawasi Mi-hun-tai-sui, mencegah dia memakan daging angsa terlebih dulu.
"Tidak, dibagi dua jalan lebih aman." Mi-hun-tai-sui dengan tegas menolak, "hal ini sudah diputuskan, kalian semua baikbaiklah istirahat, menjaga tiga orang itu datang menempuh bahaya, begitu hari gelap kita langsung berangkat."
Tidak menunggu Yu-shu-xiu-shi mengajukan usul lainnya,
Mi-hun-tai-sui sudah mendorong kursi, bangkit berdiri keluar dari kamar.
Mi-hun-tai-sui punya enam orang kepercayaan, sudah tahu rencana majikannya, sehingga dia mengutus dua orang menjaga ketat empat orang sandera yang dikurung di kamar bawah tanah, orang yang mendekat jangan harap bisa bergerak leluasa.
Orang-orangnya keluarga Guan, tiba-tiba seperti menghilang,
didepan beberapa pekarangannya sepi, jarang terlihat ada orang keluar masuk, jelas sengaja menutup pintu menghindar bahaya, berita putus hubungannya dengan keluarga Du juga sudah tersebar.
Xie-shen bertiga yang mencari berita dikota, merasa putus asa, Guan dan Du, dua keluarga sedikit pun tidak ada reaksi, sedikitpun tidak terlihat ada gerakan.
Hoa-fei-hoa adalah ahlinya penyamaran, begitu melihat dia sudah tahu siapa orang ini.
Orang baju hijau juga mengenal dia, dia tetap berdandan seorang pedagang kecil.
"Kalian bertiga masih tinggal dikota?" Orang baju hijau tampak banyak pikiran, tapi dengan ramah menyapa, "sebagian orang-orang
perkumpulan Cun-qiu, sedang berturut-turut meninggalkan kota, sudah sulit menemui orang yang punya kedudukan, apakah kalian bertiga ada kabar" Aku sengaja datang ingin tahu."
"Kami juga tidak tahu dasarnya mereka." Xie-shen tertawa pahit,
"apa lagi kami sejak semula sampai akhir, tidak ingin menyia-nyiakan waktu pada mereka. Makanya tidak perhatian. Ooo...! Kalian ada rencana apa?" "Orang-orang kami......"
"Aku tahu, sudah terjebak didalam taman Qing-feng."
__ADS_1
"Benar, terjebak didalam taman Qing-feng. Temanku sudah pergi keselatan ke Yue-zhou minta bantuan......"
"Air yang jauh tidak bisa menolong api yang dekat, saudara tua."
"Bagaimana pun harus berusaha! Aku disini mencari kabar,
mengawasi gerakan mereka, malam hari ini siap masuk kembali ke taman Qing-feng, bisa berjalan selangkah ya jalan selangkah."
"Dengar nasihatku, saudara tua." Kata Xie-shen dengan tulus.
"Maksud saudara......"
"Desak keluarga Du, dijamin mereka akan meloncatloncat." Kata Xie-shen dengan suara dalam, "menghadapi masalah luar biasa, harus menggunakan cara geledek menyelesaikannya, walau darah akan mengalir seperti sungai juga tidak mengeluh, aku justru menggunakan cara khusus ini menghadapi masalah luar biasa, sepuluh ribu kali dicoba sepuluh ribu kali berhasil.
Aku beritahu, didunia ini orang yang benar-benar tidak perduli
darah mengalir seperti sungai tidak ada berapa orang, dia membunuh seribu orangmu, kau bunuh orang dia sepuluh ribu......"
"Tapi......kita tidak bisa......tidak bisa melakukan ini." Orang baju hijau wajahnya berubah sekali, terkejut oleh cara keji yang dilakukan Xie-shen.
Jika dia tahu asal usulnya Xie-shen, maka dia tidak akan merasa ini menakutkan; membalas membunuh orang adalah prinsipnya Xie-shen, tidak perduli darah mengalir seperti sungai, makanya sebutannya disebut Xie-shen.
"Kalau begitu sulit." Xie-shen menggelengkan kepala, "aku sedang bermain kecapi didepan kerbau, kami akan perhatikan gerakan orang-orang itu, mungkin akan pergi ke taman Qingfeng lagi.
Ooo!
Kau sungguh-sungguh tidak tahu bagaimana temanmu bisa
terjebak?" "Tidak tahu," kata orang baju hijau, "hanya ketika menerima aba-aba segera meninggalkan tempat, kami menurut perintah secepatnya meloloskan diri.
Mengenai perkumpulan Cun-qiu telah mendatangkan siapa saja pesilat tinggi yang menakutkan, saat ini masih belum mendapatkan kabarnya."
__ADS_1